NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Pulang

"Hati-hati di jalan ya, Ndy!"

Lambaian tangan Yolanda mengiringi kepergianku dari indekos.

"Sampai ketemu lagi ya, Yol!"

Ia hanya kuizinkan mengantarku sampai di depan pintu indekos saja. Aku sengaja sebab tidak ingin merepotkan gadis baik itu lebih banyak lagi. Kini tanganku sedikit keluar dari kaca jendela bus yang kubuka. Melambai-lambai hendak merasakan embusan angin yang berlalu kencang. Sekencang laju bus menerjang jalan raya di pagi menjelang siang hari ini.

Suasana di dalam bus cukup tentram. Untung saja deru mesinnya tidak berisik. Sehingga tidak mengganggu pendengaranku dan juga penumpang yang lain. Kunikmati perjalanan dari indekos menuju rumah Tante Teresha. Jaraknya cukup jauh memang. Hampir tiga jam perjalanan harus kutempuh. Kemudian barulah aku akan tiba.

Saat menoleh keluar jendela. Yang kudapati hampir keseluruhannya adalah warna hijau. Warna dari pepohonan membuatku tenang. Dan ya, yang lebih menenangkan lagi adalah aku sudah membawa semua uang yang diperlukan untuk biaya operasi mama.

'Mama, aku datang,' batinku penuh suka cita.

Sekarang senyumku bisa mengembang bila mengingat mama. Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Aku akan langsung menangis hanya dengan mengatakan panggilan "Mama". Lama melamun di dalam bus, aku pun jadi haus. Segera kuteguk beberapa kali air mineral yang kubeli di terminal tadi.

Selanjutnya kuambil bluetooth headset dari dalam tas selempang coklat muda yang berada di atas pangkuan. Kemudian memasangnya ke kedua lubang telinga. Kunyalakan musik ringan sebagai teman perjalanan. Perlahan mataku mulai terkatup lantas aku tertidur pulas.

**

Beberapa jam kemudian.

Om Anton-suami Tante Teresha sudah menjemputku di terminal bus sejak sepuluh menit yang lalu. Keberadaan terminal itu memang tidak begitu jauh dari rumah mereka. Sempat beramah-tamah barang sebentar, kami pun melanjutkan perjalanan. Berangkat menuju rumah Tante Teresha, tempat di mana mamaku berada.

"Mama!" seruku penuh haru.

Seketika aku berlari, langsung memeluk erat mama yang sudah menyambut kedatanganku di teras depan rumah Tante Teresha.

"Andy Sayang...." Sahutan mama terdengar begitu lirih.

Mama pun turut membalas pelukanku dengan erat. Serta-merta mencium kepalaku sebagai ungkapan rindu kepada anak semata wayangnya.

Kudapati tubuh mama begitu hangat. Sedikit air mata yang terbendung di pelupuk matanya yang mulai keriput menetes. Mengucur di atas permukaan kulit pipinya yang sudah muncul garis-garis penuaan.

Tak tega melihat mamaku terus menangis, aku menyeka bulir-bulir kesedihan itu dengan gerakan lembut. "Jangan menangis, Ma," pintaku memohon.

"Ya Sayang. Kamu sehat kan, Nak?" Suara mama bergetar, menahan isak yang masih ingin keluar.

"Sehat Ma."

Mama mendaratkan sebuah ciuman di keningku. Rasanya penuh kehangatan. Tak lupa aku juga memeluk Tante Teresha yang ikut menunggu kedatanganku di teras rumahnya. Ditemani oleh Meera serta Ricky. Sebentar kami saling bertanya kabar, Tante Teresha dan mama kemudian mengajakku masuk ke dalam rumah.

Senggg....

Wangi segar rumah Tante Teresha langsung menyelinap masuk ke dalam hidung, memenuhi rongga dadaku. Sebelumnya aku pernah tinggal di rumah ini bersama mama dan keluarga Tante Teresha.

Namun, mama ingin aku melanjutkan pendidikan di universitas yang kebetulan hanya ada di sekitar area ibukota. Akhirnya aku pergi dan tinggal di kos yang bersebelahan dengan Yolanda. Dari situlah pertama kali aku mengenal sahabat baikku itu.

Tante Teresha adalah adik perempuan mama. Hanya Tante Teresha-lah keluarga yang mama miliki saat ini selain aku. Mereka semua baik kepada kami. Bersedia memberi kami tempat tinggal dan tak sungkan membantu kami bila dalam kesulitan.

Sembari mengistirahatkan tubuh lelahku di sofa malas, kuseruput teh manis hangat yang disajikan oleh Tante Teresha. Berkat teh itu, tubuhku jadi terasa hangat. Kami semua pun berkumpul di ruang keluarga. Hendak membahas tentang rencana operasi mama.

"Om, Tante, Andy punya uang seratus lima puluh juta untuk biaya operasi Mama. Uang itu Andy pinjam dari perusahaan."

'Maafkan aku yang terpaksa berbohong demi bisa membiayai pengobatan Mama.'

"Jadi uang Om dan Tante untuk tambahan biaya operasi Mama, lebih baik di simpan saja untuk modal usaha lagi," lanjutku bicara.

Om Anton dan Tante Teresha saling bertukar pandang.

"Andy ... Om dan Tantemu ikhlas mau membantu. Kalian kan keluarga kami juga. Saat ini Mamamu harus dioperasi. Jadi pakai saja uang itu juga. Tidak apa-apa," sahut Tante Teresha.

"Benar Andy, kesehatan Mamamu yang paling utama sekarang." Om Anton pun menimpali.

Segaris senyum tipisku tercipta.

"Terima kasih Om dan Tante. Tapi Andy sudah pinjam uang sebesar biaya operasi Mama di perusahaan. Jadi lebih baik uang Om dan Tante disimpan buat jaga-jaga saja. Kita memang tidak berharap ada kemalangan, tapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok. Lagipula Mama tinggal sama Om dan Tante. Kalau ada apa-apa, pas Andy tidak bisa pinjam uang ke perusahaan lagi. Uang itu bisa membantu."

Kujelaskan niat baikku pada Om Anton dan Tante Teresha. Setelah beberapa saat berpikir dan berdiskusi antar keluarga. Akhirnya Om Anton, Tante Teresha dan juga mama setuju dengan gagasanku.

Di rumah Tante Teresha, Mama sudah membereskan kamarku untuk menginap. Sudah cukup lama aku meninggalkannya, tetapi semua perabot dan tata letaknya tidak ada yang berubah sedikit pun. Aku dan Mama kemudian duduk di tepian ranjang. Mengobrol, mengutarakan kerinduan.

"Mama merasa kamu sudah lama sekali pergi dari sini, Ndy."

Kutoleh mama yang berada di sampingku. "Aku juga merasa begitu, Ma. Kalau sudah rindu, sehari pun jadi seperti setahun."

Mendengar guyonanku di akhir kalimat, sontak Mama dan aku tertawa lepas.

"Kamu sudah pintar ngomong, ya. Dulu kamu pemalu sekali. Kalau ada orang datang ke rumah, kamu duluan yang langsung lari, masuk ke dalam kamar."

Kuhela napas kasar. "Sampai sekarang juga masih begitu, Ma. Aku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar sekalinya pun hari libur."

"Sekali-kali keluarlah, Nak. Biar temanmu jadi tambah banyak."

"Yolanda juga bilang gitu. Sampai dia ledekin katanya aku gadis tua, tidak pernah punya pacar."

Kucebikan bibir, tetapi Mama malah tersenyum.

"Bagaimana kabar Yolanda, Ndy?"

"Yolanda baik, Ma. Dia titip salam buat Mama. Ma, bagaimana perasaan Mama sekarang?"

Cukup lama mama termenung, enggan untuk menjawab. "Sebenarnya Mama takut dioperasi, Ndy."

Melihat kekhawatiran di raut wajah mama, beranjak kuraih tangan mama dan kugenggam erat untuk menenangkannya. Setidaknya ini yang dapat kulakukan sekarang.

"Mama jangan banyak berpikir. Dokter pasti akan melakukan semua yang terbaik untuk Mama. Biar Mama cepat sembuh. Andy selalu bersama Mama di sini. Di samping Mama."

"Ya Sayang, kita akan selalu bersama seperti ini."

Mama pun membalas genggaman tanganku. Sejenak senyum kami saling bertemu melepas penat dan pilu.

**

Esok harinya sebelum dioperasi, mama menjalani serangkaian pemeriksaan demi keamanan. Aku dan keluarga Tante Teresha, semuanya berdoa. Meminta yang terbaik untuk kesembuhan mama. Agar operasinya berjalan lancar dan mama dijauhkan dari hal-hal buruk.

Tante Teresha selalu duduk di sisiku. Ia menguatkan aku selama proses operasi berlangsung. Sesekali Tante Teresha juga berusaha menyuapiku makan, tetapi bukan salahku ataupun Tante Teresha. Nafsu makanku sama sekali hilang.

Aku cemas menunggu. Rasa khawatirku tak terbendung. Proses operasi yang mama jalani lamanya hingga enam jam. Setelahnya dokter memberitahu bahwa operasi itu berjalan lancar dan berhasil. Mendengar hal itu kami semua sangat bersyukur bahagia, tetapi mama masih harus berada di ruang ICU sampai dua hari ke depan.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!