Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Cinta Terlarang & Kegilaan Terpendam
Memori Dibalik Kastil kaca..
Selama bertahun-tahun Alessandra dikurung di bawah tanah Kastil Medici, dunia mengira dia hanya ditemani oleh buku-buku anatomi dan musik biola yang menyayat hati. Namun, ada satu nama yang selalu ia tuliskan di pinggiran buku-buku tuanya, nama yang ia peroleh dari surat-surat rahasia yang ia curi dari sistem komunikasi ayahnya, Xander Alexandra.
Sandra ingat, saat mereka berusia empat tahun, sebelum pengasingan itu terjadi, Xander pernah memberinya sebuah mawar hitam yang dipetik dari taman rahasia Alexandra. Bagi anak normal, itu mungkin hal biasa. Bagi Sandra yang sudah menunjukkan gejala psikopati, mawar itu adalah simbol pertama bahwa ada seseorang yang mengerti sisi gelapnya.
Setiap kali rasa sakit dan keinginan untuk menyakiti manusia memuncak di dalam sel mewahnya, Sandra akan mengalihkan kegilaannya. Ia akan menangkap tikus tanah atau burung yang tersesat masuk, membedahnya hidup-hidup dengan air mata mengalir, bukan karena kasihan pada hewan itu, tapi karena ia membenci dirinya sendiri yang terus merindukan sepupu yang tak boleh ia temui.
Di sisi lain, Xander Alexandra tumbuh menjadi pria yang dihantui oleh bayangan seorang gadis kecil yang dibawa pergi, dan dikurung dikastil kaca mewah. Xander tahu mereka adalah sepupu. Ia tahu darah mereka berasal dari akar yang sama, saudara kembar Natalie dan Nathan Alexandra. Namun, setiap kali ia melihat foto masa kecil mereka, jantungnya berdenyut dengan cara yang salah.
Xander berusaha menghilangkan perasaan itu dengan cara yang ekstrem. Ia bergabung dengan pasukan paramiliter, terjun ke medan perang yang paling brutal di Timur Tengah, dan sengaja membiarkan dirinya terluka hanya untuk melupakan wajah Alessandra. Namun, setiap kali ia memejamkan mata, ia melihat mata cokelat keemasan yang menatapnya dengan rasa haus akan darah.
"Dia adalah sepupumu, Xander. Dia adalah monster," Nathan Alexandra selalu mengingatkannya.
"Aku tahu, Ayah," jawab Xander dingin. Tapi di dalam hatinya, ia berbisik, "Dan aku adalah monster yang merindukannya."
.
.
Kembali ke pabrik tua itu, sebum Xander Ditemukan oleh keluarga Alistair-Alexandra. setelah Xander tersadar dari bius singkatnya namun masih dalam kondisi lemah, ia melihat Sandra berdiri di ambang jendela besar yang rusak. Hujan membasahi tubuh gadis itu, membuat gaun hitamnya melekat erat.
"Kenapa kau tidak membunuhku tadi, Sandra?" suara Xander serak, penuh dengan luka emosional yang selama ini ia pendam.
Sandra berbalik. Matanya yang biasanya kosong kini memancarkan badai yang nyata. "Karena jika kau mati, maka tidak ada lagi alasan bagiku untuk membenci dunia ini, Xander."
Sandra melangkah mendekat, mengangkang di atas tubuh Xander yang masih terduduk di lantai. Ia menempelkan ujung pisau bedahnya ke jantung Xander. "Kau pikir aku tidak tahu? Kau pikir aku tidak merasakan bagaimana matamu menatapku seolah kau ingin menelanku bulat-bulat?"
Xander tertawa miris, ia mencengkeram tangan Sandra yang memegang pisau, menariknya hingga ujung pisau itu merobek sedikit kemejanya. "Lakukan saja, Sandra. Bedah dadaku dan lihat apakah ada nama lain selain namamu di sana."
Tangan Sandra gemetar. Sesuatu yang belum pernah terjadi selama ia hidup sebagai psikopat. "Kita adalah dosa, Xander. Darah kita mengental dalam garis keturunan yang sama. Ayahmu dan Ibuku adalah satu jiwa dalam dua tubuh. Kita adalah cerminan dari mereka yang rusak."
"Aku tidak peduli tentang darah itu," bisik Xander. Ia menarik tengkuk Sandra, memaksa gadis itu menatapnya. "Aku sudah mati sejak hari mereka membawamu pergi. Aku menjadi mesin pembunuh hanya agar aku bisa menjadi cukup kuat untuk menjemputmu kembali."
Alessandra melepaskan pisaunya. Ia menyerah pada tarikan magnet yang selama belasan tahun ia lawan dengan menyakiti binatang-binatang di sel kacanya. Ia mencium Xander dengan liar, sebuah ciuman yang tidak memiliki kelembutan, penuh dengan rasa sakit, amarah, dan rasa lapar yang terpendam.
"Keluarga kita akan memburu kita sampai ke ujung dunia jika mereka tahu hal ini," ucap Sandra datar. "Kau adalah bagian dari jiwaku yang gelap, Xander. Aku mencintaimu karena kau adalah satu-satunya orang yang tidak takut pada monster di dalam diriku."
.
.
Keesokan harinya, Jakarta dikejutkan dengan berita hilangnya Xander Alexandra dirumah sakit secara misterius. Nathan dan Natalie melakukan pencarian besar-besaran, namun mereka hanya menemukan satu hal Diruangan itu, Sebuah mawar hitam yang sudah layu, diletakkan di atas Ranjang Xander.
Di sebuah pelabuhan kecil di Bali, dua sosok berdiri menatap laut lepas. Xander menggandeng tangan Sandra dengan posesif.
"Ke mana kita sekarang?" tanya Xander.
"Ke mana saja, asalkan ada sesuatu yang bisa kita bedah bersama," jawab Sandra dengan kilat mata yang kembali liar.
Mereka tahu bahwa cepat atau lambat, Ayahnya Giuliano dan Kakaknya Leonardo akan menemukan mereka.
Namun bagi Alessandra, satu hari hidup dalam cinta yang terlarang ini jauh lebih berharga dari pada Bertahun-tahun hidup dalam penjara emas.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading😍😍😍