NovelToon NovelToon
Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Mafia / Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:927.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: HelmaliaPutri18

Renatta harus mengalami dua hal pahit sekaligus dalam hidupnya setelah ditinggal sang kekasih yang sudah dipacarinya selama 3 tahun dan ditinggal pergi oleh ayahnya untuk selamanya dalam sebuah insiden.

Kemalangan yang dialami Renatta tidak sampai disitu saja adik dari ayahnya berusaha merebut harta yang dimiliki Renatta hingga dia dipertemukan oleh sosok laki laki bernama Devan yang saat itu sedang membutuhkan biaya untuk pengobatan ibunya yang sedang sakit keras.

Renatta menawarkan pernikahan kepada Devan dengan perjanjiaan bahwa Renatta akan menanggung semua pengobatan ibu Devan tanpa tahu siapa Devan yang sebenarnya.

Devandra Narendra Abimana sosok pria misterius dengan segala rahasia yang disembunyikannya.

Renatta Desinta Maharani sosok wanita penuh dengan kerumitan di kisah hidupnya.

“Kamu akan menyesalinya karena sudah menawarkan sebuah pernikahan kepadaku”. Ujar Devan dengan nada lirihnya yang tidak bisa didengar Renatta

Bagaimana kelanjutan kisah kehidupan Renatta dan Devan?

Dan apakah Devan bisa membantu Renatta keluar dari segala kepedihan dan masalahnya atau Devan hanya akan menambah kesedihan di kehidupan Renatta?

Cinta Dendam dan Obsesi

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HelmaliaPutri18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Kehancuran

Renatta memijit pelipisnya pelan, dia sedang berfikir keras bagaimana bisa perusahaannya mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis, ditambah juga banyak investor yang tanpa sebab menarik seluruh investasi di perusahaannya, yang lebih parah lagi ditemukan beberapa petinggi perusahaan ketahuan melakukan korupsi.

Tiba - tiba pintu ruang kerjanya dibuka secara paksa " Sebenarnya apa yang sudah terjadi, bagaimana bisa perusahaan bisa mengalami kerugian sebesar ini?" Tante Inggit melempar berkas ke meja Renatta dengan kasar.

"Seharusnya memang kakakku tidak mempercayakan perusahaannya kepada kamu, sekarang lihat kan, sejak kamu mengambil alih perusahaan semuanya menjadi kacau" Tante Inggit terus menyalahkan Renatta karena baginya dia lah penyebab semua masalah yang terjadi di perusahaan yang sudah susah payah kakaknya bangun hampir diambang kebangkrutan.

Renatta hanya diam mendengarkan semua perkataan Tante Inggit, menjawab pun tidak ada gunanya sebab posisinya memang saat ini paling disudutkan.

"Dan satu lagi produk terbaru yang akan kita luncurkan terancam gagal karena ditemukan pelanggaran didalamnya" Ucap Tante Inggit sebelum keluar dari ruangan Renatta.

Renatta membuka berkas yang tadi di berikan Tante Inggit, ternyata benar telah terjadi pelanggaran di produk terbarunya yang akan diluncurkan Minggu depan tapi bukankah team manager pemasaran juga bertanggung jawab atas semua ini itu berarti Devan juga mengetahui tentang pelanggaran ini.

Renatta segera menuju ke ruangan Devan untuk menanyakan semuanya, tetapi sebelum dia keluar dari ruangannya, tiba tiba Om Regan muncul dengan membawa sebuah map cokelat dan menyerahkannya ke Renatta.

"Sepertinya ada yang sengaja ingin menjatuhkan perusahaan ini, dan di dalam map itu ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa beberapa investor menarik semua modalnya, kini menanamkan saham dan modalnya kembali di DN Corp"

"DN Corp?, sepertinya perusahaan itu tidak asing ditelinga ku"

"Ya, anda benar DN Corp saat ini menjadi perusahaan terbesar di bidang real estate dan perhotelan yang saat ini banyak di incar oleh para investor"

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Renatta dengan nada yang hampir putus asa.

"Tidak ada cara lain selain mencari tahu siapa dalang dari semua ini karena hanya ini cara yang saat ini bisa dilakukan dan untuk masalah pelanggaran produk juga terdapat sebuah kesengajaan didalamnya"

Renatta menghela nafasnya lemah, dia sendiri bingung baru kali ini perusahaan mengalami masalah sebesar ini apalagi sudah hampir diambang kehancuran.

.

.

.

Saat ini Renatta menuju ke ruang kerja Devan, tadi sebelumnya dia sudah ke sana tetapi tidak menemukan Devan di ruangannya, kemudian tidak lama kemudian sekretarisnya menelfon dan mengatakan kalau Devan sudah kembali ke ruang kerjanya.

"Ada apa Re?" Tanya Devan saat melihat Renatta sudah duduk didepannya.

"Ini masalah pelanggaran yang terjadi di produk yang akan kita keluarkan Minggu depan, bagaimana bisa sampai bisa terjadi pelanggaran hak milik produk tersebut?"

"Aku rasa ada salah satu karyawan yang kemungkinan membocorkan rincian produk tersebut, sehingga mereka menirunya dan lebih cepat mengeluarkan ke pasaran sehingga milik perusahaan ini yang dianggap meniru milik mereka" Jawab Devan dengan santainya.

"Apa kamu tahu kemungkinan siapa orang yang sudah melakukan itu?"

"Untuk saat ini tidak, tapi cepat atau lambat pasti kita akan mengetahuinya, jadi lebih baik kita terlebih dahulu mencari solusi bagaimana meyakinkan para investor untuk menginvestasikan sahamnya kembali."

Renatta berjalan ke arah Devan dan dia mendudukan tubuhnya di pangkuan Devan, entah kenapa akhir akhir ini dia begitu ingin bermanja manja dan ingin selalu dekat dengan suaminya "Kamu benar, bagaimanapun aku tidak akan membiarkan perusahaan yang selama ini papah bangun hancur begitu saja".

Devan tidak membalas perkataan Renatta dan hanya mengusap punggung Renatta pelan untuk memberi kenyamanan kepada istrinya.

.

.

.

Sherly berjalan tergesa menuju ruangan kerja Renatta ada hal penting yang perlu dia bicarakan dengan Renatta, setelah mendapat izin dari sekretaris dari Renatta, dia bergegas masuk ke ruangan yang ditempati Renatta.

"Re, ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepadamu", Renatta terkejut dengan kedatangan Sherly yang tiba tiba karena biasanya dia akan mengabarinya jika akan datang ke kantornya.

"Memangnya ada hal penting apa Sher, tumben kamu datang tanpa mengabari terlebih dahulu"

Renatta menatap Sherly dengan penasaran.

Kemudian Sherly mengeluarkan sebuah kertas yang terdapat sebuah tanda tangan kerja "Apa ini maksudnya, kenapa kamu mengeluarkan kertas kerja sama perusahaan papahmu?"

"Kamu lihat, bukankah tanda tangan ini mirip dengan tanda tangan suamimu Devan" Tunjuk Sherly pada sebuah tanda tangan yang bertuliskan kerja sama dengan perusahaan DN Corp.

Renatta masih bingung dengan perkataan yang diucapkan Sherly, sedangkan Sherly yang menyadari kebingungan di wajah Renatta segera menjelaskan semuanya.

"Jadi gini, waktu kalian menikah aku tidak sengaja melihat tanda tangan Devan, dan aku merasa kalau pernah melihat tanda tangan tersebut dan tadi pagi aku menggantikan papahku untuk menghadiri perpanjangan kontrak kerja sama dengan DN Corp tetapi CEO nya tidak bisa hadir sehingga hanya di hadiri oleh sekretarisnya saja, kemudian sekretarisnya memberikan kertas kerja sama yang sudah di tanda tangani oleh CEO DN Corp dan aku baru mengingatnya ternyata tanda tangan mereka sama"

"Jadi kamu mau bilang kalau Devan itu adalah CEO DN Corp?, itu tidak mungkin Sher, atau mungkin itu hanya kebetulan tanda tangan mereka mirip" Ucap Renatta, seolah olah menganggap perkataan Sherly hanya sebuah tebakan yang tidak mungkin benar, mana mungkin Devan adalah seorang CEO DN Corp.

"Dia dulu pernah mengatakan kalau dia hanya seorang pegawai biasa di perusahaan kecil kalaupun dia adalah pegawai DN Corp apalagi seorang CEO tidak mungkin Devan tidak bisa membiayai pengobatan ibunya" Jelas Renatta kepada Sherly yang kemudian hanya diangguki olehnya.

"Ah benar mungkin itu hanya perasaanku, mungkin kamu benar ini hanya suatu kebetulan saja" Ucap Sherly kepada Renatta, tapi sungguh dalam hatinya merasa kalau ada hal yang memang di sembunyikan Devan, ingatannya juga masih jelas ketika dia mengatakan kepada Renatta kalau dia pernah bertemu dengan Devan di Singapura.

.

.

.

Di lain tempat, Devan sedang berbicara dengan seorang laki laki yang tak lain adalah asistennya sekaligus orang kepercayaannya yang bernama Daniel.

"Saya sudah melakukan semuanya sesuai dengan perintah anda, satu persatu pemegang saham di perusahaan Tuan Brata sudah mulai mencabut semua investasinya"

"Bagus, aku harap jangan sampai ada orang yang tahu sampai waktunya tiba, dan pastikan jangan sampai ada yang membocorkan masalah ini kesiapapun."

"Baik tuan saya mengerti, ini ada beberapa bukti baru yang saya temukan tentang kejadian 15 tahun yang lalu dan untuk kasus Nona Sesyl dan Nona Renatta akan segera saya selidiki kembali, saya permisi terlebih dahulu" Pamitnya sebelum pergi meninggalkan Devan sendiri.

"Semuanya sudah di mulai dan akan aku pastikan semua akan setimpal dengan apa yang sudah kalian lakukan" Ucap Devan dengan tatapan tajamnya kemudian beranjak pergi.

.

.

.

To Be Continue

1
abu😻acii
/Sob//Sob/
Mariyah
betul..
🌜💖Wanda💕🌛
Luar biasa
Yani Anwar11
👍👍👍
Lisa Icha
Aku baru mampir thor
Razka Ghony
waduh bikin pusing Dhe kalau nyidam begitu
Shifa Burhan
episode 89 aku begitu respect kepada renata yang menolak bicara berduaan dengan pria lain karena menjaga perasaan suaminya tapi tapi di episode ini langsung hilang respect aku renata sadar dan sengaja membuat cemburu (cemburu itu sakit hati, jadi revan sakit hati, artinya renata menyakiti hati suaminya) dan renata tidak peduli perasaan suaminya dan renata kayak lebih menjaga perasaan perasaan pria lain dari pada menjaga perasaan suaminya, dan yang jadi masalah ada renata sadar dia salah, dia mnyesal, dia minta maaf, jawabannya tidak yang artinya renata wanita egois yang hanya melihat kesalahan suami pada kesalahannya pun tidak kalah menjijikan
Shifa Burhan
aku suka dan salut wanita dan istri kayak gini dia memikirkan perasaan suami daripada rasa tidak enak pada pria lain, renata lembut dan tegas menolak berduaan dengan pria lain karena menjaga perasaan suaminya dan menjaga kehormatannya sendiri sebagai seorang istri,

dan aku suka reaksi renata pada saat suaminya cemburu renata langsung agresif menyerang suami, kalau sudah begini suami mana tidak langsung luluh hatinya
Shifa Burhan
ini lah nasib jadi wanita lain (pelakor) apapun yang dia lakukan tidak akan merubah pandangan reader tetap sja dia dipandang murahan dan tidak ada rasa iba sama sekali
tapi beda cerita kalau lelaki lain (pebinor) pasti reader langsung iba,
"kasian cinta tulus dia pantas bahagia"
"thor beri dia pasangan biar dia bahagia"
Agustin Agustin
sangat menarik
Emilda Nadia
Suami bayaran Renata
Emilda Nadia
ya sama sama
HENI Ariyanti
baguus
HENI Ariyanti
ngapain banyak drama amat ni suami istri..terlalu banyak kebohongan
chaaa
lah kan elu yg dlu nyuruh gugurin waktu dlu Renata nanya 'gmn kalau dia hamil'? kok skrg jadi elu yg marah? aneh..
chaaa
ini yg gw gak suka kata 'keegoisan org tua' padahal jelas2 disini Renata menderita krna si Devan. dijadikan objek bls dendam salah alamat, di abaikan, bertunangan dg perempuan lain entah itu serius ataupun hanya sandiwara, tp ttap itu udh berkhianat,diceraikan..dan parahnya disuruh gugurkan kandungan kalau lg hamil..hanya Renata yg tau sesakit apa rasanya..jadi gak usah sok blg keegoisan orgtua.satu2nya yg salah si Devan.masih untung Renata gak ceritain semua kejelekan si Devan k anak2nya. ini bisa2 nya blg Renata egois.enak bener jadi si Devan.
chaaa
blm apa2 anak2 nya udh sesayang itu sama bapaknya. eh anak2 asal kalian tau yaa..papa kalian tu dlu gak nerima kehadiran kalian krna dendam salah alamat nya yg membabi buta..malahan dlu pernah nyuruh emak utk melenyapkan kalian saat masih dlm kandungan. kasian emak mu nak 😂
chaaa
Halah lagak lu Dev. lu aja udh niat bgt ceraikan Renata..kalau aja kejahatan Agnes dan bapaknya gak kebongkar, lu tetap ceraikan Renata dan tunangan sama si Agnes kan? bahkan mungkin nikahin tu perempuan.. bulshit lu Dev 👎
chaaa
sejak awal baca udh ketebak kalau si cewek lemah hati dan si cewek yg akan jatuh cinta dluan..
Hope
semua laki laki yg menyukai renatta ga ada yg baik dgn masa lalunya hampir semuanya buruk....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!