NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: BISIKAN SANG PEWARIS

BAB 29: BISIKAN SANG PEWARIS

Hutan pinus di lereng terjal Shimla terasa seperti labirin raksasa yang tidak berujung. Salju yang turun semakin lebat, menutupi jejak kaki Aarohi dan Shravan, namun juga memperlambat langkah mereka. Aarohi menggendong Shravan di punggungnya, tangan kecil anak itu melingkar erat di lehernya. Detak jantung Shravan yang cepat terasa di punggung Aarohi, pengingat yang nyata bahwa ia tidak boleh menyerah sekarang.

Di kejauhan, suara helikopter Deep masih meraung, lampu sorotnya menyisir puncak-puncak pohon seperti mata raksasa yang lapar. Di sisi lain, teriakan anak buah Aryan Malik terdengar dari arah lembah. Mereka terjepit di antara dua iblis.

"Mama... aku takut," bisik Shravan, suaranya gemetar menahan dingin yang menusuk tulang.

Aarohi menurunkan Shravan di sebuah ceruk gua kecil yang tersembunyi di balik dinding batu yang membeku. Ia segera menyelimuti anaknya dengan jaket taktisnya yang memiliki teknologi pemanas mandiri—salah satu peralatan canggih tahun 2026 yang diberikan Abhimanyu.

"Jangan takut, Sayang. Mama di sini. Tidak akan ada yang menyakitimu lagi," ucap Aarohi sambil menggosok-gosok tangan Shravan yang pucat.

Aarohi memeriksa sisa peluru di senjatanya. Tinggal lima butir. Ia tahu mereka tidak bisa terus berlari. Ia harus memikirkan strategi untuk memancing Deep dan Aryan saling menghancurkan. Namun, perhatiannya teralih saat Shravan menarik ujung bajunya.

"Mama... Papa sering datang ke panti," Shravan memulai pembicaraan, matanya menatap kosong ke arah kegelapan hutan. "Dia selalu membisikkan sesuatu padaku sebelum aku tidur."

Aarohi menajamkan pendengarannya. "Apa yang dia katakan, Shravan?"

"Papa bilang... aku adalah kunci. Dia bilang di dalam kalung yang kupakai ini, ada 'nyawa' dari perusahaan Papa. Dia bilang jika terjadi sesuatu padanya, aku harus memberikan kalung ini pada Mama."

Aarohi tertegun. Ia segera meraba leher Shravan dan menemukan sebuah kalung perak sederhana dengan liontin berbentuk peluru kecil. Ia membukanya, dan di dalamnya terdapat sebuah micro-SD yang sangat kecil—teknologi penyimpanan data militer yang tahan air dan api.

"Nyawa perusahaan?" gumam Aarohi.

Ia menyadari sesuatu yang mengerikan. Deep tidak hanya menjadikan Shravan sebagai umpan, tapi Deep menjadikan anak kandungnya sendiri sebagai brankas berjalan. Kalung itu kemungkinan berisi akses ke seluruh aset gelap dan bukti-bukti yang bisa menghancurkan keluarga Malik dan Raisinghania sekaligus. Deep memberikan itu pada Shravan karena ia tahu, tidak ada yang akan mencurigai seorang anak kecil di panti asuhan terpencil.

"Papa juga bilang..." Shravan melanjutkan dengan nada lebih rendah, "bahwa Mama sebenarnya tidak pernah membuangku. Papa bilang Mama sedang 'tertidur' di tempat yang sangat jauh, dan Papa harus melakukan hal-hal buruk agar Mama bisa bangun kembali."

Air mata Aarohi jatuh tanpa bisa dibendung. Apakah ini bentuk cinta Deep yang sakit? Deep menghancurkan hidupnya, menjebloskannya ke penjara, dan memisahkan anaknya hanya agar ia bisa mengendalikan "permainan" ini? Di mata Deep, Aarohi dan Shravan hanyalah bidak catur yang ia gerakkan demi sebuah tujuan yang ia sebut perlindungan.

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang berat terdengar di depan gua. Krak.

Aarohi segera mendekap mulut Shravan dan menarik pistolnya. Sesosok bayangan muncul di ambang pintu gua. Bukan Aryan, bukan Deep. Itu adalah Rohan, pengkhianat yang bekerja untuk Malik.

"Menyerahlah, Aarohi. Aku tahu anak itu membawa sesuatu yang berharga. Berikan kalungnya, dan aku akan membiarkan kalian pergi," ucap Rohan sambil menodongkan senapan serbu dengan laser merah yang tepat membidik dada Aarohi.

Aarohi berdiri perlahan, memposisikan dirinya di depan Shravan. "Kau sudah mengkhianati Abhimanyu, Rohan. Kau pikir Malik akan membiarkanmu hidup setelah kau mendapatkan kalung ini?"

"Aku tidak bekerja untuk Malik lagi," jawab Rohan dengan seringai licik. "Aku bekerja untuk diriku sendiri. Di tahun 2026 ini, data adalah emas. Dan anak itu membawa gunung emas."

Tepat saat Rohan hendak menarik pelatuknya, sebuah tembakan jitu terdengar dari arah luar gua. Peluru itu menembus tangan Rohan, membuatnya menjatuhkan senjatanya.

"Jauhkan tangan kotor kalian dari keluargaku!"

Deep Raj Singh muncul dari balik kegelapan badai salju. Wajahnya dipenuhi luka bakar yang mengerikan akibat ledakan di panti asuhan, namun ia masih berdiri tegak seperti raja yang menolak untuk jatuh. Ia memegang pistol berperedam, matanya menatap Rohan dengan haus darah yang murni.

Deep menembak Rohan tepat di kening tanpa ragu. Tubuh pengkhianat itu jatuh kaku di atas salju.

Deep kemudian menoleh ke arah Aarohi dan Shravan. Untuk pertama kalinya, Aarohi melihat air mata di mata Deep. "Berikan Shravan padaku, Aarohi. Malik sedang menuju ke sini dengan seluruh pasukannya. Kita harus pergi sekarang!"

Aarohi mendekap Shravan lebih erat. "Aku tidak akan membiarkanmu membawanya lagi, Deep! Kau menjadikannya alat! Kau menyembunyikan kenyataan bahwa dia putraku!"

"Aku melakukannya agar kau punya alasan untuk tetap hidup!" teriak Deep di tengah badai yang semakin menggila. "Jika kau tidak tahu kau punya anak, kau akan menyerah di penjara! Shravan adalah alasan kau bertahan, Aarohi! Dan sekarang, aku butuh kalung itu untuk mematikan semua sistem Malik!"

Aarohi menatap kalung di tangannya, lalu menatap Deep, dan terakhir menatap putranya yang gemetar ketakutan. Ia menyadari bahwa di puncak Shimla yang membeku di tahun 2026 ini, ia harus melakukan pertaruhan terakhir. Bukan untuk dendam, bukan untuk Deep, tapi untuk kebebasan Shravan.

"Pegang tanganku, Shravan," ucap Aarohi.

Ia tidak menyerahkan kalung itu pada Deep. Ia justru menghancurkan liontin itu di bawah sepatunya hingga berkeping-keping.

"Data itu sudah terkirim ke server Abhimanyu secara otomatis begitu kalung ini terbuka, Deep," dusta Aarohi dengan tatapan berani. "Sekarang, jika kau ingin menyelamatkan anakmu, kau harus bertarung sebagai seorang ayah, bukan sebagai seorang raja."

Deep tertegun, lalu senyum bangga yang aneh muncul di wajahnya yang hancur. "Kau benar-benar telah berubah, Aarohi. Baguslah. Karena sepertinya... kita akan menghadapi pasukan Malik bersama-sama malam ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!