NovelToon NovelToon
Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Suami Tak Berguna / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Marica

Aluna Aurelia Pradipta memimpikan keindahan dalam rumah tangga ketika menikah dengan Hariz Devandra, laki-laki yang amat ia cintai dan mencintainya. Nyatanya keindahan itu hanyalah sebuah asa saat keluarga Hariz campur tangan dengan kehidupan rumah tangganya.

Mampukan Aluna bertahan atau memilih untuk pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sopir Baru, Elgar

Aluna dalam perjalanan menuju cafe di dekat kantor Farel. Dirinya berangkat lebih awal sebab Rania memintanya. Sampai di cafe Aluna memarkirkan mobilnya. Beruntung jam makan siang belum tiba, jika sudah mungkin ia akan kesulitan untuk memarkirkan mobilnya. Setelah itu Aluna masuk ke dalam cafe.

Aluna mengedarkan pandangannya mencari Rania, sang sahabat terlihat duduk di tempat yang cukup sepi. Ia lantas mengayunkan langkah ke tempat Rania.

"Hai, Rania," sapa Aluna.

"Hai, Aluna kamu sudah datang," sapa balik Rania.

Kedua perempuan itu saling memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri satu sama lain.

"Ayo silahkan duduk," ucap Rania.

Aluna menarik kursi di samping Rania kemudian duduk. "Farel di mana? Dia belum datang?"

"Aku sengaja memintamu datang ke sini lebih awal untuk bicara dan memperingati dirimu. Aku yakin jika Farel tahu dia tidak akan setuju," ungkap Rania.

"Bicara denganku lebih dulu?" Aluna mengerutkan keningnya sebab merasa bingung. "Kenapa dan ada apa? Kamu terlihat cemas. Apa ada masalah serius?" tanya Aluna penasaran.

"Tidak, hanya saja apakah kamu yakin akan mempekerjakan Elgar?" tanya Rania.

"Kalau dia seperti yang dikatakan oleh Farel waktu itu kenapa tidak," jawab Aluna. "Kenapa memangnya? Apa dia tidak baik? Aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dariku, Rania. Katakan ada apa jangan membuat aku cemas," tanya Aluna beruntun.

"Ini bukan masalah dia baik atau tidak," jawab Rania. "Untuk masalah baik, ya dia baik, sangat baik malah. Hanya saja dia itu sedikit tengil dan terkadang sangat menyebalkan," jelas Rania.

"Lalu kenapa kamu cemas begitu?" Aluna mendesak Rania untuk mengatakan alasan atas kecemasannya.

"Aluna … Elgar itu berbeda. Banyak wanita yang tergila-gila dengan dia. Mungkin banyak pula yang mau membuka kakinya lebar-lebar hanya untuk bersanding dengan dirinya," ucap Rania khawatir. "Kamu jangan sampai tertarik padanya, aku khawatir dengan hal itu."

"Astaga, Rania … kamu ini ada-ada saja." Aluna tak bisa menahan tawa mendengar penjelasan Rania.

"Aku serius, Aluna," ucap Rania

"Aku punya suami," ucap Aluna.

"Aku tahu, tapi Elgar itu sangat berkarismatik. Daya pikatnya sangat kuat. Dibandingkan dengan Hariz, suamimu itu tidak ada apa-apanya," ungkap Rania lagi.

"Benarkah? Apa kamu pernah menyukai dia?" tanya Aluna yang mulai penasaran dengan sosok Elgar.

"Jujur aku juga dulu sangat mengidolakan dia, berharap bisa bersanding dengan dia, tetapi sayangnya dia itu susah digapai kecuali pakai khayalan," aku Rania. "Dia cerdas, tampan, tapi aku tidak suka sifatnya yang tengil itu dan juga terkadang sangat dingin," ungkap Rania lagi.

"Benarkah? Aku jadi penasaran seperti apa dia." Aluna menyangga dagunya dengan tangannya. "Bukankah katamu dia itu pintar? Kenapa dia tidak bekerja di kantor Farel saja?"

"Karena dia akan menjadi bodoh setelah melihat tumpukan berkas," ungkap Rania.

Aluna tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Rania.

"Berhenti tertawa, itu dia mereka datang." Rania menunjuk ke arah pintu masuk.

Aluna menoleh melihat ke arah pintu masuk, ia melihat Farel datang bersama seorang laki-laki, mungkin seumuran dengan mereka. Laki-laki itu memakai kaos hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya, dia juga celana jeans yang terlihat pas di kakinya, bertopi hitam yang menambah kadar ketamanannya.

"Ya Tuhan, Rania. Apa Farel tidak salah? Dia seperti bukan membawa sopir untukku, tetapi membawa selingkuhan untukku." Melihat Elgar secara langsung membuat Aluna percaya dengan cerita Rania, laki-laki benar-benar memiliki daya pikat tersendiri.

"Tutup mulutmu, Aluna! Ingat aku sudah peringati kamu. Jangan sampai kamu dibodohi oleh laki-laki itu," peringat Aluna.

"Melihat dia aku tidak yakin apakah Hariz akan setuju," bisik Aluna.

"Sudah aku bilang sebelumnya, dari fisik jelas Hariz kalah jauh," balas Rania.

Obrolan kedua perempuan itu berhenti, mereka berdiri untuk menyambut kedatangan Farel dan Elgar.

Farel langsung memperkenalkan Elgar kepada Aluna. Laki-laki bernama Elgar itu langsung mengulurkan tangannya ke hadapan Aluna untuk memperkenalkan dirinya sendiri.

"Elgar."

"Aluna." Aluna menyambut uluran tangan Elgar. "Oh iya, silahkan duduk."

"Kalian sudah lama?" tanya Farel.

"Itu —" Ucapan Aluna dipotong oleh Rania.

"Belum lama. Kita juga belum pesan apapun," potong Rania.

Pandangan Rania langsung dipertemukan dengan Elgar. Rania meringis sebab pandangan Elgar seolah sedang mengintimidasi dirinya.

"Jadi … dia teman yang kamu ceritakan waktu itu?" tanya Aluna pada Farel.

"Ya, dia orangnya," jawab Farel.

"Kamu tidak salah?" Aluna melihat ke arah Elgar, sedikit memperhatikan penampilan laki-laki itu. Tatapan Aluna terhenti pada pergelangan tangan Elgar, jam tangan mewah dengan harga fantasis melingkar di pergelangan tangan laki-laki itu.

"Aku bisa melakukan apapun," kata Elgar.

"Bukan begitu, maksudku … apa dia cocok untuk menjadi sopir, Farel? Penampilannya …?" Mata Aluna melihat kembali ke arah pergelangan tangan Elgar.

Sadar ke mana arah pandang Aluna, Farel mulai panik.

"Jam tangan ingin palsu," ucap Elgar membuat Farel menarik napas lega.

"Kamu tenang saja, aku bisa melakukan apapun dan jadi apapun, seperti sopir, teman, ataupun juga pacar gelapmu," gurau Elgar.

"Astaga." Mulut Rania menganga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Elgar. Meskipun tahu sifat Elgar seperti apa, tetapi Rania merasa tidak rela Elgar melakukan itu pada Aluna. "Dia akan menjadi bosku. Bersikaplah yang sopan," tegur Rania gemas.

"Tidak apa, Rania. Aku suka dia tidak bersikap formal padaku. Aku tidak akan bosan nanti," bela Aluna.

"Dengar! Dia saja tidak keberatan kenapa kamu yang repot," ejek Elgar.

"Kamu!" Rania menggeram lantas menarik napas untuk meredam rasa kesalnya pada Elgar. Sikap Rania kepada Elgar justru membuat Aluna tertawa. "Lihatlah nanti Aluna, kamu akan cepat tua bila berhadapan dengan dia setiap hari," ketus Rania.

"Aku lebih khawatir dengan reaksi Hariz nanti," ujar Aluna. "Juga apakah dia setuju atau tidak."

"Aku berharap tidak," gerundel Rania yang justru membuat Aluna tidak bisa menahan tawanya.

"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Rania pada sang sahabat.

"Sikapmu pada Elgar itu lucu. Aku tidak tahu kenapa kamu begitu memusuhinya," jawab Aluna sembari menahan tawanya.

"Itu karena aku pernah menolak dia. Kemungkinan dia merasa cemburu karena aku akan dekat denganmu," ledek Elgar.

"Jangan percaya diri, Elgar. Farel jauh lebih baik dari kamu," tegas Rania.

"Sayang, sudahlah. Apa salahnya jika Elgar bekerja untuk Aluna?" ucap Farel "Selain bekerja, Elgar bisa membantu kita untuk menjaga Aluna," bujuk Farel.

"Rania … aku tahu kamu khawatir padaku. Tapi kamu harus tahu aku tahu batasanku," imbuh Aluna seraya mengenggam tangan sang sahabat.

"Aluna, aku percaya padamu, tapi tidak dengan dia." Rania menunjuk Elgar dengan matanya.

Aluna dan Elgar hanya bisa tertawa, sedangkan Farel menarik napas berat. Dari awal memang sang istri tidak setuju jika Elgar bekerja untuk Aluna.

"Besok datanglah ke rumahku. Akan aku perkenalkan kamu pada suamiku. Tapi aku tidak janji dia akan setuju," ucap Aluna.

"Kenapa? Apa karena aku lebih tampan dari dia hingga dia takut kamu akan terpesona denganku?" gurau Elgar.

Sebelum Aluna merespon gurauan Elgar, Rania lebih dulu angkat bicara.

"Astaga!" pekik Rania lantas melihat ke arah sang suami. "Farel, suruh temanmu ini untuk untuk mulut!"

Farel tidak bisa bicara, ia hanya mampu mengela napas sembari memijit keningnya. Hal itu justru semakin membuat Aluna tidak bisa menahan tawanya.

1
Jetva
🤣tgl 03-03-2030..🤣🤣
ig: Marica_Author: eh buset lama amat 😄
total 1 replies
Jetva
HARIS MENIKAHI CAMELIA AGAR DANA AMAN...CAMELIA KAN SEUMURAN NYONYA ARLETA...MANA MEREKA MENIKAH UDAH LEBIH DARI SETAHUN DAN PERNIKAHAN ALUNA HARIS BARU BEBERAPA BULAN....KELUARGA BEJAT...
Jetva
Elgar anak bosx Farel, suami Rani..
antha mom
👍👍👍👍🙏
antha mom
Elsa thor bukan Alexa
antha mom
melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan hanya 40 hari thor bukan dua setengah bulan
antha mom
cari tanggal yang cantik ya thor atau tanggal 6-62026.🤣🤭🤣
Lies Atikah
biarin aja gak usah ditulungin biar tau rasa dasar si bedegong
WHATEA SALA
Elsa pekok...semoga apa yang bilang sandra terjadi pada elsa,biar tau rasa
WHATEA SALA
Rania kayak remaja labil,padahal punya sudah suami.
WHATEA SALA
Aluna kebanyakan drama😁
WHATEA SALA
Nah begitu dong di lawan,kasih paham dulu bila perlu serkel mulut mereka bertiga,biar gak selalu di injak2💪💪
WHATEA SALA
Giliran ada yang mau bantu bilang gak takut merepotkan,coba gak ada yang mau bantu,mau sambat sama sapa coba..😩
Lies Atikah
kenapa gak nikah aja dulu resepsi nya kan bisa belakang ngan dari pada pusing ke otak kasian Elgar harus ngelus 2 sabun
Yati Jenal
keren
Lies Atikah
gak ada skandal nih apakah Haris lelaki setia
Lies Atikah
susah kalau bini nya yang bucin sementara suami B aja sakit nya tuh disini
Lies Atikah
bodoh kali si luna kalau masih mau mempertahan kan rumah tangga seperti itu mertua jahat. suami berengsek ih ami2
Lies Atikah
hayo bangkit Lun janganmau jadi sampah dan keset kaki mertua dan suami mu saatnya kau bangun jadilah wanita yang punya harga diri buat merek menyesal dan hancur
Diny Julianti (Dy)
ko bisa sama wanita tua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!