NovelToon NovelToon
Ganteng Tapi Aneh

Ganteng Tapi Aneh

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Najwa Camelia

Bermodal paras cantik dan tubuh yang indah. Gendhis, bukan nama aslinya. Bertahan hidup dengan bekerja sebagai koki di sebuah hotel bintang lima. Namun, sesuatu hal yang tak terduga terjadi padanya, hingga Gendhis bertekad untuk mengambil pekerjaan sampingan sebagai "teman kencan semalam" tamu-tamu VIP hotel Pacifik.


Narendra Arjuna Guinandra, pengusaha di bidang perhotelan dan pariwisata yang terobsesi untuk menyewa jasa Gendhis. Berapa pun budget yang dia keluarkan, dia tidak perduli. Asalkan gadis itu tetap berada dalam genggaman dan menuruti segala perintahnya.


Sebuah fakta terungkap, membuat Narendra terperosok semakin jauh ke dalam dendam dan kebencian atas kejadian yang tidak pernah dilakukan oleh Gendhis. Hingga gadis itu harus berjuang untuk sebuah kepercayaan yang menyakinkan hati seorang Narendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Tua

Happy reading...

Rembulan sudah berganti shift dengan sang matahari, sinar mentari mengganti tugas bulan di malam hari. Langit berwarna biru secerah pagi ini. Tapi tidak dengan seorang gadis yang telah direnggut paksa kesuciannya oleh sang Tuan mudanya.

Gendhis mengernyit. Sebuah cahaya yang masuk ke dalam kamar yang luas dan mewah itu langsung menusuk ke dalam matanya, seolah berubah menjadi pisau yang tajam. Gendhis menekan ke dalam dengan kuat kelopak matanya.

"Aakkh," erangnya pelan.

Ia meremas kepalanya, ketika merasakan pening yang sangat hebat. Ia berusaha mengumpulkan kesadarannya dan betapa terkejutnya perempuan itu, ketika merasakan sakit di bagian in_ti tubuhnya. Otaknya seketika langsung bergerak cepat menampilkan rekaman kejadian semalam yang membuat tubuhnya terasa nyeri, bahkan tulangnya terasa remuk, sakit, terutama di pangkal pahanya.

Tubuhnya tertarik secara alamiah, tangannya dengan cepat menyingkapkan selimut yang membalut tubuhnya hingga sebatas dada. Gendhis menggeleng, "Ya Tuhan, ternyata semalam itu aku tidak bermimpi. Ini benar-benar terjadi, Tuan Gapian telah mengambil kesucian ku," Gendhis memejamkan matanya sejenak. "Salahkah aku jika mengutuk takdir ku? Kenapa kesialan itu selalu melekat pada hidupku? Jika aku terlahir kembali, boleh kah aku memilih siapa yang akan menjadi orang tua ku, Ya Tuhan?" batin Gendhis meringis.

Andaikan kejadian semalam itu adalah sebuah malam pertama untuk pasangan halal yang saling mencintai. Mungkin memilih meringkuk di bawah selimut hangat adalah pilihan yang ternyaman yang diinginkan oleh Gendhis saat ini. Tapi itu hanya sebuah khayalannya saja. Impian seorang Gendhis yang dapat merasakan sentuhan lembut seorang pria pada malam pertamanya dan dengan suka rela dirinya menyerahkan diri sepenuhnya pada orang yang dicintai dan juga mencintai dirinya. Namun, hal itu hanya sekedar angan-angan belaka. Hanya karena dirinya sangat membenci pada sosok pria yang seharusnya menjadi pahlawan hidupnya, tapi kenyataan yang didapatkan adalah seorang Ayah yang telah begitu tega mengkhianati cinta dan ketulusan Ibunya. Dan membuat dirinya terjebak di situasi ini. Bagaimana caranya agar dirinya bisa terlepas dari cengkeraman si pria dingin Narendra Arjuna Guinandra dan membatalkan kesepakatannya?.

Gendhis melirik sekilas ke sisi lain ranjang yang sudah kosong, dirinya tersenyum getir. Hanya tinggal dirinya sendiri di dalam kamar mewah itu.

Netranya langsung melebar saat melihat pemandangan di sekeliling. Kamar yang masih asing bagi Gendhis, kamar yang jarang sekali dijamah oleh sang Tuan Gapian. Hampir mirip seperti kamar suite di Hotel Pasific yang pernah dia jumpai, tapi kamar paling mewah di hotel sekali pun masih terlihat mewah dengan kamar sang Tuan Gapian, sekarang ini.

Sontak ia menarik tubuhnya, Gendhis terduduk sempurna dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang seraya menarik selimut tebal sampai sebatas dada.

Gendhis menggelengkan kepala tak percaya. Ia merasa sekarang ini dirinya tak berharga, bahkan dia sendiri pun benar-benar malu melihat dirinya. Kesucian yang selalu dijaga akhirnya diambil paksa oleh sang Tuan yang memiliki hak penuh atas dirinya, tanpa bisa melawan.

"Aarrgghh...," Gendhis kembali membanting punggungnya ke kepala ranjang, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.

Wanita itu menghela nafas panjang. Tenggorokannya tersekat hebat. Rasanya dia ingin mati saja, saat ini. Biar kesepakatan itu berakhir. "Benar-benar sial!" Gendhis mendengus. Dia teringat sesuatu tentang semalam. Ya, Tuan Gapiannya itu tidak memakai pengaman, pria itu menyemburkan di dalam rahim Gendhis. Bagaimana jika dia hamil. Gendhis menarik kepalanya dengan kedua tangan, lantas menenggelamkan wajahnya. "Bagaimana ini? Seorang wanita murahan tidak akan pernah menjadi ratu di istana rajanya. Meskipun dia melahirkan keturunan dari sang raja! Ja_lang tetaplah menjadi ja_lang tidak akan pernah berubah menjadi Ratu!" gumam Gendhis menutup mata rapat-rapat. Tak hentinya dia merutuki kebodohan nya sendiri.

Ia mengacak-acak rambut hitamnya yang tergerai dengan frustasi. Ia harus segera beranjak dari ranjang panas itu, dirinya tidak ingin berlama-lama terperangkap dalam buaian sesaat Tuan mudanya. "Sial! Semua ini gara-gara pria tua yang tak tau diri. Ayah yang tidak bertanggung jawab pada putrinya. Perse_tan dengan omongan orang. Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya! Bagiku, sosok Ayah adalah pembu_nuh cinta pertama anak perempuannya! Harga mati tidak bisa ditawar!" Perempuan itu terus bermonolog. Sambil menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, ia turun dari ranjang dengan menyilangkan tangan di depan gundukan kenyal miliknya yang membuat candu Tuan mudanya, lantas melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.

Tanpa disadari Gendhis, sepasang mata menatap tubuh telanjang miliknya dari balik dinding disertai seringai misteri.

Gendhis berdiri di bawah guyuran air shower yang dingin, dia tak ingin terlalu memikirkan nasibnya yang tidak akan pernah berubah sebelum dirinya pergi dari penjara yang diciptakan oleh sang Tuan mudanya. Dia membiarkan tubuhnya dilewati air dari shower di setiap bagian tubuhnya bersamaan dengan derasnya air mata yang luruh di pipinya sejak tadi.

Berkali-kali pun Gendhis mengusap tubuhnya dengan sabun hingga kulitnya memerah. Takkan bisa merubah dirinya menjadi seorang pera_wan lagi.

Seseorang membuka perlahan. Wangi bunga lili menyeruak dari dalam sana.

Sosok wanita yang nyaris tanpa celah. Begitu sempurna di mata pria itu. Begitu elok, wanita paling cantik yang pernah dia kenal selain Mama dan kakak perempuannya. Terlihat lebih jelas kali ini.

Wanita yang berdiri membelakangi dirinya dengan bertelanjang kaki dengan paha dan betis yang halus. Ditambah dengan dua bong_kahan yang nampak masih kencang. Membuat jantung Narendra berdebar-debar. Dia yang saat ini memakai handuk kimono, langsung dilemparkan ke sembarangan arah.

Narendra menutupnya, kemudian melangkahkan kakinya perlahan untuk mendekat pada wanita yang sedang berdiri di bawah guyuran air shower. Nyaris tak ada jarak, lantas kedua tangan kekar itu melingkar memeluk tubuh polos wanitanya.

"Mandikan aku!" bisiknya lembut tepat di indera pendengaran Gendhis. Seraya membalikkan tubuh wanita itu.

Aroma bunga lili menguat saat tubuh mereka saling menempel. Begitu terpesonanya sang Tuan mudanya pada tubuh ja_lang kecilnya. Tatapannya kini telah sepenuhnya pada tubuh polos Gendhis. Putih mulus, sangat halus seperti krim susu dengan da_danya bulat cukup besar bergelantung membuat sang Tuan muda menelan salivanya kasar.

Gendhis hening sejenak, dia berusaha menetralkan jantungnya. Lalu, menghela nafas. "Tidak bisakah, Tuan mandi sendiri!"

Wanita itu memiringkan senyumnya. Seolah sedang menunggu kemarahan apa yang akan diberikan Tuannya.

"Kau ingin aku melemparkan mu kembali ke lantai VVIP Hotel Pasific!" sinis Narendra.

Gendhis mengangguk dengan pasti. "Ya, akan lebih baik aku kembali di sana. Daripada harus terjebak dalam penjara yang kau ciptakan, Tuan Gapian!" ketusnya.

"Omong kosong apa itu!" bentak Narendra dengan saling menatap tajam.

"Lebih baik menjadi ja_lang terhormat di luar sana. Dari pada menjadi budak seorang psikopat seperti anda, Tuan Narendra yang sombong dan angkuh!" jawab Gendhis tenang.

Narendra menelan ludah dengan mata yang memerah membara.

🍁🍁🍁🍁

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕾wᷤαͧηᷠ¢ᖱ'D⃤ ̐🍒⃞⃟🦅
bagus critanya
s7
Lanyap hehehe Bu Tri 🤭😁
NJ♥️🔒
Keren kontraknya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
di kasih tau masih perawan tapi ga percaya juga nah tau kan sekarang ghendis masih perawan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
keknya bukan balas dendam deh Narendra sama ghendis tapi itu mah murni suka sama ghendis cuma pake topeng balas dendam aja padahal mah 🤭🤭🤭awiiieeeeww
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
kenapa harus marah liat ghendis sama laki laki lain kan g ada hubungan juga,,🤭🤭 alamat hukuman ghendis tambah panjang ini mah
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
cieee yg lagi nyaman memeluk seorang ghendis ,,awas ah nanti keterusan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
wah bisa bahaya tu naya,pas datang telat tuannya lagi marah pula aduh apa yg akan terjadi sama Naya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
waw kontrak 2M gimana ngitung nya tuh 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hah ko bisa 🤔🤔🤔dari mana masuknya kek jelangkung aja 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hadeuhh dasar buaya ada aja alasan untuk mengelak dari tuduhan 😔
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
sebenernya itu pertolongan dari othor untuk kamu supaya kamu terjaga keasliannya hingga othor datangkan langsung yg pantas oven buat sosisnya c heru😂🤣🤣🤣
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
duh itu ukuran sosisnya,bikin traveloka 🤭🤭🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
sehat sehat ibunya nayaka ....
dan semoga nayaka berbahagia dengan ...... tuan gapian . yesss 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
semangat dan salut buat perempuan perempuan yang sedang berjuang dalam kerasnya hidup tanpa harus merendaahkan diri
ganbatte, nay 💪💪💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
ehhh jangan salah, nay ....
di novel aja ada judulnya tuh
CINTA DAN DENDAM
atau
CINTA DI ANTARA DENDAM
atau
MENIKAH KARENA DENDAM

awalnya mah dendam, nay.... eehhhh ujung ujung nya duit ...ehhh salah 😅
ujung ujungnya cinta lahhh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
ga ada yang ga mungkin dalam cinta , nay ....
kaya miskin
cantik jelek
....... bukanlah suatu patokan akan hadirnya cinta dan kemana cinta akan bermuara .

jadi .... jangan pesimis, nay ..... 💪😁
🤍: 😂😂🙈 walaupun terlambat datangna cinta ntuu akak sus 🏃🏃
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!