NovelToon NovelToon
Shen Yu Jalan Melawan Langit

Shen Yu Jalan Melawan Langit

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Alam Atas (Tiga Puluh Tiga Surga) sedang menghadapi akhir dari usianya yang telah berjalan miliaran tahun. Energi Dao mulai membeku. Para Penguasa Purba menyebutnya Kalpa Angin Salju. Untuk bertahan hidup dari kiamat kosmik ini, para penguasa Alam Atas menanam "Ladang Dunia Fana" (seperti dunia asal Shen Yu) untuk memanen energi kehidupan.

Kedatangan Shen Yu (Ketiadaan) dan Lin Xue (Teratai Primordial) adalah anomali. Bagi Alam Atas, Lin Xue adalah kayu bakar abadi yang bisa menghangatkan mereka dari musim dingin kosmik, sedangkan Shen Yu adalah badai salju yang akan mempercepat kehancuran mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Utusan Kuil Teratai Darah

Surga Kedua - Geladak Utama Kapal Perang Malam Abadi.

Angin kelabu Surga Kedua berhembus kencang, membawa bau logam dan darah yang telah mengering. Tiga puluh dua kapal perang raksasa yang kini berwarna sehitam malam melayang dalam formasi pertahanan absolut di atas Kota Roda Besi. Bendera Sekte Malam Abadi berkibar dengan angkuh, menutupi sisa-sisa cahaya surga yang mencoba menembus awan.

Shen Yu melangkah keluar dari lambung kapal. Setiap pijakannya di atas geladak kayu perunggu tidak menghasilkan suara, namun fluktuasi Qi di sekitarnya membuat ruang udara bergetar halus. Lin Xue berjalan tepat di sampingnya, keanggunannya yang mematikan selaras dengan aura absolut gurunya.

Di luar kubah pelindung kapal utama, sesosok wanita melayang dengan tenang. Ia mengenakan jubah sutra merah darah yang dihiasi sulaman teratai putih, dan wajahnya ditutupi oleh cadar tipis. Hawa keberadaannya sangat aneh ia memancarkan aura Dewa Fana Tahap Puncak, namun hukum alam yang mengelilinginya terasa jauh lebih purba dan lebih berat daripada hukum Surga Kedua.

Shen Yu menatap wanita itu. Mata kirinya yang kini memancarkan kilat emas dan perak berputar pelan.

"Buka pelindungnya," perintah Shen Yu mutlak tanpa perlu menggerakkan tangannya.

WUSH.

Kubah energi hitam yang melindungi kapal utama terbelah, memberikan jalan masuk. Wanita bercadar itu melesat turun dan mendarat di atas geladak dengan gerakan yang sangat ringan, nyaris seperti sehelai kelopak bunga yang jatuh.

Begitu kakinya menyentuh geladak, wanita itu mengangkat wajahnya. Matanya langsung tertuju pada Shen Yu. Niat awalnya untuk berbicara dengan nada setara langsung hancur berkeping-keping.

Insting abadinya menjerit. Pemuda berambut putih di hadapannya ini tidak memancarkan aura Dewa Fana, melainkan tekanan Setengah Langkah Dewa Sejati! Dan yang lebih mengerikan, tekanan itu terasa familier seperti hukum cahaya dari Pengadilan Langit, namun telah terkorupsi sepenuhnya oleh kegelapan mutlak.

Tanpa sadar, lutut wanita itu melemas. Ia segera menundukkan kepalanya dalam-dalam, menangkupkan kedua tangannya.

"Hormat kami... Kaisar Malam," suara wanita itu sedikit bergetar, berusaha menahan tekanan dominasi Shen Yu. "Hamba adalah Hong Lian, utusan dari Kuil Teratai Darah yang berada di Surga Ketiga."

"Surga Ketiga," Shen Yu mengulang kata itu dengan nada mengejek yang pelan. Ia menyandarkan tubuhnya ke tepi geladak kapal, menatap utusan itu seperti menatap burung yang tersesat. "Tiga anjing dari surga atas baru saja kubakar menjadi abu, dan sekarang seekor burung bangau turun menawarkan lehernya. Katakan padaku, Hong Lian, mengapa aku tidak boleh membiarkan sabitku meminum darahmu sekarang juga?"

Hong Lian menelan ludah. Ia tahu ancaman itu bukanlah gertakan.

"Karena membunuh hamba tidak akan memberi Anda jalan ke Surga Ketiga, Kaisar Malam," jawab Hong Lian cepat, berusaha menemukan kembali ketenangannya. "Pengadilan Langit telah menyadari kematian tiga Dewa Sejati mereka. Kaisar Taiyi telah murka. Saat ini, seluruh Sembilan Gerbang Kenaikan yang menghubungkan Surga Kedua dan Ketiga telah disegel total oleh Formasi Pemusnah Bintang."

Mata Lin Xue memicing tajam. "Formasi Pemusnah Bintang... Jika kita menerobos menggunakan armada ini secara langsung, kapal-kapal ini mungkin akan bertahan, namun semua prajurit fana kita akan hancur menjadi kabut darah sebelum mencapai pintu gerbang."

Hong Lian mengangguk ke arah Lin Xue. "Ratu Abadi sangat benar. Taiyi ingin mengurung Anda di Surga Kedua dan menembakkan meriam kosmik dari atas untuk menghancurkan daratan ini tanpa perlu menurunkan pasukan darat lagi."

Shen Yu mendengus geli. "Pengecut tua itu mencoba bermain catur dengan membakar papannya." Ia menoleh kembali pada Hong Lian. "Lalu? Apa yang ditawarkan oleh Kuil Teratai Darah-mu?"

"Jalan pintas," jawab Hong Lian tegas, memberanikan diri menatap mata hitam legam Shen Yu. "Kuil kami adalah faksi separatis di Surga Ketiga. Pemimpin kami adalah seorang mantan Dewi dari Pengadilan Langit yang dibuang karena menolak tunduk pada tirani Taiyi. Kami memiliki akses ke sebuah Lubang Cacing Rahasia yang bisa menyusupi Formasi Pemusnah Bintang dan membawa seluruh armada Anda langsung ke wilayah bayangan Surga Ketiga."

Shen Yu tidak segera menjawab. Ia mengetukkan jari-jarinya yang sekeras baja naga ke pagar geladak. Bunyi ketukannya bergema seirama dengan detak jantung Hong Lian.

"Di Alam Atas, tidak ada jalan pintas yang gratis," Shen Yu menghentikan ketukannya. "Apa harga dari lubang cacing ini?"

"Sebuah aliansi," kata Hong Lian. "Surga Ketiga saat ini dikuasai oleh Klan Gagak Emas, anjing pelacak paling setia milik Kaisar Taiyi. Pemimpin mereka menindas faksi kami tanpa henti. Jika Anda membantu kami meruntuhkan Klan Gagak Emas, Lubang Cacing Rahasia itu adalah milik Anda, dan kami akan menjadi mata serta telinga Anda di Surga Ketiga."

Lin Xue melangkah maju, pedang teratainya memancarkan hawa dingin yang mengancam. "Kalian ingin menggunakan kekuatan Kaisar Malam sebagai pedang sewaan untuk membereskan musuh lokal kalian?"

"Bukan pedang sewaan, Ratu Abadi! Ini adalah persekutuan yang saling menguntungkan!" Hong Lian buru-buru membantah, keringat dingin mengalir di pelipisnya.

Tawa Shen Yu membelah ketegangan itu. Tawa yang rendah, menggema, dan dipenuhi oleh arogansi mutlak yang merendahkan segala bentuk persekutuan.

"Aliansi adalah konsep untuk makhluk yang merasa dirinya setara," Shen Yu melangkah mendekati Hong Lian. Hawa Ketiadaan yang bercampur dengan Hukum Cahaya menekan tubuh utusan itu hingga ia nyaris tersungkur. "Aku tidak bersekutu. Aku menaklukkan."

Shen Yu mengangkat tangan kirinya, mencengkeram rahang Hong Lian dengan lembut namun mematikan.

"Aku akan menggunakan lubang cacing kalian. Aku akan menghancurkan Klan Gagak Emas itu, dan aku akan membakar Sembilan Gerbang Kenaikan mereka dari dalam," Shen Yu berbisik, matanya menembus langsung ke dalam jiwa Hong Lian. "Tapi sebagai bayarannya, Kuil Teratai Darah-mu akan tunduk di bawah panji Malam Abadi. Jika Dewi Buangan-mu itu keberatan, aku akan membuangnya ke ketiadaan yang lebih dalam dari buangan Taiyi."

Hong Lian gemetar hebat. Ia datang mencari sekutu yang setara, namun yang ia temukan adalah seorang Penakluk yang jauh lebih tiran daripada Kaisar Taiyi sendiri. Namun, melihat kekuatan yang memancar dari Dantian pemuda ini, ia sadar bahwa menolak berarti kematian instan bagi faksinya.

"K-Kuil Teratai Darah... akan menyambut kedatangan Anda, Kaisar Malam," Hong Lian memejamkan mata, menyerahkan takdir faksinya. Ia mengeluarkan sebuah kompas giok yang memancarkan pusaran ruang dan menyerahkannya kepada Shen Yu. "Ini adalah koordinatnya. Pelindung formasi akan terbuka saat Anda mendekat."

Shen Yu melepaskan cengkeramannya, mengambil kompas giok tersebut, dan melemparkannya kepada Lin Xue.

"Mo Han!" teriak Shen Yu. Suaranya diperkuat oleh Qi, menembus seluruh tiga puluh dua kapal perang.

Dari kapal komando di sebelahnya, Mo Han segera menjawab, "Hamba di sini, Tuan!"

"Naikkan formasi pelindung pada kapasitas maksimal! Nyalakan inti tenaga pembakar Kristal Dao! Beri tahu seluruh armada, kita tidak akan menunggu mereka menjatuhkan langit ke kepala kita."

Shen Yu memanggil Pemutus Samsara Primordial ke tangannya. Urat emas dan peraknya menyala dengan antisipasi pembantaian.

1
saniscara patriawuha.
gasssssd deuiiiii
saniscara patriawuha.
gasssdd...
saniscara patriawuha.
hancurrrrkannnn
Indah Hidayat
terlalu sombong si mc shg terkesan halu
Indah Hidayat
si mc terlalu gampang menang walau beda 1 ranah...agak aneh, dipaksain shg jadi tdk alami, tdk masuk diakal.
Indah Hidayat
baru kali ini baca novel si mc arogannya tingkat dewa
Mamat Stone
terus berkarya Thor 💥💥💥🙏
Mamat Stone
Sehat dan sukses selalu Thor 🙏
Mamat Stone
/Casual/💥💥
Mamat Stone
/CoolGuy/💥💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
💥💥
Mamat Stone
💥
Mamat Stone
/Hammer/💥
Mamat Stone
👊💥
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!