NovelToon NovelToon
Fatih & Raisa

Fatih & Raisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yahhh__

Muhammad Fatih Ar-rais, seorang dokter muda tampan yang terkenal dengan sifat dingin nya namun ramah pada semua pasien nya

Raisa Amira Al-hazm, Seorang Guru cantik yang terkenal dengan keramahan dan ketegasan nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yahhh__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Mobil Raisa berhenti dengan mendecit di depan lobi darurat. Dengan tubuh gemetar, Raisa membantu Vina keluar dari mobil. Gadis itu terus menunduk, menyembunyikan wajahnya di balik jaket Raisa yang kedodoran.

Di depan pintu masuk, Fatih sudah menunggu dengan beberapa perawat. Wajahnya yang biasanya datar kini tampak sangat serius.

"Raisa, di sini," panggil Fatih tegas. Ia segera melangkah maju untuk membantu memapah Vina.

Namun, baru saja tangan Fatih bergerak hendak memegang lengan Vina untuk memindahkannya ke kursi roda, Vina tiba-tiba mendongak. Begitu matanya menangkap sosok Fatih mata Vina membelalak penuh horor.

"JANGAN! JANGAN SENTUH!" teriak Vina histeris. Ia menyentak tangannya dan mundur hingga menabrak pintu mobil.

"Vina, tenang... ini dokter—"

"PERGI! JANGAN DEKAT-DEKAT! TOLONG! IBU, SURUH DIA PERGI!" Vina menjerit histeris, tangannya memukul-mukul udara dengan membabi buta. Ia jatuh terduduk di aspal, meringkuk seperti bola sambil menutupi telinganya. "Rendi, ampun... jangan lagi... tolong jangan..."

Melihat Vina yang gemetar hebat dan mulai sesak napas karena serangan panik, Raisa langsung menghambur memeluknya. Ia menatap Fatih dengan tatapan memohon sekaligus panik.

"Dokter, tolong menjauh! Dia trauma... dia takut melihat laki-laki!" seru Raisa dengan suara serak.

Fatih segera berhenti di tempatnya. Ia mengangkat kedua tangannya ke udara, perlahan mundur beberapa langkah untuk memberikan ruang bagi Vina agar tidak merasa terpojok. Sebagai dokter, ia mengerti, bayangan pria dalam pikiran Vina saat ini hanyalah sosok monster yang menyakitinya.

"Semuanya mundur!" perintah Fatih kepada perawat pria lainnya. "Bawa perawat wanita ke sini sekarang!"

Fatih berdiri di kejauhan, mengawasi dari balik pilar agar kehadirannya tidak memicu histeria yang lebih parah. Ia segera merogoh ponselnya dan menghubungi Dokter Sari.

"Sari, saya butuh kamu di IGD sekarang juga. Kasus kekerasan seksual dan trauma berat. Pasien menolak ditangani pria. Saya sudah menyediakan ruang pemeriksaan VVIP yang paling tertutup. Tolong, cepatlah datang!"

Setelah menutup telepon, Fatih hanya bisa berdiri dalam diam, menatap Raisa yang sedang berusaha keras menenangkan Vina di lantai lobi. Hatinya yang biasanya sedingin es kini berdenyut sakit melihat penderitaan siswi itu. Ia tahu, malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi mereka semua.

......................

Di sebuah ruang makan yang hangat, Dokter Sari baru saja hendak menyuapkan potongan terakhir makan malamnya. Di hadapannya, Tia adik nya sedang asyik bercerita tentang kegiatannya sebagai guru baru di sekolah. Suasana malam itu terasa tenang, hingga tiba-tiba ponsel Sari yang tergeletak di atas meja bergetar hebat.

Nama Dokter Fatih muncul di layar. Sari mengerutkan kening ia tahu Fatih bukanlah tipe orang yang akan menelpon di jam istirahat jika tidak ada urusan yang benar-benar mendesak.

"Halo, Fatih? Ada apa?" tanya Sari, ekspresinya langsung berubah serius begitu mendengar suara Fatih yang terdengar sangat terdesak di seberang sana.

Tia berhenti bicara, memperhatikan perubahan raut wajah kakaknya dengan cemas. Ia melihat Sari mengangguk-angguk cepat sambil sesekali memijat pelipisnya.

"Baik, sepuluh menit. Saya segera ke sana. Tolong pastikan pasien tetap berada di lingkungan yang aman," ucap Sari sebelum menutup telepon. Ia langsung berdiri dan menyambar tas kerjanya.

"Kak? Ada apa? Pasien darurat?" tanya Tia ikut berdiri.

"Sangat darurat, Tia. Kasus trauma berat pada anak di bawah umur. Dia histeris dan tidak mau disentuh staf pria. Kakak harus segera sampai di rumah sakit," jawab Sari sambil memakai jaketnya dengan terburu-buru. Ia tampak sedikit panik karena kunci mobilnya masih tertinggal di kamar atas.

Melihat kakaknya yang mulai gugup, Tia langsung mengambil kunci mobilnya sendiri dari atas meja. "Kakak tenang saja, biar Tia yang antar. Kakak bisa sambil koordinasi di jalan. Ayo, cepat!"

Sari mengangguk setuju. Mereka berdua segera berlari menuju parkiran rumah. Di sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa tegang. Tia fokus mengemudi dengan kecepatan stabil namun cepat, sementara Sari sibuk menghubungi tim perawat wanita di rumah sakit untuk menyiapkan peralatan medis dan ruang observasi khusus.

"Kejadiannya di mana, Kak?" tanya Tia pelan, mencoba memecah ketegangan.

"Dokter Fatih bilang korbannya salah satu siswi SMA. Gurunya yang membawa langsung ke rumah sakit," jawab Sari tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

Mendengar kata "siswi SMA" dan "guru", jantung Tia berdegup kencang. Entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak. Pikirannya langsung melayang pada murid-muridnya di sekolah.

Begitu mobil berhenti di depan lobi IGD, Sari langsung keluar. "Tia, kamu boleh pulang duluan atau tunggu di kafetaria kalau mau. Ini mungkin akan memakan waktu lama."

"Tia tunggu di sini saja, Kak. Perasaan Tia nggak enak," balas Tia sambil memarkirkan mobilnya.

Sari berlari masuk ke dalam, di mana ia melihat Fatih berdiri di koridor dengan wajah yang tampak sangat terbebani. Begitu melihat Sari, Fatih langsung mengarahkan rekannya itu ke sebuah ruangan tertutup di sudut lorong, di mana suara isak tangis pilu terdengar menembus pintu kayu tersebut.

......................

Tia tidak bisa membiarkan kakaknya masuk sendirian dengan ekspresi sekhawatir itu. Rasa ingin tahunya sebagai seorang pendidik mendorongnya untuk mengikuti langkah Sari dari belakang.

Begitu mereka sampai di depan ruang pemeriksaan khusus, Sari langsung masuk ke dalam. Namun, langkah Tia terhenti sejenak di ambang pintu saat ia melihat sosok wanita yang sangat familiar sedang mendekap seorang gadis yang terguncang hebat di atas brankar.

"Bu Raisa?" panggil Tia pelan, suaranya hampir tak terdengar di antara isak tangis Vina.

Raisa mendongak. Hijabnya sedikit berantakan, matanya sembab, dan wajahnya pucat pasi. Ia terkejut melihat rekan sejawatnya, guru Bk yang baru di sekolah tempat nya mengajar berdiri di sana.

"Bu Tia..." lirih Raisa. Ada rasa lega sekaligus rapuh yang terpancar dari tatapannya.

Tia segera mendekat. Ia Melihat kondisi Vina yang mengenaskan dan wajah Raisa yang kelelahan, naluri empati Tia mendominasi. Ia berlutut di samping Raisa, ikut memegang tangan Vina yang terasa sedingin es.

"Ya Tuhan, apa yang terjadi?" tanya Tia dengan suara bergetar, matanya beralih ke arah Dokter Sari yang sedang menyiapkan peralatan medis dengan gerakan tenang namun sigap.

"Vina... dia murid kita, Bu Tia," jawab Raisa dengan suara serak. "Dia mengalami hal yang sangat buruk. Pelakunya... Rendi dan kawan-kawannya."

Tia menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca. Ia mengenal Vina sebagai siswi yang pendiam namun berprestasi di kelasnya. Mendengar nama Rendi, kemarahan yang besar mulai muncul di dada Tia. Sebagai guru, ia merasa gagal melindungi siswinya dari predator yang berada di lingkungan yang sama.

"Ibu Raisa, Anda luar biasa sudah membawanya ke sini," ucap Tia tulus, ia meletakkan tangannya di bahu Raisa untuk menguatkan. "Sekarang ada Kak Sari, dia dokter terbaik. Vina akan aman."

Sari melirik ke arah adiknya dan Raisa. "Tia, tolong bantu Bu Raisa menenangkan Vina sebentar selagi Kakak menyiapkan pemeriksaan fisik. Kita butuh dia tenang agar prosedurnya tidak membuatnya semakin trauma."

Raisa membisikkan kata-kata penenang di telinga kiri Vina, sementara Tia mengusap lembut punggung tangan Vina, menciptakan barisan pelindung dari sesama wanita untuk meyakinkan gadis itu bahwa monster yang ia takuti tidak akan bisa masuk ke ruangan ini.

1
Rian Moontero
lanjuuuutttt😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!