NovelToon NovelToon
The Last Lotus

The Last Lotus

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: sri devi

Demi rasa cinta yang besar, seorang perempuan menyembunyikan kebenaran. Baginya kebenaran tidak ada gunanya tanpa kepercayaan.

Rasa cinta yang memudar seiring dengan kepercayaannya kepada perempuan itu, ia berusaha mencari kebenaran untuk ibundanya, tetapi ia justru terjebak dalam cinta yang lain.

Sedangkan dia memegang kunci kebenaran yang di sembunyikan perempuan tersebut, dan juga kepercayaan yang di berikan tapi ia juga terjebak dalam cinta yang salah.

Akankah mereka berhasil mencari kebenaran?
Apakah perempuan itu mendapat kepercayaan?
Apakah dia dapat terbebas dari cinta yang salah?

Penasaran? langsung baca yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Personal assistant

"Kak, kenapa?" Crystal bertanya dengan heran sembari menatap pria muda yang berdiri di dekat mobil. Crystal mengenali pria yang biasa dipanggil Bas itu sebagai asisten pribadi Jira. Yang tak dimengerti Crystal, Jira meminta Bas berganti tugas mengantar jemput Crystal. 

"Aku butuh Pak Tino," jawab Jira datar tak memuaskan rasa ingin tahu Crystal tapi gadis itu memilih diam saja dan dengan canggung masuk ke mobil bersama Bas. 

"Bu, maaf saya belum hafal jadwal Ibu Crystal, boleh beritahu saya, Bu?" tanya Bas sopan. 

Crystal melirik Bas lalu mengangguk pelan. "Jam sepuluh sampai jam dua aku ke studio. Di gedung Mareendra 2, tahu, kan?"

"Tahu, Bu. Yang disewa pegadaian, kan?"

"Ya."

"Itu untuk hari apa, Bu?" tanya Bas sambil mencatat. 

"Senin sampai Jumat, kadang-kadang Sabtu- Minggu juga."

Bas terdiam, diliriknya Crystal sesaat lalu segera menjalankan mobil. Baru saja keluar dari gerbang rumah, Crystal meminta Bas menyalakan radio lalu dia mengeluarkan ponsel dan sibuk bermain angry bird sambil tertawa. 

Dahi Bas berkerut, Crystal sungguh berbeda dengan Jira. Mengantar Jira tak pernah ada suara. Bosnya yang dingin itu hanya diam sambil sesekali menelpon atau memeriksa laporan pekerjaan. Jira tidak suka mendengar lagu di mobil. Dan Jira punya beraneka jadwal, tak seperti Crystal yang tak punya komunitas apa pun kecuali dansa. 

"Mas Bas, kenapa Ibu minta ganti tugas?" tanya Crystal membuat Bas ingin tertawa. 

"Bas aja, Bu."

"Tapi Mas Bas lebih tua dari aku, kan? Jangan panggil Ibu juga, aku kan bukan Kak Jira."

Bas menggaruk kepala lalu menjawab sopan. "Saya bisa dipecat kalau nggak sopan sama Ibu."

"Mbak aja, biar nggak terlalu tua!" kelakar Crystal. Bas tiba-tiba tersenyum lalu mengangguk sopan. "Oke, Mbak, tapi panggil saya Bas aja."

Crystal mengerutkan dahi tapi tak bicara lagi sampai tiba di studio. Bas yang memperhatikan Crystal tiba-tiba tersenyum sendiri. "Untung juga dapat tugas jagain bos kecil, nggak kaku!" Lalu setelah memarkir mobilnya, Bas turun dan menyusul Crystal ke studio. Menunggu di luar sesuai instruksi Jira agar Crystal tidak sadar sedang diawasi. 

**

"Kalau sudah dapat informasi, langsung terusin ke aku!" Jira melempar map hitam ke meja yang langsung diambil seorang wanita. 

"Siap, Bu! Saya pergi dulu." Wanita itu berpamitan tapi Jira memanggilnya lagi. 

"Rey, tolong sesekali cek Bas. aku sebenarnya agak ragu tapi karena dia rekomendasi kamu, aku coba percaya. Tapi ingat ya, jangan sampai terjadi sesuatu sama Crystal!"

"I-iya, Bu!" Reyna menjawab tergagap lalu segera pergi. Di pintu Reyna berpapasan dengan Arsa yang menekan bibirnya dengan telunjuk. Jira yang tak melihat Arsa kembali memberi perintah tambahan. 

"Rey, pastikan Bas tahu kegiatan Crys ...."

Jira terdiam karena melihat Arsa yang tersenyum. Melalui lirikan, Jira meminta Reyna pergi dan Arsa segera mengunci pintu ruangan.

"Ngapain pagi-pagi ke sini?" tanya Jira tanpa berniat beranjak berdiri. 

"Mau cari inspirasi," jawab Arsa sambil menghempaskan bokong di sebelah Jira. 

"Ada inspirasi apa di sini?" tanya Jira heran. 

Arsa memutar kepala Jira agar menatapnya. "Inspirasinya di sini!" jawab Arsa sambil melingkari wajah Jira dengan telunjuknya. 

"Kalau ngeliat kamu tuh aku selalu ngerasa terinspirasi," kata Arsa sambil tersenyum. 

"Inspirasi mesum?" tanya Jira sinis sambil menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata. 

"Inspirasi buat kerja lebih baik biar bisa setara sama kamu. Biar nggak malu-maluin jadi suami kamu."

Mata Jira terbuka untuk menatap Arsa yang melamun. "Sori ya, Ji, seandainya nggak ada masalah di perusahaan, aku pasti langsung lamar kamu."

"Sa, kenapa sih kamu nggak pernah mau nerima bantuanku?" tanya Jira.

"Aku nggak mau dianggap nikahin kamu karena harta. Aku mau setara dulu sama kamu. Kalau kondisi sudah stabil, aku langsung lamar kamu."

"Aku ngerti, tapi aku kan nawarin bantuan dalam bentuk kerjasama. Pisahin deh masalah pribadi sama masalah bisnis."

"Tapi tetap aja semua orang bakal berspekulasi buruk kalau kamu yang menyelamatkan HealtyNutri. Sabar ya, Ji."

Jira menghela napas lalu tersenyum. "Jadi apa inspirasi yang kamu dapat sekarang?" tanya Jira. 

"Ngeliat kamu sekarang aku terinspirasi mau pergi liburan. Boleh nggak?"

"Mama lagi nggak sehat," jawab Jira pelan. 

"Oh ya, maaf." 

Jira tampak berpikir kemudian mengambil salah satu map berisi jadwalnya. "Tapi lusa aku ada pertemuan di Singapura, dua hari. Kalau ada waktu, kamu bisa nemenin aku ...."

"Yes, My lady! Aku jadi asisten kamu, diumpetin di koper juga nggak apa-apa, asal boleh masuk kamar!" potong Arsa. 

"Sa, jangan nongol di kamarku sembarangan. Papa bisa jantungan kalau orang lain bergosip!"

Arsa terkikik lalu berbisik pelan. "Connecting room kan nggak apa-apa, ya?"

Jira mendesah lalu berdiri untuk pergi ke balik meja kerjanya. "Oke, Pak Arsa, kalau nggak ada yang dibicarakan lagi, silakan pulang. Saya mau kerja!"

Arsa juga berdiri lalu mengikuti Jira yang baru duduk. Dibungkukkannya badan hingga wajahnya hampir menyentuh wajah Jira. 

"Oke, Bu, saya pamit tapi minta kenang-kenangan ya?" 

Dan tanpa permisi Arsa ******* bibir Jira. 

**

"Ma, aku berangkat dulu ya?" Jira berpamitan pada Dara yang masih berbaring. Wajah Dara agak pucat hingga Jira merasa cemas dan hampir mengurungkan kepergiannya. 

"Mama nggak apa-apa, kamu pergi aja," kata Dara memastikan. 

"Tapi, Ma ...."

"Ada Crystal. Kalau ada apa-apa nanti dia hubungi kamu," potong Dara lagi lalu melirik Arsa. "Arsa, jagain Jira ya!"

"Siap, Tan. Tante juga jangan kepikiran macam-macam, cepat sembuh, Tan!" jawab Arsa dengan senyum lebar. 

Jira melirik Crystal yang sedang bermain game. "Crys, telepon aku kalau ada hal penting," tegur Jira. 

"Iya, Kak!" jawab Crystal tanpa menoleh hingga membuat Arsa gemas dan mengangkat paksa kepala Crystal. 

"Kalau orang tua ngomong tuh jawabnya lihat muka!" hardik Arsa kesal. 

"Iiih, iya!" Crystal memberontak dengan kesal lalu meminta maaf pada Jira yang hanya tersenyum kecil. 

"Ya udah, aku berangkat sekarang!" Jira beranjak tapi Dara menahan tangannya dan memeluk Jira sambil mengusap kepalanya. 

"Ah, anak Mama sudah sebesar ini. Sudah mau nikah. Mama lega ada calon suami baik yang jagain kamu."

Jira, Arsa dan Crystal terharu mendengar ucapan Dara tapi ketiganya tak ada yang berkomentar. Mereka hanya tersenyum. Hati kecil Jira masih berat untuk pergi tapi suara Alvano yang tiba-tiba datang memberi tahu tentang rincian yang harus dikerjakan Jira membuatnya segera beranjak pergi. 

"Ji, Papa percaya kamu pasti bisa buat mereka terkesima!" kata Alvano bangga sambil menepuk pundak Jira dan mencium kepalanya. 

Jira hanya tertawa kecil walau ada setumpuk beban yang mendarat di pundaknya. Alvano meletakkan kepercayaan tinggi pada Jira yang terkadang membuat Jira takut akan kesalahan. Ketakutannya itu yang tak jarang membuat Jira melampiaskan kekesalan secara berlebihan pada bawahannya. Jira tidak pernah menoleransi kesalahan. Siapa pun akan dia bentak bila berpotensi merugikan perusahaan. 

Selain orang tuanya dan Bi Ami, hanya Arsa yang bisa meredam emosi Jira bila meledak. Dan kini Arsa juga berhasil meredam kegelisahaan Jira. Sepanjang perjalanan ke bandara, tangan Arsa tak lepas mengenggam jemarinya. 

**

Crystal memandang Pak Tino dan Bas bergantian. Keduanya kukuh menjalankan perintah Jira bahwa Crystal harus diantar Bas dan Pak Tino standby di rumah. 

"Kenapa?" tanya Crystal heran. Dia kira Jira sudah berhenti memindahkan tugas Bas tapi ternyata Jira tetap meminta Bas mengantar Crystal. 

"Ini perintah, Bu eh Mbak!" jawab Bas sopan. 

Crystal memandang Pak Tino yang mengendikkan bahunya. Bukannya Crystal tak menyukai Bas, dia hanya heran pada kelakuan Jira yang seolah menyembunyikan sesuatu. 

"Kenapa harus Bas?"

"Kata Ibu, Bas sekarang asisten Mbak Crystal!" jawab Reyna menengahi perdebatan. 

Dahi Crystal langsung berkerut heran. "Aku nggak butuh asisten!"

"Kata Ibu Jira, sudah waktunya Mbak Crystal pakai asisten untuk mengatur jadwal latihan dansa, kompetisi, dan segalanya. Kalau mau menang, harus fokus sama latihan aja!"

"Hah?!" Crystal seketika tertawa. 

"Apa kakak alih profesi jadi managerku?" tanya Crystal geli. 

"Ya, itu sedang dipertimbangkan Ibu Jira. Kalau prospeknya bagus, Mareendra sekalian buka agensi artis dan atlit!"

Crystal langsung diam, tak menyangka otak bisnis Jira terlalu liar. Dia tak akan sudi menjadi atlit di bawah naungan Mareendra karena salah satu alasannya menekuni dansa adalah untuk melarikan diri dari bayang-bayang kemegahan Mareendra. 

"Silakan, Mbak!" Bas membuyarkan lamunan Crystal seraya membukakan pintu mobil.

1
sksksk
kece
??????@!2😍😄6h9
Nemu Lg karya yg the best
Ilfra Ilivasa
dari prolog udah bagus kak! mantap!
Ilfra Ilivasa
mantap kata-katanya! dan akan saya jawab, "ia tidak marah, melainkan sang awan lah yang menghilangkan bulan dan itu artinya bulan itu tidaklah marah. Dirinya hanya membutuhkan waktu untuk keluar dari awan itu"
Eva Sri Wahyuni
ini novel yang paling sad sih 😭
sksksk: sengaja buat yang sad" bund biar keluar air matanya 🤭
total 1 replies
sksksk
bagus banget
⚚𝓐𝔂𝓮͠𝓼𝓱𝓪͛👒
yaa aampuun thor berasa banget beban yg di tanggung jira semasa hidupnya
ga nyangka dia bakal pergi padahal yg berjuang sekuat tenaga adalah jira
kirain endingnga jira bakal bahagia padahal bahagianya hanya sementara
keren sih authornya memang ku akui ceritanya berat banget full masalah tapi itu yg jadi keseruan tersendiri gimana dia bisa menjalani semuanya dan bisa melindungi orang orang yg di sayangi
sksksk: makasi kakak sudah mampir
total 1 replies
Arasa Cimamahmuda
nyimak
nura julian
tulisan rapi 👍
sksksk: terimakasih 🥰
total 1 replies
Quora_youtixs🖋️
semangat terus sukses selalu buat karyamu 👍
Yeni Eka
Aku hadir nih thor kasih boom like
Nona Bucin 18294
💜💜💜
Nona Bucin 18294
like like like 💜
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir,,,
circle
aku mampir Thor, 😘😘
Sweet chicie💞
wah aku up jejak sampai disini dlu ya kak,, nyicil baca ya ni bakal jadi pr,,, mangattt
Sweet chicie💞
rindu mampir kak, baru mulai baca udah tertarik kak, semangat ya berkarya terus,...
Sweet chicie💞
like
Sweet chicie💞
up
SoVay
hadiiiirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!