NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Api Pemakan Tulang dan Sentuhan di Titik Kematian

​Lembah itu berguncang saat Ular Piton Cincin Besi menerjang maju. Mulutnya yang menganga lebar bagaikan gua hitam yang siap menelan Lin Xuan utuh, memancarkan bau busuk ribuan mayat busuk yang bercampur dengan uap racun hijau pekat.

​Mu Qingxue, yang bersandar lemah di bawah pohon, memaksakan matanya tetap terbuka. Jantungnya berdebar kencang. Apa yang dilakukan pemuda itu? Membuang pedangnya? Apakah dia sudah gila atau menyerah?

​Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat napas Nona Suci dari Istana Es Surgawi itu tercekat di tenggorokan.

​Lin Xuan berdiri tegak tanpa beringsut satu inci pun. Di telapak tangan kanannya yang terentang, sekelompok api abu-abu seukuran kepalan tangan menari-nari tanpa suara. Api itu tidak memancarkan panas sedikit pun—bahkan udara di sekitarnya terasa sedingin es—tetapi auranya... auranya membawa tekanan kuno yang membuat jiwa Mu Qingxue bergetar ketakutan, sesuatu yang melampaui segala jenis hukum alam yang pernah ia pelajari.

​"Mati," ucap Lin Xuan datar, suaranya bagaikan titah dewa kematian.

​Ia melontarkan gumpalan Api Kekacauan Primordial itu tepat ke arah mulut raksasa yang terbuka lebar.

​Ular Piton Cincin Besi, dengan kecerdasan rendahnya, hanya menganggap gumpalan kecil itu sebagai serangan energi biasa dan menelannya bulat-bulat, bersiap untuk meremukkan pemuda sombong di depannya.

​Hup!

​Satu detik berlalu. Dua detik berlalu. Ular itu tiba-tiba berhenti menggelepar di udara, tubuh raksasanya jatuh menabrak tanah dengan suara dentuman memekakkan telinga.

​"Kau... kau memberinya makan api kecil itu?" gumam Mu Qingxue tak percaya, tubuhnya menggigil menahan sakit racun yang makin menyebar.

​Lin Xuan berbalik perlahan, matanya yang kelabu menatap Mu Qingxue dengan senyum tipis. Ia mengangkat tiga jarinya.

​"Tiga."

​Hsss? Ular itu mulai meronta-ronta di tanah, matanya membelalak dipenuhi teror yang tak terlukiskan.

​"Dua."

​Sisik hitam sekeras baja di bagian perut ular itu mulai memancarkan cahaya abu-abu dari dalam, seperti kertas yang disinari lampu pijar.

​"Satu."

​KRAAAK! BWUSSHHH!

​Sebuah pemandangan yang akan terus menghantui ingatan Mu Qingxue terjadi. Tubuh raksasa Binatang Buas Tingkat 2 Menengah itu—yang bahkan kultivator Pembentukan Fondasi tingkat puncak akan kesulitan melukainya—meledak dari dalam!

​Bukan ledakan darah dan daging, melainkan ledakan abu keabuan. Api Kekacauan Primordial merobek tubuh ular itu, membakar darah, daging, tulang, dan bahkan racunnya dalam hitungan detik. Yang tersisa hanyalah tumpukan abu abu-abu halus dan sebuah Inti Spiritual seukuran kepalan tangan anak kecil yang memancarkan energi murni, serta sebuah kantung empedu ular yang utuh.

​Mu Qingxue menatap tumpukan abu itu dengan pupil menyusut. Api macam apa itu? Membakar Binatang Buas Tingkat 2 hingga tak bersisa dari dalam tanpa memancarkan hawa panas sedikit pun?! Bahkan Api Inti Bumi milik Tetua Agung Istana Es Surgawi tidak semengerikan ini!

​Lin Xuan berjalan santai, memungut Inti Spiritual dan kantung empedu ular piton itu, memasukkannya ke dalam Cincin Penyimpanannya dengan puas. "Lima ratus koin emas lagi masuk kantong. Lumayan."

​Ia kemudian berjalan menghampiri Mu Qingxue yang kini napasnya semakin pendek. Rona keunguan di wajah cantiknya semakin pekat, dan bibirnya telah berubah menjadi ungu gelap.

​"Kesepakatan pertama selesai," ucap Lin Xuan sambil berjongkok di sampingnya. "Sekarang, bagian kedua: menyelamatkan nyawamu."

​Mu Qingxue batuk darah hitam. Pandangannya mulai buram. "R-racun ini... Racun Kabut Peluruh Tulang... ia menyatu dengan aliran Qi. Jika kau memaksakan Qi-mu untuk mengeluarkannya, racun itu akan berbalik menyerangmu..."

​Lin Xuan mendengus pelan. "Jika aku takut pada racun cacing, aku tidak akan menawarkan bantuan. Duduklah dan bersila. Lepaskan jubah luarmu."

​Mata Mu Qingxue membelalak lemah. "A-apa? L-lepaskan jubah?" Sebagai Nona Suci yang murni dan selalu dihormati, tidak ada pria yang pernah berani menatapnya langsung, apalagi menyuruhnya melepaskan pakaian!

​"Pilihanmu," Lin Xuan mengangkat bahu dengan acuh tak acuh. "Racun itu berpusat di meridian punggung dan dada. Aku butuh kontak langsung dengan titik akupuntur utama di sepanjang tulang belakangmu untuk memandu apiku membakarnya. Jika kau lebih memilih mati menjaga kesopananmu, aku akan mengambil Teratai Emas itu dan pergi."

​Melihat Lin Xuan bersiap berdiri, keputusasaan mengalahkan rasa malunya. Gurunya sedang sekarat, ia tidak boleh mati di sini!

​"T-tunggu..." cicit Mu Qingxue. Dengan tangan gemetar dan sisa tenaga terakhirnya, ia menarik simpul gaun sutra putihnya. Jubah luarnya merosot turun, memperlihatkan bahu seputih pualam dan punggungnya yang mulus bak batu giok berukir, meski kini dihiasi garis-garis urat keunguan yang mengerikan akibat racun. Ia masih mengenakan pakaian dalam sutra tipis, wajahnya memerah padam hingga ke telinga.

​Lin Xuan menelan ludah pelan. Ia tidak buta, wanita di depannya memiliki keindahan yang mampu menjatuhkan kerajaan. Namun, insting bertahan hidup dan tekad kultivasinya jauh lebih kuat dari nafsu sesaat.

​"Aku akan memasukkan Api Kekacauan-ku ke dalam tubuhmu," ucap Lin Xuan serius, suaranya berubah berat. "Ini akan sangat menyakitkan. Jika kau pingsan atau melawan Qi-ku dengan Qi es-mu, apiku akan membakar meridianmu hingga hancur. Mengerti?"

​Mu Qingxue menggigit bibir bawahnya hingga berdarah, lalu mengangguk kaku. "L-lakukanlah."

​Lin Xuan duduk bersila di belakang Mu Qingxue. Ia mengangkat kedua tangannya. Sekali lagi, Api Kekacauan abu-abu yang tak bersuara muncul di telapak tangannya. Ia menempelkan kedua telapak tangannya tepat di tengah punggung Mu Qingxue yang dingin dan halus.

​Sentuhan pertama membuat tubuh Mu Qingxue menegang keras. Rasanya bukan panas, melainkan hawa dingin purba yang menusuk tulang, jauh lebih mengerikan dari Qi Es bawaannya sendiri!

​"Argh!" Mu Qingxue mengerang kesakitan, keringat dingin sebesar biji kedelai langsung membasahi pelipisnya.

​Api Kekacauan menyusup melalui pori-porinya, memasuki meridian, dan dengan buas menyergap gumpalan racun hijau keunguan yang sedang menggerogoti organ dalamnya. Pertempuran sengit terjadi di dalam tubuh rapuh Mu Qingxue. Setiap inci sarafnya seolah ditarik dan dibakar secara bersamaan.

​"Tahan! Konsentrasi pada Dantianmu!" bentak Lin Xuan. Dahinya sendiri mulai dipenuhi keringat. Mengendalikan Api Kekacauan di dalam tubuh orang lain yang tingkat kultivasinya lebih tinggi darinya membutuhkan fokus mental yang luar biasa agar tidak menghancurkan meridian wanita itu.

​Satu jam berlalu. Dua jam berlalu.

​Langit malam mulai memudar, digantikan oleh semburat merah fajar. Selama proses itu, ujung jari Lin Xuan secara tidak sengaja sering menyapu kulit lembut di sekitar tulang belikat dan lekuk pinggang Mu Qingxue, meninggalkan sensasi geli yang aneh bercampur rasa sakit yang luar biasa bagi sang wanita. Wajah Mu Qingxue bergantian antara pucat pasi menahan sakit dan merah padam karena malu.

​Akhirnya, dengan satu dorongan tenaga terakhir, Lin Xuan menarik tangannya ke belakang.

​"Keluarkan!" teriak Lin Xuan.

​Mu Qingxue membuka matanya yang kini kembali jernih. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan dan memuntahkan segumpal besar darah hitam pekat yang berbau sangat busuk ke tanah. Darah beracun itu langsung melelehkan rerumputan di bawahnya hingga mendesis.

​Tubuh Mu Qingxue lemas seketika, nyaris ambruk ke belakang jika Lin Xuan tidak dengan sigap menahan bahunya.

​"Racunnya sudah bersih. Meridianmu sedikit terluka karena apiku, tapi pil pemulihan tingkat 3 akan menyembuhkannya dalam beberapa hari," ucap Lin Xuan dengan napas terengah-engah, melepaskan pegangannya dari bahu Mu Qingxue yang hangat. Qi-nya sendiri hampir habis terkuras.

​Mu Qingxue buru-buru menarik jubah luarnya menutupi bahunya, wajahnya semerah tomat matang. Ia mengatur napasnya yang memburu, merasakan aliran Qi yang kini lancar tanpa hambatan di meridiannya. Pemuda aneh ini... benar-benar melakukan hal yang mustahil!

​"Terima kasih..." bisik Mu Qingxue, menatap profil samping Lin Xuan yang sedang menyeka keringat di dahinya. Ia menggigit bibirnya ragu sejenak. "Aku Mu Qingxue... dari sekte di wilayah tengah Benua Azure. Siapa... namamu?"

​Lin Xuan menoleh, senyum tipis yang penuh misteri mengembang di bibirnya.

​"Lin Xuan. Hanya seorang kultivator lepasan yang sedang lewat."

​Lin Xuan bangkit berdiri, berjalan santai menuju reruntuhan batu tempat Teratai Emas Sembilan Daun tumbuh mekar, memancarkan cahaya keemasan yang mempesona di bawah sinar matahari pagi.

​"Lima daun dan tiga biji teratai, sesuai kesepakatan," ucap Lin Xuan sambil memetik bagiannya dengan hati-hati dan menyimpannya di dalam kotak giok dari cincin penyimpanannya. Ia menyisakan empat daun, inti bunga, dan akar teratai yang paling berharga untuk Mu Qingxue.

​Lin Xuan berbalik, melemparkan sebuah token emas yang ia temukan dari tubuh Ular Piton tadi ke pangkuan Mu Qingxue, lalu melambaikan tangannya tanpa menoleh lagi.

​"Jaga dirimu baik-baik, Nona Mu. Hutan ini terlalu berbahaya untuk orang yang tidak waspada. Sampai jumpa."

​Dalam hitungan detik, sosok Lin Xuan melesat menembus pepohonan dan menghilang seperti hantu.

​Mu Qingxue menatap kepergian pemuda itu dengan perasaan campur aduk. Ia memegang sisa Teratai Emas Sembilan Daun di tangannya erat-erat, lalu pandangannya jatuh pada punggungnya sendiri—tepat di mana telapak tangan Lin Xuan baru saja berada. Kehangatan aneh masih membekas di sana.

​"Lin Xuan..." gumam Mu Qingxue. Di matanya, pemuda misterius dengan kultivasi rendah, pedang rusak, api kuno yang mengerikan, dan kelicikan sekelas iblis tua itu... telah menanamkan sebuah bayangan yang tak akan pernah bisa ia hapus dari ingatannya.

​"Pelayan Bayangan!" panggil Mu Qingxue dingin.

​Dari bayangan pepohonan, pelayan wanita berpakaian hitam yang tadinya tidak terlihat selama pertarungan tiba-tiba muncul dan berlutut dengan gemetar. "Hamba di sini, Nona Suci! Maafkan hamba karena terlambat—"

​"Tidak perlu banyak bicara. Segera kumpulkan informasi tentang pemuda bernama Lin Xuan dari Kota Azure. Aku ingin tahu segalanya tentangnya, sejak ia lahir hingga hari ini. Jika faksi lain menemukannya sebelum kita... bawa dia kepadaku secara paksa jika perlu."

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!