Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.
Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.
apalagi Pria itu Tampan.
kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.
Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.
Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.
ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Nama
Rasa tegang, takut bahkan keringat dingin membasahi tubuh Dion saat menaiki roller coaster, berbeda dengan Kiko dan Nina yang menjerit serta tertawa kegirangan karena menikmati permainan yang memacu adrenalin.
saat permainan telah usai di mainkan, mereka Kiko dan Nina ingin mencoba wahana lainnya. sedangkan Dion terdiam menahan dirinya yang ingin muntah serta pusing.
sial aku ingin muntah
Dion yang berjalan dibelakang Kiko dan Nina pergi mencari tempat yang aman agar mereka berdua tidak mengetahui kondisinya yang akan muntah, yang dirasa akan sangat memalukan baginya.
"eh kemana perginya Tuan itu ya?" Kiko melihat sekeliling.
"siapa? pria tampan?"
Kiko mengangguk, "saat kita turun dari roller coaster, dia masih berjalan dibelakang kita"
"lalu sekarang dimana ya?
"coba kita tunggu dia disini sebentar!"
Kiko dan Nina pun berdiri sambil melihat sekeliling tapi entah sudah beberapa lama Dion belum juga kembali.
"masa dia hilang sih?" cetus Kiko menggaruk kepalanya karena kebingungan.
"coba kita ke pos aja buat siaran!" Nina memberi ide
mereka akhirnya sampai ke pos jaga untuk bersiaran, mencari hilangnya Dion yang entah kemana saat sesudah menaiki roller coaster
"maaf, ada yang bisa kami bantu?"
"gini pak, teman kita menghilang. sepertinya ini baru pertama kalinya dia datang kesini" sahut Kiko
"baiklah Nona saya akan memberi sebuah siaran pengumuman atas hilangnya teman Nona", petugas pun bersiap siap menyalakan mikrofon, "siapa nama teman Anda yang hilang?"
Nggg
Kiko kebingungan, "aduh siapa ya?" gumamnya
"Kiko, ditanya tuh siapa namanya?" desak Nina
"eh, aku tidak tahu namanya he he" Kiko salah tingkah
"hah, apa kau bercanda?" Nina kaget, "kau kan sudah tinggal lama dengannya, masa kau bahkan tidak tahu namanya"
Nina memutar bola matanya kesal dengan temannya yang menurutnya aneh ini.
petugas pun ikut bingung dengan kedua wanita yang cekcok masalah nama tersebut.
"Nona, siapa nama teman Anda?" tanya lagi si petugas
"pria t a m p a n, pak!" sahut Nina
"hei, kalian mencoba mempermainkan saya ya? kalian usil sekali" bentak petugas
seketika Kiko dan Nina ciut, "he he maaf pak kami tidak bermaksud mempermainkan bapak tapi teman kita benar benar hilang kok"
"sudah sudah, saya tidak akan menanggapi kalian lagi! lebih baik kalian pergi sekarang!"
Daripada kena marah lagi, akhirnya Kiko dan Nina memilih pergi.
"arrrggghhh dia kemana sih, kenapa harus hilang segala" teriak Kiko frustasi, "Nin, coba kau telfon saja dia sekarang!"
"ah iya kau benar, tapi aku tidak mempunyai nomor telefonnya"
"ah kau gimana sih, dia kan sudah menjadi teman kita masa kau tidak punya nomor telfonnya", ucap Kiko kesal memarahi Nina, "yaudah aku saja yang telfon"
Kiko pun membuka tas kecilnya kemudian mengambil ponsel milik nya, dan saat ponsel itu menyala..
Doeng!!
"aku juga tidak punya nomornya" Hiiksss
akhirnya Kiko dan Nina saling berpelukan dan merengek bersama.
****
karena Dion tak kunjung kembali, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Dion di tempat yang berbeda.
Kiko ke arah kanan, sedangkan Nina ke arah kiri.
Kiko mencari cari ke sekeliling dengan penuh was was.
Kiko sangat takut jika berbenturan dengan seorang pria, kalian bisa membayangkan sendiri bagaimana cara berjalannya untuk menghindari sentuhan ditengah keramaian.
tapi disatu sisi Kiko sangat cemas akan hilangnya Dion, pikiran anehnya sudah terbang kemana mana.
hingga kini Kiko berada di tempat dekat taman tapi cukup sepi dan terlihat ada dua pria sedang asik nongkrong, berkepala botak dan satunya begitu hitam dekil dengan bibir tebal tengah menatap Kiko dengan senyum menyeringai mempunyai maksud tertentu.
"Nona, seperti nya Anda sedang mencari sesorang ya?" sapa pria berkepala botak mendekati Kiko
tanpa berucap pun sudah sangat terlihat jelas dari seringai serta tatapan mereka bahwa mereka berniat buruk terhadap Kiko.
Kiko pun melangkah mundur saat mereka mencoba mendekat.
"sa..saya se..sedang mencari teman saya" sahut Kiko sangat gugup serta gemetar
mereka melangkah mendekati Kiko yang sudah gemetar, dan mencoba menyentuh Kiko tapi tubuh Kiko langsung bereaksi menghindar sehingga mereka semakin menyeringai.
"teman Anda ada didalam", menunjuk ruang kosong, "mari kita antarkan Nona!"
"tidak kalian bohong!" sahut Kiko tegas.
"eh, galak juga ternyata he he"
pria kepala botak itu pun langsung memegang kedua lengan Kiko dan menyeret Kiko masuk ke dalam ruang Kosong lalu melemparkan Kiko hingga jatuh terperanjat ke lantai.
sedangkan pria hitam dekil ber bibir tebal tersebut bertugas untuk merekam aksi terlarang.
"cepat kameranya!"
"oke siap bos!"
Kiko mulai membelalak, berkeringat dingin mengucur disekujur tubuh serta gemetar hebat, ingatan yang dulu pernah dia alami berputar kembali dikepalanya membuat Kiko merasa nyeri sekujur tubuh.
"tolong, j a n g a n!" lirih Kiko
Kiko menyilangkan kedua tangannya berusaha melingdungi tubuhnya dari pria yang akan bermaksud jahat tersebut.
Pria botak tersebut mencoba **** Kiko tetapi dengan sigap Kiko menendangnya hingga pria tersebut jatuh terpental.
Kiko langsung lari menghindar tapi dengan sigap pria tersebut menarik lengan Kiko dan membantingnya ke tembok.
Pria tersebut akhirnya benar benar murka dan dengan kasar hendak menampar Kiko, tapi..
BRUKK!!
Dion datang menolong di waktu yang tepat, menghajar teman pria botak lalu menginjak kamera yang hendak mereka buat untuk aksi ilegal.
"hei, siapa kau? berani beraninya kau mengganggu kesenanganku!" bentak pria botak tersebut saat temannya sudah tumbang akibat ulah Dion.
Dion melihat Kiko sudah duduk membungkuk dengan gemetar menenggelamkan wajahnya, membuat Dion semakin marah, begitu murka ingin segera menghabisi pria yang berdiri di depannya dengan angkuh.
tanpa aba aba Dion langsung melayangkan tinjunya tepat ke wajah pria botak tersebut, menyiku perutnya dengan lutut lalu menghajarnya lagi dengan pukulan keras menghantam.
BRUKK!
Pria itu akhirnya ambruk bersimba darah mengucur di pelipisnya.
selesai menghajar pria jahat, Dion beralih kepada Kiko yang sudah hilang kendali.
"Kiko, kau tak apa apa?" tanya Dion
hendak menyentuh Kiko untuk memberi rasa tenang tapi Kiko malah semakin gemetar.
"jangan sentuh aku!" jerit Kiko kesetanan, "jangan sentuh aku! ku mohon jangan sentuh aku" Hiiiksss
Kiko menjambak rambut serta memeluk tubuhnya sendiri yang sudah sangat gemetar hebat.
"Kiko, ini aku Dion!", lagi lagi Dion ingin menyentuh Kiko yang tengah gemetar, untuk meyakinkannya bahwa dirinya sudah aman dari berandalan tadi.
tanpa di Duga Kiko semakin takut hilang kendali dan menjerit. "Aaaaaa jangan!"
"Kiko, apa yang sebenarnya terjadi denganmu?" gumam Dion
apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Kiko yang periang menjadi phobia terhadap laki laki?
****
NUNGGU 100 KOMEN atau 100 LIKE BUAT UP