NovelToon NovelToon
ELEANOR

ELEANOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Haruskah cinta dan pernikahan yang diberikan sahabatnya, ia kembalikan?

Ini gila!
cinta dan pernikahan yang Elea jaga untuk Radjendra dan demi amanah yang diberikan sahabatnya, Erika. justru malah dihancurkan oleh Erika sendiri.

Apa yang harus Elea lakukan?
Haruskah ia kembalikan cinta dan pernikahan itu?
Atau ia harus mempertahankannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai kerja.

Hari ini Elea memakai pakaian formal, dengan riasan sederhana dan rambut yang dikuncir kuda ia bercermin. Marcel mengatakan bahwa hari ini sudah bisa melamar, lelaki muda itu juga mengirimkan lokasi kantor perusahaan tersebut.

Soal bagian kerja ia sudah diatur oleh seseorang yang Marcel percaya, pokoknya ia hanya datang saja membawa dokumen penting termasuk ijazah akhir.

Ia membawa tasnya, lalu keluar dari kamarnya. Dimeja makan sudah ada Rajendra yang tengah menikmati sarapannya. Elea duduk dikursi tempatnya biasa, dimana Rajendra duduk dikursi ujung dan Elea dikursi sebelah kanannya.

Aroma parfum menusuk hidung Rajendra, ia menoleh pada istrinya yang sudah berdandan dipagi hari itu adalah hal yang tak biasa. Keningnya berkerut melihat tampilan wanita itu dari atas sampai bawah, terlalu formal untuk pergi ke acara arisan atau shoping.

"Kamu mau kemana?" tanya Rajendra akhirnya.

"Kerja," jawab Elea yang langsung mengambil sepotong roti dan memakannya tanpa selai, sangat hambar sehambar kisah rumah tangganya.

Rajendra yang mendengar itu mendadak kesal, ia tak menyangka Elea begitu gigih mencari kerja demi menggugat perceraian. Sendok yang digenggamnya ia lepas dengan kasar, ia tak tahu harus bagaimana menyikapi istrinya ini.

"Kau yakin mau kerja? Kenapa tak dirumah saja? Apa uang yang kuberikan benar-benar tak cukup? Eleanor," tanya Rajendra bertubi-tubi, nadanya tenang namun cukup untuk menyindir.

Elea menghabiskan rotinya dan meminum susunya hingga tandas. Sedangkan Rajendra menunggu jawabannya dengan sabar dengan mata yang melirik cukup tajam.

"Cukup, sangat cukup. Tapi aku lebih suka mandiri, dari pada dikekang," jawab Elea dengan tegas, ia berdiri dan mengambil tasnya yang langsung ia lampirkan dibahunya.

Elea hendak pergi namun tangannya serasa ditarik, hingga membuatnya ambruk kebelakang dan jatuh kedalam pangkuan Rajendra. Tangan lelaki itu pun sigap untuk menahannya, detik kemudian mata mereka beradu dan keduanya saling tatap dalam diam.

Ada organ yang berdebar kencang didalam sana, mereka bekerja keras dan saling bersahutan saat dua tubuh itu dekat. Mereka saling memuji dalam hati tentang wajah dan juga perasaan yang kian lama kian jelas.

Para asisten yang berada dibelakang mereka hanya senyam senyum saja melihatnya, ini tontonan yang tak biasa. Karena kalau dirumah selain sepi sang tuan hanya mengucapkan kata kasar dan merendahkan istrinya saja, terkadang mereka kasihan pada sang nona.

Elea mengedipkan matanya berkali-kali, namun yang dilihatnya tetap Rajendra. Sadar dengan posisi mereka, ia segera beranjak namun tangan suaminya justru menahannya sehingga membuatnya terkurung dalam dekapannya.

"Lepas, kamu gak lihat mereka melihat kita," ujar Elea yang membuat Rajendra akhirnya melepaskannya.

"Aku akan pulang malam, jadi jangan menungguku," ucap Elea, bukannya berpamitan ia malah mengatakan hal begitu pada suaminya.

Elea pun pergi dengan berlari kecil, ia mengipasi wajahnya yang terasa panas yang bergejolak dari dalam. Ia berjalan terburu-buru karena tak ingin bentrok lagi dengan Rajendra, tak hanya itu ia memilih pergi menggunakan taksi ketimbang naik mobil pribadi.

Lain dengan Rajendra yang justru tersenyum mengingat kejadian barusan, seakan moodnya membaik ia menoleh pada bi Halim yang berdiri didekatnya.

"Apa kalian sudah makan? Makanlah jangan biarkan perut kalian lapar," ujar Rajendra saat moodnya sedang baik.

Dengan tersenyum bi Halim menjawab, "Kami akan makan setelah anda selesai, tuan."

"Baiklah, kalau begitu aku sudah kenyang. Pergilah untuk sarapan," ucap Rajendra yang langsung beranjak dan membawa tas kerjanya.

"Baik, tuan," jawab Bi Halim dengan kepala menunduk.

Dengan langkah tergesa, Rajendra mengejar Elea. Ia ingin tahu kemana istrinya itu pergi, namun sayangnya, Elea sudah hilang bersama ojek online yang dipesannya terlebih dahulu.

Lelaki itu hanya berdecak kesal melihat keterlambatannya untuk berangkat bersama dengan istrinya itu.

"Bagaimana bisa kau biarkan dia naik motor?" tanya Rajendra kepada supir pribadi Elea, kemana Elea pergi biasanya selalu diantar namun kini wanita itu memilih pergi sendirian lagi.

"Maaf, tuan. Nona sendiri yang minta," jawab supir laki-laki tersebut beralasan dan itu memang benar.

"Lain kali kau harus mengantarnya, jika tidak ku pecat saja kau. Sangat tak berguna," geram Rajendra mengancam.

Supir itu hanya menelan ludahnya saja mendengar perkataan tuannya, memang selain mengantar Elea pergi ia tak punya pekerjaan lagi.

Dengan muka masam, Rajendra pun masuk kedalam mobilnya untuk berangkat kerja. Ia mengepalkan tangannya menahan api yang membara didalam dada, akhir-akhir ini Elea melanggar aturannya membuatnya harus makin mengekangnya.

^

Setelah menempuh perjalanan yang berliku, akhirnya Elea sampai dilokasi yang dikirim oleh Marcel. Ia melihat kembali pesan dari Marcel tentang perusahaan tempat lelaki muda itu bekerja, tidak ada antrian lowongan pekerjaan diperusahaan tersebut kantornya pun masih terbilang baru.

Ia masuk dan langsung berjalan ke meja resepsionis, untuk bertanya perihal lowongan pekerjaannya. Namun betapa terkejutnya dia, mendengar jawaban wanita muda yang bekerja dibagian depan tersebut.

"Apa?! Tidak ada lowongan pekerjaan,"ulang Elea dengan dua mata melebar, otaknya mulai mencerna kembali apa yang Marcel katakan kemarin.

"Apa aku tertipu," pikirnya berprasangka buruk, ia merogoh ponselnya dan menghubungi pria muda yang baru dua kali bertemu dengannya.

Benda pipih itu menempel ditelinga kirinya, menunggu sambungan telepon tersebut terhubung. Baru beberapa detik akhirnya sambungan terhubung.

"Marcel, kamu dimana? Aku sudah sampai di kantor," ucap Elea memberitahukan tanpa menyapanya terlebih dahulu.

"Ya, aku bisa lihat. Balikkan badanmu!" jawaban dari sebrang telepon yang membuat Elea menautkan kedua alisnya.

Ia pun membalikkan badannya tanpa memutuskan sambungan teleponnya, dari pintu yang terbuka tampak Marcel berjalan sembari menempelkan ponselnya. Lelaki gagah itu melangkahkan kaki tingginya dengan bibir terulas senyum.

Mata Elea meluluh melihat pria brondong yang berjalan menghampirinya, auranya yang hangat dan berkilau itu, siapa yang tidak terpesona. Jika disamakan dengan aktor negara ini mungkin sedikit mirip dengan Angga yunanda, kulit putih, postur tak terlalu tinggi dan senyumnya itu loh, bikin gadis muda menjerit-jerit.

Walau tak setampan Rajendra, yang muka cueknya mirip verrel bramasta, setidaknya pria satu ini auranya hangat dan bikin nyaman bahkan saat pertama kali bertemu.

Elea tersenyum melihat Marcel yang sudah didepan matanya kini, ia menutup sambungan teleponnya yang sudah tidak berguna. Orang nya saja sudah didepan mata untuk apa masih menyalakan sambungan telepon.

Begitu pun Marcel yang menyusul mematikan benda pipihnya.

"Ng, anu. Aku pikir kamu mau menipu, ternyata enggak," ucap Elea merapatkan bibirnya lalu menundukkan kepalanya merasa tak enak sempat berprasangka buruk.

"Mana ada aku melakukan hal itu, kamu jangan aneh-aneh!" ujar Marcel membantah dengan tegas.

"Iya, iya maaf," cicit Elea, "jadi aku kerja bagian apa?" tanyanya.

Hendak menjawab pertanyaan Elea, seorang resepsionis segera menyela percakapan mereka. Seakan dunia yang seharusnya milik mereka berdua mendadak buyar karena selaan wanita lain.

"Maaf, pak. Bukannya tak ada lowongan, memang dia masuk bagian apa?" tanya wanita muda di meja depan itu, muka sinisnya jelas terlihat meremehkan Elea.

"Asisten, El akan jadi asisten aku," jawab Marcel dengan singkat dan jelas.

"Asisten," ulang Elea, "emang kamu kerja bagian apa?"

"Mba, yang sopan sama pak Marcel. Dia itu direktur diperusahaan ini," ujar Resepsionis itu yang membuat Elea terkejut sekaligus malu.

"Di–direktur," gagap Elea melirik pada Marcel yang tersenyum padanya.

Sumpah demi apapun, Elea ingin menghilang sekarang juga. Bisa-bisanya awal kerja sudah memalukan diri sendiri, wajar jika wanita muda dimeja resepsionis itu tampak membencinya.

Auranya kental sekali dengan wajah iblis yang ingin membunuhnya, tatapan sinisnya kala Elea melirik padanya sangat mirip dengan antagonis didalam sebuah novel. Dia lebih menakutkan dari Erika yang hanya pura-pura baik, dia justru secara terang-terangan membencinya.

*

Sementara ditempat lain, Rajendra sudah menyuruh seseorang untuk melacak Elea lewat no ponselnya. Ia tak bisa tenang barang sedetik pun, mengingat istrinya yang sudah diambang nakal.

Tak pernah Elea membuatnya pusing seperti sekarang, apalagi masa sekarang citranya harus bersih dan pasti ada paparazi yang mengintai mereka. Jika sampai tersebar publik tentang rumah tangganya, bisa kacau nanti.

Ia belum sempat bercerita tentang ibu tirinya dan adik tirinya yang sudah berada di negara ini.

"Kita sudah menemukan lokasi nona," ujar seorang pekerja dibagian keamanan digital perusahaan, yang Rajendra suruh keruangannya untuk melacak keberadaan Elea.

"Dimana istriku sekarang?" tanyanya makin tak sabaran.

"Diperusahaan KG," jawab pekerja lelaki itu dengan jelas.

"KG, king group. Bukankah itu anak cabang perusahaan kita yang baru," ujar Sena, asisten Rajendra yang berdiri didekat meja kerja sang presdir perusahaan.

"KG, itu perusahaan yang dipimpin Marcel." ungkap Rajendra dengan kedua mata yang mulai memerah.

Tangan Rajendra terkepal kuat, ia tak menduga Elea bekerja diperusahaan itu.

"Sial, jangan sampai Elea dan Marcel saling kenal," gumam Rajendra dengan pikiran yang dipenuhi keburukan.

Siapa itu Marcel???

1
Erda Erda
jangan pisah lah semoga
Erda Erda
galau kalau pisah apa kah bisa baca
Dew666
❤️‍🩹🏆
Erda Erda
kejar cinta isteri sampai dapat demi anak hilang kan ego mu ..😍
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
🌀 SãñõõR 💞
mantulll kakak
🌀 SãñõõR 💞
kita simak terus kaka sampe tamat😍👍
🌀 SãñõõR 💞
do'ain aja kak😍
Erda Erda
semoga gk pisah ..
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Erda Erda
apa kah .pisah nantik semoga gk ..kasihan anak ya
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
🌀 SãñõõR 💞
maaf othor telat update, soalnya lupa... 🙏
Erny Su
Aku sampai kesulitan bernapas ingin rasanya ikut tauran dan membantai wanita jalang itu 😄🤣
🌀 SãñõõR 💞: ya ampun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
🌀 SãñõõR 💞: makasih
total 1 replies
🌀 SãñõõR 💞
hai juga... makasih kakak Erni😍😍🙏
Erny Su: sama-sama
total 1 replies
Erny Su
Hai aku mampir... semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!