NovelToon NovelToon
Script Of Love: The Secret Identity

Script Of Love: The Secret Identity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Dalam permainan naskah ini, siapa yang sedang berakting dan siapa yang benar-benar jatuh cinta?"

Lin Xia hanyalah seorang penulis naskah mystery game yang hidup tenang, sampai suatu malam ia diundang dalam sebuah permainan peran (Script Killing) bertema Era Republik China yang sangat nyata. Di sana, ia bertemu dengan Gu Yan, pria misterius berdarah dingin yang berperan sebagai Kepala Militer.

Masalahnya, Gu Yan bukan sekadar pemain biasa. Ia memiliki identitas rahasia di dunia nyata. Hingga alur permainan tiba-tiba diubah oleh Penulis bayangan yang ternyata Adik Gu jingshen yaitu "Gu Yanran. Saat garis antara naskah dan realita mulai kabur, Lin Xia harus memilih: Mengikuti skenario untuk selamat, atau menulis ulang takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Lembaran Baru

[Waktu: Sabtu, 25 April, Pukul 08.00 AM]

[Lokasi: Kediaman Utama Keluarga Gu, Shenzhen]

Sinar matahari pagi masuk menembus jendela ruang makan keluarga Gu yang megah. Namun, suasana di meja makan itu jauh lebih tenang dibandingkan badai yang terjadi dua malam lalu. Tuan Gu duduk di kepala meja, menatap kedua putranya—satu anak tiri yang selalu membanggakannya, dan satu anak kandung yang hampir menghancurkan segalanya.

Tuan Gu berdeham, meletakkan cangkir tehnya. "Yanran, Papa sudah memikirkannya matang-matang. Papa sadar bahwa memaksamu berada di bawah bayang-bayang Jingshen di Gu Corp adalah kesalahan."

Yanran yang duduk dengan wajah tertunduk, perlahan mendongak. Ada gurat kelelahan di matanya, namun amarahnya sudah sedikit mereda setelah pembelaan Jingshen malam itu.

"Papa akan memisahkan divisi pengembangan teknologi dan game dari Gu Corp," lanjut Tuan Gu dengan nada serius. "Divisi itu akan menjadi perusahaan mandiri. Papa akan menjadikan perusahaan cabang di Distrik Nanshan sebagai kantor pusatnya. Dan kau, Yanran... kau akan menjadi CEO di sana."

Yanran tertegun. "Pa? Kau mempercayakan perusahaan padaku setelah apa yang kulakukan?"

Tuan Gu mengangguk pelan. "Kau punya bakat yang luar biasa, hanya saja kau menggunakannya untuk jalan yang salah. Bangunlah perusahaan itu sesuai keinginanmu. Kau boleh mengubah namanya menjadi apa pun yang kau mau. Papa hanya akan duduk di kursi pengawas. Ini adalah kesempatan terakhirmu untuk membuktikan bahwa kau bisa berdiri sendiri tanpa merasa harus bersaing dengan kakakmu."

Yanran melirik ke arah Gu Jingshen. Jingshen memberikan anggukan kecil dan senyum tipis—sebuah dukungan tulus yang membuat tenggorokan Yanran terasa tercekat.

"Terima kasih, Pa," bisik Yanran. "Aku akan menamainya 'Yan Technology'. Aku ingin memulai semuanya dari awal."

[Waktu: Sabtu, 25 April, Pukul 09.00 AM]

[Lokasi: Apartemen Lin Xia, Shenzhen]

Di sisi lain kota, aroma bawang putih goreng dan sup hangat memenuhi apartemen kecil milik Lin Xia. Xiao Li sedang sibuk di dapur, mengenakan celemek bunga-bunga sambil menyenandungkan lagu ceria.

"Sarapan siap! Ayo makan, Tuan Putri yang baru saja dipecat!" seru Xiao Li sambil meletakkan semangkuk bubur ayam dan cakwe di meja makan.

Lin Xia duduk dengan lesu, matanya sembab karena kurang tidur. Ia mengaduk buburnya tanpa selera.

"Xiao Li, ada yang harus kukatakan padamu," ucap Lin Xia tiba-tiba.

Xiao Li menghentikan kunyahannya. "Apa? Kau mau bilang kau jatuh cinta pada bos kejam itu? Telat, aku sudah tahu."

"Bukan itu," Lin Xia menarik napas panjang. "Yanran... pemuda yang kita cari selama ini, ternyata dia adalah si Penulis Bayangan. Dia yang merusak sistem itu."

Xiao Li tersedak. "Apa?! Anak itu?! Kenapa?"

"Dia anak kandung Tuan Gu, Xiao Li. Sedangkan Gu Jingshen... dia hanyalah anak tiri. Yanran melakukan semua itu karena dia benci melihat ayahnya lebih membanggakan Jingshen daripada dirinya sendiri. Dia merasa terasing di rumahnya sendiri."

Xiao Li terdiam, matanya membelalak tak percaya. "Jadi, drama CEO dingin ini ternyata lebih rumit dari naskah novelmu? Pantas saja suasana di wahana Suzhou waktu itu terasa sangat mengerikan."

"Aku harus menemui Yanran, Xiao Li," kata Lin Xia dengan tatapan bertekad. "Aku harus membujuknya untuk memperbaiki sistem permainan itu secara total. Ada data yang hilang, dan aku yakin ada sesuatu tentang 'janji' itu yang masih tersimpan di inti server. Aku akan menemuinya besok secara diam-diam."

Xiao Li menghela napas, ia tahu ia tidak bisa menghentikan sahabatnya yang keras kepala ini. "Baiklah, tapi hari ini kau harus fokus ke cafe dulu. Kita punya banyak pesanan karena ada klub malam baru yang baru saja buka tepat di depan cafe kita."

[Waktu: Sabtu, 25 April, Pukul 15.00 PM]

[Lokasi: Cafe "Moonlight Script", Distrik Bao'an, Shenzhen]

Lin Xia mencoba melupakan sejenak masalah keluarga Gu dan fokus melayani pelanggan. Benar kata Xiao Li, cafe hari ini sangat ramai. Di seberang jalan, sebuah klub malam mewah bernama "The Neon Crown" baru saja dibuka. Musik jazz santai mengalir dari sana, memberikan vibes yang berbeda pada jalanan tersebut.

Pintu cafe berdenting. Seorang pria tampan dengan gaya flamboyan masuk. Ia mengenakan jaket kulit cokelat dan kacamata hitam yang disampirkan di kerah kemejanya. Ia melihat sekeliling dengan penuh minat, lalu duduk di dekat jendela.

"Selamat sore, ingin pesan apa?" tanya Lin Xia sambil memberikan menu.

Pria itu mendongak, memberikan senyum menawan yang terlihat sangat terlatih. "Satu kopi hitam paling kuat yang kau punya, dan satu croissant cokelat. Aku butuh kafein untuk mengawasi klub baruku di seberang sana."

"Anda pemilik The Neon Crown?" tanya Lin Xia sopan.

"Begitulah. Namaku Lin Feng," pria itu mengulurkan tangan.

Lin Xia menyambutnya sebentar. "Lin Xia. Pesanan Anda akan segera datang."

Lin Xia kembali ke balik bar kopi, tidak menyadari bahwa Lin Feng terus memperhatikannya. Lin Feng adalah sahabat dekat Gu Jingshen—pria yang sama yang bersama Jingshen di klub malam beberapa hari lalu. Namun, Lin Xia dan Xiao Li sama sekali tidak tahu identitas pria ini.

Lin Feng menyesap kopinya saat Lin Xia mengantarkannya. "Kopi yang enak. Sangat otentik. Pantas saja Jingshen... maksudku, pantas saja cafe ini ramai."

Lin Xia mengernyitkan dahi. "Maaf? Anda bilang apa tadi?"

"Oh, tidak ada. Aku hanya bilang cafenya nyaman," kilah Lin Feng cepat. Ia sebenarnya sedang menjalankan misi rahasia dari Gu Jingshen untuk memantau keadaan Lin Xia tanpa membuatnya curiga.

Gu Jingshen telah meminta Lin Feng untuk "membuka usaha" di depan cafe Lin Xia agar bisa mengawasi keamanan wanita itu dari dekat, mengingat ancaman dari ayahnya masih membayangi.

Lin Xia kembali sibuk dengan mesin kopinya, sementara pikirannya sudah melayang ke hari esok. Ia harus menemukan cara untuk menyelinap ke kantor baru Yanran. Ia harus membuktikan bahwa naskah "Script of Love" bukan sekadar tulisan, tapi sebuah harapan yang bisa menyatukan kembali keluarga yang pecah itu.

Di seberang meja, Lin Feng mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat kepada Gu Jingshen:

"Target aman. Dia sedang membuat kopi. Dia tampak lelah, tapi masih cantik. Kau berutang besar padaku karena harus menjadi bos klub malam di pinggiran kota seperti ini."

Di kantornya, Gu Jingshen membaca pesan itu dan hanya bisa menghela napas lega. Ia menatap ke luar jendela, ke arah Distrik Bao'an.

"Bertahanlah sebentar lagi, Lin Xia," bisik Jingshen pada dirinya sendiri. "Setelah Yanran stabil, aku akan menjemputmu kembali."

Lin Xia tidak tahu bahwa di balik cangkir kopi yang ia sajikan, ada jaring perlindungan yang sengaja dipasang oleh pria yang baru saja memecatnya. Dan ia juga tidak tahu bahwa besok, pertemuannya dengan Yanran akan membuka rahasia yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.

...****************...

1
Celine
Keren Author
Ika Anggriani
serem juga😭
Agry
/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!