NovelToon NovelToon
Trapped By The Devil

Trapped By The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ingrid nadya

Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.

Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.

"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.

Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.

Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?

Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kayak Setan, Tapi Setan Jenius!

"Ka, kalau kita lagi demo aplikasi ke klien, lo fokus dong. Masa setiap kita tanya ada yang mau ditambahin gak, lo malah diam aja. Dipanggil beberapa kali, baru lo nyahut." Tia menggerutu di Daily Meeting pagi ini. Raka bersama rekan kerjanya yang lain memang selalu melakukan update harian menggunakan Zoom. Ini salah satu cara untuk tetap menjaga kelancaran komunikasi meskipun mereka selalu bekerja secara remote (alias terserah mau kerja dimana saja, asal semua kerjaan kelar tepat waktu).

"Iya, gue minta maaf banget ya. Gue sadar kok akhir-akhir ini gue suka gak fokus."

"Gue cuma takut ini ngaruh ke penilaian klien ke perusahaan kita sih. Secara lo kan wajahnya Createur."

"Iya, Tia. Gue gak bakal gitu lagi." Raka terkekeh.

Tia menggerutu.

"Finance gimana?" Raka beralih pada Liana.

"Aman. Kita masih kaya. Gue cuma butuh lo sign laporan keuangan yang baru selesai diaudit. Lagi dikirim ke apartemen lo pagi ini."

"Oke. Siap! Ada lagi gak komplain kalian ke gue?" Raka bertanya pada dua orang lagi di Zoom Meeting tersebut.

"Nope. Dari gue sih, lo udah top banget, bos. Asal bonus gue cair bulan depan." Catra, yang paling terakhir join dengan perusahaan mereka, kini terlihat menaik-naikkan alis.

"Aman, tadi kata Liana kita masih kaya! Kalau lo gimana, Bert?" Raka bertanya pada Albert. Raka tahu co-founder Createur ini daritadi tidak terlalu memperhatikan semua pembicaraan di Daily Meeting mereka, Albert tetap sibuk dengan hal lain di laptopnya.

"Oi, Bert!" panggil Raka, lagi. Akhirnya Albert menoleh pada kamera.

"Berisik amat, Ka! Program gue masih nge-bug nih!" keluh Albert.

"Bug dimana? Coba share screen lo ke gue. Lo lagi ngerjain klien mana sih?" tanya Raka lagi.

"Infitro," sahut Albert sekenanya.

Raka akhirnya mengerti kenapa Albert harus turun gunung mengerjakan aplikasi itu. Infitro adalah klien terbesar Createur. Permintaan klien itu sangat aneh, banyak dan serba kilat makanya fee yang mereka tawarkan juga selangit.

Padahal biasanya Raka dan Albert tidak lagi turut serta mengerjakan aplikasi, mereka bisa melepaskannya langsung pada staff mereka. Mereka hanya sebagai yang mereview di tahap akhir. Tapi Infitro memang berbeda. Mereka selalu dapat perlakuan khusus.

"Ya udah, coba share screen," kata Raka.

"Bentar." Albert pun menampilkan layar laptopnya di zoom meeting mereka.

Raka pun langsung menemukan jawaban untuk masalah Albert dan memberitahukan cara menyelesaikannya.

"Emang lo tuh jenius ya dari orok!" ujar Albert, lalu kembali sibuk mengutak-atik laptopnya.

"Lo ada komplain ke gue gak?" tanya Raka, lagi.

"Gak ada. Cariin gue klien baru aja. Gue mulai bosen sama Infitro."

Raka mencibir. Albert selalu menyebutnya jenius, padahal Raka tahu Albert juga sama jeniusnya seperti dirinya. Bahkan dulu, di bangku kuliah, Albert selalu mendapat nilai yang lebih tinggi dari Raka.

Makanya, saat Raka mendapat ide untuk mendirikan sebuah perusahaan start up untuk menciptakan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan perusahaan lain, dia mengajak Albert untuk menjadi co-founder. Tidak sulit untuk mendapat persetujuan Albert, temannya itu memang bertekad tidak mau bekerja bagi orang lain. Dia ingin langsung jadi bos, meski harus membangun perusahaan itu dari nol. Dan bersama Raka, dia pikir dia punya visi dan misi yang sejalan. Mereka pun menamakan perusahaan mereka Createur.

Lalu seiring berjalannya waktu, mereka sadar mereka tidak pintar membangun relasi yang baik dengan klien. Mereka tidak lihai mendemokan hasil produknya, sehingga mereka memutuskan untuk merekrut Tia, yang sekarang telah mendapat jabatan Sales Director di Createur. Mereka juga butuh orang yang menjaga bagian keuangan dan mengurusi investor, maka mereka merekrut Liana untuk menjadi Finance Director.

Dan setelah klien mereka semakin bertambah banyak, mereka butuh tambahan otak untuk merealisasikan setiap ide gila klien mereka, maka mereka merekrut Catra, bocah yang bahkan di drop out dari perkuliahan, tapi punya otak seencer air. Catra adalah bukti bahwa seorang jenius tidak harus dilahirkan dari pendidikan formal. Kadang Catra bahkan bisa membuat aplikasi lebih cepat dari Albert. Makanya, mereka juga memasukkan nama Catra di jajaran dewan direksi Createur agar dia tidak berkeinginan sama sekali untuk dipinang perusahaan lain.

Createur sendiri hanya punya lima puluh orang staff di bawah mereka berempat. Semuanya diseleksi langsung oleh Raka dan Albert. Kuantitas boleh sedikit, tapi gaji orang-orang Createur sebanding dengan perusahaan start up unicorn.

"Ya udah, kalau gak ada komplain lain, balik kerja lagi ya, biar Catra bisa dapat bonus," kata Raka. Catra tertawa.

"Gue juga mau!" Liana dan Tia berkata berbarengan.

"Iya, iya. Cuma gue sama Albert kok yang gak pernah dapat bonus," keluh Raka.

"Kurang gaji lo berdua tiap bulan??" sindir Liana.

Raka tertawa. Meskipun dia adalah pemimpin utama Createur, dia selalu membiarkan anak buahnya berbicara sesuka hati padanya. Dia tidak ingin ada batas. Biar dia tahu setiap kekurangan dari setiap tingkah lakunya. Seperti tadi saat Tia mengingatkannya tentang kecuekannya di setiap meeting klien akhir-akhir ini. Inilah cara dia memimpin, tidak semua orang bisa menerima, tapi menurutnya inilah konsep kepemimpinan yang paling bekerja untuknya dan orang-orang di Createur.

"Iya nih, kurang. Perlu biaya buat nikah," gumam Raka, asal. Memangnya dia mau menikah dengan siapa? Davina saja tidak juga menjawab teleponnya sudah dua hari terakhir.

"Gak usah sok ngomongin nikah lo. Urus aja mantan lo yang masih sibuk neleponin nomor kantor!" keluh Liana.

Raka tertawa semakin keras.

"Udah, udah. Balik kerja. Bye, guys! Thank you!" Albert cepat-cepat meninggalkan meeting room.

"Bye, bye, semua!" Liana, Catra dan Tia juga meninggalkan meeting room.

Setelah itu, Raka sempat memeriksa aplikasi yang sedang dirancang oleh staff-nya. Setelah memberikan beberapa komen yang perlu dijawab, dia kembali selonjoran di tempat tidur.

Dia iseng membuka profil media sosial Davina. Davina me-repost sebuah unggahan dari seorang model bernama Jihan. Ternyata Davina sedang mengajarkan balet pada anaknya Jihan.

Well, Jihan.

Nama yang tidak asing bagi Raka, meskipun sudah bertahun-tahun berlalu.

Tentu saja, karena Raka punya masa lalu dengan wanita itu! Raka ingat karena Jihan cukup berkesan. Selain karena Jihan sangat cantik, dia juga tidak menginginkan ikatan apapun dari Raka. Hal ini yang membuat malam-malam liar mereka semakin berkesan, karena tidak ada beban sama sekali.

Bukankah dengan kebetulan kecil ini sedikit membuka jalan untuknya dapat menemui Davina? Tapi dia harus menemukan caranya!

Raka berpikir sangat keras.

Jika dia tidak bisa memaksa Davina menemuinya, maka dia harus bisa memaksa orang lain untuk mempertemukannya dengan Davina.

Jihan.

Wanita itu bisa dimanfaatkan untuk menjadi penghubung dirinya dengan Davina.

"Ayooooo, Ka! Mikir!!!" Raka menjambak rambutnya sendiri. Dia berharap kejeniusannya tidak hanya soal bahasa pemrograman saja, tapi tentang bagaimana cara merebut lagi hati Davina.

Lalu, dia mendapat sebuah ide...

Ide jenius yang tidak akan bisa ditolak oleh Davina dan Jihan.

Dia langsung tersenyum lebar. Sebentar lagi, dia akan bisa bertemu lagi dengan Davina!

***

IDE APA SIH, KA? 😅

Jangan lupa like dan comment-nya, teman-teman semua!!!

IG author : @ingrid.nadya

1
Borahe 🍉🧡
Haha gila si Raka
Vina
uhuy
Shifa Burhan
novel egois wanita

aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu

jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)

kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain

ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah

author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,

novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
Fareza Gmail.Com: baper keknya..
total 3 replies
Shifa Burhan
kasian sekali karakter pemeran utama pria di dalam nov buatan wanita

raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina

aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini

jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil

lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh

pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
Indri Any: bener banget novel mom tree aku ngikuti novelnya semua
total 2 replies
Shifa Burhan
enak ya jadi pemeran utama wanita dalam novel bebas berbuat apa saja dan semua perbuatannya pasti dibela author (karena authornya wanita jadi dia hanya melihat dari posisi ini)

dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita


*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu

pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

sekian
Andi Andi
puas banget bacanya. sesuai keinginan ku. 🥰
Andi Andi
nggak sadar diri banget sih si yuni. dari awal dia muncul dicerita ini. aku uda benci banget.
Andi Andi
mantaap raka utk pertama kalinya bersikap dewasa😄
Andi Andi
assyk ini yg aku mau. aku sukaaaa.
Andi Andi
akhirnya ketahuan kan siapa yg lebih tulus mencinta. mana si yuni yg sok sok an. dukung teman. yg di dukung kurang ajarrr. 😁
Andi Andi
akhirnya terucap juga. rasa yg terpendam selama ini
Andi Andi
ya aku juga benci julia
Andi Andi
aku benci yuni.
Andi Andi
niko kamu tu yg masuk dalam kehidupan raka dan dav bukan raka yg masuk dlm hubungan kalian. lupa ya. klu aku mah ogah punya camer kayak mama niko
Andi Andi
aku dari awal uda benci banget sama si yuni ini.
Andi Andi
uda balikan lagi aja.
Andi Andi
nggak banget nih mamanya niko.
Andi Andi
sumpah aku tak bisa lagi menahan air mata ku. tes.. yes jatuh deh. mewek ha.. 😂
Andi Andi
nyesek ya. nyesek nggak. nyesel nggak. bangeeet pake iya. ya mau gimana lagi. Terima aja walau pahit.
Andi Andi
kok aku nggak rela ya niko sama dav. pake cium2 lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!