NovelToon NovelToon
Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Status: tamat
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Action / Anime / Sci-Fi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:171
Nilai: 5
Nama Author: rexxy_

​"Apakah kamu pernah merindukan seseorang yang bahkan wajahnya saja tidak pernah kamu lihat?"
​Alexian hanyalah seorang perantau yang terjebak dalam rutinitas membosankan sebagai resepsionis Love Hotel di Tokyo. Baginya, cinta sudah lama mati sejak pengkhianatan di masa lalu membuatnya menjadi pria yang tumpul rasa.
​Namun, sebuah mimpi aneh mengubah segalanya. Seorang wanita, jembatan taman, dan guguran sakura yang terasa begitu nyata.
​Mona menyebutnya Yume no Kakehashi.
Jembatan Impian yang Mengambang. Sebuah mitos Jepang tentang dua jiwa yang saling mencari. Alexian menemukan seutas pita berwarna jingga di pagar jembatan itu. Kini, Alexian harus memilih tetap hidup dalam realitasnya yang aman namun sepi, atau mengejar bayangan senja di mata seorang wanita yang mungkin hanya ada dalam mimpinya.
Apakah Alexian bakal bertemu dengan wanita itu atau semua hanya kebetulan dalam mimpi?
Apa arti dari pita yang ia dapat di celah pagar jembatan itu?
Simak kelanjutannya ya! :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rexxy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 (END) : Senja di Matamu

Debu dari runtuhnya Menara Eraser telah lama hilang ditiup angin pagi, namun keajaiban yang tertinggal di sana masih terasa begitu nyata.

Kami berdiri di tepi balkon taman langit yang kini terbuka luas, menghadap langsung ke arah cakrawala Tokyo yang mulai merona.

Dunia di bawah sana sedang sibuk terbangun. Orang-orang mulai mengingat kembali nama-nama yang hilang, cinta yang terlupakan, dan mimpi-mimpi yang sempat dicuri.

Tapi bagiku, dunia hanya berhenti pada satu titik: gadis di depanku. Sayuri wanita yang menyatakan Cintanya saat Kaito menekanku keras di sudut tembok kayu ruangan rumah Kakek mereka.

Sayuri melangkah mendekati pagar pembatas, membiarkan angin pagi memainkan rambut coklat panjangnya.

Ia menghirup udara dalam-dalam, bukan lagi sebagai jiwa yang terperangkap di "Sisi Lain", melainkan sebagai wanita yang memiliki detak jantung dan masa depan.

"Sora," panggilnya lembut memanggil nama asliku 10 tahun yang lalu.

Aku melangkah mendekat, dan berdiri tepat di sampingnya.

"Terima kasih sudah mendengar bisikanku di jembatan itu," ucapnya sambil menoleh padaku dengan senyuman.

Pada saat itulah, matahari mulai mulai terbenam di cakrawala. Cahaya keemasan berwarna memantul sempurna di wajahnya. Akan tetapi, ada sesuatu yang jauh lebih indah daripada matahari terbenam itu sendiri.

Aku menatap dalam ke arah matanya. Perlahan, Iris mata Sayuri mulai berubah. Bukan lagi sekadar warna cokelat atau hitam biasa, melainkan memancarkan binar cahaya jingga kemerahan yang sangat dalam.

Cahaya itu bergerak melingkar di dalam iris matanya, menciptakan gradasi warna yang menyerupai cakrawala paling indah yang pernah ada di dunia.

Seolah-olah seluruh keindahan senja yang selama sepuluh tahun menemaninya di dunia mimpi, kini telah pindah dan menetap selamanya di sana.

"Sayuri, Matamu!!..." bisikku takjub.

"Sekarang, aku tidak perlu lagi takut kehilangan senja itu, Sora," ucapnya dengan senyum yang begitu tulus.

"Karena setiap kali aku melihatmu, aku tahu senja itu akan selalu ada di sini. Di antara kita."

Ken dan Mona tersenyum berdialog seolah sedang mengejek kami berdua.

"Lihat Mona, Alexian bukan lagi seorang Pria yang galau lagi karena cinta" ucap Ken pada mona menatap miring dan tajam sambil memainkan bibirnya seolah mengejekku.

"Hehe... iya ya, Hmmm.... Akhirnya Jomblo ngenes dapat Cinta nya juga." balas Mona pada Ken di dialog mereka berdua.

"Berisik!!" ucapku sambil menahan senyuman malu.

Sayuri yang berdiri tepat di depanku seolah ingin melihat wajahku yang menahan malu karena ucapan Ken dan Mona.

"Ada apa Sora?" tanya Sayuri.

"Oh... tidak ada ada apa - apa kok" jawabku menundukkan kepala sembari melihat ke arah Mona dan Ken.

Ken dan Mona pun berbisik tak terdengar seolah memberikan instruksi untuk memeluk dan mencium Sayuri.

"Peluk Lex, Cium Sayuri" ucap Ken dan Mona serentak.

Aku menyentuh pipinya dengan lembut, merasakan kehangatan yang nyata. Di dalam iris matanya layaknya memakai soflen jingga bercahaya, Aku memberanikan diri untuk Menciumnya pertama kali tepat di Bibirnya.

"Chupss... " suara bibir kami bersentuhan.

Sayuri memelukku begitu erat.

"Terima kasih Sora, Kau sudah kembali. Aku jujur sangat merindukanmu" bisik Sayuri pelan sembari memeluk tubuhku lebih erat.

"Aku juga merindukanmu Sayuri, terima kasih telah datang ke mimpiku malam itu, walaupun wanita itu ialah adikmu Miyuki manifestasi dirimu." bisikku pelan sembari mengelus lembut pita jingga yang kuikat di rambut Sayuri.

"Hah.... Sekarang tinggal kita bertiga Mona, Miyuki" ucap Ken seolah terharu melihat kami berdua.

Miyuki tiba-tiba mendekati Ken dan menyampaikan satu kalimat.

"Aku menyukaimu Ken." ucap Miyuki dengan senyum malunya.

"Wahh.... Kau yakin Miyuki!!, Akhirnya kejombloanku selama ini berakhir Tuhan" teriak Ken semangat.

"Mona, lihat kan betapa Tampannya sahabatmu ini! " ucap Ken seolah mengejek Mona yang lagi jomblo.

"Hmm... iya.. iya" ucap Mona membalas perkataan Ken.

"Alexian, Cariin aku pacar Kek. Sahabatmu ini lagi meratapi nasib jomblonya masa kau diam aja" ucap Mona seolah memintaku mencarinya sekarang.

"Oke,nanti kita cari bareng-bareng, bila perlu kita pergi ke Indonesia, disana Aku punya sahabat juga" ucapku tersenyum meyakinkan ke Mona.

"Serius? , Yes.... sekalian Jalan-jalan ketemu cowok tampan hmm.... indahnya" ucap Mona sambil tersenyum ceria menatap langit.

Setiap kali aku menatap mata Sayuri, aku melihat janji yang telah terpenuhi. Aku melihat kedamaian yang kami perjuangkan dengan darah dan air mata.

Aku melihat Senja di Matamu.

Aku menariknya kembali dalam pelukanku, tepat saat matahari menyiram seluruh kota Tokyo dengan cahaya jingganya. Aku sekarang ingat Namaku 10 tahun yang lalu adalah "Sora Mizuki". Nama yang bagus dengan Kanji 穹 dan 水 yang berarti Langit dan Air. kata yang sama saat aku melihat betapa indahnya langit dan aliran air yang begitu tenang dibawah jembatan merah itu.

Cerita tentang The Erasers mungkin akan menjadi legenda yang perlahan memudar, tapi binar senja di mata Sayuri akan tetap menjadi kompas hidupku, selamanya.

TAMAT

1
rexxy_
Terima Kasih banyak kak, Saya selaku Author sangat senang atas pujian kakak.
Pantengin terus ya kak... heheh🙏😍
𝓗ᥲᥱᥣִᥱᥲꤪꤨꤪᥒᥲ.𝜗𝜚
karyanya bagus btw mampir yah di novelku 🤭
Roulina Damanik
1. Check-in : Melaporkan kehadiran di suatu tempat (hotel/ bandara).

2. Check-out : Meninggalkan (hotel/ bandara) setelah membayar dan mengembalikan kunci.
rexxy_: Terima kasih atas Saran anda.
Saya selaku penulis meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan penulisan saya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!