NovelToon NovelToon
Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Teen School/College / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: R.angela

Sekuel Hujan dari Langit untuk Bumi + Sold.

#Romcom
#Cerita Ringan

Kisah petualangan seorang gadis mencari 'rumah' yang mampu memberinya kebahagiaan dan bisa menerima kehadirannya.

Kisah remaja dan semua liku percintaan dan juga persahabatan yang diwarnai tangis dan tawa. Hingga sosok Duda tampan masuk dalam kisah Olin.

Hidup Rain, Duda muda nan tampan yang selama ini menutup diri terhadap wanita sejak kematian istrinya, harus porak-poranda ketika bertemu dengan gadis cantik dan selalu ceria di sekolah tempatnya menjadi dokter di UKS sekolah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badmood jadi Goodmood

"Ngapain kamu sendiri di sini, Gadis kecil?" tanya Rain, menatap geli pada gadis itu yang sejak tadi dia amati dalam diam.

Olin sedang kesal. Tahu kan, kalau gadis belia lagi kesal, ngambek-an? Mulutnya akan terkunci, dan kuncinya gak tahu tahu kemana.

Olin menoleh, menaikkan satu alisnya, lalu kembali buang muka. Dia berdiri lalu berjalan meninggalkan Rain yang tampak terbengong hanya bisa melihat kepergian Olin.

Rain yang merasa dikacangin ikut mengejar ke dalam rumah, setelah beberapa saat lalu melongo melihat Olin mengabaikannya.

Rain mendapati gadis itu duduk di samping Sagara. Merebahkan kepalanya dengan manja pada pria itu, yang juga sedang bicara dengan Cakra, si bungsu dari keluarga itu. Begitu masuk dan saling adu pandang, dan lagi-lagi Olin buang muka.

Tidak ingin diabaikan lagi, Rain memilih untuk pergi dari sana, tapi langkahnya dihentikan oleh Sagara.

"Pak Dokter, terima kasih sudah menolong ku tempo hari," ucap Sagara mengingat perintah ibunya untuk mengucapkan terima kasih pada Rain ketika bertemu nanti.

"Jangan panggil pak dokter, ini bukan sekolah," ucap Rain datar tanpa ekspresi. Mungkin sisa rasa kesal karena dicuekin Olin masih tersisa.

"Benar, panggil aja Om. Gak lihat apa Kak, beliau udah tua, kayak Om-Om," ucap Olin mendelik kesal pada Rain.

Kalau dipikir-pikir, harusnya Rain tidak usah kesal, karena seperti perkataannya, Olin masih gadis kecil. Perkataan anak kecil kan tidak perlu diindahkan, kenyataannya? Rain peduli! Dia justru terusik, dia peduli apa yang dipikirkan gadis itu tentangnya!

Dan apa katanya tadi? Om-Om? Ingin sekali Rain menarik bibir gadis itu, dan menjahit dengan rapi seperti yang kerap dia lakukan pada luka pasien. Diamatinya kembali bibir itu, sangat menggemaskan. Eh, tunggu dulu, kok jadi menggemaskan?

Rain akhirnya duduk di sana, mengobrol dengan Sagara. Pria itu awalnya juga ingin melanjutkan kuliah dengan memilih jurusan kedokteran, tapi papanya pasti tidak mengizinkan.

"Dulu, aku juga tidak memilih jurusan ini, mengambil bisnis dan manajemen, tapi seseorang mengubah pandanganku, dan untuknya aku mengganti jurusanku," terang Rain, masih mencuri pandang pada Olin yang kini menutup mata dengan kepala bersandar di bahu Saga. Rain tahu gadis itu tidak tidur, hanya berpura-pura karena tidak ingin melihatnya.

Pukul 11 malam, semua tamu undangan pulang, dan Rain tidak mendapatkan kesempatan untuk bicara dengan Olin.

***

"Kenapa nasinya gak dimakan? Kok Tante perhatikan beberapa hari ini, kamu murung terus? Ada apa, Sayang?" tanya Bee melihat ke arah Olin. Semua anggota keluarga lengkap di meja makan pagi itu karena memang hari libur.

Sagara ikut melirik. Dia juga merasakan hal beda pada Olin. Padahal sejak Olin bergelayut manja tidur di bahunya saat di rumah Rain, Sagara sudah berniat untuk mengungkapkan perasaannya pada Olin, tapi setelah melihat mood gadis itu yang berubah-ubah, dia pun menunda niat nya.

"Aku gak papa, Tan, hanya gak berselera makan. Boleh ya, aku ke kamar," ucapnya sedih. Hatinya benar-benar terluka. Aneh mungkin, tapi dia tidak pernah merasakan sesakit ini di hatinya. Padahal selama ini dia yakin kalau dia menyukai Sagara, tapi aneh, setelah apa yang terjadi di ruangan Rain, dia tidak bisa melupakan pria itu.

"Ya sudah, Sayang. Kalau kamu gak enak badan, istirahat aja," ucap Bee lembut.

"Olin kenapa, Sayang?" tanya Bintang setelah gadis itu menjauh.

"Iya, kayak lagi putus cinta," sambar Siera cekikikan. "Galau kayak putus cinta."

"Hush, kamu tahu dari mana kalau galau begitu lagi putus cinta?" lanjut Bintang melihat salah satu putri kembarnya itu.

"Iya, Pa. Kayak di drakor itu," timpal Siena ikut tertawa.

"Kalian masih kecil, belajar yang benar, jangan nonton drama-drama Korea kerjaannya," hardik Bintang. Perkembangan anak-anak zaman sekarang memang sangat cepat. Sangat berbeda saat di zaman dia kecil. Anak zaman sekarang lebih cepat dewasa.

Setelah selesai makan, Bee yang masih kepikiran keadaan Olin mendatangi gadis itu ke kamarnya. "Boleh Tante masuk?" tanya Bee setelah mengetuk pintu.

"Masuk aja, Tante," ucap Olin yang sedang rebahan.

"Ada yang mau kamu cerita sama Tante? Kamu kenapa? Tante sedih kalau lihat kamu begini," ucap Bee duduk di sisi Olin.

"Aku gak papa Tante. Beneran," ucap Olin duduk melipat kaki, mengambil boneka Boba nya dan meletakkan di atas paha.

"Beneran? Tante gak mau kamu sakit karena nyimpan kesusahan hati sendiri," ucap Bee penuh kelembutan. Olin hanya mengangguk. Mana mungkin dia cerita masalah hatinya. Coba tadi kalau pria yang dia taksir adalah perjaka, pasti Olin dengan semangat memberitahukan Bee, tapi ini? Bisa-bisa Bee jantungan mengetahui dia menyukai suami orang.

"Oh iya, Tante Sky tadi nelpon, katanya kamu ketinggalan barang gak di rumahnya? Ada paper bag di rumah tamu, dia ingat pas datang kamu yang nenteng paper bag itu?"

Seketika Olin menegakkan tubuhnya. Dia ingat, itu kado untuk Rain, tapi karena dia kesal, kado itu gak jadi dia berikan.

"Itu... Iya, punya aku Tante," jawab Olin terpaksa jujur.

"Nanti Rain yang antar, atau bawa ke sekolah. Ngomong-ngomong soal Rain, Tante salut sama anak itu. Bisa bertahan dalam kesedihan yang amat mendalam. Tante pikir dia dulu bisa gila karena terlalu sedih, sampai gak mau keluar dari kamarnya dan tubuhnya itu benar-benar kurus," celoteh Bee mengenang masa-masa sulit yang dihadapi Rain, setelah kepergian Gwen.

"Memangnya dia kenapa, Tante?" tanya Olin antusias. Dia penasaran apa yang sudah terjadi hingga pria itu bisa se-menyedihkan itu.

"Rain itu mencintai seorang gadis, adik kelas sekaligus tetangganya. Tapi kasihan, Gwen menderita penyakit, dan di saat sekarang, Rain menikahinya," tutur Bee yang berhasil membuat mulut Olin menganga tanpa sadar.

"Terus, istrinya?" Olin semakin penasaran.

"Udah meninggal, tidak lama setelah mereka ijab kabul di hari itu," ucap Bee berkaca-kaca. Olin bahkan sudah menangis. Kisah Rain begitu menyedihkan.

"Sejak itu, Rain terpuruk, tapi setelah Sky memohon menyadarkan, dan menasehati Rain, mengingatkan janjinya pada Gwen sebelum meninggal, Rain akhirnya kembali melanjutkan hidupnya."

"Itu alasan dia memilih kedokteran, Tante?" tanya Olin menghapus air mata di pipinya. Ingat akan cerita Rain saat berbincang dengan Saga waktu itu.

"Iya, benar. Kamu tahu dari mana?" Bee menatap Olin yang air mata terus mengalir.

"Rain yang cerita sama kak Saga di saat pesta ulang tahunnya kemarin," ucap Olin.

"Ya sudah. Kamu jangan nangis. Rain udah move on, kok. Kita doakan saja, dia dapat jodoh yang baik, gadis yang bisa menyentuh hatinya hingga buat dia lupa masa lalunya," ujar Bee bangkit, mencium kening Olin lalu keluar dari kamar gadis itu. Olin masih terbengong melihat daun pintu yang ditutup Bee.

"Aku pastikan, gadis itu aku, Tante!"

1
GeL
Mulai bulan depan ya kak
Ratna
kok ngak ada lanjutan cerita Olin thorr,,,
padahal udah lama slalu ngecek tapi gx ada sampai sekarang.
Ratna
kok masih cerita si qwen sih
itukan masalalu gue udah baca di judul Mak bapaknya,,
lanjutin ceritanya Olin dong thor
Widaandriani27@gmail.com Gmail.com
Luar biasa
Monita Sari Part II
kok GK lanjut cerita olin'a ??
lanjut donk cerita olin'a
Ani Wafi
Luar biasa
natali1515
bagus banget ceritannya
Ai Cinun
kak kisah rain apa sampai disini aza
Ainy Bundanya Gilang
mgkin othor nya nulis smpe tamat dlu mgkin cerita nya Bru di up smua nya...😃✌️msh berharap masih ngguin sbnar nya🙏🙏
Fitriani Fitriani
kok gak ada lajutannya thor
Ai Cinun
kak lanjut donk
Fitriani Fitriani
laaaaaaazzzjuuuuuuut
Ai Cinun
kak rain blom up yg terbaru kah???
Neng Ati
bee knp sih kamu egois banget,dr dl waktu sebelum menikah sama bintang jg kamu selalu bikin kesal pembaca,sadarlah rain dan Olin itu saling mencintai knp kamu halang2i,tega banget
Yuni Rahma
d tunggu up nya thor
GeL: Hai kak, terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ainy Bundanya Gilang
othor nya sakit atau gimana sih? kok d tggu GK pernah up😭😭padahal tiap hri check,eh blm jg ada up trbru nya🙏🙏
GeL: Hai kak, maaf karena jadi gak nyaman, silakan baca bab 40-45, sudah otor perbarui isinya
total 1 replies
Yuni Rahma
lanjut thor, penasaran sm ceritanya
Tiwik
thor kok lama nggak up rain dan olin sih
kamu sehat kan thor nggak sedang sakit kan ????
semoga sehat selalu thor ku tunggu up nya
GeL: hai kak, kisah Rain udah aku revisi, silakan baca lanjutannya yang terbaru mulai bab 40-45
total 1 replies
Neng Ati
sabar menunggu,tau2 double up kan bikin seneng hehehe
abhipraya
kok blm up kk rain sma olin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!