NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

"Haiss, sial!"

David dengan marah melempar sepatu hak tinggi merah yang telah membuatnya kesusahan ke arah sofa besar di ruang tamu.

Sepatu itu terjatuh dengan bunyi lembut di atas karpet tebal, sementara dia sendiri duduk dengan wajah memerah, masih menghadap ke atas dengan kedua tangan menekan hidungnya yang baru saja berhenti berdarah.

"Haha, Boss, kamu kenapa nih? Sudah dua kali dalam sehari hidungmu kena sesuatu," ucap Yuda dengan suara tertawa yang tidak bisa ditahan lagi.

Meskipun dia merasa khawatir dengan kondisi David, tapi melihat bosnya yang selalu tampak gagah dan serius kini terus mengalami kejadian lucu seperti ini membuatnya tidak bisa tidak tertawa.

"Sepatu sialan itu! Siapa pemiliknya pasti orang yang sama sekali tidak punya kesopanan! Kaya an****" David masih kesal, tidak mau melihat ke arah Yuda yang sedang tertawa.

Dia tetap memegang posisi kepalanya yang diangkat tinggi agar darah tidak mengalir lagi.

Yuda segera berhenti tertawa dan mengambil gelas air putih serta sebuah kotak obat dari meja samping sofa.

Dia mendekati David dengan wajah yang sudah kembali serius.

"Maafkan saya, Boss. Ini air dan obatnya ya. Dokter bilang obat ini harus diminum secara teratur untuk membantu mengontrol kondisi Anda," ucapnya sambil memberikan obat dan air kepada David.

David mengambil obat dengan tanpa berkata-kata, menelan pil kecil itu bersama dengan tegukan air. Setelah itu dia menghela nafas panjang dan mulai menurunkan kepalanya perlahan.

"Aku lupa kalau kamu harus memberiku obat ini setiap hari," ucapnya dengan suara yang lebih tenang sekarang.

Yuda duduk di sofa sebelahnya, melihat David dengan ekspresi penuh perhatian.

"Apa yang terjadi sebenarnya, Boss? Mengapa akhir-akhir ini kepribadian Anda sering kambuh begitu saja? Sebelumnya kan sudah jarang terjadi," tanya Yuda dengan nada yang penuh kekhawatiran.

Dia tahu bahwa David menderita kondisi yang membuat kepribadiannya bisa berubah secara tiba-tiba menjadi seperti anak kecil, dan setelah itu dia tidak akan mengingat apa-apa yang terjadi selama kondisi itu berlangsung.

David mengerutkan kening dan menatap jauh ke arah jendela.

"Aku tidak tahu juga, Yuda. Mungkin karena tekanan dari pekerjaan baru dan desakan dari kakek untuk menikah yang membuatku stres," ucapnya dengan suara yang rendah dan penuh kekhawatiran.

"Terima kasih sudah selalu membantuku selama ini. Kamu boleh pulang sekarang saja, aku bisa menangani diriku sendiri."

Yuda berdiri dari sofa dengan lambat, mengambil tas kerja nya yang ada di meja.

"Oh ya, Boss! Jangan lupa ya Minggu depan kamu harus datang menemui dokter psikiater mu. Dokter bilang perlu melakukan pemeriksaan ulang untuk melihat perkembangan kondisimu. Kalau begitu saya pergi dulu ya, Boss," ucapnya sebelum berjalan keluar dari rumah David dengan hati yang masih khawatir.

Setelah Yuda pergi, rumah yang megah itu kembali sunyi sepi.

David berdiri dengan lambat dan berjalan menuju kamar tidurnya yang luas. Dia duduk di tepi tempat tidur, menatap cermin yang ada di depan kamar dengan wajah yang penuh kekhawatiran.

"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mengatasi penyakit ini," gumamnya pelan.

Pikiran tentang kepribadiannya yang bisa berubah kapan saja dan tidak bisa diingat membuatnya merasa sangat tertekan.

Dia takut suatu hari nanti kondisi ini akan merusak semua yang telah dia bangun, termasuk perusahaan yang diwariskan dari kakeknya.

Di sisi lain kota, Michelle baru saja sampai di rumah kontrakan kecilnya. Dia turun dari bis dengan kesusahan, kaki kirinya yang tidak mengenakan sepatu sudah tampak merah dan ada beberapa bagian yang lecet akibat berjalan di jalanan yang tidak rata.

"Sstt, perihnya..." bisiknya pelan sambil meraih bagian kaki yang lecet.

Dia membuka pintu rumah dengan kunci yang ada di dompetnya, lalu langsung masuk ke kamar mandi untuk mengambil obat luka yang selalu disiapkan di lemari kecil.

Dengan hati-hati dia mengoleskan obat ke bagian kaki yang terluka, membuat wajahnya sedikit mengerut karena rasa sakit yang menyengat.

Tutt....tut....

Suara dering telepon ponselnya membuatnya terkejut.

Dia mengambil ponsel dari meja dan melihat nama yang muncul di layar.

 "Nenekku tersayang". Dengan senyum hangat, dia segera menjawab panggilan tersebut.

"Hallo Nek, ada apa ya? Kenapa malam-malam ini nelpon?" tanya Michelle.

Suara lembut neneknya terdengar dari sisi lain telepon.

"Hallo sayangku Michelle... Aku cuma mau nanya kabarmu aja. Kamu baik-baik saja kan di sana? Tidak ada masalah kan dengan pekerjaan atau tempat tinggalmu?" tanya neneknya.

Michelle segera menggoyangkan kepalanya meskipun neneknya tidak bisa melihatnya.

"Tenang saja Nek, aku baik-baik saja kok. Pekerjaanku juga lancar, tidak ada masalah sama sekali. Kamu sendiri bagaimana? Sudah makan malam belum?" baliknya menanya dengan penuh perhatian.

Mereka berbincang lama tentang berbagai hal mulai dari kabar di kampung halaman, cerita tentang tetangga neneknya, hingga cerita kecil tentang kehidupan Michelle di kota besar.

Setelah merasa cukup puas dengan pembicaraan mereka, neneknya akhirnya mematikan telepon dengan pesan agar Michelle selalu menjaga kesehatan dirinya.

Setelah telepon berakhir, Michelle duduk di tepi tempat tidurnya dengan wajah yang sedikit sedih.

Dia tahu bahwa neneknya sangat khawatir padanya karena dia tinggal sendirian di kota yang besar ini. Neneknya sendiri tinggal di pedesaan yang jauh, dan tidak bisa datang untuk menjaganya karena usianya yang sudah lanjut.

Michelle merenung sejenak tentang masa lalunya. Sejak dia berusia 10 tahun, kedua orang tuanya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil, dan sejak saat itu dia tumbuh besar bersama neneknya yang selalu mencurahkan cinta dan perhatian penuh padanya.

Meski hidupnya tidaklah mudah, neneknya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya, termasuk menyekolahkan dia sampai lulus dari perguruan tinggi agar bisa mendapatkan pekerjaan yang baik.

"Sampai kapan aku harus membuat nenek khawatir seperti ini ya?" gumamnya pelan sambil melihat foto kecil orang tuanya yang terpajang di dinding kamar.

Dia berdiri dan menuju jendela kamar, melihat pemandangan kota yang ramai di luar sana.

Pikirannya mulai terfokus pada satu hal bagaimana cara mendapatkan lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan juga membantu neneknya yang sudah tidak muda lagi.

"Pekerjaan kontrakku ini tidak cukup untuk membayar sewa kontrakan, biaya makan, dan juga mengirim uang untuk nenek tiap bulan," ucapnya pelan sambil menghela nafas panjang.

Dia tahu bahwa dia harus bekerja lebih keras atau mencari cara lain untuk meningkatkan pendapatannya.

Michelle kini semakin ditekan oleh beban ekonomi dan kekhawatiran akan pekerjaannya, sementara David juga sedang berjuang dengan kondisi kesehatan nya yang membuatnya khawatir.

Bersambung....

1
ryu
lagi² cuma gue 🗿
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
ryu
udah di kasih, 🗿
ryu
🗿🗿🗿
ryu
gabut Thor 🤣
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
Adelia Hira
wkwk, lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!