Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta

Renatta Desinta Maharani

“Kenapa kamu tega lakuin ini sama aku, apa salah aku sama kamu, semua sudah aku berikan kepada kamu, termasuk kehidupanku selama ini”. Ucap Renatta sambil memegang surat undangan yang bertulis nama kekasihnya.

Renatta menangis tergugu tidak menyangka orang yang selama ini sangat dia percaya dan cintai tega mengkhianatinya seperti ini. Apalagi dia tega berkhianat dengan sahabatnya sendiri yang sudah dia anggap seperti saudara sendiri.

“Aku tidak akan pernah melupakan semua ini, aku pasti balas semua apa yang sudah kalian lakukan terhadapku dan akan aku pastikan kalau kalian akan menyesal sudah melakukan semua ini terhadapku”

Di tengah tangisnya yang tergugu tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar

“Iya bik, sebentar”. Renatta berjalan kearah pintu sambil menyeka air matanya.

”Non tuan non tuaannn…..” ucapnya sambil raut muka kecemasan dan kesedihan yang begitu ketara.

“Apa yang terjadi dengan papah bik, kenapa bibi terlihat sedih” raut khawatir jelas terlihat di wajah Renatta melihat Bi Ani yang menjeda ucapannya dengan suara tangisan.

“Tuan Brata mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dibawa ke rumah sakit, kondisinya saat ini cukup memprihatinkan….”

Renatta sudah tidak bisa lagi mendengar kelanjutan dari perkataan yang diucapkan Bi Ani, telinganya tiba – tiba terasa berdengung dan semuanya menjadi gelap”

.

.

“ughh” Renatta memegangi kepalanya yang terasa sangat berat.

“Non Renatta sudah sadar, akhirnya non Renatta sadar” Dengan cepat Bi Ani memberikan air minum ke Renatta.

“Bi tadi aku bermimpi kalau Bi Ani mengatakan papah kecelakaan dann saat ini sedang di rumah sakit, itu hanya mimpi kan” Gumannya dengan raut penuh harap.

“Itu non…..” Sebelum Bi Ani menyeleseikan perkataanya pintu kamar lebih dulu dibuka.

“Maaf non Renatta harus segera ke rumah sakit keadaan tuan Brata semakin memburuk dan beliau ingin segera bertemu dengan anda ada hal penting yang harus dibicarakan” Ucapnya sambil menatap Renatta dengan sendu.

“ Jadi semua ini bukan mimpi, jadi… ini semua benar tentang papah yang kecelakaan dan tentang Robert yang tega mengkhianati aku” air mata seketika tumpah kembali.

Renatta langsung bangkit dari tidurnya tanpa mempedulikan rasa sakit di kepalanya, dia langsung menuju keluar rumah tanpa mempedulikan teriakan dari Bi Ani dan asisten pribadi papahnya, tapi sebelum tangannya menggapai pintu mobilnya tangannya sudah ditahan terlebih dahulu oleh Bi Ani.

“ Non biar tuan Regan yang menyetir mobilnya, saya khawatir dengan kondisi non yang kurang sehat akan berbahaya jika non Renatta menyetir mobil sendirian”.

Renatta menurut dan langsung masuk dan duduk di kursi penumpang bersama Bi Ani. Disepanjang perjalanan Renatta tidak berhenti menangis dan terus khawatir dengan kondisi papahnya, Bi Ani berusaha menenangkan Renatta yang dari tadi tidak bisa berhenti menangis.

Sesampainya di rumah sakit Renatta langsung berlari ke ruangan ayahnya yang sudah dia ketahui dari asisten papahnya, bertepatan dengan itu Renatta melihat seorang dokter baru saja keluar dari ruang inap papahnya.

“ Dok bagaimana keadaan papah saya” Ucapnya dengan nada syarat penuh dengan kekhawatiran.

“ maaf saya harus mengatakan ini, keadaan tuan Brata cukup buruk, karena benturan cukup keras dan mengenai jantungnya apalagi dilihat dari riwayat penyakitnya tuan brata yang pernah mengalami gagal jantung jadi itu memperburuk keadaannya”.

Tangisan Renatta semakin tidak bisa terbendung lagi dengan langkah gontai Renatta masuk ke ruang rawat papahnya. Dipandangnya wajah papahnya yang terlihat pucat, tidak ada lagi senyuman yang selalu ditunjukkan kepada Renatta, hanya terlihat wajah pucat yang penuh luka.

Renatta menggenggam erat tangan papahnya sambil berguman “ papah harus segera bangun pah, jangan tinggalin aku, Renatta sudah tidak punya siapa siapa lagi selain papah, hiks, hiks, hiks….” Sambil membenamkan wajahnya di samping tubuh sang papah.

Tak beberapa lama terasa gerakan dari tangan papahnya yang membuat Renatta mendongak sambil melihat mata papahnya mulai terbuka “papah sudah sadar, Renatta panggilkan dokter sebentar pah” Sebelum Renatta pergi tangannya digenggam oleh papahnya terlebih dahulu.

“Renatta..” Ucap tuan Brata pelan

Renatta langung mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruang perawatan.

“Iya pah, ada yang sakit atau papah ingin minum” Tuan Brata menggeleng.

“ Ada yang ingin papah katakana kepada kamu, sebenarnya kamu bukan anak kandung papah” Jeda sebentar sambil melihat raut wajah Renatta yang terlihat terkejut dan syarat akan ketidakpercayaan.

“ Papah bohong kan, ini nggak mungkin Renatta nggak percaya Rena…..” Renatta tidak sanggup lagi melanjutkan perkataannya karena masih dengan rasa terkejutnya.

“ Papah mohon dengarkan penjelasan papah, walaupun kamu bukan anak kandung papah tapi papah sama mamah sangat sayang sama kamu, apapun akan papah lakukan buat kebahagiaan kamu, termasuk melindungi harta warisan papah yang papah wariskan ke kamu, kamu bisa tanyakan semuanya ke asisten papah Om Regan” Jedanya sambil mengatur nafasnya akibat terlalu banyak berbicara.

.

.

.

Renatta termenung di luar kamar tempat papahnya dirawat, dia masih memikirkan semua perkataan yang diucapnya papahnya dan asisten papahnya Om Regan sangat sulit dipercaya tentang semua fakta fakta yang hari ini dia dengar.

Flashback

“Non Renatta” Renatta mendongak menatap orang yang memanggil namanya, ya dia Om Regan asisten papahnya.

“Apa ada yang ingin non tanyakan ke saya, saya yakin tuan Brata sudah menceritakan semuanya ke non Renatta” sambil duduk di samping Renatta.

“ Saya bekerja dengan tuan Brata sejak muda, sejak tuan Brata belum menikah, selama 5 tahun tuan Brata dan nyonya Anisa sangat mengharapkan kehadiran seorang anak tapi fakta kalau nyonya Anisa akan sulit memiliki anak membuat tuan Brata dan nyonya Anisa sedih, hingga suatu ketika setelah pulang dari bekerja saya dan tuan Brata menemukan sebuah kardus yang didalamnya terdapat seorang bayi yaitu non Renatta” Jedanya sambil melirik raut muka Renatta yang terlihat dingin tapi penuh dengan kelelahan.

“ Tuan Brata langsung membawa non Renatta pulang dan menganggap ini adalah anugrah yang diberikan Tuhan kepadanya dan nyonya Anisa, sesuai dugaan nyonya Anisa sangat bahagia menyambut kehadiran non Renatta dan menganggap non Renatta sebagai anak kandungnya” Ucapnya sambil membayangkan bagaimana senangnya tuan dan nyonyanya saat kehadiran Renatta saat itu.

“Lalu apa maksud papah masalah harta warisan yang mungkin tidak bisa langsung aku dapatkan” Ucap Renatta dengan suara pelan.

“ Soal harta warisan tuan Brata yang akan diwariskan ke non Renatta tidak akan dengan mudah non Renatta dapatkan sebab nyonya Inggit adik dari tuan Brata sangat menginginkan harta tuan Brata saat mengetahui bahwa anda bukan anak kandung tuan Brata”.

“ Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mempertahankan harta yang papah wariskan kepadaku”.

“ Nona Renatta harus segera menikah dan segera memilki seorang anak untuk memperkuat posisi non Renatta sebagai pewaris tunggal dari tuan Brata”.

“menikah?” ucap Renatta lebih meyakinkan apa yang dikata asisten ayahnya hanya anggukan kepala yang Renatta yang dapatkan.

Flashback end

“Huhh kenapa hidupku jadi serumit ini” Guman Renatta sambil memejamkan matanya sampai matanya terbuka kembali ketika mendengar perkataan tajam seorang pria didepan meja administrasi.

“ Saya akan melunasi pembayaran tapi tolong selamatkan nyawa ibu saya terlebih dalu”.

“ Maaf tapi itu sudah prosedur dari rumah sakit bahwa pasien akan dilakukan operasi jika keluarga pasien bisa membayar separuh dari biaya operasi”.

Itulah perkataan yang Renatta dengar dari obrolan antara suster dan seorang pria yang membelakanginya. Hingga punggung pria itu berbalik dan tatapan merekapun bertemu”tampan” Itulah kata pertama yang Renatta ucapkan ketika melihat rupa pria tersebut.

Hingga tanpa sadar langkahnya berjalan menghampiri pria itu yang saat ini sedang bersandar didinding sambil menundukkan kepalanya.

“ Apakah ada yang bisa aku bantu, aku merasa kamu sedang membutuhkan sebuah bantuan”

Lama Renatta menunggu jawaban dari pria tersebut.

“ Apa imbalan yang kamu inginkan, aku yakin tidak mungkin kamu menawarkan bantuan tanpa adanya imbalan” Guman pria tersebut dengan tatapan dinginnya.

“ Menikahlah denganku, maksudnya aku akan melunasi semua biaya operasi ibumu jika kamu mau menjadi suami bayaranku dan kontrak kita akan berakhir jika aku sudah berhasil mengandung dan melahirkan seorang anak” Ucap Renatta tanpa ragu sedikitpun.

“ Apa kamu yakin menawarkan sebuah pernikahan kepadaku” dengan senyum smirk yang tidak dapat dilihat oleh Renatta.

.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Lisa Icha

Lisa Icha

Aku baru mampir thor

2023-07-29

0

osinry 翔

osinry 翔

Hai.. Thor👋
Selamat berkarya ya... Semagat🌹

2022-07-26

1

hanimochi

hanimochi

semangat next ceritanya kak 🤗

2022-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 Renatta Desinta Maharani
2 Devandra Narendra Abimana
3 Perjanjian Kontrak
4 Bertemu Calon Mertua
5 Hari Pernikahan
6 (Bukan) Malam Pertama
7 Insiden Masa Lalu
8 Kabar Duka
9 Malam Pertama
10 Siapa Agnes?
11 Bertemu Robert
12 Cemburu
13 Awal Kehancuran
14 Devan Menghilang
15 Teman atau Musuh ?
16 Mendekati Kehancuran
17 Kehancuran
18 Melepaskan
19 Pergi
20 Penyesalan Devan
21 6 Tahun Kemudian
22 Baby Twins
23 Cara Bertemu Papah Devan
24 Kembali Ke Indonesia
25 Penyamaran Zio dan Zia
26 Bertemu Tetapi Tidak Saling Mengenal
27 Twins vs Cabe Cabean
28 Raka dan Masa Lalunya
29 Raka dan Masa Lalunya (2) + Visual Tokoh
30 Bertemu
31 Kita Masih Suami Istri
32 Kebohongan
33 Menjadi Asing Kembali
34 Kalian Anak Siapa?
35 Sebuah Fakta
36 Hari Bahagia Untuk Devan
37 Hari Bahagia Untuk Devan ( 2 )
38 Permainan Antara Devan dan Renatta
39 Permainan Antara Devan dan Renatta ( 2 )
40 Kekesalan Renatta dan Kecemburuan Devan
41 Bisakah Semuanya di Mulai Dari Awal?
42 Mau Ngapain Kita Malam Ini?
43 Berusaha Saling Menerima dan Memaafkan
44 Kejadian di Kamar Mandi
45 Penderitaan yang Sama
46 Pertemuan di Restauran
47 Menjadi Keluarga Bahagia untuk Zio dan Zia?
48 Anaknya Papah Devan
49 Bertemu dan Melepaskan
50 Naik Jet Pribadi ke Disneyland
51 Lamaran Kedua dengan Orang yang Sama
52 Berkeliling Disneyland
53 Resepsi Pernikahan Devan dan Renatta
54 Gangguan Malam Pertama Setelah Resepsi
55 Honeymoon
56 Keraguan
57 Angel anaknya Devan?
58 Kecurigaan Renatta
59 Renatta Sakit
60 Dua Garis biru
61 Kejutan Untuk Devan
62 Malam Indah Devan dan Renatta
63 Devan Sakit
64 Pergi ke Dokter Kandungan
65 Pertemuan Renatta, Devan dan Aline
66 Bukti Kejahatan
67 Mencoba Melakukan di Atas Meja Makan
68 Hasil Test DNA
69 Dua Pria yang Berusaha Saling Melepaskan
70 Laki - Laki Misterius
71 Ayah dari Angel?
72 Sebuah Kecelakaan
73 Hukuman Untuk Devan
74 Hukuman Untuk Devan 2
75 Cemburu Tingkat Akut
76 Pengakuan Devan
77 Permintaan Aneh Renatta
78 Antara Aline, Kenan dan Renatta
79 Satu Hati Nicholas untuk Dua Cinta
80 Satu Hati Nicholas untuk Dua Cinta
81 Masa Lalu Nicholas dan Penyesalannya
82 PENGUMUMAN (Harap Dibaca)
83 Resepsi Pernikahan Raka dan Hilangnya Zio
84 Pencarian Zio
85 Mengorbankan Nyawa
86 Antara Hidup dan Mati
87 Mengikhlaskan yang Sulit
88 Kembalinya Devan
89 Melakukan di Rumah Sakit
90 Melakukan di Rumah Sakit ( 2 )
91 Rasa Malu dan Sedih
92 Mengambil Kembali
93 Pesan Terakhir Aline
94 Selamat Tinggal Aline
95 Satu Dua Tiga
96 Mood Aneh Renatta.
97 Menahan Malu
98 Melakukan Hal Nekat
99 Percobaan Bunuh Diri
100 Insiden Bebek Tenggelam
101 Saling Memaafkan dan Menerima Masa Lalu
102 Pertemuan Kembali dan Kecemburuan Devan
103 Merayu yang Berakhir di Tempat Tidur
104 Baby Girl
105 Kesadaran
106 Pertemuan Angel dan Devan
107 Angel
108 Godaan untuk Devan
109 Hayo Ngapain
110 Pagi yang Berbeda
111 Kehidupan yang Mulai Membaik
112 Rasa Iri Zia
113 Ada Apa Dengan Devan?
114 Devan Jadi Romantis
115 Masa Lalu Devan
116 Permasalahan Masa Lalu
117 Berkata Jujur? + Promosi Cerita Baru
118 Menuju Kebahagiaan Sesungguhnya
119 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Renatta Desinta Maharani
2
Devandra Narendra Abimana
3
Perjanjian Kontrak
4
Bertemu Calon Mertua
5
Hari Pernikahan
6
(Bukan) Malam Pertama
7
Insiden Masa Lalu
8
Kabar Duka
9
Malam Pertama
10
Siapa Agnes?
11
Bertemu Robert
12
Cemburu
13
Awal Kehancuran
14
Devan Menghilang
15
Teman atau Musuh ?
16
Mendekati Kehancuran
17
Kehancuran
18
Melepaskan
19
Pergi
20
Penyesalan Devan
21
6 Tahun Kemudian
22
Baby Twins
23
Cara Bertemu Papah Devan
24
Kembali Ke Indonesia
25
Penyamaran Zio dan Zia
26
Bertemu Tetapi Tidak Saling Mengenal
27
Twins vs Cabe Cabean
28
Raka dan Masa Lalunya
29
Raka dan Masa Lalunya (2) + Visual Tokoh
30
Bertemu
31
Kita Masih Suami Istri
32
Kebohongan
33
Menjadi Asing Kembali
34
Kalian Anak Siapa?
35
Sebuah Fakta
36
Hari Bahagia Untuk Devan
37
Hari Bahagia Untuk Devan ( 2 )
38
Permainan Antara Devan dan Renatta
39
Permainan Antara Devan dan Renatta ( 2 )
40
Kekesalan Renatta dan Kecemburuan Devan
41
Bisakah Semuanya di Mulai Dari Awal?
42
Mau Ngapain Kita Malam Ini?
43
Berusaha Saling Menerima dan Memaafkan
44
Kejadian di Kamar Mandi
45
Penderitaan yang Sama
46
Pertemuan di Restauran
47
Menjadi Keluarga Bahagia untuk Zio dan Zia?
48
Anaknya Papah Devan
49
Bertemu dan Melepaskan
50
Naik Jet Pribadi ke Disneyland
51
Lamaran Kedua dengan Orang yang Sama
52
Berkeliling Disneyland
53
Resepsi Pernikahan Devan dan Renatta
54
Gangguan Malam Pertama Setelah Resepsi
55
Honeymoon
56
Keraguan
57
Angel anaknya Devan?
58
Kecurigaan Renatta
59
Renatta Sakit
60
Dua Garis biru
61
Kejutan Untuk Devan
62
Malam Indah Devan dan Renatta
63
Devan Sakit
64
Pergi ke Dokter Kandungan
65
Pertemuan Renatta, Devan dan Aline
66
Bukti Kejahatan
67
Mencoba Melakukan di Atas Meja Makan
68
Hasil Test DNA
69
Dua Pria yang Berusaha Saling Melepaskan
70
Laki - Laki Misterius
71
Ayah dari Angel?
72
Sebuah Kecelakaan
73
Hukuman Untuk Devan
74
Hukuman Untuk Devan 2
75
Cemburu Tingkat Akut
76
Pengakuan Devan
77
Permintaan Aneh Renatta
78
Antara Aline, Kenan dan Renatta
79
Satu Hati Nicholas untuk Dua Cinta
80
Satu Hati Nicholas untuk Dua Cinta
81
Masa Lalu Nicholas dan Penyesalannya
82
PENGUMUMAN (Harap Dibaca)
83
Resepsi Pernikahan Raka dan Hilangnya Zio
84
Pencarian Zio
85
Mengorbankan Nyawa
86
Antara Hidup dan Mati
87
Mengikhlaskan yang Sulit
88
Kembalinya Devan
89
Melakukan di Rumah Sakit
90
Melakukan di Rumah Sakit ( 2 )
91
Rasa Malu dan Sedih
92
Mengambil Kembali
93
Pesan Terakhir Aline
94
Selamat Tinggal Aline
95
Satu Dua Tiga
96
Mood Aneh Renatta.
97
Menahan Malu
98
Melakukan Hal Nekat
99
Percobaan Bunuh Diri
100
Insiden Bebek Tenggelam
101
Saling Memaafkan dan Menerima Masa Lalu
102
Pertemuan Kembali dan Kecemburuan Devan
103
Merayu yang Berakhir di Tempat Tidur
104
Baby Girl
105
Kesadaran
106
Pertemuan Angel dan Devan
107
Angel
108
Godaan untuk Devan
109
Hayo Ngapain
110
Pagi yang Berbeda
111
Kehidupan yang Mulai Membaik
112
Rasa Iri Zia
113
Ada Apa Dengan Devan?
114
Devan Jadi Romantis
115
Masa Lalu Devan
116
Permasalahan Masa Lalu
117
Berkata Jujur? + Promosi Cerita Baru
118
Menuju Kebahagiaan Sesungguhnya
119
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!