Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Pemberontakan Sang Penjinak Semut
Asap tipis mengepul dari retakan batu arena yang hancur. Di tengah kehancuran itu, Lu Chen berdiri tegak dengan jubah abu-abu yang kini berkibar tertiup badai energi yang ia ciptakan sendiri. Keheningan yang menyelimuti Arena Langit Cerah terasa sangat mencekam, seolah-olah waktu telah berhenti berputar. Ribuan pasang mata menatapnya dengan campuran rasa tidak percaya, ngeri, dan kekaguman yang terpaksa.
Han Feng, sang jenius kebanggaan sekte dalam, tergeletak tak berdaya di reruntuhan pilar, sementara Han Wei pingsan dengan meridian yang kacau. Dalam satu hari, seorang "pelayan sampah" telah meruntuhkan martabat salah satu keluarga paling berpengaruh di Sekte Langit Biru.
"Lu Chen... kau... apa yang telah kau lakukan?!" Penatua Han berteriak dari tribun, suaranya bergetar antara amarah dan ketakutan. "Kau menyembunyikan kekuatan jahat! Kau pasti mata-mata dari Sekte Iblis!"
Lu Chen mendongak, menatap Penatua Han dengan tatapan dingin yang membuat pria paruh baya itu tersentak mundur. "Mata-mata? Kekuatan jahat?" Lu Chen terkekeh, suara tawanya rendah namun menggema di seluruh lembah. "Lucu sekali. Saat aku menjadi sampah, kalian menginjakku. Saat aku melawan balik, kalian menyebutku iblis. Apakah keadilan di sekte ini hanya berlaku bagi mereka yang memiliki darah bangsawan?"
"Cukup!"
Sebuah suara menggelegar seperti guntur dari langit. Sosok Penatua Agung, Mo Shanshan, turun dengan perlahan dari udara. Aura Tahap Nascent Soul miliknya menyebar, menciptakan tekanan gravitasi yang luar biasa hingga lantai arena retak lebih dalam. Murid-murid dengan tingkat kultivasi rendah segera jatuh berlutut, tak kuat menahan tekanan tersebut.
Namun, Lu Chen tetap berdiri tegak. Di bahunya, Ignis mengepakkan sayap birunya yang berkilauan.
[Ding! Peringatan Krisis!]
[Target: Mo Shanshan (Tahap Nascent Soul - Level 2).]
[Peluang Menang: 45% (Dalam Kondisi Penyamaran aktif).]
[Saran: Lepaskan 30% Kekuatan 'Sovereign' untuk mengimbangi tekanan.]
"Lu Chen, si tua ini memiliki bau darah naga di tangannya," Ignis mendesis tajam, matanya yang mungil berkilat penuh haus darah. "Dia adalah orang yang memimpin ritual penyiksaan Jenderal Azure semalam. Berikan aku izin, dan aku akan membakar jenggot putihnya itu menjadi abu."
"Tahan, Ignis. Biarkan dia menunjukkan warna aslinya di depan semua orang dulu," balas Lu Chen dalam hati.
Penatua Agung Mo menatap Lu Chen dengan mata menyipit. "Bocah, aku tidak tahu keberuntungan atau iblis mana yang memberimu kekuatan ini. Tapi menghancurkan murid inti di panggung turnamen adalah pengkhianatan. Serahkan hewan kontrakmu itu dan biarkan kami memeriksa jiwamu, atau kau akan dieksekusi di tempat!"
"Memeriksa jiwaku?" Lu Chen tersenyum sinis. "Atau Anda hanya ingin mengambil apa yang tersisa dari energi naga yang Anda curi selama ribuan tahun? Aku tahu apa yang ada di bawah arena ini, Penatua Agung. Aku tahu tentang Naga Api Azure yang kalian siksa demi kejayaan palsu sekte ini!"
Mendengar kata-kata itu, wajah Penatua Agung berubah menjadi pucat pasi, lalu seketika menjadi gelap penuh niat membunuh. Rahasia itu adalah pondasi kekuasaan Sekte Langit Biru. Jika rahasia itu terbongkar, sekte ini akan diburu oleh seluruh klan naga dan aliansi sekte benar.
"Kau... kau sudah bicara terlalu banyak!" Penatua Agung mengangkat tangannya. "Formasi Penyegel Surga: Aktifkan!"
Tiba-tiba, delapan pilar raksasa di sekeliling arena memancarkan cahaya ungu yang pekat. Sebuah jaring energi raksasa turun dari langit, mengunci ruang di sekitar Lu Chen. Ini adalah formasi terkuat sekte yang biasanya digunakan untuk menangkap binatang buas tingkat tinggi.
"Habis kau, Lu Chen!" teriak murid-murid keluarga Han yang mulai merasa berani kembali.
Namun, mereka tidak melihat apa yang sedang terjadi di bawah kaki Lu Chen. Lu Chen memejamkan mata, membiarkan energi SSS+ dari sistem mengalir tanpa hambatan untuk pertama kalinya.
"Ignis, bentuk Naga Api Azure... lepaskan!"
BOOOM!
Sebuah raungan naga yang sesungguhnya—bukan sekadar desisan—meledak dari tubuh Lu Chen. Semut kecil di bahunya tiba-tiba membesar secara ilusi, membentuk bayangan naga biru-merah raksasa yang tingginya mencapai langit. Jaring energi ungu milik sekte seketika hancur berkeping-keping seperti kaca yang dipukul palu godam.
Lu Chen melayang ke udara, dikelilingi oleh api biru yang dingin namun menghanguskan. Matanya kini sepenuhnya berwarna emas. "Kalian menyebutku sampah? Kalian menyebutku penjinak semut?"
Lu Chen menunjuk ke arah Penatua Agung dengan jarinya yang berpendar. "Hari ini, semut inilah yang akan meruntuhkan gunung kalian!"
Ignis meluncur seperti peluru api biru, menerjang langsung ke arah Penatua Agung. Sang Penatua Agung terbelalak, mencoba menciptakan perisai spiritual, namun perisai itu hancur seketika saat bersentuhan dengan aura Ignis.
"Tidak! Kekuatan apa ini?!" teriak Penatua Agung saat dia terpental jauh hingga menabrak aula utama sekte.
Seluruh murid dan tetua lainnya membeku ketakutan. Mereka melihat seorang pemuda yang selama ini mereka injak, kini melayang di langit seperti dewa perang purba, dengan seekor "semut" yang memiliki kekuatan untuk menjatuhkan seorang ahli Nascent Soul.
[Ding! Penyamaran Terbongkar 40%.]
[Reputasi Lu Chen meningkat drastis: 'Dewa Kematian Berwajah Pelayan'.]
[Status Ignis: Memasuki Fase 'Remaja Puncak'.]
Lu Chen mendarat di atas atap aula utama yang hancur, menatap ke bawah pada ribuan orang yang kini gemetar. "Siapa pun yang pernah menindas mereka yang lemah atas nama sekte ini... hari ini adalah hari penghakiman kalian."
Di balik awan hitam yang mulai berkumpul, petir merah menyambar. Lu Chen tidak lagi bersembunyi. Pemberontakan ini bukan lagi tentang memenangkan seleksi, melainkan tentang menghapus Sekte Langit Biru dari peta dunia.