Ganteng ✔️
Kaya Raya ✔️
Pintar ✔️
Jago Olahraga ✔️
Jago Bela Diri ✔️
Orangtua Cakep ✔️
Kesayangan Semua Orang ✔️
Fajarendra Galaxio Nayanka, putra sulung dari pengusaha kaya raya, Aksara Langit Nalendra, dan mantan model terkenal, Wulandari Camelia Yovanka. Lahir & tumbuh dikeluarga konglomerat dengan segala kelimpahan harta & kasih sayang dari semua orang, membuat lelaki yg akrab disapa Galaxio itu merasa kehidupannya sudah sangat sempurna.
Namun siapa yg mengira bahwa semua sketsa-sketsa indah yg sudah ia rancang untuk masa depannya, harus hancur dalam sekejap. Dan yg lebih parahnya lagi, yang menjadi penyebab dari kehancuran itu adalah satu-satunya wanita yg berhasil menarik perhatiannya, bahkan menumbuhkan cinta dalam hatinya. Wanita yg ia kira akan menemaninya membangun kisah cinta romantis, justru memberinya luka yg amat tragis. Akankah kisah Galaxio berakhir bahagia seperti kisah orangtuanya dulu? Atau justru berujung pilu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itachi Wife, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Bel pulang berbunyi...
"Gal,,, gua, Arnav sama Angkasa mau nongkrong di cafe nih. Mau join gak?" tanya Skylar. "Gua skip dulu ya, udah ada janji soalnya" ujar Gala bangkit dan menyandang tasnya. "Mau ke mana emang?" tanya Angkasa. "Ada deh, next time kalo nongki lagi, gua ikut kok. Yaudah, gua cabut ya" ujar Gala langsung berlari keluar kelas. "Kok feeling gua ngerasa Gala kek lagi PDKT sama Luna ya" ujar Arnav. "Gua juga ngerasa gitu sih" ujar Skylar. "Tapi gapapalah, toh Luna juga keliatannya baik" ujar Arnav. "Menurut lo gimana Sa?" tanya Arnav pada Angkasa. "Eh? Maksudnya?" tanya Angkasa. "Menurut lo Gala sama Luna gimana? Cocok gak?" tanya Arnav. "Hm i,,, iya cocok kok" ujar Angkasa. "Yaudah, yuk jalan" ujar Skylar diikuti yang lain.
Di sisi lain, Gala tampak sudah menunggu di bangku depan kelas Luna. Tak lama kemudian, sepasang kaki berhenti tepat di depannya, membuat Gala mengangkat wajah dan langsung tersenyum saat melihat gadis itu tersenyum. "Udah lama ya? Sorry ya, tadi aku piket dulu" ujar Luna. "It's okay, berangkat sekarang?" tanya Gala yang diangguki oleh Luna. "Tapi ganti baju dulu ya" ujar Gala. "Oke Bos" ujar Luna tersenyum. "Ayo" ujar Gala menggandeng Luna menuju ke parkiran. "Tuhkan bener dugaan gua" ujar Arnav yang memergoki Gala dan Luna yang hendak masuk ke mobil Gala. "Loh? Kalian belum balik?" tanya Gala. "Belum, kami sengaja nungguin lo, penasaran aja gitu, siapa sih yang bisa bikin seorang Gala sampe rela ngeskip nongki" ujar Skylar terkekeh.
"Loh? Kamu mau nongki? Kenapa gak bilang? Kalo gitu kita undur aja ya" ujar Luna. "Eh eh eh, gak kok. Mereka yang mau nongki mah, aku gak" ujar Gala. "Jangan diundur Lun. Ntar yang ada basecamp kami ancur gara-gara Gala yang badmood" ujar Skylar disambut tawa dari Arnav. "Dahlah, ayo Lun, gak usah dengerin mereka" ujar Gala membukakan pintu untuk Luna. Saat ia hendak masuk, Gala menangkap sosok Aruna yang tampak berjalan. "Aruna" ujar Gala membuat gadis itu menoleh. "Ayo,,, gua anter pulang" ujar Gala. Awalnya Aruna sempat ragu, namun karena Gala memaksa, ia tetap menurut juga akhirnya. Namun Aruna tampak tertegun saat melihat sosok Luna yang sudah terlebih dahulu duduk di kursi belakang, tempat yang ia biasa tempati.
Gala ke sekolah memang selalu diantar menggunakan mobil sport BMW M3, 4 seat. "Hm, lo mau duduk di depan atau di belakang sama Luna?" tanya Gala. "Kamu mau pergi sama Luna kan? Kalo gitu aku naik bus aja" ujar Aruna. "Gapapa kok, kami bisa anter kamu dulu" ujar Luna. "Tuh, Luna aja gak keberatan. Udah ayo, gua anter" ujar Gala. "Hm, kalo gitu aku di depan aja deh" ujar Aruna segera duduk di sebelah Pak Zakir. Selama perjalanan Gala tak henti-hentinya mengobrol dengan Luna mengenai banyak hal. Lelaki itu juga tak lupa untuk mengajak Aruna mengobrol. Hingga beberapa saat kemudian, mobil sport itu berhenti di tempat biasa Aruna turun. "Makasih ya Gala buat tumpangannya" ujar Aruna setelah keluar dari mobil.
"Have fun juga ya ngedate-nya" lanjut Aruna tertawa kecil. "Eh? Gak kok, aku gak ngedate sama Gala, cuman ada janji aja" ujar Luna cepat. "Doain aja" ujar Gala tanpa suara dan tertawa kecil. "Yaudah, kalo gitu gua sama Luna cabut ya. Lo hati-hati pulangnya" ujar Gala tersenyum, lalu menutup kaca mobilnya. Senyum Aruna luntur tepat saat mobil itu tak lagi terjangkau oleh matanya. Tak beberapa lama kemudian, mobil Gala memasuki pekarangan mansionnya dan berhenti tepat di depan pintu utama. "Ayo, tunggu di dalam aja" ujar Gala membukakan pintu untuk Luna, sedangkan gadis itu tampak ragu untuk keluar. Seakan paham dengan pikiran Luna, Gala pun jongkok di depan gadis itu. "Trust me, Mami aku gak pemarah kok orangnya" ujar Gala tersenyum.
"Aku,,, aku tunggu di luar aja ya" ujar Luna. "Kalo kamu tunggu di luar, aku yang dimarahin Mami. Udah ayo, percaya sama aku, semuanya akan baik-baik aja" ujar Gala menggandeng Luna memasuki mansionnya. "Bi, Mami mana?" tanya Gala pada seorang maid yang menanti kedatangannya. "Nyonya di ruang tengah Den" ujar maid itu. "Makasih ya Bi" ujar Gala kembali membawa Luna masuk. "Mami" ujar Gala, membuat wanita yang tengah menonton drakor itu menoleh. "Kamu udah pulang sayang" ujar Wulan bangkit. "Eh,,, si cantik ini siapa?" tanya Wulan tersenyum pada Luna. "A,,, aku Luna Tante" ujar Luna pelan. "Mi, Gala izin pergi sama Luna ya, gak sampe malam kok" ujar Gala. "Boleh kok, yaudah kamu siap-siap dulu sana, biar Luna-nya sama Mami dulu. Sini sayang" ujar Wulan mengulurkan tangannya.
Gala tersenyum dan mengangguk kecil, baru setelahnya Luna berani menyambut uluran tangan dari Wulan. "Kalo gitu Gala ke kamar dulu, titip Luna ya Mi" ujar Gala berlari ke kamarnya. "Sini sayang. Duduk dulu" ujar Wulan membawa Luna duduk di sofa empuk tersebut. "Bi,,, Bibi..." ujar Wulan. "Iya Nyonya" ujar salah seorang maid yang datang. "Tolong siapin minuman sama cemilan buat Luna ya Bi" ujar Wulan yang langsung dituruti oleh maid tersebut. "Kamu teman sekelasnya Gala Nak?" tanya Wulan yang digelengi oleh Luna. "Kami beda kelas Tante. Aku MIPA, kalo Gala kan IIS" ujar Luna pelan. "Jangan panggil Tante dong,,, panggil Mami aja ya" ujar Wulan tersenyum, sedangkan Luna tampak ragu.
"Gapapa kok, Arnav sama Skylar juga manggilnya Mami" ujar Wulan. "Hm,,, i,,, iya Mi" ujar Luna membuat senyum Wulan semakin melebar. "Kamu lembut banget sih, Mami jadi gemes tau" ujar Wulan. "Ini cemilan sama minumannya Nya" ujar maid tadi menyajikan yang diminta oleh Wulan di meja. "Ayo sayang. Minum dulu, makan juga cemilannya" ujar Wulan. "Kamu perempuan pertama yang dikenalin Gala ke Mami loh" ujar Wulan membuat Luna menoleh dengan mata yang melebar. "Ma,,, Mami serius?" tanya Luna pelan dan diangguki oleh Wulan. "Tapi wajar sih, soalnya kamu cantik banget, lembut juga. Wajar aja Gala jadi suka" ujar Wulan membuat pipi Luna sedikit merona.
"Mami ada-ada aja ihhh, aku sama Gala kan cuma teman aja" ujar Luna. "Temen, lama-lama jadi demen juga gapapa kok sayang" ujar Wulan tertawa kecil. "Oh iya sayang,,, orangtua kamu kerja apa?" tanya Wulan membuat Luna terdiam. "Gapapa, Mami cuma nanya kok. Kalo kamu gak mau ngasih tau juga gapapa, Mami gak akan jadiin itu buat jauhin kamu dari Gala kok" ujar Wulan. "Papa aku,,, kerja sebagai satpam perusahaan Mi, sedangkan Mama aku,,, punya toko roti, jadi kadang,,, aku bantu Mama di toko" ujar Luna. "Wah,,, kapan-kapan Mami boleh ke toko roti kamu gak? Siapa tau bisa jadi langganan kan" ujar Wulan tersenyum. "Hehe boleh kok Mi" ujar Luna. "Berarti kamu masuk SHS lewat beasiswa ya sayang?" tanya Wulan yang diangguki oleh Luna.
"Udah cantik, baik, suka bantu orangtua, pinter lagi,,, mantu idaman banget sih kamu" ujar Wulan, sedangkan Luna hanya tertawa kecil. "Mi, aku aja baru masuk SMA, masa udah mikirin itu aja" ujar Luna. "Gapapa tau, Mami aja dulu pacaran pas awal-awal masuk SMA juga kok" ujar Wulan tertawa kecil. "Wah wah wah, keknya asyik banget sih, sampe kedengeran ke atas tau ketawa kalian" ujar Gala yang baru kembali ke ruang tengah. "Luna gak ganti baju?" tanya Wulan. "Beli aja nanti Mi" ujar Gala. "Persis kek Papi kamu banget ya" ujar Wulan. "Hahaha, yaudah,,, Luna-nya Gala bawa dulu ya" ujar Gala. "Kalian perginya pake apa?" tanya Wulan. "Angkot Mi" ujar Gala membuat Wulan melotot, sedangkan Luna meringis akan kefrontalan Gala.
"Hahaha" tawa Wulan seketika pecah, membuat Gala dan Luna saling melempar tatap. "Mami kenapa ketawa?" tanya Gala. "Gapapa, sorry sorry... Mami jadi keinget dulu pernah ngerjain Papi kamu" ujar Wulan. "Ngerjain gimana Mi?" tanya Luna membuat Gala terdiam saat mendengar panggilan yang keluar dari mulut gadis itu. "Ya sama kayak kalian gini, Mami juga ngerjain Papi waktu itu, ngajak dia jalan-jalan, tapi naik angkot. Alhasil sepanjang perjalanan dia ngedumel mulu, bilang panaslah, sempitlah, kotorlah, dan masih banyak lagi deh" ujar Wulan. "Wah, kira-kira nanti Gala gitu juga gak ya Mi" ujar Luna tertawa kecil. "Nah, Mami juga penasaran tuh. Nanti kasih tau Mami ya, hasilnya gimana" ujar Wulan balas tertawa. Sedangkan Gala yang melihat keakraban dua wanita di depannya ini hanya mampu tersenyum lega.
"Yaudah, kita berangkat sekarang yuk Lun" ujar Gala mengulurkan tangannya dan disambut oleh Luna. "Mi, Luna izin pergi sama Gala dulu ya. Makasih untuk minuman dan cemilannya" ujar Luna membungkuk hormat sejenak. "Sama-sama sayang. Sering-sering main ke sini ya, biar Mami ada teman ngobrol" ujar Wulan mengelus pipi Luna. "Yaudah Mi. Gala berangkat ya. Dahhh Mi. Love you" ujar Gala mencium tangan dan pipi ibunya, lalu menggandeng Luna keluar. Saat mereka berjalan meninggalkan kompleks mansion, ada beberapa tetangga yang menyapa Gala atau kadang laki-laki itu yang menyapa terlebih dahulu. "Jarang-jarang aku ketemu cowok yang kaya tapi ramah kayak Gala" gumam Luna dalam hati.
Setelah ±20 menit berjalan kaki, akhirnya mereka tiba di halte bus. "Kita naik bus aja gapapa kan? Soalnya angkot jarang lewat sini" ujar Gala. "Iya gapapa kok" ujar Luna duduk di bangku halte. Ketika mereka sedang menunggu bus, tiba-tiba langit yang sudah mendung tadi berubah menjadi semakin gelap, dan tak lama kemudian hujan mulai turun. "Yah, pake hujan segala" ujar Gala dalam hati. "Masih mau nyari seblak?" tanya Gala seraya duduk di sebelah Luna. "Hmm,,, terserah kamu sih. Aku sebenarnya asal jawab aja, karena aku gak tau harus minta apa" ujar Luna menyengir. "Hmm,,, gimana kalo nyari seblaknya diganti jadi jalan-jalan aja?" tanya Gala. "Hujan gini emangnya mau jalan kemana?" tanya Luna.
"Kita ke mall aja gimana? Nanti di sana bebas deh mau makan apa aja, kalo emang kamu gak suka makan di resto mewah, kita makan di kafe atau dimana kek gitu" ujar Gala. "Hmm,,, yaudah deh" ujar Luna. "Yaudah yuk, itu busnya udah keliatan" ujar Gala menggandeng Luna bangkit. "Njirr, rame amat" umpat Gala dalam hati. "Sanggup berdiri kan?" bisik Gala. Kedua lengannya mengukung tubuh mungil itu agar tak berdesakan langsung dengan orang-orang. Sedangkan Luna hanya tersenyum dan mengangguk. Beberapa saat berlalu, mereka pun akhirnya tiba di halte yang berada tak terlalu jauh dari mall. "Hujannya makin lebat, kamu tunggu sini bentar ya, biar aku beli payung dulu" ujar Gala berlari menuju salah satu warung yang terletak dekat halte.
Tak lama kemudian lelaki itu kembali dengan sebuah payung dan satu lagi di tangannya. "Nih, pake payungnya. Nanti ganti bajunya di mall aja ya" ujar Gala. Luna hanya menuruti apa yang diperintahkan oleh Gala. Saat mereka sedang berjalan menuju mall.... "Luna, aku izin foto kamu boleh gak? Buat story aja gitu" tanya Gala. "Hmm,,, boleh kok" ujar Luna tersenyum. "Bentar ya" ujar Gala mengambil ponselnya dan langsung memotret gadis itu. Saat Gala sedang memperhatikan hasil jepretannya, Luna sendiri justru sibuk memainkan genangan air di sekitarnya. "Kamu suka hujan ya?" tanya Gala mendekati Luna. "Huum, bagi aku,,, hujan itu menenangkan. Terlebih saat kamu berdiri di bawah rintik hujan itu, kamu bisa dengan bebas mengekspresikan perasaan kamu" ujar Luna.
"Bahkan kalau kamu mau nangis pun, hujan akan nyembunyiin air mata kamu itu dari semua orang. Jadi kamu bisa nangis tanpa diketahui siapapun" lanjut Luna sembari tersenyum, membuat Gala semakin jatuh telak pada pesona gadis itu. Sesampainya di mall, Gala langsung membawa Luna ke salah satu toko pakaian dan meminta karyawan toko itu untuk mencarikan pakaian yang cocok untuk Luna. Selagi menunggu gadis itu kembali, Gala memutuskan untuk memainkan ponselnya. Ia memposting foto Luna tadi di akun IG miliknya. "Eh, gua kan belum tau nama IG Luna apaan" gumam Gala dalam hati.
Galaxio_Nynka
(Anggap aja masih pake seragam ya +ekspresinya senyum)
Galaxio_Nynka Bukti bahwa hal sederhana pun bisa menjadi alasan seseorang bahagia.
Lihat semua 1.947.427 komentar
Mevriano_Skylar ekhm, ada yg lagi ngedate nih
Ravelino_Arnav Fix, Gala mode bucin
➥ Mevriano_Skylar Lo udah denger Papinya Gala pas muda bucinnya kek mana kan? Sekarang kita liat, mode bucin anaknya 😂
Almeira_Ivoryyz Loh? Kemarin yg dibawa ke toko kok beda ya
➥ Galaxio_Nynka Yg itu temen Aunty
➥ Wlndri_Nlndra Loh? Emang yg di bawa ke toko lo siapa, Vo? @Almeira_Ivoryyz
➥ Almeira_Ivoryyz Beda orang, bahkan dibeliin gelang kok sama Gala
➥ Wlndri_Nlndra Gala kamu mainin cewek? @Galaxio_Nynka
➥ Galaxio_Nynka Astaga, gak loh, Mi. Aku ngasih gelang itu sebagai hadiah pertemanan aja. Gala juga beliin Luna gelang kok, 2 malah, tapi dianya gak suka barang² mahal, makanya Gala ajak jalan² aja gantinya
Tsabita_Arlita Ini yg anak MIPA 1 itu bukan sih?
EvandaJyoti_ Nambah lagi deretan cogan yg lagi PDKT-in Luna
...****************...
~Semua foto cuman penggambaran doang yaaa, dan diambil dari pinterest ✌
pihak sekolah nya gmna ada tauran di sekolah kok gk panggil polisi sampai ada kasus penusukan bgtu kok anteng aja 🤦