NovelToon NovelToon
Tak Lagi Berharap KESEMPATAN KEDUA

Tak Lagi Berharap KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

hai semua ini novel pertama Rayas ya🤭
kalau ada saran atau komentar boleh tulis di kolom komentar ya. lopyouuuu 😘😘

Dalam keputusasaan, sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawanya di tahun 2025. Namun, maut ternyata bukan akhir. Safira terbangun di tubuhnya yang berusia 17 tahun, kembali ke tahun 2020—tepat di hari di mana ia dikhianati oleh adik tirinya dan diabaikan oleh saudara kandungnya hingga hampir tenggelam.

​Berbekal ingatan masa depan, Safira memutuskan untuk berhenti. Ia berhenti menangis, berhenti memohon, dan yang terpenting—ia tak lagi berharap pada cinta keluarga Maheswara.

kalau penasaran jangan lupa mampir ke novel pertama Rayas 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Gema teriakan Ratih di ruang rapat tadi masih terngiang di telinga Raka dan Bima. Namun, di kediaman Maheswara malam itu, suasana justru berubah menjadi sunyi yang mencekam. Raga Maheswara benar-benar mengurung diri di ruang kerja, menolak bicara pada siapa pun, bahkan pada istri yang biasanya selalu bisa melunakkan hatinya dengan rayuan.

Di paviliun belakang, Ratih berjalan mondar-mandir dengan napas memburu. Maya duduk di tepi tempat tidur, matanya bengkak, namun tidak ada lagi air mata yang keluar. Hanya ada kemarahan yang membatu.

"Mama harus melakukan sesuatu! Kartuku diblokir, semua orang di sekolah menghujatku, dan sekarang Kak Raka dan Kak Bima malah membela si jalang itu!" seru Maya dengan suara serak.

Ratih berhenti melangkah, matanya berkilat tajam. "Diam kamu, Maya! Ini semua karena kamu terlalu ceroboh saat memfitnahnya di sekolah. Kalau saja kamu tidak meninggalkan jejak, kita tidak akan terjepit seperti ini!"

"Jadi Mama menyalahkanku sekarang?" Maya berdiri, wajahnya memerah. "Selama ini Mama yang mengajariku untuk mengambil apa yang aku mau dari Safira! Sekarang setelah semuanya berantakan, Mama mau lepas tangan?"

Ratih mendekati putrinya dan mencengkeram bahunya kuat-kali ini bukan sebagai pelukan hangat, melainkan peringatan. "Dengar. Papa-mu sekarang sudah mulai goyah. Raka dan Bima sudah resmi berkhianat. Jika kita tidak bergerak sekarang, Safira akan menyeret kita ke penjara lewat audit itu. Dan jika itu terjadi, kita akan kehilangan semuanya. Hidup mewahmu, barang-barang bermerkmu... semuanya akan hilang."

Maya terdiam, rasa takut akan kemiskinan jauh lebih besar daripada rasa takutnya pada hukum. "Lalu kita harus apa? Safira dijaga ketat oleh Abian Byakta . Kita tidak bisa menyentuhnya."

Ratih menyeringai tipis, sebuah seringaian yang memperlihatkan sisi gelapnya yang paling dalam. "Safira mungkin sulit disentuh. Tapi dia punya satu kelemahan besar. Kelemahan yang saat ini dia jaga lebih dari nyawanya sendiri."

"Vian?" bisik Maya.

"Ya. Vian adalah anak kandungku, tapi dia lebih memilih menjadi anjing penjilat Safira. Jika kita bisa membawa Vian kembali ke sini, atau setidaknya membuat Vian berada di bawah kendali kita lagi, Safira tidak akan punya pilihan selain mencabut semua tuntutannya," ucap Ratih dengan nada dingin.

Di tempat lain, kehidupan Vian di sekolah internasional barunya justru berkembang pesat. Tanpa tekanan untuk selalu menjadi "adik yang sempurna bagi Maya" atau "anak yang penurut bagi Raga", bakat terpendam Vian mulai muncul.

Sore itu, Safira datang menjemput. Ia melihat Vian sedang berdiri di tengah lapangan basket, dikelilingi oleh teman-teman barunya. Vian tampak tertawa lepas, sesuatu yang hampir tidak pernah Safira lihat saat mereka masih tinggal di rumah Maheswara.

Saat melihat mobil Safira, Vian segera berpamitan pada teman-temannya dan berlari menghampiri.

"Kak! Tebak apa?" Vian masuk ke mobil dengan semangat. "Pelatih basket tadi bilang aku punya potensi buat ikut seleksi tim inti. Dan guru seni bilang lukisanku bakal dipajang di galeri sekolah minggu depan!"

Safira tersenyum lebar, ia mengacak rambut adiknya dengan sayang. "Kakak bangga sama kamu, Vian. Ternyata selama ini kamu cuma butuh ruang untuk bernapas, ya?"

Vian mengangguk mantap. "Iya, Kak. Di sini nggak ada yang membanding-bandingkan aku sama siapa pun. Aku jadi diriku sendiri."

Namun, di tengah kegembiraan itu, ponsel Vian bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang sangat ia kenali. Nomor Ratih, ibu kandungnya.

'Vian, Mama sedang sakit parah. Papa juga tertekan karena kakakmu. Apa kamu benar-benar setega itu meninggalkan Mama sendirian di sini? Datanglah ke taman dekat sekolahmu besok sore. Mama hanya ingin melihatmu sebentar. Jangan beri tahu Safira, atau Papa akan semakin marah padanya.'

Senyum Vian perlahan memudar. Ia menatap layar ponselnya dengan bimbang. Meskipun ia tahu ibunya sering bersandiwara, namun sisi kecil dalam hatinya tetap merasa tidak tenang mendengar kabar ibunya sakit.

Safira yang sedang mengemudi melirik sekilas. "Ada apa, Vian? Pesan dari siapa?"

Vian ragu sejenak. Ia teringat peringatan Safira tentang taktik Ratih. "Hanya... hanya pesan dari teman sekolah, Kak. Nanya soal tugas."

Safira tidak bertanya lebih lanjut, namun instingnya menangkap ada yang aneh dari perubahan ekspresi Vian. Ia memutuskan untuk tetap waspada tanpa membuat Vian merasa dicurigai.

Malam itu di ruang makan keluarga Maheswara, hanya ada Raka, Bima, dan Raga. Ratih dan Maya sengaja tidak keluar kamar untuk memancing simpati. Namun, trik itu tidak lagi bekerja.

"Pa," Raka memulai pembicaraan sambil meletakkan tabletnya. "Besok aku akan mulai mendampingi tim audit independen untuk memeriksa yayasan. Aku harap Papa tidak menghalangi mereka."

Raga menghela napas panjang, ia tampak sangat lelah. "Apa kalian benar-benar harus melakukan ini? Ratih tetap istri Papa, Raka."

"Dan Safira tetap putri kandung Papa," balas Bima dengan suara tenang namun menusuk. "Selama ini Papa mengorbankan Safira untuk kedamaian semu di rumah ini. Sekarang, saatnya Papa menghadapi kenyataan bahwa kedamaian itu dibangun di atas penderitaan orang lain."

"Lagipula, Pa," tambah Raka, "kami sudah memutuskan. Jika Papa mencoba melindungi Ratih dari kasus penggelapan ini, maka aku dan Bima akan mengundurkan diri dari manajemen Maheswara Group dan memberikan seluruh saham kami kepada Safira sebagai bentuk kompensasi."

Raga tertegun. Ia menatap kedua putra kembarnya dengan tak percaya. Kehilangan Safira dan Vian sudah merupakan pukulan besar, namun kehilangan Raka dan Bima berarti kiamat bagi bisnisnya.

"Kalian mengancam Papa?" tanya Raga dengan suara bergetar.

"Kami tidak mengancam, Pa. Kami memberikan pilihan," ucap Raka tegas. "Pilih antara keadilan, atau pilih kehancuran total keluarga ini bersama Ratih dan Maya."

Raga terdiam seribu bahasa. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, ia menyadari bahwa ia telah kehilangan otoritas di rumahnya sendiri. Bukan karena ia lemah, tapi karena anak-anaknya telah menemukan kebenaran yang jauh lebih kuat daripada egonya.

Di sudut gelap koridor, Ratih mendengarkan percakapan itu dengan tangan terkepal. Ia tahu waktu untuknya sudah hampir habis. Ia harus memastikan rencana pertemuan dengan Vian besok sore berhasil, apa pun taruhannya.

...****************...

Guyssss jangan lupa like nya ya, kalau ada yang kurang atau typo coment aja nanti, biar jadi pelajaran buat Rayas soal nya ini novel pertama rayas

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor
kalea rizuky
keren novelnya
shanairatih
ga sabar nunggu lanjutanny😍
Cty Badria
up y byk Dan panjang ceritany 💪/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Lala Kusumah
semoga UAS nya lancar dan hasilnya memuaskan ya 🙏🙏🙏
MataPanda?_
semangat trus kak.. 💪
Lala Kusumah
syukurlah Fira akhirnya keluar dari rumah Maheswara 👍👍👍💪💪😍😍😍
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Lala Kusumah
😍😍😍😍😍
Wahyuningsih
penyesalan pasti datng terlambat
Wahyuningsih
gas thor 💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Lala Kusumah
makasih updatenya, kalau bisa double atau crazy up ya 🙏🙏🙏
Yusrina Ina
author up nya tidak cukup ni 🤭🤭🤭 tambah lagi ya 🙏🙏🙏. terima kasih semangat 💪💪💪 lagi up nya.
MataPanda?_
bagus kak MC y gk neko"ceritanya bagus semangat trus kak 😄
Lala Kusumah
Safira emang hebaaaaaatt baik hati dan tidak sombong 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!