NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 ~ Kecelakaan Itu Bukan Salahmu

"Badan kamu kurus sekali Raina, makanlah yang banyak" ucap Mama Sonia sambil memperhatikan cara makan Raina.

Raina hanya tersenyum tipis, selesai dengan makanannya. Dia langsung berdiri dan mengajak Mama mertuanya itu untuk menemui Marvin di kamarnya.

"Loh kenapa di kamar ini? Bukannya kamar Marvin di atas ya" tanya Mama.

Raina tersenyum tipis, dia membuka pintu kamar dan mempersilahkannya untuk masuk. "Soalnya kalau ke kamar atas susah Ma, kan Kak Marvin kakinya sakit. Jadi sebaiknya disini saja"

Mama Sonia mengangguk pelan, lalu dia menatap sekeliling kamar ini. Hanya sebuah kamar tamu yang tidak terlalu besar juga. Mama menatap pada Marvin yang sedang berada di atas tempat tidur, menghampirinya dan dia melihat figura foto Raina dan Amira yang berada di atas nakas.

Seperti bukan sengaja tidur di kamar ini karena Marvin sakit, kamar ini seperti memang sudah lama ada yang menempatinya.

"Marvin, kenapa kamu bisa seperti ini? Kenapa juga tidak di rawat saja?" ucap Mama yang sudah duduk di pinggir tempat tidur. Meski matanya masih memperhatikan sekitar.

"Tidak papa Ma, hanya kakiku saja yang perlu di gifs beberapa hari saja. Nanti juga sembuh. Entahlah, tapi rem mobil tiba-tiba blong dan aku sulit mengendalikan, jadi menabrak pohon"

"Beruntung kamu tidak papa, kalau sampai terluka parah atau sampai koma, kasihan 'kan Raina, kalian baru menikah"

Marvin hanya tersenyum tipis saja, sementara Raina tidak menimpali apapun ucapan Mama Sonia. Hanya berpikir bagaimana nanti ketika Mama mertuanya itu tahu jika pernikahan ini akan segera berakhir. Marvin sudah ingin menceraikan Raina.

"Lain kali kamu harus lebih hati-hati lagi, Vin. Tapi apa kamu tidak mencurigai seseorang? Kenapa bisa tiba-tiba rem mobil blong, bukankah ini aneh?"

Marvin mengangguk pelan, bahkan sejak kejadian kecelakaan dia juga sudah mencoba untuk mencari tahu semuanya. Karena mulai merasa janggal dengan kecelakaan yang dia alami. Marvin adalah orang yang selalu hati-hati dan mengecek kendaraannya rutin, jadi rasanya tidak mungkin jika rem mobil tiba-tiba blong tanpa sebab.

"Sedang di selidiki Ma, aku juga curiga jika ada seseorang yang sengaja menyabotase mobilku"

Mama Sonia mengangguk pelan, dia menatap Raina yang sedang berdiri di sampingnya. Memegang tangan menantunya itu dengan lembut. "Kamu harus jaga juga Raina, takutnya ada orang yang tidak suka dengan keluarga kita dan menyerang istrimu juga. Jaga dia baik-baik, Vin. Mau bagaimana pun alasan kalian menikah, sekarang Rain ini adalah istrimu"

Raina hanya tersenyum tipis, melihat sebuah cinta dan kasih sayang yang begitu tulus dari Mama Sonia padanya. Meski Raina bukanlah menantu yang seharusnya menikah dengan Marvin, tapi dia tetap menerima dirinya sebagai menantu. Bahkan Raina belum pernah mendapatkan sebuah perhatian seperti ini dari orang tuanya sendiri, tapi dari Mama Sonia, dia menemukannya.

Marvin melirik pada Raina, menghela naaps pelan sebelum menjawab. "Iya Ma, aku juga akan menjaganya"

Raina menatap suaminya dengan lekat, bahkan tidak percaya. Benarkah itu akan terjadi? Tidak. Itu tidak mungkin terjadi, Raina tahu jika suaminya berkata seperti itu hanya karena ada Mama Sonia disini. Mereka bahkan akan segera mengurus perceraian, dan itu sudah memastikan jika Marvin tidak akan pernah peduli padanya.

"Oh ya, apa belum ada tanda-tanda kehamilan? Mama ingin sekali menggendong cucu, kalian tidak menunda mempunyai anak 'kan?"

Raina mengerjap kaget, lalu dia tidak menjawab apapun. Hanya diam saja dengan tangan saling bertaut gemetar. Rasanya tidak mungkin juga Marvin ingin seorang anak dari perempuan yang dia benci. Kalaupun ada, mungkin anak itu juga akan mendapatkan kebencian yang sama darinya.

"Apaan sih Ma, kita menikah saja baru mau satu bulan. Jadi, jangan terburu-buru" ucap Marvin.

"Ya, kalian tidak perlu menunda kehamilan ya. Mama dan Papa sudah tua, dan ingin segera menggendong cucu"

Raina hanya tersenyum masam ketika Mama melihat ke arahnya, seolah meminta agar Raina tidak menunda kehamilan dan biarkan untuk mempunyai anak dulu. Sementara Mama Sonia tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Raina sekarang, dia akan segera diceraikan, jadi harapannya untuk bisa mempunyai cucu, mungkin tidak akan dari rahim Raina.

"Yasudah, kamu istirahat saja Vin. Mama mau keluar dulu ngobrol sama Rain"

Mama menggandeng tangan menantunya dan membawanya keluar kamar. Mereka pergi ke halaman samping, duduk di bangku taman dengan cuaca yang sedikit mendung hari ini. Bunga-bunga belum bermekaran, hanya rumput hijau yang terawat yang menjadi pemandangan di taman ini.

"Rain, kalian sudah melakukannya 'kan?"

Pertanyaan yang membuat Raina langsung menoleh dengan terkejut. Tidak menyangka juga Mama Sonia akan menanyakan hal seperti ini. Raina bukan lagi gadis remaja yang tidak mengerti apa arti pertanyaan Mama Sonia barusan. Namun, dia bingung bagaimana menjawabnya.

"Maksud Mama apa? Memangnya kenapa?"

Mama Sonia melipat bibirnya sejenak, wajahnya terlihat ragu untuk berkata. "Mama masih melihat keraguan di mata kamu, dan tatapan dingin dari Marvin. Jadi, Mama hanya ingin memastikan jika kalian sudah melakukannya? Atau selama ini, hanya menikah tanpa ada peran suami istri dalam pernikahan kalian?"

Raina terdiam, udara di sekitarnya tiba-tiba terasa berkurang membuat sulit untuk bernapas dengan normal. Rasanya sesak, dan tenggorokan yang tercekat. Bagaimana dia menjelaskan semuanya sekarang.

"Rain, tidak papa. Kamu bisa jujur pada Mama, jangan takutkan apapun. Mama pasti akan membantumu"

Tangan Raina saling meremas di atas pangkuannya. Menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan rasa gugup yang melanda. "Ma, aku dan Kak Marvin sudah melakukannya"

Hanya itu yang mampu dia jawab, suaranya pecah dengan gemetar. Mengingat kembali bagaimana malam pertama pernikahan mereka yang membuat Raina trauma sampai sekarang. Ketika tubuhnya hampir hancur, namun tidak diperdulikan, rintihan kesakitan yang di abaikan. Semua bayangan itu hanya membuat tangannya semakin gemetar, cairan bening sudah menggenang di pelupuk matanya sekarang.

"Syukurlah, kamu pasti bisa mendapatkan hatinya Marvin, meski akan sedikit sulit. Mama yakin itu, Rain"

Raina tidak lagi menjawab, bahkan bagaimana bisa dia mendapatkan hati suaminya, jika sebentar lagi saja perpisahan itu akan terjadi. Marvin yang sama sekali tidak mau memberikan kesempatan pada Raina untuk berusaha mendapatkan hatinya. Dan memaksa Raina harus menyerah sebelum memulai.

"Kecelakaan yang menimpa kamu dan Amira, memang sudah menjadi jalan takdir Tuhan, Rain. Jadi jangan terus menyalahkan diri kamu sendiri atas kecelakaan yang terjadi. Kamu sama sekali tidak salah dalam kecelakaan ini" ucap Mama sambil mengelus punggung menantunya dengan lembut.

Usapan lembut tangan Mama, membuatnya tidak bisa menahan lagi air mata yang sudah menggenang. Tersentuh hanya dengan kelembutan Mama yang begitu tulus padanya. Membuat Raina tidak bisa menahan diri lagi, terisak pelan.

"Sudah Rain, jangan mengingat-ingat lagi tentang kecelakaan yang sudah terjadi. Semua itu bukanlah salah kamu"

Mama memeluk menantunya itu, menenangkan Raina yang menangis terisak. Mungkin membahas tentang kecelakaan yang terjadi membuat lukanya kembali terbuka, dan kesedihan kembali Raina rasakan.

Tapi kenyataannya bukan seperti itu, Raina hanya merasa jika masih ada orang yang menerimanya dan mengatakan hal itu padanya di saat semua orang selalu menyalahkan dirinya atas kecelakaan itu, bahkan semua orang mengatakan jika sebaiknya Raina yang pergi untuk selamanya, bukan Amira.

"Sudah Rain, jangan kamu pikirkan lagi tentang kecelakaan itu. Semuanya sudah jalan takdir Tuhan" Mama Sonia terus mengelus punggung Raina yang bergetar dan memeluknya memberi ketenangan.

Bersambung

1
astr.id_est 🌻
raina 😭 peluk jauh orang baik
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!