NovelToon NovelToon
PANTASKAH AKU BAHAGIA

PANTASKAH AKU BAHAGIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Deskripsi Novel: Pantaskah Aku Bahagia

"Dunia melihatku sebagai badai, tanpa pernah mau tahu betapa hancurnya aku di dalam."
Lahir sebagai saudara kembar seharusnya menjadi anugerah, namun bagi Alsya Ayunda Anantara, itu adalah kutukan yang tak kasat mata. Di mata orang tuanya, dunia hanya berputar pada Eliza Amanda Anantara—si anak emas yang sempurna, cantik, dan selalu bisa dibanggakan. Sementara Alsya? Ia hanyalah bayang-bayang yang dipandang sebelah mata, dicap sebagai gadis pemberontak, jahat, dan tukang bully.
Di balik tawa cerianya yang dianggap palsu, Alsya menyimpan luka yang menganga. Ia hanya ingin dicintai. Ia hanya ingin diperhatikan. Itulah alasan mengapa ia begitu terobsesi mengejar Revaldi Putra Raharja. Baginya, memiliki Revaldi adalah cara untuk membuktikan bahwa ia jadi berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: RETAKAN DI WAJAH SEMPURNA

Suasana kelas terasa berbeda bagi Eliza. Biasanya, setiap pagi Revaldi akan mampir ke mejanya, membawakan cokelat atau sekadar menyapanya dengan manis. Tapi pagi ini, Revaldi masuk kelas dengan wajah ditekuk dan langsung duduk di kursinya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Eliza, apalagi ke arah Alsya.

Eliza melirik ke bangku belakang, tempat Alsya sedang asyik mendengarkan musik menggunakan satu earphone bersama Samudera. Mereka kelihatan punya dunia sendiri.

"Val, loe nggak apa-apa? Kok muka loe ditekuk gitu?" tanya Eliza sambil menghampiri meja Revaldi.

Revaldi cuma mendongak sekilas, ada ketakutan yang tersisa di matanya. "Gue nggak apa-apa, El. Lagi capek aja."

"Soal kejadian kemarin... Samudera beneran punya rekaman itu?" bisik Eliza pelan.

Revaldi langsung menegang. "Loe tahu dari mana soal rekaman itu?"

"Gue... gue nggak sengaja denger dari Dimas," bohong Eliza. Padahal sebenarnya dia menguping dari balik pintu kemarin. "Loe harus hati-hati, Val. Samudera itu bahaya banget buat reputasi loe. Dan Alsya... dia kayaknya sengaja mau hancurin loe lewat Samudera."

Revaldi terdiam. Provokasi Eliza biasanya selalu berhasil, tapi kali ini bayangan Samudera yang mencengkeram kerahnya bikin dia bergidik. "Udah deh, El. Gue nggak mau bahas itu dulu."

Eliza menggigit bibir bawahnya. Ini pertama kalinya Revaldi mengabaikan omongannya. Dia merasa posisinya sebagai "prioritas" mulai terancam.

Pas jam istirahat, Eliza sengaja mencegat Alsya di depan toilet yang sedang sepi.

"Sya, puas loe bikin Revaldi ketakutan kayak gitu?" tanya Eliza, suaranya tidak selembut biasanya. Ada nada tajam yang terselip di sana.

Alsya berhenti mencuci tangannya dan menatap Eliza lewat cermin. "Puas banget. Emang kenapa? Loe sedih pangeran loe itu ternyata cuma pengecut?"

"Loe jahat ya, Sya. Loe manfaatin Samudera buat bales dendam ke kita semua. Loe nggak mikir gimana kalau Papa sama Mama tahu loe bersekongkol sama anak baru buat ngejatuhin anak rekan bisnis Papa?"

Alsya berbalik, menyandar pada wastafel sambil menyilangkan tangan. "Bersekongkol? El, loe denger ya. Yang mulai duluan itu Revaldi. Dia naruh obat di tas Samudera! Dan loe... loe tahu kan soal itu tapi diem aja? Karena loe pengen Samudera pergi biar gue sendirian lagi, kan?"

"Gue nggak tahu apa-apa!" bantah Eliza cepat.

"Halah, basi. Loe itu selalu tahu semuanya, El. Loe cuma pura-pura suci biar semua orang sayang sama loe dan benci sama gue," Alsya maju satu langkah, menatap mata kembarannya itu dengan berani. "Tapi sekarang gue nggak peduli. Loe ambil aja Revaldi, ambil aja kasih sayang Papa sama Mama. Gue udah punya orang yang jauh lebih berharga daripada kalian semua."

"Maksud loe Samudera? Loe pikir cowok kayak dia bakal bertahan lama sama cewek bermasalah kayak loe?" Eliza tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat dingin. "Tunggu aja, Sya. Begitu dia tahu busuknya loe yang sebenernya, dia bakal pergi kayak yang lain."

"Kita lihat aja siapa yang bakal pergi duluan," tantang Alsya sebelum berjalan keluar menabrak bahu Eliza.

Begitu Alsya keluar, Eliza meremas pinggiran wastafel dengan kuat. Wajahnya yang biasanya tenang kini terlihat penuh amarah. Dia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

"Halo, Ma? Iya, ini Eliza. Mama... Alsya makin nggak terkontrol di sekolah. Dia deket sama cowok yang bawa pengaruh buruk dan sekarang dia berani ngancem Revaldi. Eliza takut Alsya kena masalah besar, Ma..."

Eliza menutup telepon dengan senyum tipis. Jika dia tidak bisa menyingkirkan Samudera di sekolah, maka dia akan menggunakan tangan orang tuanya untuk memisahkan mereka.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!