NovelToon NovelToon
Choose The Antagonist

Choose The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / One Night Stand / Mafia / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agnes Fetrika

-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.


Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.

Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.

Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.

Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.

“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Sherly difitnah

Untuk Cast mungkin bakalan di ulang lagi, di chapter depan, karena Author sendiri merasa ada yang kurang sama cast sebelumnya 🥲🥲

Susah banget nyari cast buat Jeremy, hehehe.. Author bayanginya terlalu perfect mungkin, apa pakai gambaran AI aja kali ya 🤔🤔

Udah sekian dari Author, happy reading 😊😊

“Tempat ini indah sekali, Remy~”

Jeremy tersenyum kecil, kelihat Sherly yang berjalan di sebelahnya sembari mengamati hiasan indah, seperti beberapa lukisan yang terpajang di dinding, dan vas-vas juga bunga-bunga berjejer rapi di pinggirannya. Meskipun banyak orang, tapi tempat ini cukup luas, sehingga mereka tidak berdesak-desakan dengan orang lain.

“Kau terlalu mengagumi tempat ini, tanpa memperhatikan lelaki tampan di sebelahmu.” Ujar Jeremy dengan nada memelas, Sherly yang menoleh ke arah Jeremy di sebelahnya, lalu tertawa kecil dan mendorong bahu Jeremy pelan, seakan melampiaskan rasa kesal dan gemasnya.

“Masa iya, kamu cemburu sama lukisan ??” Ujar Sherly menaikkan alisnya, membuat Jeremy tersenyum kecil. Dengan tangannya yang masih bergandengan dengan Sherly, Jeremy menarik pelan wanita itu hingga terjatuh di pelukannya.

Wajah mereka begitu dekat, dan mata Jeremy mengamati dan menatap wajah Sherly dengan lekat. Seakan lelaki itu mengagumi wajah indah kekasihnya.

“Ini terlalu dekat, Remy..”

“May I kiss you again, sweetie ??” (Boleh aku menciummu lagi, sayang ??)

“Not now.. We're in public..” (Tidak sekarang.. Kita ada di publik..)

Tapi yang namanya Jeremy tetap akan keras kepala.

“Hanya sebentar saja, mereka tidak akan menyadari aktivitas kita..” Bisik Jeremy dengan lembut, Sherly memerah malu.

“Da.. Dasar nakal !!”

Jeremy mendekatkan wajahnya, hanya tinggal beberapa inchi saja, bibir keduanya akan bertemu..

“Hey !! Bos !! Eh ??”

Jeremy dan Sherly menoleh, ke arah sumber suara, di sana berdiri tiga orang yang memberikan tatapan datar kepada pasangan kekasih itu. Dava, Simon dan Raffi memberikan tatapan tidak suka, sementara Jeremy hanya memberikan respon acuh saja, melihat kehadiran ketiga temannya itu. Sherly hanya bisa memalingkan wajahnya malu, karena hampir saja dia ketahuan akan berciuman dengan Jeremy.

“Dimana-mana ketemunya sama orang gila.” Ujar Jeremy berdecih tidak suka, saat ketiga temannya mendekati mereka.

“Walaupun kelihatan gila, tapi kami kelihatan normal, daripada laki-laki yang mau c*um pacarnya di publik.” Ujar Simon dengan sinisnya, Jeremy menghela nafasnya.

“Ehm.. Remy, disini kamar mandinya di mana ??” Tanya Sherly saat merasakan dirinya mendapat panggilan alam untuk buang air kecil.

“Ada dua, di selatan sama Utara.” Ujar Jeremy menunjuk ke arah dua kamar mandi yang terletak berlawanan arah. Karena ini pesta cukup besar, tidak mungkin pihak penyelenggara hanya menyediakan satu letak kamar mandi saja.

“Mari, Nyonya Sherly, saya antar.” Tiba-tiba Vanny muncul dan dengan sopan, menunduk di depan Sherly, begitu pula dengan Revan yang juga ikut muncul.

Sherly tersenyum, “Aku pergi sebentar ya, Remy..” Ujar Sherly berpamitan kepada kekasihnya, dan di balas anggukan serta senyuman oleh Jeremy.

“Ingat, harus segera kembali, jangan keluyuran !!” Ujar Jeremy seakan mengingatkan Sherly.

“Iya, Remy sayang.” Ujar Sherly lalu pergi berlalu dari sana di antar oleh Vanny disebelahnya.

Sementara Revan sebagai bawahan sekaligus teman dari Jeremy hanya memberikan tatapan tidak percaya, mendengarkan perkataan Jeremy.

“Bos, kita ini masih satu ruangan, masa iya Nyonya Sherly keluyuran disini, lagian Vanny juga menjaga tempat ini.” Ujar Revan dengan sedikit bingung, dan mendapatkan tatapan sinis dari Jeremy.

“Bagaimanapun, di pesta ini banyak lelaki tampan, bisa saja ada lelaki genit nakal yang mencoba mendekati calon istriku !!” Ujar Jeremy sedikit kesal, karena dia tahu jika beberapa tamu lelaki yang ada di sana, diam-diam mencuri pandang ke arah Sherly dengan tatapan kagum.

“Mustahil, gak akan ada yang berani mengusik Sherly, calon nyonya besar Chadwick.” Ujar Simon sedikit ketus, tapi ya di balas senyuman miring dari Jeremy.

“Iya ya.. Kalau ada yang berani, tinggal tebas aja kepalanya.” Ujar Jeremy dengan santai.

“Gak yakin, kalau hukumannya cuma ditebas kepalanya, pasti ada embel-embel di cambuk sama pukulan dulu.” Ujar Dava sambil tertawa kecil.

Para lelaki kemudian berbicara santai satu sama lain. Meskipun terkadang mereka melemparkan perkataan sinis dan ketus satu sama lain, tapi sebenarnya itu adalah bagian dari candaan kecil mereka. Ibarat masakan tanpa garam, jika mereka tidak memberikan sindiran ketus satu sama lain, percakapan mereka akan terasa sangat hambar.

Juga Revan yang bekerja sebagai tangan kanan Jeremy, sudah biasa membalas sindiran sinis bosnya itu, karena keduanya juga adalah sahabat yang cukup dekat satu sama lain.

Tapi perkataan mereka harus terhenti, saat seseorang mendatangi mereka, dan itu juga menarik beberapa orang yang ada di sekitar, karena penampilan sosok perempuan itu, dengan bekas tamparan, rambutnya yang terlihat berantakan, dan bahkan menangis menatap ke arah Jeremy.

Sementara Jeremy sendiri hanya menatap sinis dan sangsi, pada sosok wanita yang datang itu, dia adalah Lea.

“Tuan Jeremy tolong aku, tuan..” Ujar Lea dengan menangis, dan menahan rasa sakit.

“Apalagi ??” Tanya Jeremy dengan sinis, tanpa menghiraukan beberapa luka di tubuh Lea.

“Kekasih anda, telah menganiaya saya di kamar mandi.. Saya.. Saya mendengarkan rencana licik kekasih anda, yang ingin merebut semua harta anda !! Dia wanita licik tuan, dia mendekati anda hanya demi harta saja !!” Ujar Lea dengan menangis, dan perkataan itu membuat beberapa pengunjung berbisik satu sama lain. Tapi Jeremy terdiam, seakan tidak terpengaruh perkataan Lea, dan menaikkan alisnya.

“Ada apa ini ??” Sherly muncul dengan ekspresi raut wajah bingung, bersama dengan Vanny di sebelahnya. Lea langsung menunjuk ke arah Sherly dan berbicara dengan nada tinggi.

“Kau wanita licik !! Berani sekali kau memanfaatkan Tuan Jeremy !! Apa kau tidak punya rasa malu ?!”

Sherly yang dituding seperti itu, malah membulatkan matanya bingung, beberapa orang berbisik-bisik satu sama lain, tapi ya Sherly abaikan semuanya. Karena Sherly terbiasa dengan hinaan dan bisikan gosip miring dari orang-orang.

“Tuan Jeremy, putuskan saja wanita licik itu !! Dia hanya wanita j*l*ng yang memanfaatkan wajah dan tubuhnya, hanya demi mendapatkan uang anda !!” Ujar Lea menoleh ke arah Jeremy, tapi tangannya tetap menunjuk ke arah Jeremy.

Wajah Jeremy berubah tatkala mendengarkan penghinaan dari Lea kepada Sherly.

“Bisa kau ulangi lagi ??” Ujar Jeremy dengan nada dinginnya, membuat teman-teman Jeremy sedikit menegang, mereka tahu akan ada masalah besar yang terjadi di tempat ini.

“Sherly !! Wanita j*l*ng yang hanya memanfaatkan tubuh dan wajahnya-”

Plak !!!

Satu tamparan di layangkan Jeremy pada Lea, dan itu membuat semua orang yang ada di sana, menahan nafas mereka.

Duhh perang besar ini.. Batin Simon melihat wajah Jeremy yang terlihat sangat marah menatap ke arah Lea.

Salah sendiri, pakai acara nuduh Sherly, ya tanggung sendiri konsekuensinya batin Dava dan Raffi dengan acuh.

Ayo bos !! Hajar terus !! Makanya jangan berani nyenggol Nyonya besar Chadwick !! Batin Revan menyeringai senang, saat melihat atasannya terlihat sangat marah.

 

🌟🌟🌟🌟🌟

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Thor pengen melihat wajah mc nya!!!! cantik and hensem 🔥🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: wahhh!!!! terbaikk 🍬
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Vincent!!!! manisan sedang menunggu muuu
Agnes Fetrika: Ntar kejutannya lebih manis lagi 🤣
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
sedikit manis 🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Agnes Fetrika: /Smile//Smile/ Di tunggu update selanjutnya ya kak /Smile/
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
takde noda merah? Thor tolong bagi aku hint!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: terbaik Thor!!!!
total 6 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
next... high leval🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
total 2 replies
Irmha febyollah
yg rajin update ya kk🥰🥰🥰, suka sama ceritanya
..
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
Irmha febyollah
kak update nya satu hari berpa bab?
Agnes Fetrika: Maaf ya, untuk saat ini Author baru bisa satu hari satu bab 🙏🙏 Tapi Author usahain setiap hari update kok 😉😉
total 1 replies
Etty Rohaeti
semangat Thor
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya 😊😊😊
total 1 replies
**Maulina**
lanjut 💪
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!