NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

Tahun ke-24 Jiaoyang, Shangjing, ibu kota kekaisaran Daqi, bulan Oktober.

Musim dingin telah tiba lebih awal. Salju turun siang dan malam, memutihkan ibu kota kekaisaran yang megah dengan segala seluk beluk kehidupannya.

Atap-atap bangunan tertutup salju. Jalan raya memutih, berisi jejak atas puluhan kaki yang melangkah sejak pagi menjelang.

Hamparan salju meluas hingga beribu mil jauhnya, menembus keindahan yang tak tampak di mata. Begitu indah, namun juga begitu dingin, sedingin es yang tak pernah kunjung meleleh.

Liu Yan berdiri tegap di atas Menara Meihua, menatap kota kekaisaran yang sedang dilanda musim dingin. Tangannya terselip di belakang tubuh, terjalin mengepal tertutupi oleh jubah hitam dan abu-abu yang hangat. Matanya dipenuhi dengan kekosongan, meski kedamaian di bawah sana adalah hal yang sangat dia impikan sejak lama.

Jauh sebelum salju turun, hatinya sudah lebih dulu membeku. Bongkahan es raksasa telah terbangun menjadi sebuah tembok besar yang membekukan seluruh hatinya.

Dapatkah aku melintasi waktu untuk menemukanmu? Jika saat itu tiba, aku pasti tidak akan melepaskan genggaman tanganmu lagi. Aku akan menggenggamnya erat dengan nyawaku. Sekalipun takdir kembali memisahkan, aku tak akan pernah menyerah dan akan terus mencarimu sampai aku menemukanmu lagi.

Tangannya menyentuh tumpukan salju yang menumpuk di tembok pembatas menara. Setumpuk salju digenggam erat, dikepalkan dengan tangan kosong yang telapaknya mulai memerah. Jubahnya berkibar tertiup angin, menerbangkan hawa dingin yang menusuk hingga ke dalam sumsum tulang.

Salju-salju itu memutihkan rambutnya. Dalam keheningan yang membekukan, dia menatap ibu kota kekaisaran dengan penuh kekosongan.

Tidak ada binar dalam matanya. Tidak ada cahaya yang menampakkan kehangatan walau hanya sedikit. Hanya tatapan dingin yang menyimpan banyak sekali penyesalan.

Apakah bagus mengingkari janji?

Liu Yan bergumam pada dirinya sendiri. Waktu bergulir tanpa henti, menelan segala kisah yang telah terukir dalam di lubuk hatinya.

Semilir angin telah mengikis sedikit demi sedikit perasaan yang terus menerus mempertanyakan takdir, yang telah tergerus karena sebuah kepergian yang tidak pernah dia impikan dalam hidupnya.

Detik demi detik, apakah semuanya harus berakhir sia-sia? Jika kamu bahkan tidak ada, untuk apa aku mempertahankan semua ini?

Beribu pertanyaan kembali muncul dalam hatinya. Sesosok bayangan yang mulai samar kembali muncul dalam ingatannya, membawa kembali beribu kisah yang telah lalu tanpa kata usai yang jelas.

“Yang Mulia, cuacanya sangat dingin. Anda sudah berdiri di sini selama tiga jam. Itu tidak baik untuk kesehatan tubuh Anda.”

Pengawal sekaligus tangan kanannya memperingatkan dengan suara rendah dan ragu. Namun, hanya keheningan yang menjadi jawaban atas peringatan yang ia lontarkan.

Liu Yan bergeming. Tubuh ini, yang kini berdiri di atas menara setinggi seratus meter dari permukaan tanah, bukankah sudah lama rusak?

Meski sudah disembuhkan, kondisinya tidak akan kembali ke semula. Tidak ada gunanya memiliki kekhawatiran.

Tangan yang memegang bola salju terulur ke udara, menadah butiran salju yang turun dari langit. Matahari tidak ingin memunculkan diri. Seperti hatinya yang telah kehilangan kehangatan yang menemaninya selama beberapa waktu belakangan.

“Para menteri sudah berlutut di luar Aula Zhaode sejak pagi, memohon agar Anda membatalkan niat Anda menobatkan permaisuri yang tidak diketahui keberadaannya. Ibu Suri sudah mengirim utusan beberapa kali untuk menjemput Anda kembali ke istana.”

Tapi, Liu Yan tidak peduli. Dirinya telah lama kehilangan kehangatan. Dia menjatuhkan bola salju ke bawah menara.

Bola salju tersebut jatuh menimpa cabang bunga plum yang sedang mekar di tengah guyuran salju. Cabangnya bergetar, beberapa kelopak berguguran bersama butiran salju ringan yang tergoyang.

“Mereka suka berlutut. Jadi, biarkan saja berlutut sampai mati.”

Di saat semua orang takut padanya, menganggapnya sebagai monster berdarah dingin yang tak punya hati, hanya orang itu yang tidak takut padanya dan menganggapnya sebagai manusia.

Saat semua orang memandangnya dengan penuh kelicikan, hanya matanya yang menatapnya dengan penuh kehangatan. Ketika semua orang ingin menggulingkannya dan membunuhnya, hanya dia yang mengulurkan tangannya, menariknya dari jurang dan membawanya menyusuri jalan dengan langkah yang beriringan.

Tapi, sekarang dia sudah pergi. Liu Yan kehilangan dia. Entah apa yang terjadi, namun ia merasa ingatannya perlahan mulai menjadi samar.

Sama sekali tidak ada jejak yang bisa dilacak, tidak ada kabar apapun yang dapat disampaikan mengenai dia dan di mana dia berada. Sosoknya hilang ditelan bumi tepat saat Liu Yan ingin menunaikan janjinya padanya.

Kau mengingkari janjimu. Kau bilang kau tidak akan pernah pergi meninggalkanku, namun mengapa sampai sekarang tidak pernah kembali? Aku menantikanmu siang dan malam hingga perlahan ingatanku tentangmu mulai menjadi samar. Apakah takdir tidak merestui kita hingga tidak membiarkanku mengingatmu lebih lama?

Saat itu, Liu Yan sangat ingin menahannya di istana, tidak membiarkannya pergi ke manapun. Namun, orang itu selalu menemukan jalan untuk keluar dari kurungannya, meloloskan diri dengan mudah dan menghilang tanpa jejak. Dia ingin melindunginya, namun orang itu sama sekali tidak membutuhkannya.

Segala bentuk penentangan telah ia singkirkan. Untuk orang itu, yang telah membuatnya mengetahui bahwa masih ada orang yang menginginkannya di dunia ini, dia ingin memberikan segalanya yang terbaik untuknya. Namun, takdir malah berkata lain.

“Apakah kalian masih belum menemukannya?”

“Para pasukan elit yang diutus mencari Nona Mei tidak menemukan apapun. Bahkan hingga beribu mil jauhnya ke utara dan selatan, jejaknya tidak ditemukan sama sekali. Nona Mei seperti hilang ditelan bumi, seolah-olah dia tidak pernah ada di dunia ini.”

Tidak pernah ada? Namun, Liu Yan jelas-jelas mengingatnya.

Para menteri yang kolot itu juga mengingatnya dan sampai sekarang masih tidak bisa menerima keberadaannya. Orang-orang di sini mengingatnya, namun kenapa jejaknya justru tidak pernah ditemukan di manapun?

Liu Yan bahkan mulai ragu. Apakah semuanya hanya mimpi? Apakah sosok itu hanya sebuah ilusi yang lahir karena perasaan kacaunya dan kecewanya atas dunia ini?

“Tidak pernah ada di dunia?” Liu Yan mendengus dingin.

“Lantas siapakah yang menggenggam tanganku saat aku tidak mampu memegang kuas ketika ibuku memaksaku menulis ulang kitab? Siapakah yang menggenggam senjata dan menikam para pembunuh saat aku hampir mati dalam perjalanan pulang ke istana?”

Pengawalnya terdiam, kepalanya menunduk. Tidak dipungkiri, dia juga tidak bisa melupakan sosok itu. Bahkan untuk saudaranya yang pergi bersamanya pun, dia juga tidak bisa melupakannya.

“Dia bukan mimpi. Dia adalah satu-satunya orang yang membuatku tahu akan keindahan dunia yang aku pimpin. Dia manusia, bukan bayangan yang bisa hilang ketika cahaya redup atau padam.”

Liu Yan berbalik. Matanya menatap tajam sang pengawal yang tertunduk. Auranya yang agung tidak dapat ditanggung oleh siapapun.

“Aku tidak peduli dia ada di mana. Karena dia tak dapat ditemukan, maka aku akan membuat dunia tetap mengingatnya selamanya.”

Salju turun semakin lebat. Liu Yan menuruni tangga menara, menaiki kuda putihnya dan memacu kudanya melewati jalan ibu kota kekaisaran yang diselimuti salju putih. Dia pergi ke arah timur, menuju Istana Kekaisaran yang gemilang dengan perasaan dingin.

Jika aku bahkan tidak bisa mempertahankan jejak terakhirmu, maka aku tidak layak atas seluruh upayamu. Tidak peduli seberapa keras dunia menentang, aku hanya akan tetap menjadikanmu satu-satunya wanita dalam hidupku.

Mei Zhiyi, aku mungkin akan memenuhi takdirku. Kau bilang aku tidak boleh menjadi penguasa yang menginjak darah dan daging orang lain. Namun, aku tak bisa menghindarinya. Darah dan tulang akan kutumpahkan dan kuinjak untuk membawa namamu menjadi abadi dalam waktu.

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!