hai ini karya baruku guys. aku pemula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon upilBTS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita penjual buku
mataharitelah meninggi ketika maximilian beranjak dari petenhous mereka, mengenakansetelan gelap yang rapi, dasinya terikat rapi rambutnya tersisir sempurna seperti biasa, wajahnyatetap dingin nyaris tanpa ekspresi maximilian bersiap ke kantornya sebuah gedung pencakar langit di pusat london yang menjadi jantung operasional bisnisnya
ahzel yang tengah duduk di sofa dengan secangkir teh melirik suaminya dengan senyum kecil"hari ini kau sibuk" tanyanya
Maximilian menatpnya sekilas sebelum merai jasnya"seperti biasanya"jawabnya singkat
Ahzel mendekatinya merapikan kerah jasnya dengan tangan trmpil"kalu begitu, akuingin keluar sebentar".
Maximilian menyipitkan matanya"ke mana?. "
Ahzel mengangkat bahu santai "hanya jalan jalan".
maximilian menelisik wajah istrinya, mencari tanda tanda niat tersembunyi, namun ahzel hanya menatapnya polos dengan mata yang sedikit berkilat karena antusiasme, maximilianmendengus pelan.
" jangan mencari masalah. "ujarnya, lalu menunduk sekilas. mencium keningnya
Ahzel tertawa kecil" sejak kapan aku ahli dalam mencari masalah? .
Maximilian tak menjawab. ia hanya menatapnya lama sebelum melangkah pergi. begitu suaminya menghilang dibalik pintu, Ahzel berseru kecil penuh semangat dan segera mengganti pakayanya dengan sesuatu yang lebih sederhana.
siapa sangka istri seorang mafia terbesar di london ini akan menghabiskan harinya. ...... berjualan buku dijalan?
_______________________________________
di salah satu sudut jalan yang ramai ahzel duduk di balik meja kayu kecil dengan tumpukan buku di sekelilingnya ia mengenakan mantel sederhana dan syal yang melilit lehernya senyum ramah sapanya ringan membuat para pelanggan yang lewat mudah tertarik mampir.
"Halo! apakahanda menyukai novel misterius yang ini memiliki plot twist yang luar biasa. " ujarnya pada wanita muda yang menatap rak bumunya ragu ragu.
beberapa pelanggan tertawa memdengan semangatnya, dan tak butuh waktu lama lapaknya mulai ramai, Ahzel memang bukan pedagang sungguhan, tapi ia menikmati peranya ini, ada sesuatu yang menyenangkan dari orang orang yang membeli bukunya ini
di tengah kesibukannya seorang wanita elegant dengan mantel biru tua berhenti di depanya, wajahnyategas penuh wibawa dengan tatapan tajam yang terlihat sulit ditipu
ahzel langsung menyambutnya dengan heboh
"selamat siang nyonya ada yang bisa saya bantu".
wanita itu menatap rak buku dengan ekspresi tertarik"apa kau menjual buku buku lama? "
Ahzel mengangguk cepat"tentu, saya punya beberapa disini. "ia mengambil sebuah novel dengan sampul klasik"yang ini sangat menarik
ceritanya tentang wanita kuat yang menentang takdirnya.
wanita itu menatap buku itu sejenak lalu tersenyum tipis" kau terlihat begitu menikmati pekerjaanmu."
Ahzel terkekeh"ya begitulah semua pekerjaan harus kau nikmati"ujar ahzel
wanita itu mendengus perlahan seakan geli
"kau memiliki suami atau lanjang"
"aku memiliki suami" ujar ahzel
"suamimu membiarkanmu berjualan di pinggir jalan
Ahzel terdiam sejenak lalu tertawa"yah dia tidak tahu".
wanita itu mengangkat alis, jelas terkejut, namun. alihalih menegur ia tersenyum samar
" menarik"
ia pun mengambil buku tanpa menawar
"kau istri yang aneh"gumanya sebelum mandi
ahzel hanya tersenyum ia tak tahu bahwa wanita yang baru saja ia layani adalah ibu mertuanya. melangkah pergi dengan buku ditanganya senyum kecil tersungging di bibirnya
"jadi ini menantu yang dipilih maximilian"gumanya pelan" ck anak itu tak memberi tahukanku bahwa aku telah mempunyai menantu yang unik".
*****
hi gyus thank you yang udah baca semoga harimu baik baik aja and see you di babselanjutnya