NovelToon NovelToon
Setelah Kepergianmu

Setelah Kepergianmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: naisa strong

Hai teman-teman, aku masih berjuang konsisten tapi aku nggak tahu kalau akhirnya di tengah jalan aku menyerah dan tidak melanjutkan. Aku hanya rindu menulis. Tapi aku terjebak pada rutinitas harian yang tiada henti. Lanjutan dari Penantian panjang 1 dan 2. Padahal Penantian panjang 2 saja belum saya tamatkan. Tapi semua nama tokoh bermula dari sana.

"Apa kamu bilang?" Suara serak zahrin dengan air mata kemarahan namun dia tahan. Tenggorokannya tercekat sakit, ditambah harus mendengar permintaan suaminya yang dirasa tak mampu dia tunaikan.
Kembali dengan seorang pria yang pernah menyakitinya sangat dalam. Rasanya Zahrin tak terima.

Regi tak beralih tatap. Menatap Zahrin dengan mata sendu yang membuat Zahrin melengos sakit bertambah dengan dadanya yang nyeri.

Apa yang terjadi teman-teman? Sampai-sampai Zahrin begitu?
Ingatkah kalian, siapa pria yang menyakiti Zahrin dulu?
Aku tidak janji menamatkan ceritanya. Tapi aku dapat fell nya. Semoga bisa konsisten menggarapnya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naisa strong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadiran Diandra

Nina masih gugup. Setelahnya mulai menangis pelan. Sampai pak Gundono meminta istrinya untuk tenang. "Ma, jangan paksa Nina, kasihan Nina." Pak Gundono meminta ibu Dini duduk.

Namun Nina masih dengan isak tangis pelannya yang bingung mau bagaimana memberitahu mama dan papa nya.

"Maaf, Bu, saya harus pergi." Akhyar pamit karena tidak mau terlibat masuk dalam masalah keluarga Nina. Akhyar berjalan keluar ruangan Nina. Mencari makan malam nasi goreng arang pinggir jalan depan rumah sakit. Agaknya Akhyar sedikit kepikiran soal Nina. Apa yang terjadi dengan Nina? Kalau memang bukan terkait pembatalan rencana pernikahan. Lalu mengapa Nina mengiris nadinya? Seserius apa masalah Nina? Akhyar yang menghentikan makan nasi goreng nya. Minum teh hangat setelahnya dan tak lupa membayar ke abang-abang penjual nasi goreng arang di depan rumah sakit.

Di tempat lain.

Tepat nya di depan kediaman Armand. Berdiri seorang wanita cantik berambut hitam panjang yang tergerai. Dengan balutan dress diatas lutut putih berlengan pendek tengah mengamati betul-betul rumah Armand.

"Armand, Armand. Memangnya kamu bisa lari dari aku dengan mudah." Senyum wanita itu yang kemudian masuk ke dalam mobil nya. Ya, Diandra sengaja datang ke Indonesia karena Armand mengingkari janji nya. Entahlah rencana apa yang akan dia susun untuk membuat Armand kembali ke pelukannya. Yang pasti, kedatangannya harus membuat Armand ingat dengan janji manis nya.

Pagi pun tiba. Armand yang tengah bersiap berangkat ke kantor nya. Seperti biasa, mencium Arkan dan mencium kening Alma lalu berangkat ke kantor.

Selepas Armand menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya keluar halaman rumah, Alma meminta mbak asisten rumah tangga untuk membawa baby sitter yang mau membantunya merawat Arkan.

"Siapa nama kamu?" Tanya Alma kepada Diandra yang menyamar menjadi seorang baby sitter untuk Arkan. Sengaja dia memasang tahi lalat besar palsu yang dia tempelkan di pipi nya. Supaya Armand tidak mengenalinya.

"Diandra, bu." Jawab Diandra jujur.

"Siapa? Diandra?" Alma memperhatikan Diandra namun dia ingat betul jika selingkuhan Armand tidak memiliki tahi lalat besar di pipinya.

"Iya, bu. Ada apa ya, bu? Kok sepertinya ibu Alma terkejut?"

"Oh, nggak apa-apa. Seperti nama teman suami saya. Oh ya, saya minta kamu ganti pakaian kamu, ya. Jangan yang pakai rok pendek seperti itu." Alma yang kurang suka melihat Diandra memakai rok diatas lutut dan pakaian nya terlihat press body.

"Iya, bu." Jawab Alma yang kemudian berjalan mengikuti asisten rumah tangga yang lebih dulu bekerja di rumah Alma.

Mbak Sum menjelaskan, kalau tugas Diandra hanyalah membantu ibu Alma merawat baby Arkan. Pekerjaan yang lainnya, biar dia yang kerjakan.

"Oh ya, satu lagi. Jangan pernah ingin tahu ruangan ini. Ruangan ini ruang rahasia ibu Alma dan tidak ada yang boleh masuk ruangan ini kecuali ibu Alma. Maksud saya, semisal kamu melihat ada kunci pintu terjatuh atau tergantung di pintu ini. Aku peringatkan kamu jangan pernah memasukinya." Pesan mbak Sum kepada Diandra.

Awalnya Diandra heran. Mengapa di dalam rumah Armand ada ruangan rahasia segala. "Apa pak Armand tahu?" Tanya Diandra keceplosan. Yang setelahnya dia menutup mulutnya dengan telapak tangan kanan nya.

"Lho, kamu dari mana tahu kalau suami ibu Alma itu pak Armand, namanya?" Mbak Sum yang heran.

"Em..." Belum sampai menjawab, Diandra dipanggil oleh Alma untuk membantunya menyiapkan makanan pembuka untuk baby Arkan. "Sebentar ya, dipanggil ibu Alma." Diandra yang bergegas menuju dimana Alma berada.

Diandra tengah sibuk membuatkan makanan pembuka untuk baby Arkan. Tak sengaja melihat bingkai foto kecil pernikahan Armand dan Alma yang cukup membuat Diandra geram. Diandra masih berdiri terdiam. Mengambil foto pernikahan Alma dan Armand yang di pandangi dengan seksama oleh Diandra. Setelahnya dia tersenyum misterius entah apa dalam pikirannya.

Mbak Sum yang melihat Diandra mematung segera menepuk pundak nya. Memberitahu Diandra kalau ibu Alma sudah memanggil-manggilnya.

Diandra yang terkejut. "Oh, iya, iya." Menyembunyikan bingkai kecil foto pernikahan Alma dan Armand yang dipegangnya di balik tubuhnya supaya tidak ketahuan oleh mbak Sum.

"Cepetan! itu sudah dipanggil ibu Alma." Kata mbak Sum yang menyuruh Diandra segera ke lantai dua.

Diandra manggut-manggut cepat.

Mbak Sum berlalu dari hadapan nya. Diandra segera mengembalikan bingkai foto Armand dan Alma di tempat semula.

Ini pertama kali Diandra masuk bedroom Armand dan Alma. Sepasang matanya tak berhenti mengelilingi ruangan itu setelah mengetuk pintu. Membawakan breakfast baby Arkan ke hadapan Alma. Lagi-lagi sepasang mata Diandra mengarah kepada foto pernikahan Alma dan Armand.

Sementara Armand yang baru setengah jalan menuju kantornya, tetiba teringat bahwa ada laporan penting yang ketinggalan di meja kerja rumah nya. Armand yang mengeluhkan pagi itu, mengapa sudah setengah jalan harus kembali ke rumah untuk ambil kertas penting itu. Armand memutar arah roda mobilnya kembali ke rumah. Dengan terburu-buru sekali sambil berlari kecil Armand segera memasuki rumahnya setelah mobil terparkir di halaman rumah. Memanggil-manggil Alma namun tak ada jawaban dan Armand berpapasan dengan mbak Sum lalu memberitahunya kalau Alma sedang mandi.

Betapa terkejutnya Armand. Saat membuka pintu bedroom nya berhadapan langsung dengan Diandra yang sama-sama keluar dari bedroom nya setelah selesai menidurkan Arkan.

"Maaf pak." Ucap Diandra setelah menatap Armand kemudian menunduk.

Karena jarak keduanya sangat dekat. Armand perhatikan betul-betul wajah wanita dihadapan nya. Hanya terlintas seperti pernah melihatnya, namun sayang, ada tahi lalat di pipi wanita tersebut. Armand membuyarkan tanda tanya di kepalanya. Alma yang sudah selesai mandi bertanya kepada suaminya. "Sayang, ada apa pulang lagi?"

"Em, ada kertas penting di meja yang ketinggalan." Jawab Armand segera berlalu dari hadapan Diandra dan memasuki bedroomnya. Begitu juga Diandra yang keluar dari bedroom Alma. "Siapa wanita itu?" Tanya Armand bingung mengapa baru melihatnya hari ini.

"Owh, itu. Itu yang bantu aku urus baby Arkan. "

Armand manggut-manggut paham. "Siapa namanya?" Tanya Armand sembari meminum air putih di atas meja nakas nya.

"Diandra." Jawab Alma yang membuat Armand batuk-batuk keselak.

"Pelan-pelan, sayang minumnya." Alma yang ambil tisu lalu di usapkan ke mulut Armand yang terkena tumpahan air.

"Seperti nama teman kamu itu, kan?" Lanjut Alma yang membuat Armand tersenyum tipis, lalu pamitan untuk kembali berangkat ke kantor.

Lagi-lagi Armand berpapasan dengan Diandra saat menuruni anak tangga. Keduanya sesaat terhenti. Sedetik kemudian Armand melanjutkan langkahnya, begitu pula Diandra yang menuju bedroom Alma.

"Oh ya, Diandra, aku sampai lupa bertanya padamu. Apa kamu sudah menikah?" Tanya Alma tiba-tiba saat Diandra tengah mengganti popok baby Arkan.

Bersambung

1
Vanni Sr
semua novel ny saling berkaitan , jd hrus baca semua ny. g seru. hrus ny stop pke crta baru tp ini saling berkaitan yg di wjibkn baca judul sblm nya biar ngerti hadeeeuh
naisa strong: 🤣 iya kakak🙏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!