NovelToon NovelToon
A Story'Of Us

A Story'Of Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Cintapertama
Popularitas:7
Nilai: 5
Nama Author: ilwa nuryansyah

menceritakan seorang siswi bernama Aria putri siswi dingin dan Sasha arka siswi berandalan, menceritakan keseharian mereka di sekolah dan teman baru di tahun terakhir sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilwa nuryansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 23

Liburan musim panas telah berjalan selama beberapa hari, dan suasana sunyi di rumah masing-masing pecah ketika ponsel mereka serentak bergetar.

Sebuah notifikasi muncul dari grup percakapan mereka yang kini dinamakan "Geng Anti-Remedial".

Kael: "OI SEMUANYA! Masa liburan cuma di rumah saja? Ayo kita ke pantai! Aku sudah tidak tahan ingin melihat air laut!"

Yudas: "Setuju! Badanku sudah kaku kalau tidak bergerak. Aku ikut!"

Lily: "Aku juga mau ikut!"

Indah: "Wah, ide bagus! Aku pasti ikut."

Raka: "Aku ikut saja. Lagipula aku butuh udara segar setelah seminggu mengurus dokumen OSIS."

Sasha: "Ide yang bagus. Pantai mana yang akan kita datangi bersama kali ini?"

Aria:"Bagaimana kalau ke Pantai Crystal Cove? Besok pekerjaan paruh waktuku selesai setengah hari, jadi aku bisa langsung menyusul kalian siang harinya."

Kael: "Ide bagus, Aria! Itu tempat yang sangat indah, pasirnya putih sekali!"

Indah: "Kalau begitu, aku harus pergi membeli baju renang baru sekarang juga! Bajuku yang lama sudah kekecilan."

Lily: "Indah, aku ikut! Ayo kita pergi beli bersama-sama."

Indah: "Boleh juga! Kak Sasha, kau mau ikut kami belanja?"

Sasha:"Maaf, kalian berdua saja. Aku tidak bisa bergabung sekarang. Kita ketemuan di mana besok?"

Yudas: "Kita bertemu langsung di lokasi saja bagaimana? Biar lebih efisien waktunya."

Raka:"Ide bagus. Dan karena kita akan ke sana, apakah kita akan menginap juga? Sayang kalau hanya sebentar."

Kael: "SETUJU! Menginap satu malam pasti seru!"

Lily:"Aku ikut saja kalau menginap."

Aria:"Baiklah, aku setuju."

Raka: "Oke, biar aku yang mengurus pemesanan penginapannya sekarang."

Kael: "Sip! Sampai jumpa besok, kawan-kawan!"

---

Namun, ada sebuah drama besar yang tidak diketahui oleh teman-temannya.

Di belahan bumi yang lain, tepatnya di perairan Brazil, matahari sedang bersinar terik di atas dek sebuah kapal pesiar mewah pribadi.

Sasha terlihat sedang berbaring santai di kursi malas dengan kacamata hitam, memegang ponselnya dan baru saja membaca seluruh isi pesan grup tersebut.

Wajahnya yang tadinya tenang mendadak berubah menjadi panik namun penuh tekad.

Ia tidak mau melewatkan momen menginap bersama teman-temannya hanya karena ia sedang berada di benua yang berbeda.

Sasha bangkit dari kursi malasnya dan memanggil salah satu pengawal bertubuh kekar yang berjaga di dekat sana.

Dengan nada otoriter, ia berbicara dalam bahasa lokal.

"Vire o navio de volta para a cidade agora! E prepare o jato particular, eu preciso voltar para casa imediatamente!"

*(Putar balik kapal ke kota sekarang! Dan siapkan pesawat jet pribadi, aku harus pulang ke rumah segera!)*

Pengawal tersebut sempat tertegun sejenak melihat kemauan nonanya yang tiba-tiba, namun ia segera membungkuk hormat. "Sim, senhorita. Farei isso imediatamente."

*(Baik, Nona. Saya akan segera melakukannya.)*

Sasha menatap ke arah samudera luas dengan senyum ambisius.

Ia tidak peduli harus menempuh perjalanan belasan jam melintasi samudera Atlantik dan Pasifik demi menyusul teman-temannya ke Pantai Crystal Cove besok siang.

Bagi Sasha, drama perjalanan pulang ini tidak ada apa-apanya dibanding kehilangan waktu bersenang-senang dengan sahabat-sahabat barunya.

----

Matahari siang menyengat Pantai Crystal Cove dengan cahaya yang begitu terang, memantul di atas pasir putih yang bersih.

Indah dan Lily berdiri di pinggir jalan setapak, masing-masing menenteng tas pantai berukuran besar.

Mereka menatap hamparan laut biru yang luas dengan wajah sedikit bingung.

"Sepertinya kita datang terlalu cepat, Lily," ujar Indah sambil menyeka keringat di dahinya. "Suasananya masih sangat sepi."

"Iya, tapi setidaknya kita bisa memilih spot terbaik nanti," balas Lily sambil membetulkan letak topi pantainya.

Tak lama kemudian, deru mesin mobil terdengar dan berenti di dekat mereka. Raka, Yudas, dan Kael turun dengan gaya yang sangat kontras.

Yudas membawa papan seluncur, Raka membawa tas punggung rapi, dan Kael sudah mengenakan kemeja pantai bermotif bunga yang sangat mencolok.

"Yo! Ternyata kalian sudah sampai duluan," seru Kael sambil melambai penuh semangat.

"Kalian tidak bersama Sasha?" tanya Indah celingukan. "Dia tidak membalas pesan terakhir di grup."

"Kami pikir dia bersamamu," jawab Yudas sambil mengangkat bahu.

Tiba-tiba, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam berhenti tepat di depan mereka.

Pintu terbuka, dan Sasha keluar dengan sangat anggun.

Ia mengenakan pakaian santai yang modis, kacamata hitam berbingkai emas, dan aura yang seolah-olah dia tidak baru saja terbang melintasi benua.

"Maaf aku terlambat," ujar Sasha tenang sambil melepas kacamatanya, menyembunyikan rasa lelah akibat penerbangan jet pribadi dari Brazil semalam. "Ada sedikit... kendala transportasi."

Raka melihat jam tangannya. "Lebih baik kita ke penginapan dulu untuk meletakkan barang-barang. Tidak efisien kalau kita membawa semua beban ini ke bibir pantai sekarang."

Mereka pun berjalan menuju penginapan yang telah dipesan Raka.

Setelah proses *check-in* yang cepat dan menaruh koper-koper mereka, misi selanjutnya adalah menjemput Aria.

Mereka berjalan menyusuri trotoar pantai menuju sebuah kafe kayu yang estetik di pinggir laut.

"Ini tempatnya?" tanya Sasha sambil menatap bangunan kafe tersebut.

"Katanya di sini, dia bilang paruh waktunya habis siang ini," jawab Indah meyakinkan.

Tepat saat itu, pintu kafe terbuka. Aria keluar sambil melepas celemek kerjanya, rambutnya sedikit berantakan namun wajahnya tampak cerah saat melihat teman-temannya sudah berkumpul. "Kalian sudah sampai? Maaf membuat kalian menunggu," sapa Aria dengan senyum lelah namun bahagia.

"Tidak masalah, Tuan Putri! Mari kita mulai liburannya!" teriak Kael heboh.

Mereka kembali ke area pantai yang lebih luas, membentang tikar panjang di bawah pohon kelapa yang rindang, dan meletakkan perbekalan mereka.

Udara laut yang asin dan suara ombak membuat suasana menjadi sangat hidup.

Entah dari mana asalnya, Kael tiba-tiba berlari kembali ke arah mereka sambil memeluk sebuah bola voli pantai. "Hei! Tidak seru kalau hanya duduk! Ayo bertanding!"

Mereka pun segera membagi tim dengan adil agar permainan menjadi sengit. Terbentuklah dua tim:

* **Tim A:** Sasha (Kapten), Yudas, dan Lily.

* **Tim B:** Aria (Kapten), Raka, dan Indah.

* **Kael:** Menunjuk dirinya sendiri sebagai wasit merangkap komentator yang paling berisik.

"Satu... dua... tiga! MULAI!" teriak Kael sambil melemparkan bola ke udara. Pertandingan seru di bawah terik matahari pun dimulai, diiringi teriakan kompetitif Sasha dan tawa riang dari yang lainnya, menandai dimulainya liburan musim panas mereka yang sesungguhnya.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!