NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Kakak Ipar

Cinta Terlarang Dengan Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Liora tak pernah menyangka jika pertemuannya dengan Marvin akan membawanya pada sesuatu yang menggila. Marvin, pria itu begitu menginginkannya meskipun tahu jika Liora adalah adik iparnya.

‎Tidak adanya cinta dari suaminya membuat Liora bisa dengan mudah menerima perlakuan hangat dari kakak iparnya. Bukan hanya cinta yang Marvin berikan, tapi juga kepuasan diatas ranjang.

"Adikku tidak mencintaimu, jadi biar aku saja yang mencintaimu, Liora." ~ Marvin Leonardo.


📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 ~ CTDKI

Marvin menarik tangan Liora dan membawanya keluar dari kamar. Nyonya Maria yang baru kembali pun terkejut saat melihat menantunya itu sedang berjalan menuruni tangga dengan ditarik tangannya oleh Marvin, wanita itu hendak menghampiri namun tangan Tuan Arthur lebih dulu menahannya.

"Cukup diam dan lihat." ucap Tuan Arthur, pelan namun tegas.

Sepertinya Tuan Arthur sudah mulai memahami mengapa istrinya, yaitu Nyonya Eliza, buru-buru kembali dari Australia. Istrinya pasti sudah mengetahui sesuatu yang bahkan baru bisa dia simpulkan. Keakraban yang terjalin antara Marvin dan Liora bukan hanya sebatas sebagai kakak dan adik ipar, tapi lebih dari itu.

"Mulai malam ini Liora akan tidur di kamarku." ucap Marvin saat dia sudah menuruni anak tangga terakhir, beberapa pelayan yang juga ada disana pun menatap pada mereka berdua. "Dan jangan ada yang bertanya apapun padanya, jika kalian memiliki pertanyaan, aku yang akan menjawabnya nanti."

"Kam---"

Hampir saja Nyonya Maria memprotes, namun lagi-lagi Tuan Arthur menahan tangannya, membiarkan Marvin membawa Liora ke kamarnya.

"Mas! Anakmu itu sudah tidak waras!" protes Nyonya Maria begitu Marvin dan Liora sudah pergi. "Yang dia bawa ke kamar itu adik iparnya sendiri, istrinya Haikal!" Nyonya Maria memegangi keningnya yang terasa berdenyut.

"Kembali dengan pekerjaan kalian dan anggap tidak melihat apapun." perintah Tuan Arthur yang langsung dijawab anggukan patuh dari para pelayan.

"Baik, Tuan." jawab mereka serempak.

Beberapa kali Nyonya Maria menghela napas panjang, berjalan mondar-mandir sambil memegangi keningnya yang terasa pusing.

"Astaga! Aku pasti sudah ikutan tidak waras, ini pasti mimpi bukan?" tanyanya pada dirinya sendiri.

"Mas," langkahnya berhenti tepat di depan kursi roda yang diduduki oleh suaminya. "Apa kamu sudah gila dengan membiarkan mereka berada dalam satu kamar, hah?!"

"Cukup Maria. Kamu dengar kan apa yang dikatakan oleh Marvin barusan? Jadi sebaiknya kamu ikuti saja ucapannya dan jangan memancing keributan dengannya." tegas Tuan Arthur.

Nyonya Maria tercengang mendengar ucapan suaminya dan mengira suaminya itu sedang membela Marvin, padahal maksud Tuan Arthur bukan seperti itu. Tuan Arthur hanya ingin membicarakan masalah ini dengan istri pertamanya dulu, sekaligus menunggu situasinya sedikit mereda sebelum nanti mereka membicarakan masalah ini bersama kedua putra mereka dan juga Liora.

❄️

❄️

Marvin membawa tubuh Liora kedalam dekapannya setelah mereka masuk kedalam kamar, membiarkan wanita itu menangis untuk beberapa saat setelah apa yang terjadi bersama Haikal barusan.

"Mulai malam ini kamu tidur disini dulu untuk sementara, soal mereka biar aku yang mengurus." ucap Marvin.

Liora mengurai pelukannya, membiarkan tangan Marvin menyentuh wajahnya dan mengusap air matanya.

"Aku harus pulang untuk menemui ibuku, nanti aku akan meminta Bi Sari untuk menemanimu disini." lanjutnya.

"Apa kamu tidak akan pulang?" tanya Liora cemas. "Sekarang semua orang pasti sudah mengetahui tentang hubungan kita, dan ibumu tidak akan bisa menerima kebenaran ini begitu saja. Begitupun dengan semua orang dirumah ini, mereka pasti tidak akan tinggal diam dan akan memikirkan cara untuk memisahkan kita."

"Kamu tidak perlu khawatir, kita akan membicarakan tentang masalah ini dengan mereka setelah aku kembali." Diusapnya wajah Liora dengan lembut, "Secepatnya aku akan membantu mengurus perceraian kalian, dan setelah itu aku akan menikahimu."

"Ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, Kak." Liora menurunkan tangan Marvin dari wajahnya. "Masalahnya tidak sesederhana itu, aku bercerai dari adikmu lalu menikah denganmu."

"Aku tahu!" tegas Marvin, suaranya naik satu oktaf. "Tapi apapun yang terjadi kita akan melewati ini berdua. Kamu mau mau berjanji kan?" tanyanya dengan suara melembut.

Liora diam, dia tahu Marvin hanya sedang berusaha untuk menghibur dan menenangkannya saja. Sepenuhnya mereka sama-sama tahu jika hubungan mereka pasti akan mendapatkan banyak pertentangan dan tidak akan direstui dengan mudah.

Marvin memeluk Liora dari belakang, sebenarnya malam ini dia sangat menginginkan adik iparnya itu, namun situasinya sedang tidak memungkinkan. Dan dia juga harus pergi menemui ibunya sekarang.

"Aku pergi sekarang," bisik Marvin ditelinga Liora.

Liora memutar badannya perlahan, mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Marvin yang lebam karena bekas pukulan. Tanpa bertanya pun dia tahu siapa yang sudah memberikan luka itu diwajah kakak iparnya.

"Karena aku hubungan kalian jadi renggang. Harusnya aku tidak---"

Belum selesai dengan ucapannya, Marvin sudah lebih dulu membungkam bibir Liora dengan ciuman. Tangannya bergerak lembut mengusap-usap punggung adik iparnya hingga akhirnya bergerak nakal meremas bok-ongnya.

"Emphhh..."

Suara desahan itu membangkitkan gairah Marvin yang sudah sedari tadi dia tahan. Bibir mereka masih saling melumat dan saling berbalas, sejenak membiarkan mereka lupa akan masalah yang sedang terjadi hingga suara ketukan pintu membuat mereka terpaksa menyudahi ciuman mereka.

Marvin menjauhkan wajahnya perlahan dengan gairah yang tertahan. "Itu pasti Bi Sari. Aku harus pergi sekarang, aku pasti akan merindukanmu." diciumnya pipi Liora dengan lembut.

Senyum diwajah Bi Sari mengembang saat melihat wajah tuan mudanya yang baru saja membukakan pintu bersama dengan Liora disampingnya.

"Tolong jaga Liora, Bi. Saya harus pergi sekarang," ucap Marvin.

"Baik, Den." angguk Bi Sari. "Pasti Bibi jagain Non Liora dengan baik."

"Bagus. Kalau wanita itu berani bicara atau berbuat macam-macam pada Liora, Bibi langsung laporkan pada saya saja." titah Marvin.

Sekali lagi dia mengusap wajah Liora sebelum pergi meninggalkan rumah itu. Rumah itu sudah nampak sepi saat Marvin meninggalkannya karena Nyonya Maria sedang menemui Haikal didalam kamar putranya, sementara Tuan Arthur sedang berada di ruangan pribadinya dan sedang berbicara serius dengan seseorang di telepon.

"Baiklah, akan aku pastikan mereka datang besok malam."

❄️

❄️

❄️

Bersambung....

1
Marina Tarigan
Elisa biadap yg membakar pasti dpt kzrma karena mereka tfk punya siapa2
Marina Tarigan
loira hamil muda .asa tak ada istrihat jln 2 apa tdk takut keguguran ya
Marina Tarigan
hambar sekarang pernikahanmu ya itu upah yg serakah
Marina Tarigan
jijik mau muntah kayak anjing
Marina Tarigan
jgn kauhina liora butet kamu utu perlu berobat ke RS jiwa Marvin itu suami liora kamu tdk apanya pun tdk tahu malu ceburkan dirimu ke laut sana supaya. adem Liora tdk mudah kamu tindad
Marina Tarigan
swmua mati kutu tak bucara Marbin bicara tdgas tdk mempan reaksi siapapun casandra kesepiam ya Haikal sdh jijik pdmu wanita gatal
Marina Tarigan
apalagi
Marina Tarigan
kata si Lisa Sabrina orang orang baik dan berpendidikan tapinyatanya. jalang seperti. monyet gatal ya ambil cokan cabe setan godokkan ke lobang gatalmu itu keparat
Marina Tarigan
lagi ada jebakan Marvin hati2 maunya kamu antar Kiara sm Liora saja
Marina Tarigan
hebat deh marn ada juga ulat ingin dekat kalau Haikal candra tdk bisa tinggal diam Marvin tdk mau mundur yg sakit kepala. Maria. Elisa dan tuan Arthur
Marina Tarigan
liora kamu sdh terlampau jauh disakiti mereka menurut kita bercerai dgn haikal dan pergi jauh tinggalkan semuanya sm Haikalpun kamu akan tersiksa karena Casandra txk tinggal diam pergi tinggalkan semua diam2
Marina Tarigan
anakmu itu yg tdk sanggup berpisah dgn liora ibu jgn terla.pau percaya kamu sangat keterlaluan menghina Liora Marvin dan Haikal tdk usah sm anakmu itu dua2nya walaupun dia janda akan ada jodohnya yg terbaik yg ditentukan takdirnya
Marina Tarigan
perang Iran Irak perang saudara yg menegangkan baru tahu rasa ayah Arthur sakit kepala deh semoga lumpuh nya terus sembuh karena kagetnya
Marina Tarigan
apa salah bodat kamu tinggalkan istrimu di hotel sepi balik menjumpai pacarmu sehari sampai larut sendirian jgn egois dong kamu pikir lioa anak yatim piatu bisa kamu buat seenak jidatmu sdh 6 bln lebih kalian menikah kamu abaikan terus malahan kamu tampar keras dia bertanya kemana kamu jgn egois dong tanpa kamu bisa liora hidup di panti tahu
Marina Tarigan
rmh tgga amburadul bawa liora ke Australia Marvin
Marina Tarigan
sdh dibawa kabur bos mknya jgn amburadul selama pernokahanmu tak pernah kamu seperti suami sungguhan tak perduli sm liora kamu sdh ditikung Marvin yg mencintai Lora
Marina Tarigan
bahaya akan menantang rmh tggamu nanti
Marina Tarigan
kalau betul haikal sdh diluar jalur baiklah Marvin dekati Liora tapi tolong jgn buat liora jd p elapiasan dan melecehkan kan kasihan ia yatim piatu
Marina Tarigan
beraryi Marven sdh tahu kelakuan Haikal dan ibunya memperlakuan liora sepeperti babu dirmh
Marina Tarigan
sebaiknya tinggalkan rmh itu Liora pulang ke panti saja di rmh itu bahaya pake otakmu jgn bodoh iparmu sdh kewat batas bila terjadi apa2 pasti kamu yg disalahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!