NovelToon NovelToon
[TLS#2] Crazy Dare

[TLS#2] Crazy Dare

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:296.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Zakinah

Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.

Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.

Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN # 13

Adakalanya seseorang ingin menghilang saja ketika sudah tidak kuat lagi akan masalah yang ia hadapi. Rasanya, pergi jauh dari hiruk-piruk lebih mengasyikkan daripada harus berdiam meratapi nasib.

Iya, lebih baik pergi jika punya kesempatan untuk pergi. Sayangnya, Krystal tidak punya kesempatan itu. Ia ingin pergi jauh namun ada yang tidak bisa ia tinggal. Ia ingin menyerah namun ada sesuatu yang harus membuatnya tetap berjalan. Mamanya. Satu wanita yang menjadi alasannya kuat selama ini.

Suster Eva :

Pulang sekolah ke RS, ya, Tal. Mamamu kambuh lagi.

Satu pesan singkat yang sukses membuat hati Krystal dalam mode ambyar. Terpontang-panting tanpa arah disertai rasa sesak yang entah datang dari mana memenuhi rongga pernapasannya.

Krystal takut.

Setiap kali kabar mamanya kambuh, rasa takut itu ikut melambung tinggi. Melumpuhkan sebagian sel saraf Krystal untuk berpikir jernih. Seperti ini contohnya, otaknya yang blank tanpa sadar membawanya ke sebuah sungai yang sepi. Sangat sepi hingga bahkan suara hewan sama sekali tidak terdengar. Hanya suara arus sungai dan angin yang saling bersahut-sahutan.

Dua jam terakhir mata pelajaran Biologi ia lewatkan untuk menjernihkan otaknya. Ia tidak bisa menjamin akan bisa berkonsenterasi jika saja hari ini ia tetap ikut jam terakhir.

Suara notifikasi chat dari ponselnya menyadarkan Krystal. Nama kontak Bagus Baskara tertera jelas di lookscreen ponselnya hingga kerutan halus tercetak di jidatnya.

"Ngapain nih cowok?" membuka pop-up chat dari Bagus, Krystal membeo bingung.

Bagus Baskara :

Tal, lo tau gak jodoh lo siapa?

Pertanyaan aneh bin gaje itu mau tidak mau membuat sudut bibir Krystal tertarik. Rasa marahnya pada cowok itu beberapa hari memanglah tidak sepenuhnya marah. Ia hanya merasa tidak suka jika ada seseorang yang menentukan pilihannya sendiri.

Me :

Mabok rokok lo?

Bagus Baskara :

Jawab aja. Gue kepo nih siapa jodoh lo.

Krystal menggeleng tak habis pikir.

Me :

Yah, gak tau lah. Aneh lo.

Bagus Baskara :

Gue juga gak tau siapa jodoh gue.

Gak nanya! Batin Krystal kesal. Cowok gondrong anggota inti The Lion ini selain gila dan tukang paksa ternyara aneh juga.

Me :

Terus?

Bagus Basakara :

Berarti kita jodoh dong.

"Hah?" bibir Krystal refleks terbuka. Benar-benar merasa aneh dengan cowok sinting, gila, aneh bin gaje ini.

Me :

Maksud lo apa sih?

Bagus Baskara :

Kan, jodoh gak ada yang tau, Tal.

Kekehan refleks keluar dari bibir Krystal. Berikutnya pupil matanya melebar kaget ketika layar ponselnya menunjukkan sebuah panggilan video. Parahnya, itu dari cowok yang baru saja mengiriminya pesan. Panggilan pertama hingga kedua masih didiamkan oleh Krystal hingga panggilan ketiga ia menerimanya.

"Halo?" sapa Bagus. Krystal membalasnya dengan gumaman saja. Masih merasa aneh dengan tingkah tiba-tiba cowok ini.

"Ada orang gak, nih? Entar gue malah ngomong sama angin lagi."

Krystal memutar mata malas. "Ada."

Bagus terkekeh. "Gue kirain lo nyemplung ke sungai gara-gara chat gue tadi."

"Eh?" Kepala Krystal refleks menoleh kanan kiri ketika mendengar Bagus tahu di mana dirinya saat ini. Namun saat mendengar cowok itu kembali berkata, ia mendengus.

"Gue gak ada di sana, lo pasti nyariin gue, kan?" Cowok itu terkekeh. "Jangan cari gue kalo gak mau serius. Entar gue sakit hati lo mau tanggung jawab?"

"Lo bener-bener mabok rokok, ya? Aneh lo!"

"Gue bukan mabok rokok. Tapi mabok senyuman seseorang."

"Siapa?" tanya Krystal cepat, namun saat menyadari kebodohannya ia segera menutup mulutnya hingga Bagus tertawa. Tampak sekali cowok ini ingin mengerjainya.

Hening mulai menguasai. Kedua mata berbeda warna itu hanya saling menatap lewat layar kaca. Krystal ingin sekali mengalihkan tatapannya namun rasanya sangat sulit. Matanya terkunci oleh netra hitam itu.

"Jangan sedih-sedih, Tal. Sayang senyum lo yang cantik gak keliatan."

Krystal mengerjap ketika kesadaran menyentaknya. Ia mendengus namun jauh di dalam sana ia ingin tersenyum. Sejenak, ia tertegun. Bertanya-tanya akan perubahan dirinya dan mood-nya hanya karena seorang Bagus Baskara.

Rasa apa ini?

"Tal ...." suara rendah dan berat itu berhasil menggetarkan hati Krystal. Ada sebuah rasa asing yang menyelinap masuk ke celah-celah hatinya yang masih terbuka bagiannya. Rasa asing yang membuat Krystal tidak nyaman namun munafiknya, ia suka.

"Tal."

"Hah? Iya?" sial! Ia gugup hanya karena suara lembut Bagus yang mengusiknya.

"Gue mau ketemu."

Alis Krystal mengernyit. "Mau apa emangnya?"

"Mau liat bagunan bersejarah."

"Hah? Bangunan bersejarah?"

"Iya. Bangunan bersejarah."

"Apa?"

Bagus sempat terdiam beberapa detik sebelum senyumnya mengembang. "Candi tawamu."

####

Umpatan dan gerutuan kesal tiada hentinya keluar dari bibir merah muda milik Krystal. Tiga puluh menit berlalu ia sudah berdiri di halte namun juga belum ada kendaraan umum yang lewat. Arloji kecil di pergelangan kirinya telah menunjukkan pukul empat sore.

Rasa khawatir mulai menyapanya. Bayangan mamanya menangis histeris membuatnya refleks memejamkan mata.

"Mau kemana, Neng? Yuk, Abang anter sampe tujuan."

Mata Krystal terbuka. Penampakan Bagus dengan motor Harley dan helm bogo membuat ia diam-diam mendengus geli. "Mau gak Abang anterin? Gakpa-pa gak dibayar sama dikasih bintang, asal dikasih hati Neng, Abang mah ikhlas atuh."

"Bacot amat!" Krystal tanpa menolak lagi langsung duduk di jok belakang motor Bagus. Jika saja ia sedang tidak buru-buru saat ini, mungkin drama tolak-paksa akan kembali terjadi.

"Ke RS."

Mendengar itu Bagus menoleh. "Nyokap lo kam-"

"Cepet. Entar gak gue kasih bintang lima."

Bagus terkekeh. "Berhubung helmnya gak ada, lo pake sabuk pengaman, ya? Takutnya entar kenapa-napa lagi."

"Hah? Emang motor lo ada sabuk pengamannya?"

Bagus diam-diam menahan tawa dengan mengulum bibirnya. Cowok yang saat ini memakai boomber hitam itu kembali menoleh melihat raut bingung Krystal. "Ada. Caranya gini, nih." kedua tangannya menarik kedua tangan Krystal untuk melingkari perut ratanya.

"Nah, amankan kalo gini."

Krystal yang sudah tahu akal bulus cowok itu dengan cepat menarik tangannya. "Gak usah modus, lo! Cepet! Gue disuruh suster Eva ke sana."

"Iya-iya. Galak amat sih, lo."

Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, hanya Bagus yang sibuk berceloteh ria seolah tidak kehabisan topik pembicaraan. Sedangkan yang diajak bicara hanya merespons dengan anggukan dan gumaman acuh.

"Lo mau tau sesuatu gak, Tal?" teriak Bagus. Suara bising kendaraan di Kota Jakarta memang tidak pernah lengang sampai kapan pun. Roda dua dan roda empat saling hilir mudik dengan kesibukan yang berbeda-beda. Menyebabkan kemacetan yang khas Ibu Kota.

"Apa?" sahutnya mulai ikut menimbrung.

"Lo percaya gak kalo ini motor bukan punya gue?"

"Emang iya?" Bagus memperbaiki letak kaca spion motornya agar wajah Krystal terpampang. Bagus suka melihat wajah kebingungan cewek itu. Iya, hanya wajahnya. Bukan orangnya.

"Iya. Ayah gue dulu itu orangnya suka ngoleksi motor Harley. Dari yang paling murah sampe yang paling mahal. Dari yang paling antik sampai paling modern di jamannya."

Krystal mulai tertarik, cewek itu sedikit memajukan wajahnya agar suara Bagus lebih terdengar jelas. "Jadi ini motor koleksi bokap lo?"

Bagus mengangguk. "Iya. Dan ini salah satu yang paling murah." lalu ia terkekeh. "Lo pasti mau nanya kenapa gue pake yang paling murah, kan? Padahal yang mahal pasti jauh lebih bagus."

Krystal mengangguk. Walaupun tidak terlalu kepo, ia tetap saja ingin tahu.

"Karna di motor ini paling banyak kenangannya sama bokap." Krystal dapat merasakan bahwa cowok di depannya ini tengah tersenyum. Bibir Krystal ikut melengkung tanpa sadar.

"Dulu, setiap sore waktu senja udah mulai keliatan, bokap gue sering ngajak gue keliling buat liat senja."

"Bokap lo suka senja?"

Bagus menggeleng cepat. "Enggak."

"Lah? Terus?"

Terkekeh, Bagus melirik sekilas ke kaca spion. Menikmati alis menukik di wajah Krystal. "Sebelum senja benar-benar terlihat sempurna, bokap gue langsung bawa gue pulang. Gue selalu protes kenapa gak tungguin senja hilang dulu? Kenapa ngajak mau liat senja kalo ujung-ujungnya malah pergi? Dan lo mau tau bokap gue jawab apa?"

Krystal mengangguk, tanpa sadar kedua tangan cewek itu memegang erat sisi kanan dan kiri jaket Bagus. Bagus melirikkan matanya ke bawah kemudian mengulum senyum.

"Kata bogap gue 'ada yang lebih indah dari pada senja yang sempurna' gue tanya 'apa, Yah?' masa dia ngejawab gini, 'bentar lagi magrib, Ayah mau imamin bunda kamu buat shalat'."

"Gue bingung dong. Yaudah gue tanya lagi 'emang apa hubungannya, Yah? Bunda kan bisa shalat sendiri' bokap gue ngejawab, 'liat bunda kamu cium punggung tangan Ayah selesai shalat sambil senyum itu jauh lebih indah dari pada senja yang tampil sempurna'. Gue bener-bener gak habis pikir sama bokap gue sendiri. Udah tua tapi masih aja alay."

Krystal tertawa menggeleng-gelengkan kepalanya. Mendengar kisah ayah Bagus, cowok itu pasti sangat merasa kehilangan sosok ayahnya yang hangat dan humoris. Sedikit rasa iri merasuk ke hati Krystal, ayah Bagus begitu hangat sedangkan papanya? Krystal hanya bisa tertawa miris mengingatnya.

"Bokap lo lucu, ya. Pasti seru kalo beliau masih ada," komentar Krystal setelah Bagus menceritakan ayahnya.

Bagus mengangguk kemudian melirik spion lagi. "Tapi ada yang lebih lucu, Tal. Mau tau?"

"Apa?"

"Lo."

.

.

.

IYA TAU KOK SAYA LUCU😂😂

BAGUS UDAH MULAI NGENGAS KRYSTAL, HAHA

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE

1
Teguh wira admaja
thor... ini cerita selanjutnya atau cerita awal yah
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Risa Aprilia
sad ending
Risa Aprilia
pohon togenya semaput duluan mah klo yg digantung cowok ganteng,😅
Kokom Mala
aq sih emang lebih setuju bagus sma dita,soal nya dari awal di senior emang udh klik nya sma dita,,knpa ada kristal,kurang dpt fil nya
Yenni Efita
😭😭😭😭
dhara chantika
pindah kemana thor? aq ingin ngikut
Yenni Efita
ksh mukjizat thorr buat Kristal, terlalu bnyk kepedihan airmata dlm unurny yg msh belia.... beri ksh syg n kebhgiaan sm org yg syg m dia dg tulus
Sisti Yanti
Galau..
Sisti Yanti
Karna aku suka yg menantang aku pilih bagus... Hahaha
octa
MO NANGIS TAPI ADA MAK GW😭
rhmbrt_s
mata gue sampe hmpir bengkak thor
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuut
Ana Ana Bae
season 2 dong thor....krystal lahir kembali dengan karakter baru dong thor...pliss....
Partiah Yake
nangis aku....., sewajarnya ya begitu ya masa sdh tau sakit tuva tuba sembuh kan agak lucu ya thor
embun pagi
seru layaknya Thor,,,tapi lupa sama nama2 tokonya,,,🙈🙈
Khanza💟💟
Nangis tengah malam ini mah
Nyesek sumpah😭😭
رح يسف
sad bnget sih kamu gus😭😭😭
Nur Sifa
😭😭😭😭
LyLa_LyLa
thor gue nangis terharu banget 🥺😭😭😭😭
key
😭😭😭😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭

sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!