Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30: Lima Tahun Kemudian ...
***
Waktu berlalu dengan cepat, dimana kondisi desa Mingxien semakin makmur dan sejahtera, dan si kembar sudah berusia enam tahun sekarang.
Desir kincir angin, suara aliran air yang teratur, dan suara dentang logam dari beberapa rumah pandai besi, menjadi sebuah irama khas ala desa Mingxien sekarang.
Sawah berundak terbentang luas dan rapi, bagaikan sebuah permadani hijau surgawi.
Saluran irigasi air yang terbuat dari bambu, kini sudah di ganti dengan besi dan memakai penyangga dari batu, hasil dari inovasi pemikiran para pemuda desa itu.
Desa kuno berkembang menjadi sebuah desa yang inovatif, membuat desa-desa disekitarnya menjadi tertinggal sangat jauh.
Jika penduduk desa lain masih bersusah payah dalam bertani, desa Mingxien sudah memakai bajak sapi yang dibuat khusus oleh Mingye dan Yuexin.
Jika penduduk desa lain masih berjalan kaki untuk pergi ke pasar utama, desa Mingxien sudah memakai kereta kuda sederhana untuk bepergian, layaknya para bangsawan Ibukota.
Semua itu berkat kepemimpinan Anlian sekeluarga yang cepat dan tepat dalam mengatasi semua permasalahan yang ada, sehingga dalam lima tahun, desa Mingxien berubah menjadi wilayah yang sangat makmur.
Di sebuah lapangan besar alun-alun desa, terlihat sekelompok anak-anak usia muda sedang berlatih pernapasan.
"Tarik ... tahan ... lepaskan perlahan!" seru Mingye memberi bimbingan dengan tegas.
Anak-anak itu mengikuti semua arahan Mingye dengan patuh.
Yuexin berdiri disamping Mingye sambil bertolak pinggang, dia memakai hanfu semi modern, yang dibuat khusus oleh Anlian.
"Jika energi kalian bocor, ulang semuanya dari awal!" seru Yuexin dengan wajah serius.
Walaupun tinggi badannya masih tergolong mungil, namun aura penekanan yang dia keluarkan, sama seperti aura orang dewasa yang sudah berlatih ribuan tahun.
Kuat sekali!
Salah satu anak dari kelompok itu meringis, wajahnya terlihat sangat memelas.
"Kak Yuexin ... Kak Mingye, sebenarnya kami sudah sangat lelah ..." ujarnya sambil mengusap peluhnya.
Mendengar alasan itu, Yuexin langsung masuk dalam mode 'Bos Aktif'.
"Apa?! Lelah?!" beo Yuexin sambil berjalan mendekat ke arah anak tersebut.
"Kalian baru saja belajar mengalirkan sepuluh kali siklus 'Pernapasan Tanah', dan kalian bilang sudah ... lelah?!"
Mingye menghela napas pelan, jika mode 'Bos Aktif' Yuexin sudah menyala, maka akan sulit untuk diredakan.
"Xinxin ... sudahlah! Jangan menakuti mereka!" ujar Mingye sambil berjalan ke arah Yuexin.
Yuexin menolehkan kepalanya ke arah Mingye, lalu dia mendengus kesal.
"Hmp! Kamu terlalu lemah dengan mereka, Kak! Jika mental mereka seperti ini, bagaimana mereka bisa menjaga desa ini nanti? Tidak selamanya kita harus bergantung dengan para orang dewasa, kan?" ujar Yuexin dengan wajah cemberut.
Apa yang dikatakan Yuexin sangat benar, membuat anak-anak itu kembali duduk bersila dilapangan tersebut, dengan wajah penuh tekad kuat.
Anlian dan Shen Luo mengamati semua itu dari kejauhan dengan wajah bangga.
"Mereka itu baru berusia enam tahun, loh! Tapi cara mereka mengatur orang itu seperti para 'Tetua' yang berusia ratusan tahun ... hehehe," ujar Shen Luo sambil terkekeh.
"Sepertinya, warisan 'Sang Abadi' itu mulai menyatu dengn jiwa dan tubuh mereka ..." sahut Anlian dengan wajah penuh senyuman.
"Sudah sejauh mana tingkat kultivasi mereka sekarang?" tanya Shen Luo.
Anlian menatap kedua anaknya dengan tatapan mata lembut, namun serius.
"Mingye dan Yuexin sudah mulai masuk ke tahap 3 Kultivasi Jalur Abadi, yaitu tahap 'Jiwa Tak Bernoda' ..." jawab Anlian.
Shen Luo tertegun sejenak, saat mendengar jawaban Anlian.
"A--apaaa?!! Tahap ketiga?! Mereka baru berusia enam tahun, dan sudah masuk ke tahap tiga kultivasi warisan itu? Benar-benar monster!" gumam Shen Luo.
"Itu karena mereka tidak berjalan di jalur kultivasi dunia ini ..." sahut Anlian.
Shen Luo menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Warisan 'Sang Abadi' memang bukan Kultivasi Qi konvensional biasa ..."
"Hmm ..."
♨
Sore harinya di dalam Paviliun Angin yang sudah diperluas, Mingye dan Yuexin duduk berhadapan dengan mata terpejam.
Cincin dan gelang giok ditangan mereka memancarkan cahaya hijau lembut, membuat suasana disekitarnya menjadi tenang dan nyaman.
"Aliran energi 'Jalan Takdir Abadi (Dao of Eternal Fate) hari ini terasa lebih stabil dari kemarin ..." gumam Mingye.
Yuexin mengangguk setuju.
"Sepertinya, tahap 3 ini lebih mudah dilalui dari pada dua tahap sebelumnya ..." sahut Yuexin.
"Mungkin dalam beberapa bulan ke depan, kita bisa masuk ke tahap empat kultivasi ini," lanjut Yuexin.
"Tidak perlu terburu-buru ..." ujar Mingye.
"Stabilkan dulu pondasi jiwa dan raga kecil milik kita ini sekarang, agar tidak terguncang saat memasuki tahap keempat nanti."
Yuexin mendengus kesal, saat melihat kehati-hatian Kakaknya itu.
"Hmph! Kamu terlalu berhati-hati, Kak! Padahal kita mempunyai tulang spesial, loh!" ujar Yuexin sambil tersenyum jahil.
"Bukankah 'Sang Abadi' pernah mengatakan, jika tulang dan tubuh kita tercipta untuk menampung energi berlebih?" lanjut Yuexin sambil membuka matanya.
"Itu benar ... tapi bukan berarti tanpa batas! Setiap tubuh memiliki batas sesuai usia, jadi kita harus berhati-hati ..." sahut Mingye sambil membuka matanya perlahan.
Saat hendak membalas ucapan Mingye, mereka mendengar suara Anlian dari arah belakang mereka.
"Hey, bocil! Sudah selesaikah latihan kalian?" seru Anlian sambil tersenyum.
Yuexin langsung bangkit, dan berlari memeluk Anlian.
"Ibuuuu! Xinxin merindukanmu ..." seru Yuexin dengan wajah berbinar.
Mingye memutar bola matanya dengan malas, saat melihat kemanjaan Yuexin.
"Hmph! Dasar si paling manja!"
Mingye menghampiri Anlian, lalu dia membungkukkan tubuhnya, memberi hormat.
"Ibu ..."
Anlian mengusap kepala mereka dengan lembut.
"Ada pertemuan di Balai Desa, apa kalian ingin ikut?" tanya Anlian.
Yuexin mengerutkan hidungnya, sambil melihat ke arah Anlian.
"Pertemuan lagi? Rajin sekali warga desa ini, sebentar-sebentar mengadakan pertemuan! Desa kita ini sudah sangat maju dan sempurna, untuk apa melakukan banyak pertemuan?" protes Yuexin dengan bibir mengerucut.
Anlian menoel pipi gembul Yuexin sambil terkekeh.
"Justru karena terlalu 'Sempurna', maka banyak desa di sekitar sini yang mulai memperhatikan ..."
"Oh, baiklah ..."
Ketiganya berjalan keluar dari Paviliun Angin, sambil bergandengan tangan.
♨
Balai pertemuan warga Desa Mingxien, kini terlihat lebih besar dan megah.
Bangunan rumah penduduk berjejer rapi dan bersih, dengan sebuah garasi modern tempat menaruh kereta kuda.
Anlian membangun tempat khusus untuk memelihara ternak, yang dekat dengan area ladang penduduk.
Anlian sengaja membuat pengaturan seperti itu, agar halaman rumah penduduk bersih dan sehat.
Setiap penduduk yang beternak hewan, mereka mempunyai catatan jumlah hewan yang ditaruh disana, dan jadwal vaksinasi hewan-hewan tersebut agar sehat di konsumsi.
Mereka juga melakukan pengebirian untuk ternak babi mereka, agar bisa gemuk dengan cepat, sehat, dan terjual lebih mahal dari harga daging babi biasanya.
Semua produk Desa Mingxien terkenal dengan kualitas terbaiknya, sehingga mereka menerima banyak pesanan dari luar wilayah.
Karena penduduk sudah makmur, Anlian menetapkan pajak sebesar 10% bagi setiap rumah tiap tahunnya untuk upeti ke Istana Kekaisaran.
Ditambah dengan hasil pertanian dan peternakan mereka, juga buah-buahan aneh yang ditanam oleh Yuexin.
Ya, benar!
Yuexin menanam semua jenis buah-buahan yang ada di dunia modern, seperti durian, mangga, kecapi, manggis, strawberry, anggur hijau renyah, dan leci, yang berukuran super besar dan manis.
Semuanya adalah varietas bibit unggul hasil penyilangan Anlian, yang membuat buah-buahan mereka banyak dicari dan dinantikan oleh seluruh Dinasti Zhang Agung.
Anlian juga melakukan silang kepada bibit sayuran, dimana dia membuat tomat rasa pare, mentimun rasa semangka, dan lobak rasa ubi manis.
Ada juga bibit paprika rasa cabe setan, yang membuat para penggemar rasa pedas tergila-gila.
Namun anehnya, bibit-bibit tersebut tidak dapat tumbuh diluar area Desa Mingxien, yang membuat para petani diluar Desa Mingxien frustasi.
Atas izin Kaisar Agung, Anlian menutup populasi Desa Mingxien dari luar. Artinya, tidak ada yang bisa menetap di wilayah Anlian, selain penduduk yang dari awal sudah ada di sana.
*Kembali ke cerita ...
Para Tetua Desa Mingxien duduk dengan rapi disana, saat Anlian, Shen Luo, Yaoyao, dan kedua anaknya masuk, wajah mereka menatap penuh hormat ke arah mereka.
"Salam, Penguasa Anlian, Tuan Muda, dan Nona Muda!"
Yuexin melambaikan tangan mungilnya dengan santai.
"Santai saja ... tidak perlu terlalu formal ... hehehehe!" ujar Yuexin sambil terkekeh.
Tetua Han langsung berdiri, saat satu keluarga itu sudah duduk ditempatnya.
"Penguasa, Desa tetangga mengajukan permohonan, agar mereka bisa belajar sistem irigasi dan membuat kincir angin seperti yang kita punya ..." lapor Tetua Han kepada Anlian.
"Lalu bagaimana? Lanjutkan Tetua Han ..." ujar Anlian.
"Mereka juga akan didampingi oleh salah satu Sekte yang ada di Dinasti ini," lanjut Tetua Han.
Yuexin menyipitkan mata indahnya, saat mendengar laporan itu.
"Sekte apa?" tanya Yuexin.
"Sekte Awan Biru, Nona Muda. Sebuah Sekte yang terkenal dengan para Kultivator hebatnya," jawab Tetua Han.
Wajah Shen Luo langsung suram, saat mendengar nama Sekte itu.
"Untuk apa mereka datang? Para Kultivator dari sekte itu tidak akan datang tanpa sebuah alasan ..." gumam Shen Luo.
Suara T2 bergema di dalam benak Anlian.
[Mereka datang karena merasakan sedikit energi spiritual yang bocor dari tubuh Mingye, saat dia memasuki tingkat ketiga sebulan yang lalu, Nona!]
"Kita tidak bisa menutup diri selamanya dari luar, karena anak-anak juga butuh belajar ..." ujar Anlian dengan nada santai.
Mingye terdiam sejenak, memikirkan ucapan Ibunya.
"Ibu benar, kita tidak bisa menutup diri selamanya ..." ujar Mingye.
Yuexin menatap ke arah Mingye dengan tatapan bingung.
"Kakak? ..."
Mingye menyeringai ...
"Namun, kita tidak diperbolehkan untuk membuka semua rahasia dalam Desa Mingxien ini ..." ujar Mingye.
"Lalu, apa rencanamu?" tanya Anlian.
Mingye menatap seluruh orang di dalam ruangan itu dengan tajam.
"Kita bisa memperlihatkan teknologi yang ada di desa kita, bukan tingkat kultivasi kita ..." jawab Mingye.
Yuexin terkekeh setuju saat mendengarnya.
"Hehehehe ... Ide yang sangat bagus, Kak! Biarkan mereka berpikir, jika kita hanyalah jenius dibidang teknologi, bukan di kultivasi ..."
"Hmm ..."
"Sekte Awan Biru tidak sebagus namanya, dan mereka tidak berhak untuk merekrut murid dari Desa Mingxien kita ..."
“Hehehe… biarkan mereka berpikir kita hanya desa jenius biasa.”
♨♨♨