Bagas Pratama seorang pria lemah lembut serta penyayang.
Namun satu kejadian membuatnya berubah dalam sekejap saja, kecelakaan dua tahun lalu membuat dirinya menjadi pria dingin, kejam serta emosi.
Kecelakaan itu membuatnya dirinya menjadi lumpuh bahkan dia tidak ingin mendekat dengan siapapun, selama dia lumpuh dia hanya mengurung dirinya didalam kamar..
Dia tidak ingin bertemu siapapun, bahkan dia juga membenci wanita terkecuali Sang Ibunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Lagi?
Waktu telah menunjukkan 4 sore.
Dimana Anna yang sudah siap-siap, dia benar-benar begitu sangat cantik sekali dia begitu berbeda.
" Anda benar-benar sangat cantik Nyonya" puji karyawan itu
" Apakah itu benar?"
" Tentu saja benar Nyonya, lihatlah gaun yang dipilihkan oleh tuan sangat cocok untuk anda"
Anna berjalan mengarah cermin didepannya, dia melihat kearah cermin besar tersebut dengan sangat kagumnya.
Betapa berbedanya dirinya saat ini.
" Apakah ini benar-benar aku?" kata Anna sambil melihat dirinya dicermin
Tiba-tiba.
" Itu adalah kamu Anna" kata Bagas membuat Anna langsung menoleh
Ternyata tanpa disadari Anna, Bagas yang sudah tiba disana hanya diam melihat perubahan penampilannya Anna.
Bagas tersenyum, tatapannya begitu sangat lekat sekali kepada Anna tanpa memalingkan sedikit pun.
Kini Bagas berjalan mendekat kearah Anna, karyawan tadi yang bersama Anna dia pun pergi meninggalkan mereka berdua disana.
Terlihat jelas Bagas yang sedang menggunakan jas berwarna hitam membuatnya sangat menawan dan tampan sekali.
" Kamu sangat cantik Anna" kata Bagas sambil menatap Anna dengan senyumannya
" Ini semua berkatmu Bagas, padahal selama ini aku tidak pernah merasakan seperti ini"
" Jika kamu ingin selalu seperti ini aku bisa mengabulkannya"
Anna menggelengkan kepalanya secara perlahan.
" Tidak perlu Bagas, ini sudah cukup kok"
Dimana Bagas memegang tangannya Anna, dia merasa sangat bahagia sekali melihat Anna begitu cantik.
" Rasanya aku tidak ingin melepaskanmu Anna ditempat orang yang ramai, karena aku takut mereka akan menaksirmu"
" Jika kamu tidak ingin melepaskanku, lalu untuk apa kau merubahku seperti ini hm?"
Bagas hanya tertawa saja, dia benar-benar tidak bisa menahannya karena Anna sangat cantik sekali.
" Baiklah-baiklah, ayo kita berangkat sekarang tapi ingat jangan pernah lepas dariku jika tiba disana mungkin perjalanan kita butuh 3 jam tiba disana"
Anna hanya menganggukkan kepalanya, lalu dimana Bagas menggandeng Anna dan membawanya pergi terlihat sekali mereka pasangan yang begitu sempurna.
******
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, akhirnya mereka telah tiba disebuah Hotel.
Saat mobil terparkir kini Bagas turun lebih dahulu lalu dia menunggu Anna untuk keluar serta mengulurkan tangannya kepada Anna.
Anna pun menyambutnya, dimana dia begitu sangat gugup sekali tangannya gemetar sehingga membuat Bagas tertawa kecil.
" Mengapa kamu begitu gugup hm?" tanya Bagas dengan nada mengejeknya
" Ini untuk pertama kalinya aku pergi pesta Bagas"
" Santai saja Anna, ada aku disampingmu nanti jika kamu menikah denganku maka kamu akan selalu menghadiri pesta bersamaku terus"
Anna hanya bisa menghelakan nafasnya saja, lalu mencoba untuk mengontrol dirinya agar tidak terlalu gugup.
" Baiklah, ayo kita masuk"
Anna menganggukkan kepalanya, dimana Bagas sedang menggandeng Anna untuk masuk kedalam . Hiasan Hotel itu sangat mewah sekali mungkin orang-orang didalam sangat penting sekali seperti Bagas.
Saat masuk, semua tatapan orang tertuju kepada Bagas dan Anna. Hal itu sangat membuat Anna menjadi semakin gugup serta dia menundukkan kepalanya.
" Angkat kepalamu Anna, jangan pernah menundukkan kepalamu saat bersamaku paham"
Anna yang sedikit terkejut kini mencoba menuruti apa perkataan Bagas, dimana tatapan semua orang masih tertuju kepada mereka.
Mungkin mereka sangat terkejut melihat Bagas yang sudah bisa berjalan kembali, karena kelumpuhan Bagas sangat banyak diketahui orang-orang sehingga membuatnya tidak terjun lagi mengurus Perusahaan.
Bagas membawa Anna kepada seseorang, yang bisa dikatakan yang memiliki pesta tersebut. Sebenarnya ini adalah Pesta untuk Putrinya karena dia ingin mengumumkan tentang pertunangannya kepada seorang pria yang terkenal di London.
Dia adalah Arion Delana.
" Selamat datang Tuan Pratama, suatu kehormatan bagi saya kehadiran anda kemari" kata Arion kepada Bagas
" Tidak perlu merendah begitu Tuan Arion, selamat untuk pertunangan atas Putri anda tuan"
" Terima kasih banyak tuan atas selamatnya"
Dimana Arion menatap kearah Anna, tatapannya begitu sangat menyelidiki sekali. Bagas yang sadar akan hal itu kini dia mencoba menegurnya.
" Mengapa anda menatap Calon Istri saya begitu tuan"? tanya Bagas membuat Arion tersadarkan
" C-calon Istri?" ulang Arion
" Benar, dia Calon Istri saya tuan sebentar lagi saya akan menikah dengannya"
" Wah, ini suatu berita tang yang begitu tidak disangka tuan bahwa anda sudah memiliki Calon Istri yang begitu cantik sekali"
" Terima kasih atas pujiannya tuan, saya akan mengundang anda nanti jika waktunya sudah ditepatkan"
" Suatu kehormatan tuan bagi saya"
Namun Arion masih menatap kearah Anna, rasanya dari matanya sangat familiar sekali dengan gadis yang selalu dia cari bertahun-tahun ini.
Karena tidak ingin membuat masalah Arion mengabaikannya, namun dalam hati kecilnya masih sangat penasaran tentang Anna.
" Apa kamu ingin memakan atau meminum sesuatu?" tanya Bagas kepada Anna
Anna menoleh kearah Bagas.
" Hmm apakah boleh?"
" Tentu saja boleh, jika kamu ingin ambillah disana aku harus menyapa para pembisnis lainnya"
" Baiklah aku akan mengambilnya disana"
" Jika sudah, tolong kembali kemari paham?"
Anna hanya menganggukkan kepalanya, kini Bagas mengecup keningnya Anna walaupun ditempat keramaian Bagas tidak pernah lupa dengan hal itu.
Lalu mereka berdua berpisah, karena banyak para pembisnis yang harus Bagas sapa.
Anna yang sudah tiba dimeja besar, tempatnya makanan dan minuman banyak sekali macam-macamnya membuat Anna benar-benar sangat bingung yang mana harus dia ambil.
Saat Anna mengambil satu gelas jus tiba-tiba saja seseorang memegang tangannya membuat Anna sangat terkejut sekali.
" Kamu lagi? Ngapain kamu ada disini?" tanya Lily dengan sinisnya
Iya seseorang itu adalah Lily, raut wajah Anna benar-benar sangat muak sekali karena bertemu dia lagi dia lagi dan dia lagi.
" Bukan urusanmu jika aku ada disini" jawab Anna dengan ketusnya sambil menghempaskan tangannya
" Kau tidak cocok untuk datang kemari, kau hanya orang miskin"
" Cocok atau tidaknya sudah aku katakan bukan urusanmu, dan lagian aku kemari bersama Bagas"
Saat Anna menyebut nama Bagas, raut wajah Lily seketika berubah menjadi kesal. Bagaimana tidak kesal?
Melihat penampilan Anna benar-benar sangat berbeda sekali, dari ujung kepala sampai ujung kaki semua barang yang diberikan Bagas adalah bermerk serta pengeluaran baru.
Selama waktu dia bersama Bagas, tidak pernah mendapatkan seperti itu. Lily mengepalkan kedua tangannya dia benar-benar sangat kesal sekali tidak bisa terima jika Bagas menjadi Anna seperti seorang ratu.
" Mending kanu pergi dari sini sebelum aku mengusirmu" kata Lily dengan kesalnya
" Apa kamu pemilik acara ini? Jika bukan untuk apa aku harus menuruti perintahmu?"
Lily semakin kesal, dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Kini dia mendekat kearah Anna dengan secara tiba-tiba dia mendorong Anna sehingga membuatnya terjatuh kelantai.
Brak!
Semua orang langsung menatap kearah suara tersebut, Anna yang hanya bisa menghelakan nafasnya saja karena tidak ingin melawannya.
Dia mencoba mengontrol dirinya agar tidak membuat masalah dan membuat Bagas malu. Tetapi dia begitu kesal sekali dengan Lily mengapa dia selalu saja mengganggu hidupnya.
𝙖𝙠𝙝𝙧 𝙣𝙮...
𝙨𝙠𝙧𝙜 𝙩𝙜𝙡 𝙩𝙜𝙠𝙥 𝙡𝙞𝙡𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙖𝙣