NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Letnan

Jodoh Sang Letnan

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Ikuti saya di:
FB Lina Zascia Amandia
IG deyulia2022

Setelah hatinya lega dan move on dari mantan kekasih yang bahagia dinikahi abang kandungnya sendiri. Letnan Satu Erlaga Patikelana kembali menyimpan rasa pada seorang gadis berhijab sederhana yang ia temui di sebuah pujasera.

Ramah dan cantik, itu kesan pertama yang Erlaga rasakan saat pertama kali bertemu dengan gadis itu. Namun, ketika hatinya mulai menyimpan rasa, tiba-tiba sang mama membawa kabar kalau Erlaga akan dikenalkan pada seorang gadis anak dari leting sang papa. Sayangnya, Erlaga menolak. Dia hanya ingin mendapatkan jodoh hasil pencariannya.

Apakah Erlaga pada akhirnya menerima perjodohan itu, atau malah justru berjodoh dengan gadis yang ia temui di pujasera?

Yuk, kepoin kisahnya di "Jodoh Sang Letnan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Antara Skripsi, Masa Lalu, dan Cemburu

     ​Malam semakin larut. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam, namun lampu di ruang kerja kecil di sudut kamar utama masih menyala terang. Syafina tampak serius, jemarinya menari di atas keyboard laptop, sesekali ia membetulkan letak kacamatanya yang melorot.

     ​Efek diskusi dengan Syapala tadi sore benar-benar membakar semangatnya. Ia ingin segera menyelesaikan bab analisis datanya agar bisa segera mendaftar sidang. Namun, rasa kantuk mulai menyerang, membuat matanya beberapa kali terpejam sekejap.

      ​Pintu kamar terbuka, menampakkan Erlaga yang hanya mengenakan celana tidur tanpa atasan. Rambutnya masih sedikit basah, menyisakan aroma sabun yang segar. Ia menatap iba pada punggung istrinya yang tampak melengkung kelelahan.

     ​Erlaga melangkah mendekat, langkah kakinya tidak bersuara di atas karpet bulu. Tanpa aba-aba, ia menarik kursi kerja Syafina sedikit mundur, lalu ia duduk di tepi meja belajar, tepat di samping istrinya. Satu tangannya yang kekar melilit protektif di pinggang Syafina, menarik tubuh mungil itu agar bersandar pada dada bidangnya yang hangat.

     ​"Sudah malam, Sayang. Istirahat, yuk? Besok pagi dilanjutkan lagi," bisik Erlaga lembut, suaranya terdengar sangat rendah di telinga Syafina.

     ​Syafina mendongak, menyandarkan kepalanya di bahu Erlaga. "Tinggal sedikit lagi, Kak. Fina mau beresin bagian kesimpulannya biar besok tinggal print."

     ​Erlaga mengusap puncak kepala Syafina, memberikan kecupan-kecupan kecil di pelipis istrinya. "Kakak nggak tega lihat mata kamu sudah merah begitu. Mau Kakak gendong ke kasur sekarang?"

     ​Syafina terkekeh kecil, rasa lelahnya sedikit menguap karena perlakuan manis suaminya. Pikirannya tiba-tiba melayang pada kejadian di kafe tadi sore, terutama saat ia menatap wajah baby Arkana yang sangat mirip dengan pria yang kini sedang memeluknya.

     ​"Kak...." panggil Syafina pelan.

     ​"Iya, Sayang?"

     ​"Tadi... waktu Fina lihat baby Arkana, Fina sedikit kaget. Kok bisa ya, wajahnya justru lebih mirip sama Kakak ketimbang Bang Arkala? Arkana malah seperti fotokopi-an Kak Laga," cetus Syafina.

     ​Erlaga tertawa kecil, suara tawanya terasa menggetarkan dada yang menjadi sandaran Syafina. "Jadi menurutmu mirip Kakak juga? Tidak juga, Arkana mirip Papanya. Tapi, kamu tidak tahu ceritanya, ya?"

     ​"Cerita apa?" Syafina mulai merengut, ada rasa penasaran yang bercampur dengan sedikit desiran aneh di hatinya.

     ​"Dulu, waktu Mbak Pala sedang hamil Arkana, menurut Bang Kala, entah kenapa dia benci sekali sama Kakak. Setiap ingat nama Kakak, dia pasti mual atau marah-marah nggak jelas. Pokoknya benci... benci sekali, tapi tentu bukan karena cinta," jelas Erlaga spontan.

     "Kata orang tua dulu, kalau ibu hamil benci sekali pada seseorang, biasanya wajah anaknya malah jadi mirip orang yang dibenci itu. Dan ternyata itu kejadian sama Mbak Pala. Begitu Arkana lahir, rasa benci itu hilang begitu saja. Begitu ceritanya, Sayang," lanjut Erlaga menjelaskan.

     ​Syafina terdiam sesaat. Penjelasan Erlaga terdengar masuk akal kalau dikaitkan dengan mitos orang tua. Namun, sisi kewanitaannya tetap merasa terusik. Bayangan bahwa suaminya dan kakak iparnya pernah punya sejarah cinta yang dalam di masa lalu membuat hatinya sedikit dilanda cemburu.

     ​"Tapi... apa Kakak masih ada rasa kalau lihat Mbak Pala?" tanya Syafina dengan nada yang mulai berubah, ada kecemburuan yang tidak bisa ia sembunyikan.

     ​Erlaga menyadari perubahan nada suara istrinya. Ia segera memutar tubuh Syafina agar mereka saling berhadapan. Ia menangkup wajah Syafina dengan kedua tangannya, memaksa mata bening itu menatap langsung ke dalam manik matanya yang tajam namun penuh kejujuran.

     ​"Sayang, dengar Kakak. Kakak bersumpah, demi Allah, Kakak dan Mbak Pala benar-benar sudah berdamai dengan masa lalu. Kami sudah move on total. Mbak Pala sudah sangat bahagia dengan Bang Kala, dan Kakak... Kakak sudah memiliki seluruh hidup Kakak di depan mata Kakak sekarang," ujar Erlaga mantap.

     ​Ia mengecup kening Syafina cukup lama, lalu turun ke hidung, dan berakhir dengan lumatan lembut di bibir istrinya. Ciuman yang menenangkan sekaligus meyakinkan.

     ​"Kalau Arkana mirip Kakak, itu murni kuasa Allah. Tidak ada hubungannya dengan perasaan yang tersisa. Percaya sama Kakak, hm?"

     ​Syafina mengangguk pelan, rasa hangat kembali menyelimuti hatinya. Namun, ada satu ganjalan lagi yang belum keluar dari pikirannya. "Lalu... kalau dengan dokter Prita? Waktu di rest area kemarin, dia bilang masih ada urusan yang belum selesai. Apa itu maksudnya?"

     ​Erlaga menghela napas panjang, kali ini ia terlihat lebih serius. "Dengan Prita, semuanya sudah selesai jauh lebih dulu sebelum Kakak benar-benar menjalin hubungan baik lagi dengan Mbak Pala sebagai adik dan kakak ipar. Urusan yang dia maksud itu sebenarnya perihal berkas klaim asuransi kesehatan dari markas yang memang sempat dia bantu urus sebagai dokter rekanan Batalyon. Itu murni administrasi, Sayang."

     ​Erlaga menarik Syafina semakin rapat ke dalam pelukannya, seolah ingin menunjukkan bahwa tidak ada ruang bagi wanita mana pun di antara mereka.

     ​"Dia sengaja bilang 'belum selesai' di depan kamu hanya untuk memicu api di rumah tangga kita. Dia ingin kamu ragu. Tapi kenyataannya, Kakak sudah memblokir semua akses komunikasi di luar urusan dinas. Kakak nggak mau kehilangan permata Kakak hanya karena kerikil seperti dia." Erlaga menegaskan.

     ​Erlaga kembali menghujani Syafina dengan ciuman yang kali ini lebih menuntut dan panas. Gairahnya mulai tersulut melihat Syafina yang begitu menggemaskan saat sedang cemburu.

     ​"Sekarang, lupakan dulu tigas skripsi, lupakan Prita, dan lupakan kemiripan Arkana," bisik Erlaga serak di ceruk leher Syafina. "Malam ini, biarkan Kakak membuktikan kalau hanya Syafina-lah yang menguasai hati dan tubuh suaminya."

     ​Erlaga mengangkat Syafina dalam satu gerakan mudah, membawa istrinya menuju ranjang besar mereka. Di bawah temaram lampu tidur, Erlaga membuktikan ucapannya. Ia memperlakukan Syafina dengan sangat lembut membuat Syafina melupakan semua kecemasan dan kecemburuannya.

     Bagi Erlaga, cemburunya Syafina adalah tanda cinta, dan ia akan selalu siap untuk memadamkan api cemburu itu dengan limpahan kasih sayang yang tidak terbatas.

     "Percayalah Sayang, cinta Kak Laga hanya untukmu selamanya," ucapnya lagi, sebelum keduanya berlabuh pada kenyamanan bersama.

     ​Malam itu, di dalam kamar yang tertutup rapat, hanya ada desah napas dan janji-janji yang diucapkan melalui sentuhan. Syafina akhirnya yakin, bahwa setinggi apa pun badai dari masa lalu mencoba menerjang, pelabuhan terakhir Erlaga akan selalu tetap pada dirinya.

Mohon maaf, kemarin Author tidak up date. Selamat membaca dan semoga terhibur. Bagi yang puasa, semoga puasanya lancar di hari ke enam ini.

1
Ryan Dynaz
👍💜
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Amang Awang
nahkan kejadian! siap-siap dech itu orok ogah sama bapaknya🤭
Amang Awang
maka dari itu saya tidak mau jadi istri seorang abdi negara, serem soalnya, waktu itu saya masih SMP kakak saya suaminya seorang abdi negara, dan abang ipar saya harus satgas di Timika selama 1½ tahun waktu itu kakak saya hamil kalau gk salam 6bulan, waktu abang ipar saya pulang satgas yang tergolong luar dari waktu yang ditentukan jadi 2tahun gitu penugasannya, ponakan saya malah gk mau sama bapaknya karena gk kenal, lebih mau sama saya dan sampai sekarang anak udah SD kelas 1 masih ogah dekat sama bapaknya, malah lebih dekat sama pacar saya
Lina Zascia Amandia: Sudah tuntutan negara Kak. Dan memang seorang istri tentara harus siap mental jika ditinggal jauh2 sama suaminya. Kalo yg gak siap, bisa2 tidak bisa menahan rindu. Hhehehe....
total 3 replies
Yanti Gunawan
Terimakasih banyak" othor sayang😍 tetap semangattt membuat karya baru 😍
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak... 🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
Ariany Sudjana
selalu suka dengan cerita kehidupan tentara, karena saya juga anak tentara, jadi ingat masa kecil dulu. ditunggu karya selanjutnya yah kak 😄
Lina Zascia Amandia: Wahhh... makasih banyak ya Kak udah suka karya2 saya khususnya genre aparat. Senang sekali karya saya dibaca Reader yg ternyata anak seorang Tentara. Sukses sllu buat Kaka...
total 1 replies
eny agustina
dari semua cerita sang abdi negara yang yang gak.sampai punya anak cerita kapten yoga.namun semua berakhir bahagia makasih ceritanya sangat bagus ku baca dari anak tersembunyi sang kapten 😍😍😍😍
eny agustina: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Marya Dina
kak gk spill
gmana kabar dista ma keponakan itu.udh berubah belum
Marya Dina: ok d tunggu kak
total 4 replies
Marya Dina
d tunggu karya apik mu thor.ttp semangatt
semoga sukses,,dan trimaksih udh menghadirkan karya apik
Esther
Bahagia selalu Erlaga sekeluarga😍
Terima kasih thor
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak.. 🥰🥰🥰
total 1 replies
Nar Sih
yah...kok udah habis kak pdhl msih blm puas bca nya ,semagat kak ending yg bagus banget 👍pelabuhan terahir nya erlga cuma fina dan syaga 🥰🥰
Lina Zascia Amandia: Iya Kak.... sudah bahagia.... nantikan kisah terbarunya ya... masih mencari idenya tapi. 🤦‍♀️
total 1 replies
darsih
d tunggu kelanjutan nya ya ka kosah selanjut nya
Lina Zascia Amandia: Makasih.... nantikan ya Kak...
total 1 replies
Ebhot Dinni
ceritanya bagus
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak... nantikan kisah selanjutnya ya... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Nar Sih
semakin di bikin baper nih sama laga dan fina yg tmbh romantis☺️🥰
Lina Zascia Amandia: Iya Kak... smg terhibur....
total 1 replies
Ayudya
makasi kak atas semua karya mu.tak tunggu karya baru mu dengan komplik yg ringan dan kocak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak. Nantikan kisah terbaru ya.
total 1 replies
Supryatin 123
akhir yg bahagia ❤️❤️❤️d tunggu bonchapnya 🤭🤭🤭n d tunggu juga karya barunya 💪💪❤️❤️j
Supryatin 123: sama2 thor selamat berpuasa
total 2 replies
Arin
/Heart/
Pitria Pipih
selalu settia menunggu karya barunya 😍
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Kasandra Kasandra
lanjut karya baru kk
Patrick Khan
aku suka 😍😍😍
Patrick Khan
Yaaaaa udah tamat.. q tunggu karyabr nya kak😍😍😍trimakasih
Patrick Khan: lope lope😍😍😍😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!