Seorang Ratu yang dikenal bengis dan jahat mengalami kekalahan dimana suaminya sang Kaisar memutuskan untuk menceraikannya dan memengal kepalanya dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap wanita lain milik sang Kaisar
Apalagi sang Kaisar sudah memiliki wanita lain dan memutuskan untuk menikahinya.
Membuat hati Ratu sangat hancur dan di hari eksekusinya dia memohon kepada Tuhan untuk mengubah nasibnya.
Dia tidak bisa meninggalkan putri kecilnya yang besar tanpa seorang ibu...
Apa Tuhan bisa mengabulkan doa dari sang Ratu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cantik
Tiba-tiba saja Kaisar Abraxas memegang tangan Annelise. Membuat Annelise terkejut tapi ia bisa bernafas lega karena Kaisar Abraxas tetap menutup matanya.
Dengan pelan Annelise melepaskan tangannya dari Kaisar Abraxas dan memegang wajahnya dengan lembut mengingat setiap struktur wajah milik pria yang di cintai nya. Annelise tidak bisa melupakan bagaimana kebersamaan nya dengan Abraxas suka duka mereka berdua jalani bersama. Bahkan ketika menjelang pernikahan mereka banyak orang yang memberontak menolak keberadaan nya sebagai isteri Kaisar Abraxas mengingat mereka lebih suka dengan mendiang Ratu Catherine.
Tentu saja Kaisar Abraxas berhasil menyelesaikan masalah itu dan melanjutkan pernikahan mereka sampai terlahir Puteri kecilnya Sofia. Dimana dunianya merasa lengkap. Tanpa sadar Annelise memikirkannya membuatnya meneteskan air matanya yang cepat-cepat di hapus menggunakan jari nya.
" Kau harus melupakannya Anne, tidak ada lagi cinta. tidak ada lagi." gumam Anne yang berusaha menguatkan dirinya sebelum memandang Kaisar Abraxas lagi.
Annelise menghela nafasnya memastikan Kaisar Abraxas dalam baik-baik saja. Ia berdiri dan berjalan menuju sofa untuk membaringkan tubuhnya malam ini dia tidak bisa kembali ke kamarnya karena sewaktu-waktu jika terjadi sesuatu kepada Kaisar Abraxas. Ia tidak ingin keluarga nya mendapatkan masalah karena kecerobohannya menjaga pemimpin.
Sebelum memejamkan matanya Annelise melihat Kaisar Abraxas.
" Selamat malam Brax." ucap Anne sebelum tertidur.
...****************...
Keesokan harinya ketika Kaisar Abraxas membuka matanya dia melihat seorang wanita yang menarik perhatiannya dalam beberapa hari ini berada di sampingnya sambil merawat lukanya.
Wanita itu memiliki rambut berwarna cokelat keemasan jadi ketika cahaya matahari mengenainya membuatnya semakin berkilau. Mata nya yang berwarna hijau teduh buat siapa saja yang melihatnya merasakan ketenangan. Tapi sayangnya wanita itu sama sekali tidak mempedulikannya apa dirinya membuat kesalahan pikir Kaisar Abraxas.
Kaisar Abraxas tidak menyadari bahwa Annelise memperhatikannya.
" Maaf telah mengganggu waktu istirahat anda, Yang Mulia. tapi saya harus membersihkan luka anda dan membalutnya dengan perban baru." ucap Anne sambil menundukkan kepalanya tidak berani melihat manik biru yang memperhatikannya.
" Tidak masalah saya mengucapkan terima kasih karena telah merawat saya. Jadi bagaimana perjalanan anda dengan Puteri Maria apa dia tidak mengusahakan anda?" tanya Kaisar Abraxas yang mengganti topik.
" Sama sekali tidak menyusahkan Puteri Maria adalah anak manis. Meski sikapnya yang dingin tapi saya memaklumi mengingat dia baru saja kehilangan sesosok ibu di usianya yang masih kecil. Puteri Maria juga sepertinya tertarik dengan tanaman herbal dan bunga-bunga. Jadi saya mengajaknya ke sana." ucap Anne yang sepertinya tidak sadar telah menceritakan perjalanan ke kota bersama Puteri Maria sambil memasang senyum bahagia.
Kaisar Abraxas yang melihatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya mendengar Annelise berbicara dia sama sekali tidak menduga bahwa seorang Lady yang di kenal kekanak-kanakan bisa mencuri hati Puteri nya. Ia tahu Puteri Maria sama sekali tidak menyukai seseorang yang hanya mendekati nya hanya demi sebuah kekuasaan dan sepertinya Annelise bisa menyakinkan Puteri Maria bahwa dia hanya ingin sebuah pertemanan saja.
Membuat Kaisar Abraxas tidak bisa menahan perasaan kagumnya apalagi Annelise berbicara dengan wajah bahagia dan pipinya yang merona indah.
" Kau cantik." ucap Kaisar Abraxas yang memuji Annelise.
Annelise yang mendengarnya seketika menghentikan ceritanya melihat wajah Kaisar Abraxas yang memperhatikannya. Ketika wajahnya semakin mendekat Annelise hanya bisa memejamkan matanya
Sampai....
BRAK...
Countine...
next story should be betteer...semangaaatzz