“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Jam 7 malam Vivi baru bangun akibat efek obat yang diberikan dokter , dia melihat ruangan yang asing baginya karna seingatnya dia berada di apartemen suaminya , “ rumah sakit” gumamnya saat melihat terpasang slang infus dia baru ingat jika dia makan udang yang kemungkinan di cincang halus kemudian dicampurkan ke nasi gorenga oleh suaminya , “ ke mana dia?”ucapnya melihat ke sudut ruangan tak mendapati keberadaan suaminya, vivi menelan ludah karena tenggorokannya terasa kering ,
“ kau mau minum” tanya dicky yang baru saja membuka pintu, melihat istrinya berusaha mengambil gelas berisi air
“ iya” ucapnya kemudian kembali ke posisinya , lebih tepatnya dia duduk , bukan berbaring
Dicky berjalan mendekat keranjang istrinya , memberikan air mineral pada istrinya , “ ini” kemudian duduk di kursi yang berada di sebelah ranjang.
Vivi menerima air mineral yang diberikan oleh suaminya , kemudian meminum cukup banyak air lewat sedotan , “ terima kasih” sambil memberikan botol air mineral yang tinggal setengah pada suaminya , “ kenapa penampilanmu seperti gembel” ucap vivi yang baru sadar dengan penampilan suaminya yang acak acakan ,
Dicky hanya tersenyum kecut saat mendengar ucapan istrinya , dia tak menyangkal apa yang dikatakan oleh wanita yang duduk di brankar rumah sakit dengan wajah pucat, karena memang penampilannya tidak seperti biasanya yang keren rapi, berwibawa , dan kini berbanding terbalik “ maaf aku tidak tahu jika kau alergi udang” ucapnya penuh penyesalan
Vivi terteguh saat mendengar kata maaf yang baru saja dia dengar dari mulut suaminya , karna selama ini dia yakini jika pria di hadapannya ini tak pernah mengucapkan kata maaf , apa lagi dengan karakternya yang terkenal angkuh , vivi terkekeh mendengar ucapan maaf dari suaminya “ aku pikir kau tidak bisa berucap maaf” sindir vivi “ tak perlu minta maaf , itu bukan salah mu karena kau tidak tahu jika aku tidak bisa makan udang , ini salahku karena tak memberi tahu mu ” imbuh vivi , dia memperhatikan wajah suaminya yang masih dipenuhi perasaan bersalah “ aku lapar” ucapnya sengaja mengalihkan topik yang sedang di bahas.
Dicky menatap wajah istrinya seketika , dia tak menyangka Wanita pemberontak itu akan memaafkan nya dengan mudah“ kau mau makan apa” tanya nya antusias.
“ rawon”
Dicky menautkan alisnya saat istrinya menyebut nama makanan itu , ya memang benar dia mengetahui jika istrinya itu suka sekali makan rawon , pas hari jum’ad di kanti perusahaannya selalu menyajikan rawon dan dia selalu mengamati jika wanita yang kini menjadi istrinya itu hanya makan di kantin pas hari jum’ad , hari hari biasa istrinya itu lebih memilih makan di luar. “ apa kau sebegitu sukanya sama rawon?” tanya dicky
“ iya apa kah kau tidak mau memberiku makan rawon” ucapnya dengan raut wajah sedih
“ siapa yang bilang aku tidak akan membelikannya untukmu” sahutnya cepat “ya sudah aku beli sekarang” pamitnya kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu
“ tunggu” ucap vivi
“apa lagi” tanya dicky yang sudah berada di ambang pintu
“ ku rasa kau harus pulang ke rumah dulu bersihkan dirimu , aku tak mau orang lain menatap penampilan mu yang berantakan” ucapnya , dia tersenyum tipis , siapa yang menyangka akan melihat penampilan konyol bos sekaligus suaminya itu.
“ ok” sahut Dicky
※satu jam kemudian
Vivi sudah memakan rawon yang dibelikan oleh suaminya dengan lahap “ kenyang” ucapnya , sambil meminta suaminya memindahkan meja kecil yang dia gunakan untuk makan di atas ranjang
“ tidak heran , aku malah terkejut jika kau masih kelaparan setelah menghabiskan rawon dengan porsi jumbo” sindir dicky pada istrinya ,dengan nada bercanda “ bukanya para gadis hanya akan makan sedikit jika di hadapan pria , apa lagi pria tampan sepertiku” imbuhnya sambil membanggakan diri
“ apa yang kau ucapkan benar , tapi itu berlaku untuk wanita yang sedang jaga image di hadapan pria yang dia suka , bukan kah akan rugi jika kita menyia nyia kan makanan hanya untuk membuat orang lain tertarik pada kita” sahutnya vivi tanpa pikir panjang
Cukup lama keduanya berargumen , argumen mereka berhenti saat suster masuk ke dalam kamar inap vivi untuk mengecek slang infus dan tekanan darah vivi , andai saja tidak ada yang mengganggu mungkin mereka akan terus berargumen sampai besok pagi.
Dicky merasa bersalah mengajak istrinya yang baru tersadar itu perang mulut dan bisa bisanya wanita itu selalu bisa membuat dia kehilangan kesan dingin tanpa banyak bicara seperti biasanya , namun hal ini yang dia suka dari wanita itu , sikapnya yang pemberontak itu menjadi kesan yang berbeda dengan wanita wanita yang pernah dia temui selama ini.
Bersambung
Terima kasih sudah mau baca novel karya aku , maaf jika ada kalimat yang salah tulis ,