NovelToon NovelToon
System Penyihir Terhebat

System Penyihir Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: MR. IRA

Aarav Elias Kayler terbangun di sebuah dunia yang tak dikenal, tanpa ingatan apapun tentang dirinya. Semua yang dia tahu adalah bahwa dunia ini dipenuhi dengan sihir, dan dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Ketika mencoba menggunakan sihir, tak ada hasil yang muncul, membuatnya merasa terjebak dalam kebingungannya.
Namun, tak lama setelahnya, Aarav menemukan sebuah rumah tua yang misterius, yang mengarah pada sebuah kejadian tak terduga yang mengubah segalanya. Di dunia yang penuh dengan rahasia dan kekuatan yang belum ia pahami, Aarav harus menghadapi takdir yang tersembunyi di balik masa lalunya yang terlupakan.
Dengan tekad untuk menguasai dunia sihir dan meraih kekuatan yang selama ini hilang, Aarav harus menavigasi sebuah dunia yang penuh dengan bahaya, misteri, dan konflik. Apakah dia akan menemukan jalan menuju kekuasaannya, atau justru terjerumus dalam kekuatan yang tak dapat ia kendalikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR. IRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Latihan Pertama Selesai, Apa Selanjutnya?

Di tengah kegelapan malam itu, di dalam hutan yang sangat gelap. Dengan penerangan yang hanya sebuah obor yang diikat di sebuah tas khusus di punggung. Nuril dengan sekuat tenaga menyeret seekor rusa yang cukup besar untuk dibawanya ke tempat paman Joseh.

"Terus... Terus... Terus!!!" ucap Nuril yang mencoba menguatkan dirinya sendiri.

Sudah setengah jalan dia lalui, sebentar lagi Nuril akan berhasil membawa rusa itu keluar dari hutan yang gelap ini.

Minyak di obor perlahan-lahan mulai menipis, jika obor itu mati sebelum Nuril berhasil keluar dari hutan, maka kegelapan total akan menyelimuti perjalanan keluarnya dari hutan yang sangat gelap ini.

Keringat perlahan-lahan membasahi tubuh Nuril, dia lelah, ditambah hawa panas dari obor yang ia bawa di punggungnya.

"Yuk... Pasti bisa," gumamnya lagi.

Sedikit demi sedikit, pelan tapi pasti, ia sebentar lagi akan keluar dari hutan itu. Jalanan yang gelap di belakangnya, jalanan yang gelap di depannya, membuat suasana sedikit mencekam, karena Nuril tahu apapun bisa datang dari dalam kegelapan itu, seperti saat seekor serigala yang mencoba menerkamnya tadi.

Dengan lutut yang masih terluka, Nuril terus mencoba menyeret rusa itu dengan sekuat tenaga. Andai dia bisa melakukan sihir, pasti akan mudah untuk membawa rusa itu.

Waktu terus berlalu dengan cepat, dan tanpa disangka-sangka Nuril dapat menyeret rusa itu keluar dari hutan sebelum obornya mati kehabisan minyak.

Nuril mengambil obor yang ada di punggungnya, lalu ditancapkannya di tanah.

Tangan kanannya pun mulai mengelap keringat yang ada di wajahnya, napasnya memburu, jantungnya berdetak dengan cukup kencang, "Asli, capek banget!!" ucapnya yang kelelahan.

Tidak perlu istirahat yang terlalu lama, dia langsung memanggil paman Joseh, "Paman!!!" teriak Nuril dengan sekuat tenaga.

Dan dengan cepat sebuah kubah berwarna ungu muncul, tak lama paman Joseh lalu keluar dari dalam kubah itu.

Saat keluar, wajahnya terkejut sekaligus terkesima saat melihat seekor rusa yang cukup besar ada di depan matanya.

Paman Joseh tersenyum kecil, dia lalu melihat ke wajah Nuril yang sangat kelelahan, "Selamat, ayo ke rumah paman dulu!!" ucapnya.

Nuril tersenyum lega, "Emm... Rusanya?!" tanya Nuril.

Paman Joseh lalu membuka portal tepat di bawah tubuh rusa yang tergeletak di tanah itu, portal terbuka, lalu rusa jatuh ke dalam portalnya.

"Paman... Rusanya paman pindah ke mana?!" tanya Nuril yang kebingungan.

"Ke depan rumah paman, sudah. Ayo ke rumah paman, kamu pasti lelah!!" seru paman sambil berjalan masuk ke dalam kubahnya.

Nuril pun langsung mengikuti paman Joseh yang masuk ke dalam kubah, saat perjalan di dalam kubah menuju ke rumah paman. Nuril tiba-tiba sadar jika tanda kecil di punggung tangannya sedikit membesar dari sebelumnya.

Nuril tidak terlalu menghiraukan tanda yang berubah sedikit itu.

Saat di depan rumah paman Joseh, dia benar saja melihat seekor rusa yang tadi dipindahkan oleh paman Joseh. Di dalam rumah paman Joseh, Nuril duduk sambil disuguhi minuman hangat dan makanan ringan.

Sambil mengunyah makanan, "Paman, apa aku sudah bisa menggunakan Troun?!" tanya Nuril.

Paman Joseh menatap ke wajah Nuril, "Belum, masih ada beberapa latihan. Dan latihan rusa itu, itu baru yang pertama!!" ucap paman Joseh.

Nuril terdiam sejenak, "Ohh... Gitu ya, kalau gitu. Paman, aku mau pulang!!" ujar Nuril yang sudah sangat kelelahan.

Dia meletakkan busurnya di lantai, lalu paman Joseh kembali membukakan sebuah portal yang akan langsung menuju ke dalam kamar Nuril.

"Masuk, nanti kamu langsung ada di dalam kamar kamu. Dan kamu bisa langsung istirahat, pasti capek kan?" ucap paman Joseh sedikit lirih.

Nuril hanya tersenyum, dia lalu langsung masuk ke dalam portal itu. Dan tak lama kemudian, portal kembali terbuka tepat di dalam kamar Nuril. Tanpa membersihkan dirinya dulu, dia langsung tidur di atas tempat tidurnya. Dalam sekejap dia langsung tertidur pulas karena mungkin Nuril sangat kelelahan setelah berburu tadi.

Di tempat lain, paman Joseh terlihat sedang menguliti seekor rusa yang tadi di bawa Nuril. Dia menguliti rusa itu dengan tangannya sendiri, dan hanya bermodalkan sebilah pisau yang tajam.

"Baiklah, kata buku. Ramuan dari kulit rusa bisa sedikit menenekan efek samping Troun!!" gumam paman Joseh sambil menguliti rusanya.

Paman Joseh lalu menggendong tumpukan kulit itu di pundaknya, kemudian membawanya masuk ke dalam rumah, lebih tepatnya di bawa ke sebuah ruangan.

Di dalam ruangan itu, kulit di letakkan begitu saja di lantai. Sementara paman Joseh mengambil bahan-bahan yang ia perlukan untuk membuat ramuan.

Bahan-bahannya sudah siap di atas meja, paman Joseh mulai meracik ramuannya sampai dia berhenti meracik saat sadar ada salah satu bahan yang kurang.

"Astaga, kekurangan bahan... Aku tidak memiliki bunga yuand!!" gumam paman Joseh lirih.

"Di tambah, lokasinya yang hanya tumbuh di bagian selatan. Itu berarti bunga ini hanya tumbuh di daerah kerajaan Spel Choy!!" ujarnya.

Paman Joseh menghela napas panjang, dia berpikir sejenak untuk mengambil keputusan, "Baiklah, aku akan coba ke sana saat ada waktu luang. Ini semua demi menekan efek samping Troun, walaupun tidak bisa menghilangkannya!!!" ucap paman Joseh.

"Sebenarnya aku bisa menggunakan portal-ku untuk langsung ke lokasi tumbuhnya bunga yuand. Tapi, portal-ku tidak dapat keluar dari area kerajaan Twier Agrav. Karena, jika melakukannya aku akan langsung terdeteksi oleh raja Dearwin, dan pasti dia akan langsung menangkapku lagi!!" seru paman Joseh.

Bersambung...

1
Anjar Sutrisno
mantap bre.. lanjut.. 👍 mampir punyaku juga ya..
IRAWAN: siap breee👍👍
total 1 replies
IRAWAN
Kasih pendapat juga dongg, jangan cuman baca🗿
IRAWAN
Hai semuaaaa, jangan lupa likenya yahhhh🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!