HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Hari ini Hazel sudah mulai masuk kuliah, dia berangkat bersama Clara, karna keduanya sama sama dari jurusan desain.
Kedatangan keduanya saat memasuki area kampus, menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang sedang berlalu lalang, menurut mereka Hazel jauh lebih cantik aslinya, dari pada di foto yang kemarin sempat membuat heboh forum kampus.
Walaupun Hazel memakai pakaian casual, di mata mereka Hazel terlihat sangat berkelas, bahkan menurut mereka sekarang posisi Veronika sebagai primadona kampus sudah di geser oleh Hazel.
Dari jauh terlihat Ronald melangkah dengan cepat menghampiri Hazel, dia tidak sendiri di belakangnya di ikuti oleh Kenzo dan David.
Wajah Hazel langsung berubah masam, saat Ronald berdiri di depannya.
''Halo Hazel, kenalkan aku David, kebetulan kita satu jurusan'' sapa David melambaikan, dan tak lupa memperlihatkan senyuman terbaiknya.
''Halo juga Kak, salam kenal'' balas Hazel juga ikut tersenyum, dia pura pura tidak mengenali David, padahal di kehidupan pertamanya David lah yang selalu menghiburnya di kala Ronald mengacuhkannya.
''Zel, katanya ada yang ingin kamu bicarakan denganku?'' tukas Ronald.
Hazel langsung menatap sengit Ronald, lalu memberikan paperbag yang di bawanya dengan kasar.
''Nih, dari fans berat Kak Ronald'' ketusnya setelah itu dia berlalu pergi dengan expresi kesal.
''Eh, Zel, tunggu, kamu mau kemana?!'' seru Ronald, dia hendak mengejar Hazel tapi langsung di hadang oleh Clara dengan merentangkan tangannya.
''Cla, minggir''
Clara menggelengkan kepalanya, menolah untuk menyingkir.
''Kak Ronald, semalam ada wanita namanya Tania, dia nitipin itu ke Hazel, katanya untuk Kakak, mungkin karna dia tahu kalau Hazel saudara Kakak'' tukas Clara.
''Tania siapa?, aku enggak kenal'' tanya Ronald mengerutkan dahinya.
''Sama, kami juga enggak kenal'' sahut Clara.
''Terus, apa semalam Hazel marah, saat si Tania itu nitip ini padanya?'' tanya Ronald.
Clara terdiam sejenak sebelum akhirnya berbicara. ''Engggak sih, cuma saat kembali ke asrama dia terus mengomel, merasa kalau dirinya sudah di manfaatkan''
Ronald mengangguk anggukkan kepalanya sembari meremas paperbag yang di genggamnya, lalu dia melemparnya ke dalam tong sampah yang tak jauh darinya.
''Cla, Hazel itu orangnya gak enakan, lain kali kalau ada kejadian seperti ini, langsung kamu buang saja ya'' ujar Ronald berpesan.
''Ok Kak, ya sudah, aku susul Hazel dulu, takut dia nyasar'' pamit Clara.
''Eh, tunggu!'' seru David yang menghentikan langkah Clara.
''Ada apa Kak David?''
''Kita susul Hazel bareng bareng, kebetulan kita satu jurusan kan'' jawab David.
''Oh, ok Kak''
Mereka berdua lalu bergegas pergi menyusul Hazel yang entah sudah berada di mana.
Sedangkan Hazel yang pergi sambil terus menggerutu, tiba tiba menghentikan langkahnya, saat teringat kalau dia sudah meninggalkan Clara di depan tadi.
''Astaga, kenapa aku bisa melupakan Clara sih, ini gara gara Kak Ronald'' gerutu Hazel kembali menyalahkan Ronald, padahal dia sendiri yang meninggalkan Clara.
Hazel memutuskan kembali untuk menyusul Clara yang sudah ia tinggalkan, namun baru beberapa langkah tiba tiba seseorang yang baru keluar dari dalam ruangan dengan membawa tumpukan buku tak sengaja menabraknya.
Brukk
Aww
''Ah,,, maaf maaf '' ucap orang itu yang tidak sengaja menubruk Hazel, karna pandangannya tertutup oleh tumpukan buku yang di bawanya.
Hazel tidak marah dia malah berjongkok ikut membantu memunguti buku buku yang berserakan di atas lantai.
''Hazel''
Hazel mendongakkan kepalanya dan sedikit kaget, karna yang menabraknya ternyata Luna.
''Kamu yang bekerja di cafe Kak Ronald kan?'' ucap Hazel pura pura tidak mengenali Luna.
Luna menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
''Kenalkan, aku Luna, kebetulan aku sama Ronald berteman'' ucap Luna menjulurkan tangannya di depan Hazel untuk berjabat tangan.
Hazel membalasnya dengan tersenyum. ''Aku Hazel''
''Kenapa kamu bawa buku sebanyak ini?'' tanya Hazel.
Expresi wajah Luna langsung berubah masam. ''Tadi aku datang agak telat, kebetulan dosen yang mengajar di kelas kami agak killer, yah akhirnya aku di hukum untuk memindahkan buku buku ini ke perpustakaan'' ungkap Luna.
Hazel sedikit iba menatap Luna. ''Ayo, aku bantu bawain sebagian bukunya, biar kamu gak keberatan''
''Ah, tidak perlu Zel, terimakasih, biar aku saja'' tolak Luna.
''Tidak apa apa Lun, biar ini aku yang bawa'' Hazel berdiri sembari membawa beberapa buku yang ia punguti tadi.
Luna hanya bisa pasrah dan membiarkan Hazel membantunya.
''Zel, terimakasih ya''
''Sama sama'' balas Hazel tersenyum.
Lalu kedua gadis itu berjalan beriringan menuju perpustakaan, tapi sebelum itu Hazel mengirim pesan pada Clara kalau dia pergi ke perpustakaan, takut Clara kebingungan mencarinya.
Selama menuju perpustakaan Luna diam diam mencuri pandang pada Hazel yang berjalan di sebelahnya, dia kembali merasa insecure pada dirinya, Hazel bukan hanya cantik dan tinggi, dia juga sangat wangi.
Dan seperti dugaan Hazel, kini Clara dan David celingukan mencari keberadaan Hazel.
''Hazel kemana sih'' gumam Clara.
''Coba kamu telfon dia'' ujar David.
Clara langsung menepuk jidatnya, merasa bodoh kenapa dia tidak kepikiran untuk menelfon Hazel pikirnya, lalu dia merogoh ponsel di dalam tas selempangnya, dan saat membuka layar ponselnya ternyata ada pesan masuk dari Hazel.
''Ngapain dia ke perpustakaan?'' gumam Clara saat membaca pesan yang di kirim oleh Hazel.
''Siapa?, Hazel?'' tanya David.
Clara menganggukkan kepalanya.
''Ya sudah kita susul ke sana'' tukas David.
''Iya Kak''
Lalu mereka berdua bergegas pergi ke perpustakaan.
Kedatangan Hazel bersama Luna di perpustakaan langsung mencuri perhatian orang orang yang sedang membaca buku di sana.
Dan tiba ada salah satu mahasiswi yang tiba tiba menghampiri mereka berdua yang sedang menata buku buku di atas rak, lebih tepatnya mahasiswi itu menghampiri Hazel, karna saat ini Luna sedang naik di atas kursi untuk meletakkan buku yang di bawanya di rak paling atas sendiri.
''Hai'' sapa mahasiswi itu menatap Hazel dengan sedikit mendongak, karna memang Hazel sangat tinggi, bahkan tinggi Luna saja juga sebatas leher Hazel.
''Hai juga'' balas Hazel tersenyum.
''Kamu saudaranya Kak Ronald kan?'' tanya mahasiswi itu dengan tatapan penuh kagum pada Hazel.
Hazel menganggukkan kepalanya dengan sedikit tersenyum. ''Iya''
''Kenalakan aku Melda'' ucap Melda memperkenalkan diri dengan ramah, sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
'' Aku Hazel'' balas Hazel.
Melda langsung di buat terkejut saat merasakan tangan Hazel yang sangat halus.
''Zel, kamu cantik banget sih'' ucap Melda.
''Terimakasih, kamu juga cantik kok'' balas Hazel.
''Pasti sekarang wanita wanita yang mau dekati Kak Ronald akan insecure duluan, secara mereka merasa kalah cantik sama kamu '' ujar Melda sembari melirik ke arah Luna yang berada di atas kursi.
Luna yang masih di atas kursi, tidak sengaja menjatuhkan buku tebal yang hendak ia letakkan ke dalam rak paling atas, dan mengenai tepat di bahu Hazel.
Bruk
Awww
''Luna!, kamu gimana sih'' sentak Melda.
Luna bergegas turun dengan panik.
''Hazel, aku minta maaf, aku benar benar tidak sengaja'' tukas Luna panik.
''Aku enggak apa apa kok Lun'' ucap Hazel sembari menahan nyeri di bahunya.
''Enggak apa apa apanya Zel, bukunya lumayan tebal, pasti bahumu memar'' sambar Melda yang melihat buku tebal yang tergeletak di atas lantai.
Saat ini semua orang yang ada di perpustakaan mulai mengerumuni Hazel dan Luna, mereka semua menatap Luna dengan tatapan yang berbeda beda, ada yang menatap kesal ada juga yang kasihan melihat Luna yang merasa bersalah karna Melda terus memojokkannya, padahal Hazel sudah bilang tidak apa apa dan memaafkan Luna.
''Ada apa ini?''
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....