Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nina is coming. Pupeteer vs Speedster
Hari ini merupakan hari pertama Akiko dan teman-temannya menjalankan inter-school sparring. Walaupun masih pagi, banyak dari siswa-siswi sudah bangun dan bersiap-siap untuk menjalankan aktivitas mereka.
Tidak terkecuali Akiko yang sekarang sedang memasakkan kedua temannya sarapan. Dengan cekatan, dia meletakkan Nasi dan lauk pauk untuk Hanada yang sedang menyisir rambutnya dan Zakuro yang baru saja selesai mandi.
"Makanan sudah siap." Ucap Akiko yang memberi sinyal pada kedua sahabatnya untuk memakan sarapan mereka.
"Baik." Jawab Hanada dan Zakuro bersamaan.
Mereka berdoa dan kemudian segera makan sarapan yang telah dihidangkan.
Setelah selesai makan mereka segera membantu Akiko membersihkan piring dan bersiap-siap pergi ke Akademi.
...****************...
Dalam perjalannya menuju kearah kelas, Akiko melihat sebuah hoverbike warna merah yang tidak asing baginya.
"Rasanya aku pernah melihat hoverbike itu di suatu tempat. Tapi dimana, ya?." Tanya Akiko pada dirinya sendiri.
"Akiko-Chan." Panggilan Hanada menyadarkan Akiko dari lamunannya.
"Ah. Maafkan aku."
Akiko kemudian Menyusul Hanada dan Zakuro yang sudah menunggunya.
...****************...
Kini mereka sudah sampai di Aula pertandingan milik sekolah. Sudah semua teman-temannya sudah menunggu didepan.
"Ayo Masuk." Ucap Igarashi sambil membuka pintu.
Ketika mereka baru saja masuk, seseorang muncul tiba-tiba dan memeluk Akiko dengan sangat erat.
"Ketemu!!!!." Ucap gadis yang memeluk Akiko dengan kegirangan. Membuat Semua anak menoleh padanya.
"Ni-Nina???!!!." Kelompok Alpha terkejut saat mereka mengetahui siapa yang membuat mereka kaget.
"Yo. Lama tidak ketemu." Balas Nina tanpa melepaskan pelukannya dari Akiko.
"Sedang apa kau disini?." Tanya Sakuraba yang senang bertemu kembali dengan Nina dan kasihan dengan Akiko yang sepertinya tidak tahan dengan pelukan Nina.
"S-Sesak." Rintih Akiko yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Nina.
"Ah. Maafkan aku, ya." Nina yang menyadari hal itu segera melepaskan pelukannya dan meminta maaf pada Akiko.
Sementara itu, anggota kelas yang lain dibuat terheran-heran akan sosok tersebut. Mimori yang penasaran pada gadis tersebut, berinisiatif untuk bertanya pada Hanada siapa dia?.
"Siapa dia?." Tanya Mimori tidak melepaskan pandangannya dari Nina.
"Namanya adalah Nina. Dia adalah teman kecil kami. Tetapi, pada saat kami berenam masuk Junior, dia pindah kesekolah lain." Jawab Hanada.
Nina yang merasa diperhatikan oleh teman-teman dari sahabat kecilnya, memutuskan untuk memperkenalkan dirinya sendiri.
"Namaku adalah Nina. Saat ini aku kelas 2 dari Carmen Estate Academy. Bisa dibilang aku ini adalah senior kalian. Salam kenal." Nina memperkenalkan dirinya dengan senyum cerah diwajahnya.
"Carmen?. Maksudmu Carmen yang....."
"Tepat sekali." Sahut Nina memotong Ucapan Noel.
Semua terkaget-kaget mengetahui kalau Kelompok Alpha memiliki Sahabat seorang prodigy.
"Aku senang sekali bisa bertemu dengan kawan lamaku ini. Terutama kau, Akiko." Lanjut Nina berusaha untuk memeluk Akiko tetapi ditahan oleh Akiko sendiri.
Kenichi melihat jam arlojinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30. Mereka tidak punya waktu lagi karena mereka akan diberi pengarahan oleh Guru mereka.
"Teman-teman. waktu kita tidak banyak. Kita harus segera masuk." Perintah Kenichi pada teman-temannya.
"Baik."
Kenichi kemudian melihat kearah Nina "Maaf mengganggu reuni kalian. Tapi kami memang sedang terburu-buru." Kata Kenichi meminta maaf.
"Justru aku yang seharusnya minta maaf. karena disaat seperti ini, aku malah merepotkanmu." Balas Nina meminta maaf.
Kemudian seluruh anggota kelas Margery masuk kedalam arena membiarkan Nina sendirian.
"Nina-Chan."
Panggilan seorang Pria membuat Nina menoleh kebelakang. Ternyata dia adalah Shawn.
"Papa." Balas Nina seraya mendekati Shawn.
"Bagaimana keadaan Ibumu?." Tanya Shawn pada putrinya.
"Mama baik-baik saja." Jawab Nina singkat.
"Kau mau melihat mereka, Bukan?. Ayo Masuk." Shawn kemudian mengajak putrinya untuk masuk.
...****************...
Ketika Kelas Margery sudah memasuki Arena, Mereka sudah disambut oleh Keenam siswa-siswi dari Edelweiss Sanctuary Academy, ketiga mentor mereka, Miss Kanade, Miss Reva.
"Baiklah. Karena semua sudah berkumpul, Aku akan memberitahukan peraturannya. Jadi dengarkan baik-baik." Reva memberi pengumuman kepada seluruh murid Kelas Margery.
Kedelapan belas anak tersebut beserta Keenam anak dari sekolah lain, mulai memperhatikan Reva.
"Tiga anak dari Kelas Margery akan menghadapi satu orang anak dari Edelweiss Sanctuary Academy. Bagi Kelas Margery, Kami akan memberikan penilaian secara Individu walaupun kalian bertarung dalam kelompok. Jadi aktiflah dalam pertarungan." Kata Reva memberikan peraturan pada Kelas Margery.
"BAIK." Jawab Seluruh anggota Kelas Margery kompak.
"Lalu untuk siswa-siswi dari Edelweiss Sanctuary Academy, Kalian harus menjatuhkan seluruh lawan kalian, jika kalian ingin dinyatakan sebagai pemenang." Kali ini, Reva memberi tahukan peraturan kepada Edelweiss Sanctuary Academy.
"Baik." Balas para siswa dari Edelweiss Sanctuary Academy.
"Lalu yang terakhir. Jika ada dari kalian menggunakan sihir dengan tujuan melenyapkan nyawa lawan kalian, maka kalian akan kami diskualifikasi."
Setelah itu, Reva meminta salah seorang staff mematikan lampu. menggantinya menggunakan lampu sorotan untuk menentukan siapa yang akan berpartisipasi dalam pertandingan pertama.
Tidak lama kemudian Lampu sorot menyinari Sasuke, Ichika, dan Eve. Dan Lawan mereka adalah Cecilia.
"Baiklah. Pertandingan pertama akan melibatkan Sasuke, Ichika, dan Eve sebagai perwakilan dari Kelas Margery dan Cecilia sebagai perwakilan dari Edelweiss Sanctuary Academy." Umum Reva.
"Mereka hanya sekumpulan serangga kecil." Gumam Terry menghina siapa-siapa saja yang menjadi lawan Cecilia.
Sasuke yang berdiri tepat disamping Terry merasa geram dan ingin memukul Terry saat itu juga. Tapi dia tahan.
Sementara itu, Hanada yang merasakan aura mengerikan Terry hanya bisa berkeringat dingin sambil memegangi lengan Sakuraba.
'Ada apa dengannya?.' Sakuraba menyadari ada yang aneh dari Hanada. Tetapi dia memilih untuk tetap diam.
"Es retropélét."
Dengan menggunakan Sihir teleportasinya, Reva berhasil memindahkan yang tidak ikut ketempat lain.
...****************...
Ichika dan Eve kini mendekati Sasuke dan memulai strategi mereka.
"Kita menjadi marionette kalau sampai Tersentuh oleh Boneka itu." Ucap Sasuke Sambil memperhatikan Boneka yang dipegang oleh Cecilia.
"Kita tidak akan kalah. Kita semua pasti bisa." Ucap Eve bersiap-siap dengan Whipnya.
"Akan kubuat dia menyesal karena telah melawan kita." Ichika sendiri telah bersiap dengan Laser gunnya.
"Iya. ayo buktikan pada semuanya." Sasuke telah bersiap-siap sambil memegang Darts ditangan kiri dan jarum di tangan kanan.
Sementara itu, Cecilia hanya memandang mereka dengan sinis. 'Kalian hanyalah lalat kecil. kalian tidak akan bertahan lama menghadapiku.' Batin Cecilia mengejek.
"Baiklah. Siap. Mulai."
Berakhirnya aba-aba dari Reva tadi segera dimanfaatkan oleh Eve, Dia segera menggunakan Whipnya untuk membuat Boneka terlepas dari Cecilia.
Setelah Boneka Terlepas, Sasuke Melemparkan Darts serta Jarum yang telah dilapisi dengan listriknya. membuat Cecilia tersetrum.
"AAAAKKKHHHHH."
Dengan cekatan, Ichika mengarahkan Laser gunnya kearah Cecilia.
"Relliuorrev : drapéug."
Dengan serangan tersebut Ichika mampu mengeluarkan Cheetah miliknya dan segera menyerang Cecilia.
Cecilia terkapar.
Tetapi, Siswa-siswi dari Edelweiss Sanctuary Academy yang lain hanya tersenyum meremehkan. Menganggap bahwa Serangan Sasuke, Ichika, dan Eve bukanlah tandingan untuk Cecilia.
"Terlalu cepat untuk berpikir kalian sudah menang." Kata Lalah memperhatikan jalannya pertandingan.
"Mereka hanyalah serangga kecil tidak berguna." Sahut Terry menghina Sasuke, Ichika, dan Eve.
"Pertarungan sebenarnya baru dimulai." Kini Milia ikut menyahut ucapan Lalah dan Terry.
TBC
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ini tipo 😅😅
Apa lagi coba
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih