NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *14

Setelah meletakkan teh panas di samping Bayu, Rin langsung duduk di samping suaminya. Namum, masih ada jarak yang cukup jauh di antara mereka berdua.

"Bay. Bisa bicara?"

"Hm. Boleh."

"Ee ... Bayu. Apa yang terjadi kemarin sore?"

Bayu tidak langsung menjawab. Dia malah menoleh pelan. Wajahnya sedikit terkejut.

"Kemarin ... sore? Apa?"

"Aku dengar dari bu Sri, Bayu. Katanya, kamu bicara untuk aku? Bay, kenapa? Aku gak papa kok. Aku sudah terbiasa akan hal itu."

Bayu menatap Rin dengan tatapan lekat.

"Aku keberatan, Rin. Aku keberatan kalau kamu dibicarakan oleh orang-orang. Meskipun pernikahan kita bukan atas dasar cinta, tapi aku merasa, aku punya tanggung jawab atas dirimu. Jadi, sebisa mungkin, aku akan berusaha untuk melindungi mu. Membuat kamu merasa nyaman ada di dekat ku."

"Bayu." Rin berucap pelan.

Bayu malah menundukkan wajahnya sekarang. "Maaf," ucapnya lirih. "Jika aku sudah membuatmu merasa semakin tidak nyaman, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu merasa tertekan akan apa yang telah aku lakukan. Keputusan ku tetap masih sama seperti sebelumnya, Rin. Jika kamu ingin pergi, aku tidak akan memaksa kamu untuk tetap tinggal. Tapi jika kamu memilih untuk tetap tinggal, maka aku akan selalu berusaha untuk jadi tempat ternyaman agar kamu merasa tidak sendirian."

Ucapan panjang lebar yang membuat perasaan Rin benar-benar menghangat. Rin menatap Bayu dengan tatapan lekat selama beberapa saat. Lalu kemudian, dia menundukkan wajahnya secara perlahan.

"Terima kasih banyak, Bayu. Terima kasih sudah membuat aku merasa tidak sendirian lagi. Walau pernikahan kita terjadi karena sebuah kesepakatan. Tapi, perlakuan mu cukup untuk membuat aku merasa dihargai sebagai keluarga."

"Ingatlah! Aku selalu ada untukmu. Jika kamu butuh tempat untuk berbagi, kamu bisa bicara dengan ku. Aku siap untuk mendengarkan segala yang ingin kamu ceritakan."

Rin mengangguk pelan. Obrolan mereka akhirnya berakhir. Mereka sama-sama masuk ke kamar masing-masing. Entahlah. Walau sudah sangat dekat, tapi masih ada jarak yang tercipta. Tentu saja, pernikahan itu awalnya karena keterpaksaan. Walau bagaimanapun, tentu butuh banyak waktu untuk menciptakan perasaan yang berbeda antara mereka berdua.

*

Hari-hari berlalu setelah malam itu. Kini, saat Rin berjalan ke luar rumah, tidak lagi terdengar bisik-bisik dari ibu-ibu desa. Saat Rin ikut bu Sri atau bu Sari, semuanya terasa lebih bersahabat dari pada sebelumnya.

Kehidupan Rin kini sudah jauh lebih baik. Meskipun semua tidak kembali seperti semula, tapi setidaknya, Rin bisa berjalan dengan lebih tenang untuk menata hari selanjutnya, dengan langkah demi langkah yang luar biasa.

Namun ternyata, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Ponsel Rin yang jarang ia sentuh, kini kembali membawa kabar yang sangat mengejutkan. Kabar yang membuat hati Rin berguncang, walaupun sesungguhnya, Rin sudah berusaha melepaskan apa yang dia punya di masa lalu dengan sangat keras.

*Rin. Kenapa kamu gak balas pesan mama sebelumnya? Apa kamu di sana tidak baik-baik saja?*

*Rin. Jangan buat mama cemas. Mama tahu ini berat buat kamu, tapi cobalah untuk berdamai dengan takdir, Nak. Kamu dan Bayu memang berjodoh. Tapi, kamu dengan Marvel sama sekali tidak.*

*Rin. Mama harap kamu bisa berbesar hati ya, Nak. Mama punya kabar lain buat kamu. Adikmu, Yara. Tidak lama lagi akan menikah dengan Marvel. Jangan marah Rin. Mungkin mereka memang berjodoh.*

Rin terpaku. Buliran bening jatuh tanpa ia minta. Sungguh, dia sudah berusaha untuk melepaskan masa lalunya. Hanya saja, kata-kata sang mama yang terlihat sekali memihak membuatnya terluka.

"Mungkin mereka berjodoh? Ha ... ha ha ha."

"Iya. Mungkin mereka berjodoh. Tapi setelah menyakiti hatiku, mereka bisa berjodoh. Itu sungguh sangat luar biasa."

Tubuh Rin lemah. Saat Bayu pulang sore harinya, dia sudah tidak menangis lagi. Tapi, dia masih duduk bersimpuh di samping ranjang. Diam seribu bahasa.

Bayu yang mengerti akan hal itu langsung mendekat secara perlahan. Seolah, jika ia salah langkah, istrinya ini akan kenapa-napa.

"Rin."

Bayu berjongkok di samping istrinya. Rin pun langsung menoleh secara perlahan. Kali ini, air mata yang sudah kering kembali jatuh.

"Bayu. Mereka ... akan menikah."

Bayu tidak berucap. Tapi tangannya melebar seolah memberi isyarat kalau pundaknya siap untuk jadi tempat bersandar buat istrinya. Tanpa pikir panjang lagi, Rain langsung menghambur ke dalam pelukan Bayu.

"Bay. Aku sungguh tidak keberatan jika mereka menikah. Tapi kenapa, hatiku terasa sangat sakit. Aku sudah merelakan mereka, Bayu."

"Kamu tidak salah. Rasa sakit itu wajar, Rin. Karena kamu manusia."

"Bayu. Mengapa mereka begitu? Mereka adalah orang terdekat ku. Kenapa mereka bahagia di atas penderitaan yang telah mereka ciptakan untukku."

"Mereka mungkin tidak punya hati, Rin."

Rin menarik diri dari pelukan Bayu. "Benar, Mbayung. Mereka gak punya hati. Aku rasa, aku akan lebih rela jika mereka menikah dengan orang lain. Tapi bukan dengan orang terdekatku, Bay."

"Dengarkan! Yang satunya adikku. Yang satunya lagi pacarku. Bukankah mereka benar-benar tidak punya hati dan perasaan?"

Rin terus mengomel. Sedangkan Bayu, pria itu dengan sabar mendengarkan. Membelai punggung Rin dengan lembut. Memastikan Rin merasa jauh lebih baik setelah Rin menumpahkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya.

Sejujurnya, Rin tidak berniat bicara banyak hal secara sembarangan. Tapi entah karena apa, saat bicara, hatinya merasa jauh lebih baik. Jadi, dia terus terbawa suasana. Menumpahkan segala yang ada dalam hatinya di depan pria yang saat ini berstatus suami sahnya.

Beberapa saat setelah Rin terlihat lebih tenang. Bayu mengajak Rin duduk di atas ranjang. Wanita itu mendengarkan apa yang suaminya katakan.

"Sekarang, kamu istirahat ya. Biar aku ke dapur dulu."

Rin mengangguk pelan. Bayu pun beranjak. Saat Bayu baru beranjak beberapa langkah, Rin malah langsung memanggilnya lagi.

"Bay."

Bayu langsung menoleh dengan cepat. "Hm?"

"Terima kasih. Dan maaf."

"Untuk apa?"

"Untuk semuanya."

Bayu tersenyum kecil. "Tidak perlu. Karena kamu adalah bagian dari hidupku."

Singkat, padat, dan jelas. Namun Rin masih tidak memahami apa yang baru saja Bayu katakan. Hingga pria itu berlalu, dia masih terdiam sambil menatap punggung yang semakin menjauh dari pandangan matanya.

Semuanya berjalan datar, dari sore menjelang senja, hingga malam menjelma. Semua masih terasa tenang. Saat setelah selesai, makan, Rin kembali angkat bicara saat dirinya ingin masuk ke kamar.

"Ee ... Bayu."

"Hm?"

"Malam ini ... bagaimana kalau ... kita mulai tinggal di kamar yang sama."

Wajah Bayu langsung terlihat serius. Rin yang menyadari akan hal itu langsung berucap cepat untuk memperbaiki apa yang baru saja bibirnya ucap.

"Ah, maksudku. Kita ini sudah halal. Sudah sah sebagai pasangan. Tidak ada salahnya jika kita tinggal di kamar yang sama bukan?"

1
Patrick Khan
akhirnya gol juga💃💃🤣
Rani: uhuk. terbatuk kakak mu.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: a syiap👍🫰
total 1 replies
tehNci
Sikap Bayu yg anteng, mandiri, pendiam.berubah jadi manja dan iseng ke Airin stlh kejadian semalam. Gemesin banget sih kalian...
Rani: huhuhuhu .... kaka mu yg terharu. 🤭
total 1 replies
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: womeh👍🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ayo gas lah.. mumpung udah buka puasa😁😁😁
Rani: hua hahahaha
total 1 replies
tehNci
Akhirnya....setelah bbrp Minggu hidup bersama sebagai suami istri dan masa penjajakan, inilah saatnya saling membuka diri dan saling menerima. Saatnya menjadi suami istri sesungguhnya...menunaikan hak dan kewajiban masing2. Semoga cinta diantara mereka semakin kuat
Rani: yuhu.... 🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🅰️isyah Rendr🅰️
Plis dong jangan bertele² lagi Bayuuu 😭🤣🤣 gaskuy sudaaaaahhhh nahhh.. Airin kan sudah menunggu 😂
🅰️isyah Rendr🅰️: hihihii
total 4 replies
Dew666
👑👑👑
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Cindy
lanjutt kak
Rani: laksanakan🤭
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: yuhu .... siap
total 1 replies
tehNci
Ternyata Bayu banyak fans nya ya ... Ayo Run, tunjukkan kuasamu sebagai istri Bayu, gandeng terus Bayu nya, biar bisa dilihat orang² kalo kalian punya hubungan yg erat dan romantis. Biar yg berharap Bayu jadi pasangannya mundur😄
Rani: Yuhu ... anak emas aku itu ih. emang banyak yg suka.
total 1 replies
Heny Stiawati
dengan semua penerimaan dan ketulusan Bayu.,.. takkan sulit membuat Rin jatuh cinta
Rani: 🫰🫰🫰🤭 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Heny Stiawati
bagus
Rani: makasih banyak 🫰
total 1 replies
Patrick Khan
ayo lah rin.. lupakan. jgn lemah mosok lanangan ngnu sek di piker ae.. wes ada Bayu gitu . kesan nya km masih kecintaan sm dia😖😖
Rani: tenang. Rin udah dapat batu akik kok. masa iya mau sama kerikil di tepi kali.
total 1 replies
tehNci
Itu karena air mata yg keluar bisa ngurangin rasa kesal dan kecewa yang ada di hati..Biar plong, gitu...
Rani: iya kan yah...
total 1 replies
Dew666
👍👍👍👍👍
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Mela, jangan coba² jadi pelakor ya... Sudah lihat sendiri kan, kalo Bayu sangat perhatian terhadap istrinya. Mundur segera sebelum hatimu terluka banyak.
Rani: nah lho Mel. Kamu diingatin tuh. dengar🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Mela mw JD pelakor kah🤔
Rani: uhuk. kaka mu nggak jahat. tenang. tapi kadang, agak tegaan aja sih. 🤭
total 1 replies
Nur Haswina
namanya juga org suda menikah, masah iya mau berperilaku kayak bujangan padahal suda nikah ada2 aja si mela ini
Rani: Nah iya, si Bayu jelas mau jagain hati istrinya kan yah. walau pernikahan itu gak atas dasar cinta. tapi kan, Bayu menghargai Rin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!