Khumaira, sosok istri ideal, namun ia memiliki suami yang hatinya bukan untuknya. Khumaira dengan cinta di hatinya tak pernah menyerah untuk memenangkan hati sang suami, ia terus berjuang sampai pada akhirnya hati suaminya mulai meleleh dan memiliki perasaan padanya. Namun siapa sangka wanita yang sangat di cintai suaminya kembali hadir di hidup mereka, dan itu membuat hati Khumaira kembali tersakiti karena kedatangan wanita yang dulu di anggap telah tiada, ternyata dia masih hidup, dan kedatangannya itu membuat sikap suami Khumaira kembali berubah padanya.
"Akankah Khumaira mampu mempertahankan pernikahannya?, atau memilih untuk menyerah?"
Temukan semua itu hanya di noveltoon "SUAMIKU BUKAN UNTUKKU."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SA.J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Arhand Mabuk
Duarr.
Suara pintu yang di tutup dengan kasar mengangetkan Maira yang sedang termenung di balkon. "Ma-mas," ujar saat melihat suaminya.
Arhand berjalan ke arah balkon, dan tanpa aba-aba ia ******* bibir ranum istrinya, dengan sedikit kasar. Maira kaget dan berusaha mendorong Arhand kebelakang namun tenagannya bukan tandingan Arhand.
"Uemm. Ma-mas. Uemm," ujar Maira dan masih berusaha mendorong dada suaminya.
Ia tak ingin menyakiti hatinya saa Arhand kembali sadar besok dengan kalimatnya yang menyakitkan, seperti waktu itu.
"Ah," d***h Maira saat Arhand mengigit leher jenjangnya.
Arhand mendorong Maira masuk ke dalam kamar, dan menindihnya di atas ranjang. Arhand kembali mencumbui bibir istrinya dengan rakus. Arhand memejamkan matanya dan mengingat wajah merona istrinya saat Azlan memujinya, dengan kasar ia menjilati dan mengigit pipi istrinya.
"Berani merona saat di puji oleh pria lain," racaunya.
"Ahh, Mas," rintih Maira merasakan pipinya sakit karena gigitan Arhand yang keras.
Arhand kembali berpindah ke bibir istrinya, lalu turun ke leher istrinya membuat karya entry di sana. Kedua tangan Arhand bergerak bebas, ia m*****ti pakaian istrinya satu persatu. Dan pada saat Arhand ingin membuka penutup segitiga istrinya. Maira dengan cepat menahan tangan suaminya.
"Ma-mas, kau mabuk. jangan, Mas. Uuemm ... ah, Mas," ujarnya menahan namun Arhand kembali me***at bibirnya, sedangkan tangannya merobek penutup itu, dan memasukkan miliknya dengan paksa.
"Aaahhhhh, sakit," teriak Maira saat milik suaminya masuk dengan sekali hentakan. Air mata Maira tak henti-hentinya menetas kala merasakan rasa sakit di bawah sana.
Arhand memaju memundurkan pinggulnya, membuat Miara meringis ke sakitan namun lama kelamaan suara ringisan itu berubah dengan ******* ke nikmatan.
................
"Azlan kamu kenapa dari tadi melamun terus?" tanya Clarisa karena sedari tadi di pesta dan mobil adiknya itu selalu saja melamun.
"Tidak ada, Kak. Aku masuk kamar dulu," ujarnya dan keluar dari kamar Kakaknya setelah meletakkan Rian.
"Tuh anak kenapa yah, tidak biasanya dia seperti itu?" tanya Clarisa merasa aneh dengan sikap adiknya tak bisa.
"Sudahlah, kenapa aku mikirin orang jomblo, mending aku tidur biar besok bisa terlihat segar," celetuknya memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.
Azlan duduk di tepi ranjang, ia kembali mengingat wajah senduh Maira, ekspresi takutnya. "Kenapa wajah Maira begitu ke takutan dengan suaminya?, Apa suaminya suka menyiksa dirinya?, Jika itu benar, aku tidak akan membiarkan itu lagi terjadi?"
"Tunggu. Ini aku kenapa?, kenapa aku yang marah dan kesal?" tanyanya pada dirinya sendiri saat tersadar dengan apa yang baru saja ia katakan.
Azlan kembali menerawang langit kamarnya. "Maira ( ucapnya ) cantik, lembut, dan sangat manis ( ujarnya tanpa sadar). Astaga aku ini kenapa sih?, Kenapa setiap kali aku mengingat namanya dan teringat padanya aku senyum-senyum seperti ini. Aarrgg. Apa aku menyukainya?"
Senyum di bibir Azlan kembali terbit kala ia mengucapkan pertanyaan terakhirnya.
................
Lagi hitam malam berubah menjadi langit pagi yang indah. Dua insan yang belum lama tertidur karena olahraga ranjang mereka yang baru saja mereka selesaikan, membuatnya masih nyaman tertidur dengan posisi saling memeluk.
"Maid, kemana Nyonya Maira?" tanya Ny. Arsy pada kepala Maid.
"Nyonya Muda belum turun, Nyonya Besar," jawab kepala Maid dengan sopan.
"Belum turun? ( gimamnya ). Tidak biasanya Maira telat bangun, ada apa dengannya?, Aku akan liat dia?" ujarnya dan bangkit dari kursinya ingin pergi naik kekamar menantunya.
Baru akan melangkah, Tuan Blanco sudah menahan pergelangan tangan istrinya. "Mama, di sini saja tidak usah naik dan membangunkan mereka. Temani saja Papa makan," ujar Tuan Blanco datar, uang memang menjadi ciri khasnya.
"Mama hanya sebentar, Pa. Mama hanya ingin ngecek kondisi Maira, karena kemarin malam Mama liat matanya sembap gitu," ujar Ny. Arsy khawatir keadaan menantunya.
"Menantu Mama baik-baik saja, bahkan mungkin saja Mama akan segera mengendong cucuk," ujar Tuan Blanco lagi.
Ny. Arsy seketika menatap suaminya. "Cucu?, Mama segara mengendong cucuk, maksudnya apa, Pa?" tanya Ny. Arsy tidak mengerti dan penasaran apa maksud ucapan suaminya barusan.
"Duduk dulu dan makan nanti Papa beritahu," ujar Tuan Blanco meminta istrinya untuk kembali duduk.
"Tidak. Mama mau tau sekarang. Katakan, Pa, apa maksud ucapan Papa tadi?" ujar Ny. Arsy mendesak suaminya meminta penjelasan daei ucapannya.
"Papa juga tidak ingin bicara kalau, Mama, tidak duduk dan makan," ujar Tuan Blanco datar, dan kembali melanjutkan acara makannya.
Ny. Arsy kembali duduk karena ia harus mendapatkan penjelasan dari ucapann suaminya, hatinya sudah dipenuhi dengan harapan. Ia berdoa semoga apa yang di pikirnya memang benar terjadi. Menantunya Maira sedang hamil.
................
...#continue ......
...See you the next Episode, Readers....
...Vote....
...Like....
...Comments....
...Favoritekan....
mudah"an mertua qesya dibukakan matanya biar bisa melihat kelakuan anaknya yang telah menyakiti qesya...
semoga qesya segera terbebas dari pesikopat Azlan.... semoga kamu bisa mendapatkan hukuman Azlan karena telah menyiksa qesya...
mudah"an mertua qesya dibukakan matanya biar bisa melihat kelakuan anaknya yang telah menyakiti qesya...
semoga qesya segera terbebas dari pesikopat Azlan.... semoga kamu bisa mendapatkan hukuman Azlan karena telah menyiksa qesya...
crazy up Thor
kepo nih sama qesya