NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Kesalahan yang Presisi

​Lantai 50 Dewangga Tower bukan tempat bagi mereka yang takut pada ketinggian—atau takut pada kematian. Di sinilah Ryuga Soobin Dewangga bertahta. Pria itu berdiri mematung di balik dinding kaca raksasa, menatap gemerlap Jakarta yang tampak seperti sirkuit elektronik raksasa.

​Di tangannya, sebuah jam tangan mekanik tua—peninggalan terakhir ayahnya—berhenti berdetak tepat di angka dua belas. Ryuga memutar crown jam itu dengan gerakan obsesif, namun jarum detiknya tetap bungkam. Persis seperti hidupnya sejak sepuluh tahun lalu: berhenti di titik yang sama.

​Ceklek

​Pintu ruang kerja yang berat itu terbuka tanpa ketukan. Ryuga tidak menoleh, tapi rahangnya mengeras. "Siska, aku bilang batalkan semua wawancara asisten hari ini. Aku tidak butuh pengasuh."

​"Saya bukan Siska. Dan saya jelas bukan pengasuh."

​Suara itu tenang, rendah, dan memiliki nada menantang yang belum pernah didengar Ryuga sebelumnya. Ia berbalik perlahan. Di ambang pintu, berdiri seorang wanita dengan setelan blazer krem yang pas di tubuh, celana kain hitam, dan rambut hitam panjang yang tergerai rapi.

​Itu adalah wanita di foto yang dikirimkan tim HRD pagi tadi: Kiara Adiningrat .

​"Anda terlambat tiga menit," ucap Ryuga dingin, matanya menyapu penampilan Kiara dengan tatapan merendahkan. "Di perusahaan ini, tiga menit adalah kerugian miliaran rupiah."

​Kiara melangkah masuk, tidak menunjukkan tanda-tanda intimidasi. Ia meletakkan sebuah tas kulit kecil di meja jati Ryuga. "Saya tidak terlambat. Saya menghabiskan tiga menit di lobi untuk melumpuhkan penyadap yang dipasang di bawah meja resepsionis Anda. Anda seharusnya berterima kasih, bukan mengeluh soal waktu."

​Alis Ryuga bertaut. "Apa katamu?"

​"Penyadap frekuensi rendah. Sangat amatir," jawab Kiara santai. Ia melirik jam tangan di tangan Ryuga. "Dan jam itu... poros imbangan (balance staff) nya patah. Jika Anda terus memutarnya sekuat itu, Anda hanya akan menghancurkan gir nya."

​Ryuga terdiam sejenak, terkejut karena wanita ini tahu detail teknis jam mekanik. Namun, egonya segera mengambil alih. "Aku tidak memintamu memperbaiki jam, Kiara. Aku butuh asisten strategi yang bisa membaca data, bukan tukang jam."

​"Saya bisa melakukan keduanya," balas Kiara mantap. "Saya bisa membaca data keuangan yang Anda palsukan untuk memancing pengkhianat di dewan direksi, dan saya bisa memperbaiki jam itu agar Anda berhenti terlihat seperti pria frustasi yang kehilangan arah."

​Suasana ruangan mendadak mencekam. Ryuga melangkah maju, memangkas jarak hingga Kiara bisa mencium aroma sandalwood yang tajam dan dingin dari tubuh pria itu. Ryuga adalah cool boy yang biasanya membuat wanita gemetar hanya dengan satu tatapan, tapi Kiara tetap berdiri tegak, menatap balik mata tajam sang CEO.

​"Kau tahu terlalu banyak untuk orang yang baru pertama kali masuk ke ruangan ini," bisik Ryuga, suaranya seperti desisan es.

​"Itulah alasan Anda mempekerjakan saya, Pak Ryuga Soobin," tantang Kiara.

​Sementara itu, di sebuah kedai kopi di seberang gedung, Dino sedang sibuk menyesap ice americano-nya sambil menatap layar ponsel dengan panik. Ia sedang melakukan panggilan suara dengan Kiara lewat earpiece tersembunyi.

​"Kiara! Kau gila ya? Jangan terlalu galak!" bisik Dino setengah berteriak, menarik perhatian beberapa pengunjung kafe. "Ingat, misi kita adalah menyusup, bukan membuat CEO itu melempar mu dari lantai 50! Kau harusnya bersikap manis, sedikit flirting mungkin? Pakai taktik 'gadis lemah' yang butuh bantuan!"

​"Diam, Dino. Aku sedang bekerja," suara Kiara terdengar datar di telinga Dino.

​"Bekerja? Kamu sedang membangun bom waktu! Kalau kau dipecat hari pertama, hobi restorasi jam mu itu tidak akan bisa membayar tagihan apartemen kita!" Dino mengomel sambil memotret kue di depannya. "Dan demi Tuhan, kalau kau mati, siapa yang akan mengajari aku teknik muay thai minggu depan?"

​Kembali ke Ruang CEO

​Ryuga mengambil jam tangannya, lalu meletakkannya di telapak tangan Kiara dengan kasar. "Perbaiki ini dalam dua puluh empat jam. Jika besok pagi jam ini tidak berdetak, jangan pernah tunjukkan wajahmu lagi di gedung ini."

​Kiara tersenyum tipis—senyum yang membuat jantung Ryuga berdesir aneh untuk pertama kalinya setelah sekian lama. "Tahan napas Anda, Pak Ryuga. Jam ini akan berdetak lebih kencang dari jantung Anda besok pagi."

​Kiara berbalik dan keluar dengan langkah anggun namun tegas. Ryuga menatap punggung wanita itu, merasa bahwa permainannya baru saja dimulai. Di atas mejanya, laptopnya berdenting. Sebuah email masuk dengan subjek merah: "Waktu Anda Hampir Habis."

​Konspirasi itu sudah di depan mata, dan Ryuga baru saja menyerahkan kunci rahasianya kepada seorang wanita yang baru ia temui.

*Detak yang Kembali*

​Ryuga masih berdiri mematung saat pintu kayu itu tertutup rapat. Keheningan kembali menyelimuti ruangannya, tapi kali ini terasa berbeda. Ada sisa aroma parfum Kiara—campuran jeruk nipis dan melati—yang tertinggal, mengusik penciumannya yang biasanya hanya akrab dengan aroma kertas tua dan kopi pahit.

​Ia kembali ke kursinya, mencoba fokus pada layar laptop. Namun, kalimat Kiara terus terngiang: “Jam ini akan berdetak lebih kencang dari jantung Anda besok pagi.”

​"Sial," umpat Ryuga rendah. Ia merasa baru saja memberikan separuh nyawanya pada orang asing.

​Apartemen Kiara – 21.00 WIB

​Di sebuah sudut ruangan yang terang benderang oleh lampu meja khusus, Kiara sedang tenggelam dalam dunianya. Ia mengenakan kacamata pembesar yang terpasang di satu matanya, membuatnya tampak seperti ilmuwan gila yang cantik. Di depannya berserakan pinset, obeng mikro, dan minyak pelumas khusus jam.

​Ini adalah hobi sekaligus terapinya. Baginya, mesin jam tangan jauh lebih jujur daripada manusia. Mesin tidak bisa berbohong; jika ada yang salah, ia akan berhenti.

​"Kau tahu, Ki ? Kau benar-benar punya masalah dengan manajemen emosi," suara Dino memecah keheningan. Sahabatnya itu sedang duduk di sofa sambil asyik memoles lensa kameranya, namun mulutnya tidak bisa berhenti mengomel.

​Kiara tidak menjawab. Ia sedang sangat berhati-hati mengangkat bridge kecil dari jam tangan milik Ryuga. "Dino, ambilkan aku pinset nomor 3 di laci bawah."

​Dino mendengus tapi tetap beranjak. "Aku serius. CEO itu—si Soobin-Soobin itu—dia terlihat seperti pria yang bisa memecat mu hanya karena kau bernapas terlalu keras di depannya. Kenapa kau malah menantangnya?"

​"Karena pria seperti dia tidak butuh penjilat, Dino. Dia sudah punya ribuan penjilat di bawah kakinya," jawab Kiara tanpa mengalihkan pandangan. Tangannya sangat stabil saat menarik keluar sebuah gir kecil yang bengkok. "Dia butuh seseorang yang bisa berdiri sejajar dengannya. Seseorang yang tidak takut pada matanya yang sedingin es itu."

​"Tapi dia tampan, kan?" Dino menyenggol bahu Kiara dengan nakal saat memberikan pinset. "Jujur saja, dibalik aura 'kulkas dua pintu' itu, dia tipe pria yang bisa membuat wanita lupa cara mengeja nama sendiri."

​Kiara terhenti sejenak. Ia teringat jarak mereka yang hanya beberapa sentimeter tadi sore. Ia bisa melihat sedikit warna abu-abu di mata Ryuga dan bekas luka kecil di dekat pelipisnya. "Dia hanya seorang pria yang ketakutan, Dino. Pria yang bersembunyi di balik gedung tinggi."

​Tiba-tiba, mata Kiara menyipit. Di bawah pelat jam (dial) yang berwarna champagne itu, ia melihat sesuatu yang bukan bagian dari mesin jam tahun 70-an. Sebuah ukiran laser yang sangat kecil, hanya bisa dilihat dengan perbesaran 10x.

​"L-24-D"

​"Apa itu kode rahasia?" tanya Dino yang ikut mengintip.

​"Bukan sekadar kode. Ini koordinat atau nomor brankas," bisik Kiara. Jantungnya mulai berdegup lebih kencang. Rupanya, jam tangan ini memang kunci dari konspirasi yang menewaskan orang tua Ryuga.

​Dewangga Tower – 02.00 WIB

​Ryuga tidak bisa tidur. Ia berada di studio lukisnya di lantai atas mansion nya. Kanvas di depannya penuh dengan goresan warna hitam dan biru tua yang kacau. Namun, entah mengapa, di sudut kanvas itu, ia tanpa sadar menggoreskan warna krem—warna blazer yang dipakai Kiara tadi sore.

​Ia meletakkan kuasnya dengan kasar. Pikirannya melayang pada jam tangan itu. Jam itu bukan sekadar kenangan; di dalamnya ada data yang selama sepuluh tahun ini dicarinya namun tak pernah ditemukan.

​"Jika dia menghilangkannya... aku sendiri yang akan menghabisinya," gumam Ryuga pada kegelapan.

​Namun jauh di dalam lubuk hatinya, ada rasa penasaran yang aneh. Ryuga ingin tahu apakah wanita tangguh itu benar-benar bisa menghidupkan kembali detak jamnya dan mungkin, detak hidupnya yang sudah lama mati.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!