NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13 terobosan di balik cahaya naga

Pagi itu, Puncak Qingyun tidak lagi tampak seperti tempat yang terasing. Berkat *Esensi Nadi Naga* yang ditanamkan Su Lang semalam, gunung yang biasanya beku itu kini diselimuti oleh kabut tebal yang berpendar emas saat terkena cahaya matahari. Keajaiban terjadi: di celah-celah bebatuan yang tertutup salju, bunga-bunga *Roh Es* mulai mekar, dan pepohonan pinus kuno yang tadinya meranggas kini memiliki daun-daun hijau yang berkilauan seperti giok.

Konsentrasi Qi di udara begitu padat hingga setiap napas yang diambil oleh penghuni sekte terasa seperti meminum ramuan penguat tubuh.

Di dalam Menara Pengumpul Qi, Su Lang duduk bersila di lantai tertinggi. Tubuhnya memancarkan cahaya biru yang bergetar. Dantian-nya terasa seperti tungku api yang sedang meluap. Energi dari Nadi Naga di bawah tanah terus mengalir naik, mengisi setiap meridian dalam tubuhnya hingga ke titik jenuh.

"Sistem, aku sudah mencapai batas. Mulai proses terobosan ke Tingkat 4!"

*[Ding!]*

*[Memulai Terobosan Ranah: Qi Condensation Tingkat 4.]*

*[Peringatan: Energi Nadi Naga bersifat liar dan panas. Pengguna membutuhkan penyeimbang Yin untuk mencegah kerusakan meridian.]*

Su Lang mengerang. Dia bisa merasakan suhu tubuhnya meningkat drastis. Keringat membasahi jubahnya, namun keringat itu langsung menguap karena panas yang terpancar dari kulitnya. Ini adalah efek samping dari menyerap energi naga yang terlalu murni.

Tiba-tiba, pintu kayu menara terbuka perlahan.

Lin Yue masuk dengan langkah ragu. Dia mengenakan jubah sutra hitamnya, namun wajahnya tampak cemas. Dia bisa merasakan hawa panas yang luar biasa keluar dari tubuh Su Lang bahkan dari jarak sepuluh meter.

"Guru..." bisiknya. Dia melihat pembuluh darah di leher Su Lang menonjol, dan wajah gurunya memerah menahan sakit.

"Keluar... Lin Yue... ini berbahaya," suara Su Lang terdengar parau dan berat.

Namun, bukannya keluar, Lin Yue justru mendekat. Dia ingat apa yang dikatakan Su Lang tentang Tubuh Yin Murni miliknya. Jika gurunya membutuhkan penyeimbang, maka dialah satu-satunya orang di dunia ini yang bisa memberikannya.

"Saya tidak akan membiarkan Anda menanggungnya sendirian lagi," kata Lin Yue dengan nada yang belum pernah ia gunakan sebelumnya—nada seorang wanita yang siap mempertaruhkan segalanya untuk pria yang ia puja.

Lin Yue duduk tepat di belakang Su Lang. Dia meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Su Lang. Seketika, rasa dingin yang tajam menusuk kulit Su Lang yang panas.

*Ssssttt!*

Suara uap yang keluar terdengar jelas saat energi panas Naga dan energi dingin Yin bertemu. Su Lang tersentak, namun rasa sakit yang membakar di meridiannya perlahan mereda, digantikan oleh keseimbangan yang sempurna.

"Lin Yue... kau..."

"Fokuslah pada terobosan Anda, Guru. Saya di sini," Lin Yue menyandarkan keningnya ke bahu Su Lang, menyalurkan seluruh sisa energi Yin-nya.

Momen itu sangat intim. Di dalam menara yang sunyi, di tengah pusaran energi spiritual yang dahsyat, mereka berdua terhubung secara fisik dan spiritual. Su Lang bisa merasakan detak jantung Lin Yue yang cepat melalui punggungnya, dan Lin Yue bisa merasakan kekuatan luar biasa dari pria ini yang kini sedang berjuang untuk bangkit. Tidak ada kata-kata romansa, hanya ada pengabdian murni yang melampaui logika.

*BOOM!*

Sebuah ledakan energi keluar dari tubuh Su Lang, namun kali ini bukan ledakan yang merusak. Itu adalah gelombang kejut yang membersihkan seluruh kotoran di meridiannya. Cahaya biru di tubuhnya berubah menjadi lebih jernih dan tajam.

**[Selamat! Pengguna telah menerobos ke Qi Condensation Tingkat 4.]**

**[Kapasitas Qi meningkat 200%.]**

**[Indera Spiritual diperluas hingga radius 1 KM.]**

Su Lang menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Kabut panas di sekitarnya menghilang. Dia merasakan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya—seolah-olah dia bisa menghancurkan batu besar hanya dengan satu jentikan jari.

Namun, dia merasakan beban di punggungnya. Lin Yue telah jatuh pingsan karena kelelahan energi, kepalanya terkulai di bahu Su Lang.

Su Lang berbalik dan menangkap tubuh Lin Yue sebelum ia jatuh ke lantai. Dia menatap wajah wanita itu yang kini pucat namun tampak tenang. Ada rasa hangat yang berbeda di hati Su Lang saat ini—bukan panas dari Nadi Naga, melainkan rasa syukur yang mendalam.

Dia menggendong Lin Yue dengan gaya putri, membawanya turun dari menara menuju pondok yang lebih hangat.

***

Di luar menara, Li Yun dan Xiao Me sedang menunggu dengan cemas. Saat mereka melihat Su Lang keluar dengan menggendong Lin Yue, mereka langsung berlari menghampiri.

"Guru! Kak Lin kenapa?" tanya Xiao Me dengan mata berkaca-kaca.

"Dia pahlawan hari ini," jawab Su Lang singkat namun penuh makna. "Li Yun, ambilkan pil penambah darah dari lemari obat. Xiao Me, siapkan air hangat. Dia hanya butuh istirahat."

Setelah memastikan Lin Yue aman di tempat tidur, Su Lang berjalan ke halaman depan. Perubahan di sekte benar-benar luar biasa. Dia mencoba memperluas indera spiritualnya.

Radius 100 meter... 500 meter... 1 kilometer.

Tiba-tiba, dahi Su Lang berkerut. Di kaki gunung, tepat di luar formasi kabut rahasia, dia mendeteksi kehadiran beberapa orang. Bukan satu atau dua, tapi sekelompok orang bersenjata.

"Baru saja aku menerobos, masalah sudah datang mengetuk pintu," gumam Su Lang.

Dia tidak memanggil murid-muridnya. Dia ingin menguji kekuatannya sendiri. Su Lang melesat, gerakannya kini begitu cepat hingga ia hampir tidak menyentuh salju saat menuruni lereng.

Di gerbang bawah, sekelompok praktisi beladiri dengan jubah hijau tua sedang mencoba menembus kabut. Di dada mereka terdapat bordiran lambang tujuh bintang.

"Sekte Balai Tujuh Bintang?" Su Lang bergumam dari atas pohon besar.

Balai Tujuh Bintang adalah sekte kelas menengah di wilayah selatan pegunungan. Mereka jauh lebih kuat dari Sekte Besi Hitam yang sudah hancur. Pemimpin kelompok ini adalah seorang pria paruh baya dengan pedang besar di punggungnya.

"Ketua Kelompok, kabut ini sangat aneh," kata salah satu bawahan. "Setiap kali kita masuk, kita akan keluar di tempat yang sama. Tapi lihatlah tanaman di balik kabut ini... mereka hijau subur! Di sini pasti ada sumber energi yang sangat besar."

Pria paruh baya itu, yang memiliki kultivasi Qi Condensation Tingkat 4 Awal, menyipitkan mata. "Pasti ada harta karun yang muncul. Ma Zhen dari Besi Hitam sudah mati, pegunungan ini tidak bertuan sekarang. Siapapun yang di dalam sana, dia adalah pencuri harta Balai Tujuh Bintang kita!"

Su Lang melompat turun dari pohon, mendarat tepat di depan mereka. Salju di bawah kakinya tidak berhamburan, menunjukkan kontrol Qi yang sempurna.

"Pencuri? Kalian berdiri di depan gerbang Sekte Aliran Abadi, dan kalian menyebutku pencuri?" suara Su Lang dingin dan berwibawa.

Pria paruh baya itu terkejut, namun saat merasakan aura Su Lang yang juga berada di Tingkat 4, dia menjadi waspada. "Sekte Aliran Abadi? Aku belum pernah mendengar nama sampah seperti itu. Aku adalah Zhao Chong dari Balai Tujuh Bintang. Berikan harta karun yang menyebabkan fenomena alam ini, dan aku mungkin akan membiarkanmu hidup sebagai murid luar kami."

Su Lang tertawa kecil, tawa yang penuh dengan penghinaan. "Murid luar? Zhao Chong, kau bahkan tidak pantas menjadi penjaga pintu di sekteku."

"Cari mati!" Zhao Chong mencabut pedang besarnya. "Serang dia!"

Sepuluh orang murid Balai Tujuh Bintang yang berada di Tingkat 1 dan 2 menyerbu maju.

Su Lang bahkan tidak mencabut pedangnya. Dia hanya menghentakkan kakinya ke tanah.

*BUM!*

Gelombang Qi emas—yang diperkuat oleh energi Nadi Naga—meledak dari bawah kakinya. Sepuluh murid itu terpental ke belakang seperti daun kering yang ditiup badai. Mereka semua jatuh pingsan dengan tulang rusuk yang retak.

Zhao Chong membelalak. "Kekuatan apa ini? Kau baru di Tingkat 4, bagaimana Qi-mu bisa begitu padat?!"

"Kau terlalu banyak bicara," kata Su Lang.

Zhao Chong menyerang dengan pedang besarnya, menebas horizontal dengan tenaga penuh. *Tebasan Tujuh Bintang!*

Su Lang hanya mengangkat dua jarinya, menjepit bilah pedang besar itu tepat sebelum mengenai lehernya.

*TING!*

Suara logam yang bergetar hebat. Zhao Chong berusaha menarik pedangnya, tapi pedang itu seolah-olah tertanam di dalam gunung karang.

"Sekarang, giliranku," kata Su Lang.

Dia memutar jarinya, dan pedang besar itu patah menjadi dua bagian. Su Lang kemudian memberikan satu pukulan telapak tangan ke dada Zhao Chong.

*PLAK!*

Zhao Chong terlempar menabrak pohon besar hingga pohon itu tumbang. Dia memuntahkan darah segar, wajahnya pucat pasi. Dia menyadari bahwa meskipun mereka berada di tingkat yang sama, kualitas Qi Su Lang berada di level yang berbeda—mungkin setara dengan praktisi Tingkat 6 atau 7.

"Pergi," kata Su Lang sambil membersihkan tangannya. "Beri tahu ketuamu. Puncak Qingyun adalah wilayah Sekte Aliran Abadi. Siapapun yang masuk tanpa izin, akan berakhir seperti pedangmu."

Zhao Chong tidak berani berkata apa-apa lagi. Dengan gemetar, dia memunguti anak buahnya yang pingsan dan melarikan diri sekencang-kencangnya.

Su Lang menatap kepergian mereka dengan tatapan tenang. Dia tahu ini baru permulaan. Bangkitnya Nadi Naga akan menarik perhatian banyak pemangsa.

***

Malam harinya, perayaan kecil diadakan di Aula Utama.

Lin Yue sudah siuman dan tampak jauh lebih segar, meski wajahnya masih sedikit merona saat menatap Su Lang. Dia mengenakan jubah sutra hitamnya yang baru, yang kini tampak berpendar mengikuti aliran Qi-nya.

Li Yun dan Xiao Me makan dengan lahap, sementara Su Lang duduk di kepala meja, mengamati "keluarga" kecilnya.

"Guru," Li Yun bertanya sambil memegang cakar logamnya. "Apakah kita akan selalu diserang oleh orang-orang seperti tadi?"

Su Lang mengangguk perlahan. "Selama kita memiliki sesuatu yang berharga, orang akan mencoba mengambilnya. Itulah dunia kultivasi."

Dia menoleh ke arah Lin Yue. "Lin Yue, kau sudah secara resmi masuk ke tahap Qi Sensing hari ini karena proses tadi. Mulai besok, kau dan Li Yun harus berlatih lebih keras. Aku tidak akan selalu ada di sana untuk menjepit pedang musuh dengan jariku."

Lin Yue menatap Su Lang dengan penuh rasa terima kasih. "Saya akan berusaha sekuat tenaga, Guru. Saya tidak ingin hanya menjadi orang yang Anda selamatkan. Saya ingin menjadi orang yang berdiri di samping Anda."

Su Lang terdiam sejenak mendengar kata-kata itu. Dia mengangkat cangkir tehnya. "Ke samping atau di belakang, selama kita berada di puncak yang sama, itu sudah cukup."

Di bawah sinar bulan yang menembus jendela aula, keempat orang itu berbagi momen ketenangan yang langka. Puncak Qingyun kini bukan lagi tempat yang dingin dan mati. Dengan Nadi Naga yang berdenyut di bawah tanah dan ikatan yang semakin kuat di antara mereka, Sekte Aliran Abadi bukan lagi sekadar nama—ia telah menjadi kekuatan yang mulai diperhitungkan.

Namun, di dalam inventaris sistem Su Lang, *Fragmen Kuali Penempa Surga* tiba-tiba bergetar lagi, kali ini dengan frekuensi yang berbeda, seolah-olah dia merasakan keberadaan fragmen kedua di suatu tempat yang jauh.

Petualangan Su Lang baru saja memasuki babak baru yang lebih luas dari sekadar satu pegunungan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!