NovelToon NovelToon
PENYESALAN SANG PENGUASA

PENYESALAN SANG PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Sinopsis: Penyesalan Sang Penguasa

Aku terbangun di masa mudaku yang miskin tepat setelah Seeula pergi selamanya dalam penyesalan. Berbekal memori masa depan, aku bertekad membangun kembali kekaisaran bisnisku dari titik nol. Bukan sekadar harta, tujuanku adalah menjadi pria paling layak untuk melindungi istri yang dulu kusia-siakan. Sebelum menjemput cintaku, aku harus memenangkan perang bisnis yang kejam dan menghancurkan para musuh lama. Perjalanan penebusan dosaku dimulai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Labirin Kebenaran yang Terkunci

Aku merasakan otot lenganku mengeras saat cengkeramanku pada leher wanita bergaun hitam itu semakin kuat.

Kata-katanya tentang catatan waktu yang berbeda membuat seluruh sistem pertahananku berteriak waspada.

Dia tidak mungkin tahu tentang reinkarnasiku, tapi dia memiliki potongan teka-teki yang salah dalam mengartikan instingku.

Baginya, kecepatanku memprediksi pasar pasti terlihat seperti hasil spionase data tingkat tinggi yang mustahil dilakukan manusia biasa.

"Jangan pernah mencoba menggertak orang yang sudah memegang semua jalur distribusi modal di kota ini," ancamku dengan suara yang sangat rendah tepat di depan wajahnya.

Wanita itu justru tersenyum tipis meskipun wajahnya mulai membiru karena kekurangan oksigen.

Dia menepuk lenganku dua kali, memberikan isyarat agar aku memberikan sedikit ruang untuknya bicara.

Aku melepaskan cengkeramanku secara perlahan, namun mataku tetap mengunci setiap pergerakannya dengan intensitas yang mematikan.

"Anda menyebutnya intuisi, Tuan Yansya, tapi bagi kami di Konstelasi, itu adalah anomali data yang sangat berbahaya," cetus wanita itu sambil merapikan kembali kerah gaunnya.

"Sebutkan siapa namamu sebelum aku memutuskan untuk mengirimmu ke sel yang sama dengan Darius," tuntutku sambil melipat tangan di dada.

"Panggil saya Elena. Saya bukan operasional lapangan seperti Darius yang bodoh itu," sahut Elena dengan nada bicara yang sangat tenang dan terukur.

"Saya adalah kurator aset yang bertugas memastikan sejarah tetap berada di jalurnya," tambahnya lagi.

Aku menarik napas panjang untuk menstabilkan amarahku.

Elena baru saja melemparkan tuduhan spionase ilegal untuk menutupi ketidaktahuannya tentang rahasia asliku.

Baginya, akurasiku memprediksi pergerakan saham X-Core dan kejatuhan Gautama adalah hasil dari pencurian data rahasia negara.

Logika ini sangat menguntungkanku karena dia tidak akan pernah menduga kebenaran tentang reinkarnasi yang sesungguhnya.

"Data orang tuaku. Berikan kepadaku sekarang juga atau aku akan membekukan seluruh jalur komunikasi kalian," gertakku sambil menunjukkan layar jam tanganku.

Elena menyerahkan map berlogo perak itu kepadaku tanpa getaran sedikit pun di tangannya.

Ini tanda bahwa dia memiliki cadangan rencana yang jauh lebih besar di luar gudang pelabuhan ini.

"Itu hanya salinan permukaan. Isinya tentang siapa sebenarnya yang menarik pelatuk pada malam kecelakaan itu," Elena melempar informasi yang menyentak ulu hatiku.

"Dan percaya atau tidak, orangnya masih sering duduk makan malam bersama Anda baru-baru ini," tambahnya dengan nada mengejek.

Aku belum sempat membalas ucapannya saat Seeula berlari mendekat ke arahku.

Wajahnya yang pucat pasi menunjukkan bahwa dia telah mendengar sebagian dari percakapan kami yang sangat tegang.

Aku segera menyembunyikan map itu di balik jasku sebelum dia bisa membaca judul dokumennya.

"Yansya! Apa lagi yang dia inginkan? Kenapa kau masih bicara dengan orang-orang ini?" tanya Seeula dengan suara yang pecah karena cemas.

"Hanya urusan administratif mengenai pembersihan sisa-sisa aset Darius, Seeula. Tidak ada yang perlu kau takutkan lagi," dustaku dengan nada bicara yang sangat meyakinkan.

"Dia bicara tentang orang tuamu, aku mendengarnya! Jangan berbohong padaku lagi, Yansya!" seru Seeula sambil memegang lenganku dengan sangat erat.

Aku menatap Elena dengan sorot mata yang memerintahkan dia untuk pergi sekarang juga.

Elena hanya memberikan anggukan kecil dan masuk kembali ke dalam mobil sedannya yang mewah.

Aku memperhatikan mobil itu meluncur pergi menembus gerbang pelabuhan yang kini sudah dikuasai sepenuhnya oleh tim keamananku.

"Seeula, dengarkan aku baik-baik. Semua riset yang kulakukan tentang orang tuaku adalah murni hasil pelacakan data lama melalui tim IT Rian," ucapku meyakinkannya.

Aku menggenggam kedua tangannya untuk memberikan keyakinan mutlak.

Seeula menatapku lama dengan mata yang berkaca-kaca, mencoba mencari kejujuran di balik wajahku.

"Ayo kita pulang. Madam Widowati sudah aman di dalam mobil lapis baja," ajakku untuk mengalihkan fokus pembicaraan.

"Kita harus segera mengurus pengangkatanmu sebagai pemilik tunggal seluruh aset di pesisir utara besok pagi," tambahku lagi.

Kami masuk ke dalam helikopter yang akan membawa kami kembali ke pusat kota.

Selama perjalanan, aku tidak melepaskan tangan Seeula, namun pikiranku sudah berada jauh di dalam isi map perak di saku jasku.

Aku segera menghubungi Rian melalui earpiece yang tersamar.

"Rian, lacak seluruh tamu undangan makan malam asosiasi pengusaha tiga hari lalu," perintahku dengan volume suara yang sangat rendah.

"Cari siapa di antara mereka yang memiliki koneksi dengan unit sabotase militer dua puluh tahun lalu," tambahku lagi.

"Data sedang diproses, Bos. Tapi ada satu nama yang terus muncul di radar sebagai penyedia logistik bagi Gautama dan Konstelasi sekaligus," lapor Rian dengan nada serius.

"Namanya adalah Tuan Lukman, ketua asosiasi itu sendiri," tegas Rian.

Informasi ini membuatku merasa seperti sedang menginjak bara api yang sangat panas.

Tuan Lukman adalah pria yang baru saja memberikan sambutan hangat dan memuji keberanianku di pesta itu.

Ternyata musuh yang paling berbahaya adalah dia yang tersenyum paling lebar di hadapanku.

Dia menggunakan Gautama sebagai operator lapangan dan Darwin sebagai pion finansial.

"Kunci semua pergerakan Lukman. Jangan biarkan dia tahu bahwa kita sedang mengawasinya," instruksiku dengan otoritas yang tidak bisa dibantah.

Sesampainya di penthouse kantor pusat, aku mengantar Seeula ke ruang istirahat pribadi yang sangat aman.

Aku memastikan dia ditemani oleh pengawal wanita terbaikku sebelum aku masuk ke ruang kerjaku.

Aku mengunci pintunya secara elektrik dan mengeluarkan map perak itu di bawah cahaya lampu meja yang tajam.

Mataku terpaku pada sebuah foto dokumen yang dilampirkan di sana.

Itu adalah manifes pemesanan rem blong yang disamarkan sebagai perawatan rutin mobil ayahku.

Di bagian bawahnya, terdapat tanda tangan asli dari Tuan Lukman.

"Kau benar-benar monster yang rapi, Lukman," desisku sambil meremas pinggiran meja jatihku.

Namun, yang membuatku paling terkejut adalah sebuah catatan kecil di balik foto tersebut.

Tulisan tangan itu sangat mirip dengan tulisan tangan ibuku, Martha.

Catatan itu menyebutkan tentang sebuah chip yang disimpan di dalam liontin pemberian ayahku.

Aku meraba saku celanaku, mencari liontin perak kusam yang kubawa dari kamar kos lamaku di hari pertama reinkarnasiku.

Dulu aku mengira ini hanya perhiasan murah, tapi Elena secara tidak langsung telah mengonfirmasi fungsi benda ini.

Aku segera memanggil Rian ke ruanganku secara fisik.

Rian masuk dengan terburu-buru, wajahnya penuh dengan rasa penasaran yang besar.

"Gunakan alat pemindai mikroskopis pada liontin ini, Rian. Ada sesuatu di dalamnya yang bisa mengubah seluruh jalannya perang ini," perintahku tegas.

Rian melakukan pemindaian dengan sangat teliti selama beberapa menit.

Sebuah kode digital muncul di layar monitor besar, menampilkan barisan data yang sangat rumit.

"Bos, ini adalah jantung pertahanan mereka! Ini kunci akses rekening bank dunia milik Konstelasi!" pekik Rian dengan nada penuh kemenangan.

Aku menyunggingkan senyum yang paling dingin.

Takhta yang sedang kubangun kini sudah memiliki fondasi yang paling kuat.

Tepat saat itu, pintu ruang kerjaku diketuk dengan sangat keras dari luar.

Suara Seeula terdengar sangat panik di balik pintu baja tersebut.

"Yansya! Buka pintunya! Ada berita di televisi tentang penangkapan besar-besaran di Widowati Group!" teriak Seeula dengan suara yang gemetar hebat.

"Namamu ada di barisan pertama sebagai tersangka utama atas tuduhan manipulasi data panti asuhan!" tambahnya lagi.

Aku tersentak, menyadari bahwa Tuan Lukman baru saja meluncurkan serangan baliknya menggunakan pengaruh media.

Dia mencoba mengkriminalisasi aku sebelum aku sempat menghancurkannya secara finansial.

"Tantang saya, Lukman. Mari kita lihat siapa yang akan memakai borgol di akhir hari ini," ucapku sambil menatap layar monitor yang siap mengirimkan data kehancuran Konstelasi.

Aku membuka pintu ruang kerja dengan wajah yang sangat tenang.

Aku menatap Seeula yang sudah menangis ketakutan di depan pintuku.

"Jangan menangis, Seeula. Penangkapan itu memang akan terjadi, tapi bukan untukku," sergahku sambil menarik tangannya.

"Bersiaplah, karena kita akan menonton pertunjukan kejatuhan penguasa kota yang sebenarnya dalam lima menit ke depan!" tegasku mengakhiri kepanikannya.

1
ZasNov
Tidak mungkin Yansya datang tanpa persiapan.. 😄
ZasNov
Bagus Yansya, jangan sampai kecolongan lagi. Mereka bisa menggunakan Seeula untuk mengalahkanmu..
ZasNov
Semoga Yansya bisa menepati janjinya..
ZasNov
Seeula pasti lega banget Yansya datang..
ZasNov
Seeula bisa menjadi kelemahan sekaligus kekuatan Yansya. Tapi karena semua lawannya sudah tau kelemahan Yansya adalah Seeula, maka Yansya harus berusaha lebih keras lagi melindungi Seeula..
ZasNov
Yansya ga ada rasa takut sama sekali.. 😄👍
ZasNov
Seeula pasti semakin yakin dan percaya, kalau Yansya memang sedang melindunginya dengan berbagai cara..
ZasNov
Wah berarti kekuasaan Tuan Gautama layak diperhitungkan.. Jangan lengah Yansya, lawanmu kali ini tidak bisa dianggap remeh..
ZasNov
Menghadapi manusia yang jauh lebih berkuasa pun, Yansya sama sekali tidak gentar.. Kereeeenn... 👍
ZasNov
Yansya beneran ga ada takut2nya.. 😖
ZasNov
Seeula pasti merasa sangat dilindungi & di-Ratu-kan sama Yansya.. 😊
ZasNov
Pak Hermawan tidak ada pilihan lain, selain memenuhi permintaan Yansya..
ZasNov
Semangat Yansya, kalahkan mereka semua.. 💪😎
ZasNov
Semoga kali ini Yansya bisa benar2 melindungi Seeula..
ZasNov
Ga bisa nolak tuh kalau udah diancam begitu..
ZasNov
Madam Widowati udah kayak dijatuhkan dari gedung tinggi.. 🤭
ZasNov
Wah keren Yansya, dia datang menyerang dengan senjata rahasia yang tidak terduga.. 😂👍
ZasNov
Madam Widowati salah target ternyata 😂
ZasNov
Ayo tunjukan siapa dirimu Yansya, beri Madam Widowati pelajaran & selamatkan Seeula..
ZasNov
Nah lho, keadaan beneran berbalik. Bukan Pak Hermawan & Adrian lagi yang mengancam Yansya, sekarang Yansya yang menekan Pak Hermawan.. 😎👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!