" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27
Kata kata cium masih terngiang ngilang di benaknya.
"asisten Dika"! panggil sarline dengan suara yang terdengar begitu gugup.
"itu,itu ada sesuatu disana "! kata sarline sambil menunjuk ke arah depan dimana memang ada segerombolan siswa laki laki yang sedang memasuki sekolah secara bersamaan.
"ada apa nona"! tanya asisten Dika sambil menatap arah yang di tunjuk sarline , dilihatnya tidak ada yang aneh dari segerombolan siswa tersebut.
"nona "!!
"cup"!! mata asisten Dika dan sarline pun membulat sempurna saat dua bibir tersebut bertemu.
L
deg*!!
jantung keduanya berpacu sangat kencang,sarline segera menutup mulutnya dengan tanganya lalu membalikan wajahnya, pipinya sudah sangat merah saat ini, wajahnya pun terasa sangat panas.
"no-nona "!! panggil asisten Dika dengan jantung yang sudah berhenti berdetak sarline tidak menjawab langsung saja memegang handel pintu dan membukanya lalu lari begitu saja keluar dari mobil dan masuk ke sekolahan yang hampir di tutup gerbangnya itu.
bruk"!!
sarline mendudukan bokongnya pada sebuah tempat kosong yang ada di depan kelas. bell tanda msuk sekolah pun berbunyi, para siswa dan siswi sudah berhamburan masuk kedalam kelas masing masing namun tidak dengan sarline, gadis itu masih terdiam sambil memegangi jantungnya yang sudah berisik.
"sarline, sarline"!! panggil Bu weni seorang guru matematika yang sudah berdiri di depanya.
"sarline"! Panggil nya lagi sambil menepuk pelan pundak murid nya itu.
"ya tuhan"! pekik sarline sambil terlonjak kaget jantung nya pun berdetak semakin kencang saat ini.
"ada apa, apa kamu sakit"! tanya Bu weni saat melihat wajah sarline memerah , Bu weni pun memegang kening sarline.
"hangat ,kamu sakit ,sarline"! tanya Bu wani sekali lagi.
"tidak Bu"!! jawab sarline namun kelapanya mengangguk pelan.
"kalau begitu cepat ke UKS, ibu beri kamu izin untuk istirahat"! jawab Bu weni yang sedikit cemas melihat keadaan sarline.
"terimaksih Bu"! jawab sarline lalu berdiri dan berjalan gontai sambil memegangi dadanya yang masih berdenyut denyut.
"tumben sarline terlambat,apa dia tidak masuk sekolah"! gumam Alea yang kini sudah berada di dalam lepas dan tidak melihat tanda tanda sarline masuk kelas pagi ini.
**
disisih lain asisten Dika yang baru saja sampai di perusahaan Aditama grub, langsung saja masuk kedalam kantor tersebut dengan langkah tegang serta wajah yang menegang.
"tring"!!
pintu lif terbuka tepat di lantai 15 , asisten Dika pun keluar dari lif tersebut dan langsung berjalan menuju ruang kerjanya,namun baru saja akan memegang handel pintu.
"Dika"! panggil saja dari belakang punggung nya.
"ya tuhan"!! pekik Asisten Dika sedikit terlonjak kaget bahkan bajunya pun ikut terangkat,saka menaikan satu alisnya menatap ke arah asisten nya itu.
"b-boss"!! sahut asisten Dika dengan nada gugup.
"apa kau sedang melihat hantu"! tanya saka yang bingung dengan tingkah laki laki di hadapannya ini.
"ini lebih dari sekedar hantu" gumam asisten Dika dalam hati, asisten Dika hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"lalu "! tanya saka lagi.
"saya hanya terlalu fokus dengan pekerjaan hati ini boss." jawab asisten Dika.
"pekerjaan, pekerjaan yang mana maksudnya"!? asisten Dika menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dirinya baru sadar jika dia bari saja tiba dan itu pun keduluan saka dari pada dirinya.
"i-itu yang ada di meja kerja saya , bos"! saka memicing kan matanya menatap asisten nya penuh selidik.
"hemmm"!! kata saka akhinya sambil membalikan badan dan kembali ke ruang kerjanya.
"Haah"!! asisten Dika menghela nafas lega ,saat boss nya sudah kembali ke ruang nya, asisten Dika pun segera masuk dan duduk di kursi kerjanya. di ambilnya air mineral yang berada di atas mejanya dan meneguknya hingga tandas.
"sarline, berani sekali kamu mencium ku,jika sampai tuan boss tahu apa tidak di tendang detik ini juga aku dari muka bumi ini"! gumam asisten Dika sambil mencoba fokus menatap leptop yang baru saja dia nyalakan.
**
jam terus berputar , hingga waktu istirahat pun tiba,Alea mengemasi bukunya dan memasukanya ke dalam tasnya ,saat guru telah meninggalkan kelas dan para siswa berhamburan keluar untuk istirahat,terlihat sarline masuk kelas dengan wajah pucat nya.
"sarline '!! pekik alea saat melihat Alea memasuki kelas tersebut. Alea menatap sarline dengan tatapan khawatir,melihat wajah sahabatnya yang sedikit memerah .
"Line kamu sakit"! tanya Alea yang kini sudah menarik lengan sahabatnya untuk duduk disampingnya .sarline menggeleng pelan.
"lalu , kenapa wajahmu sangat pucat sekali"! tanya Alea memastikan. sambil memegang kenong sarline.
"Al, menurutmu apa arang ciuman bibir bisa hamil"! tanya sarline sambil menatap serius ke arah Alea. mata Alea mendelik sempurna .
"maksudmu,siapa yang ciuman bibir,kamu"! tanya Alea dengan raut wajah syok nya. dengan cepat sarline pun menutup mulut Alea dengan tanganya.
"jangan keras keras , bodoh"! bisik sarline penuh dengan penekanan.
"lepas"! kata Alea sambil menyingkirkan tangan sarline yang masih menempel pada mulut nya.
"katakan ,kamu habis ciuman sama siapa"!? tanya Alea sekali lagi,namun kali ini nadanya sedikit Turun. sarline mengigit bibir bawahnya. dan menatap ke arah sahabatnya .
"tadi, tadi, itu"!
"bugh'!!
"ngomong yang jelas,tadi,tadi apa"! sahut Alea yang sudah tidak sabar melihat sarline berbelit Belit ceritanya.
"Al ";; pekik sarline kesal.
"makanya cepat ngomong yang jelas "! kata Alea lagi.
" itu tadi"!
"mau aku tabok ya "!! seri Alea yang sudah mengangkat tanganya ke udara.
"iya iya,, tadi itu aku tidak sengaja berciuman bibir dengan Asisten Dika saat di mobil"! jelas sarline sambil menutup matanya.
"oh,my,God"! sahut Alea dengan mata dan mulut yang terbuka semuanya.
"kau yakin"! tanya Alea sekali lagi.sarline mengangguk lemah.
"bagaimana rasanya"! tanya Alea sambil menaik turunkan kedua alisnya .
"Al, bukanya kamu sudah pernah mencium kak saka bukan,kenapa masih h tanya rasanya bagaimanapun "!
glek"!!
Alea menelan ludah kasar,bahkan ciuman yang tak sadar itu sudah dia lupakan ,tapi kenapa sarline malah mengingatkan nya lagi.
"itu,aku hanya mencium pipinya bukan bibirnya"! sahut Alea dengan pipi yang sudah bersemu merah saat ini.
"jadi hanya pipi ya"! Alea menganggu cepat.
"line ,kamu harus meminta pertanggung jawaban dari asisten Dika , Jiak kamu biarkan maka dia akan ngelunjak, kalau perlu suruh putuskan saja pacarnya dan menikah dengan mu,; bagaimana"!
"kau gila ya, apa tidak di gantung aku oleh kak saka "! seru sarline lagi.
"tapi kalau tidak begitu kamu yang rugi bodoh"! Alea semakin menjadi kompor meleduk saat ini.
"Al, apa kamu mau menemaniku ke kantor kak saka, aku harus meminta pertanggung jawaban kepada asisten Dika"! Alea berfikir sejenak lalu mengangguk dengan cepat.
"wah,aku sangat penasaran bagaimana suasana di kantor apa seperti di drama drama yang aku lihat ya"! gumam Alea yang sudah tidak sabar.
tring";;.
disela sela lamunannya ponselnya pun berbunyi, sebuah pesan dari saka..Alea menatap benda pipih tersebut lalu membuka isi pesan dari saka.
"aku tidak bisa menjemputmu pulang,aku ada meeting penting siang ini"! begitulah isi pesan dari saka.
"okey"!! balas Alea dengan cepat.
saka yang saat ini sedang rapat pun melirik kearah ponselnya yang teronggok di atas meja.
"okey"!! ya. begitulah isi balasan pesan dari Alea.
"balasan macam apa ini" Gumam saka lirih dengan wait wajah yang nampak kesal,
"boss"!!
"diam"!! sahut saka semakin emosi.
seketika beberapa orang yang berada disitu pun bingung dengan tingkah boss mereka.
"hemmm"!! sahut saka saat sadar dengan tatapan orang orang di ruangan tersebut..