NovelToon NovelToon
DUA AYAH UNTUK JAMES

DUA AYAH UNTUK JAMES

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Janda
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurlaeli

Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN SINTA

Bukan karena sombong jual mahal atau terserah itu apa, sinta hanya merasa sesuatu yang ditolak hatinya harus ia patuhi, Kalau otaknya mungkin masih bisa mempertimbangkan lamaran firman, tetapi hatinya terus menolak. Sinta menatap mamanya yang sedang menggendong james, dia kesal setengah mati kepada perempuan parubaya itu. Sang mama sendiri tak pernah merasa bersalah atas apa yang telah ia perbuat, dewi bersyukur karena dengan baik hati keluarga firman masih bisa menerima sinta yang sudah mempunyai anak dan pernah menikah, mereka juga dengan baik memaklumi kelakuan sinta yang tidak sopan itu. Baiknya lagi firman akan masih tetap menunggu jawaban dari sinta, setelah kedua orang tua firman menanyakan jawaban sinta dewi langsung menyergah dengan kata-kata bahwa sinta akan menjawabnya besok. Dia beralasan bahwa anaknya itu masih bimbang, padahal sinta sudah membuka mulutnya untuk menolak lamaran itu. Sang mama tidak tahu saja kalau sinta sangat tidak suka dengan kedatangan keluarga itu, apalagi dewi malah menyuruh mereka untuk datang kembali besok.

Sekarang ada ide cerdas didalam otak sinta, dia besok akan membawa james berkunjung kerumah amel, teman lamanya. Pulang larut malam mungkin keluarga firman sudah pulang, mereka akan terus menunggu jawaban darinya dan bahkan marah kepada sinta karena terkesan tidak serius, sinta tersenyum memikirkan rencananya besok.

"Kamu mau kemana sinta?" dewi mengejar sinta yang sudah memasuki mobil, james dia gendong seperti biasanya. Bayi itu tidak menangis, mata beningnya menatap kaca mobil didepannya.

"Aku hanya keluar sebentar."

"Kamu lupa ya hari ini nak firman mau datang kemari lagi!"

"Aku tidak lama tenang saja," setelah menutup kaca mobil sport miliknya sinta berlalu, dia tersenyum penuh kemenangan melihat sekilas wajah kekesalan sang mama, james sendiri kini sudah menatap sang bunda yang tersenyum.

"Kenapa james, kamu setuju bukan dengan ide bunda kali ini?"

James terus menatap sinta hingga kepalanya tersender didada perempuan itu, sepertinya james mulai mengantuk. Dia mengucek-ucek matanya dengan jari-jari mungil itu, bibirnya menguap dengan mata setengah terbuka.

Sinta bersenandung kecil, ternyata menjadi seorang ibu tak menjadikan dia menjadi pribadi yang lebih dewasa, dia terkekeh Mengingat usianya yang masih muda, sementara teman sepantarannya masih juga ada yang belum menikah, dia yang menikah diusia muda. Meski begitu dia tak menyesali itu, toh sinta masih bisa keluar untuk sekedar bermain, meskipun sesekali dia harus membawa james.

drtt drtt

15.06 wib

bram send one message

kamu dimana? Aku merindukanmu.

Sinta langsung menepikan mobilnya ketika ponsel disaku celananya bergetar, dia menatap layar ponsel itu, bram merindukannya. Sintapun juga merasakan itu, dipandangi jalanan diluar kaca mobil itu, bram ternyata masih saja menghubunginya. Kenapa harus bram kenapa tidak laki-laki lain yang sudah berhasil mencuri hatinya. Tangannya bergetar seperti ingin mengetik sesuatu namun dibuangnya ponsel itu kekursi belakang, sinta tidak sanggup berinteraksi lagi dengan bram, laki-laki itu pasti akan menjerat lagi perasaannya. Sinta tidak ingin larut dalam pesona laki-laki itu, dia akan melupakan semua yang telah terjadi diantara sinta dan bram. Melajukan kembali mobilnya menuju rumah amel yang keberadaannya lumayan menguras tenaga jika dia harus berjalan kaki.

brak

Sinta menutup pintu mobilnya ketika dia sampai dipelataran rumah amel,

kaki mulus yang terlapisi sendal jepit itu menginjak lantai halaman rumah teman lamanya.

tok tok tok

Tangan mungil itu mengetuk tiga kali, ada suara seorang yang seperti tengah berlari menuju arah pintu, tidak berselang lama amel menampilkan diri disana.

"Sinta!"

"Aku menepati ucapanku kan."

"Aku pikir kamu bercanda kemarin."

Diamati rumah amel yang berisikan barang-barang sederhana, semuanya tertata dengan rapi disana. Sang pemilik rumah sedang membuatkan sinta minuman, bayi laki-laki yang tengah tertidur itu menggeliat, hanya sebentar seperti ingin mengubah posisinya namun tidak bisa. Matanya kembali terlelap ketika tadi sedikit terbuka, sinta gemas sendiri dengan anak tampannya itu.

"Silahkan di minum sin."

"Maaf merepotkan."

"Ah tidak juga, dia anakmu?"

"Ia namanya james."

"Berapa bulan sinta?"

"Dia sudah 8 bulan sekarang."

"Tidak terasa ya sinta waktu cepat berlalu."

"Memang seperti itu juga yang aku rasakan."

Reuni singkat keduanya membawa lagi kedalam masa-masa indah ketika SMA, keduanya yang memang dekat dari dulu tak canggung membicarakan teman yang lainnya.

"Padahal sudah hampir tiga jam disini aku seperti tidak melihat anakmu," bibir yang dilapisi lipstik nude itu menyesap kembali teh manis buatan amel.

"Mereka sedang berada dirumah mertuaku."

"Kamu tidak ikut?"

"Aku memang sedikit tidak akur dengan ibu mertua."

"Memang susah ya sebagai menantu, terkadang kita tidak tahu telah berbuat apa tapi rasanya pasti selalu salah dimatanya."

"Kamu sendiri juga begitu?"

Sinta mengangguk, dia jadi teringat mantan mertuanya yang dulu pernah memarahinya habis-habisan hanya karena dulu dia pernah sekali tidak membuatkan kelvin sarapan, itu saat dirinya hamil muda. Rasa mual dan badan yang tidak enak membuatnya tidak mampu berdiri dan hanya bergelung dengan selimut tebalnya, Kelvin sebagai suami yang mengerti keadaan repot sinta juga tidak membelanya. Sungguh anak dan ibu yang sama saja, walaupun sinta tidak tinggal bersama mertuanya tetapi ketika mereka bertemu pasti ada saja kesalahan yang dibuat sinta.

"Sama saja amel kita sebagai yang muda lebih baik mengalah."

"Benar ya lebih baik diam juga."

Sinta pindah ke Bandung dan bertemu kembali dengan amel yang statusnya sama-sama sudah mempunyai anak seperti sebuah sambatan baru baginya, meskipun ada sang mama namun prinsip dan pemikiran yang sangat sinta tidak suka dari mamanya yang membuat sinta tidak pernah menumpahkan semua keluh kesahnya kepada dewi, mempunyai teman wanita yang seperti amel benar-benar menyenangkan.

***

"Saya benar-benar minta maaf selalu mengecewakan keluarga nak firman."

"Kemana putrimu?" ayah dari firman seperti merasa tidak ada harganya sama sekali, niat baik kedatangannya dari kemarin sungguh tidak disambut dengan baik, sekarang si calon menantunya yang sudah berhutang jawaban itu tidak berada dirumah.

"Padahal tadi dia berpamitan akan pergi sebentar, tetapi kami sudah membicarakan semuanya."

"Lalu bagaimana bu dewi, kalau memang sinta tidak mau kenapa tidak jawab dengan jujur saja tidak usah terlalu banyak basa-basi!"

Seperti sudah habis kesabaran mereka, kalau kemarin mungkin mereka masih bisa menerima kelakuan sang calon menantu, tetapi malam ini mereka sudah tidak bisa menerima.

"Dia bersedia pak."

Semua yang ada disana terdiam, helaan nafas bersyukur dari firman bisa dirasakan oleh sang ayah.

"Baiklah kalau begitu sekarang kita menjadi calon besan, untuk acara pernikahan dan persiapan lainnya itu biar menjadi urusan anak-anak, aku rasa mereka sudah sama-sama dewasa dan tahu."

"Ah terimakasih ya saya akan berbicara lagi dengan sinta nanti, tidak perlu khawatir. Sinta juga sudah pernah menikah dulu jadi sudah sedikit mengerti."

Firman mengangguk mengiyakan, seolah tidak betah berada terlalu lama disana, ketiganya berhambur keluar untuk pulang. Dewi berulang kali mengucap terimakasih dan lirihan minta maaf atas nama sinta, calon besannya itu terseyum, mereka meninggalkan rumah itu dengan kelegaan yang terpampang jelas diraut ketiganya. Firman tidak bisa menyembunyikan wajah senangnya yang dibalas dengan elusan dikepala oleh sang ibu, orang tua firman merasa lega karena akan melepas status perjaka pada anaknya yang sudah berusia 33 tahun itu. Meskipun harus jatuh pada seorang janda beranak satu, mereka seperti tidak mempermasalahkan hal itu.

***

Siti terus menunggu bosnya pulang, sudah pukul sembilan malam namun sinta belum berada dirumah. Pengasuh james itu seperti merasakan khawatir, wajahnya kini silau tersoroti lampu mobil, bosnya itu sudah kembali. Dia menghampiri sinta dan mengambil james yang sudah pulas terlelap.

"Mbak nungguin aku?"

"Saya hanya khawatir."

Majikan itu tersenyum berjalan mendahului siti, kini mereka berada didalam kamar sinta. James sudah nyaman dalam keranjang tidurnya, sinta yang menyadari siti masih berdiri dalam kamarnya meminta agar pengasuh james itu juga beristirahat.

"Sebelumnya saya ingin berbicara sebentar bu sinta."

"Katakan saja mbak ada apa?"

"Maaf jika saya lancang, tadi keluarga pak firman datang kesini."

"Iya lalu?"

"Bu dewi sudah menerima lamaran untuk bu sinta."

Hening cukup lama , siti merasa bersalah telah merasa ikut campur atas masalah bosnya.

"Tidak apa mbak sekarang pergilah beristirahat!"

"Iya bu sinta saya permisi."

.....

"Mbak kemasi barang-barang kamu setelah itu kita pergi dari sini."

Siti hanya bisa mematuhi sinta, meski dalam benaknya bertanya-tanya ada apa gerangan yang membuat majikannya ingin meninggalkan rumah itu. Siti juga berfikir mungkin ini sebab ucapannya tadi malam, tetapi kenapa ibu james itu tak nampak marah kepada siti.

Ini masih pukul lima pagi, setelah barang-brang siti sudah beres dia menghampiri majikannya. Dua koper besar itu sudah berada tepat didepan pintu kamar sinta, siti menghampiri james yang sudah terbangun. Dia menggendong bayi 8 bulan itu dan mencari keberadaan sinta yang ternyata tengah berbincang bersama dewi dihalaman rumah.

"Tidak pernahkah mama memikirkan perasaanku?"

"Maaf sinta bukannya mama tidak merasa bersalah, tetapi jika memang kamu tidak menginginkan firman kenapa kamu malah pergi dan pulang malam?"

"Lalu kenapa jika aku tidak pergi apa mama akan membiarkan aku menolak laki-laki itu?"

Dewi tidak bisa menjawab lagi putrinya itu marah, kelancangannya ternyata membawa sesuatu yang tidak dia inginkan. Sinta pergi membawa james dan siti, mereka berlalu dihadapannya dengan saling menjinjing tas dan koper.

"Mama mohon sayang jangan pergi!"

"Tidak bisa ma kami harus pergi."

"Baiklah sinta mama nanti akan bicara dengan mereka dan membatalkan lamaran itu."

"Aku bahkan tidak menerima apapun, yang menjawabnya hanya mama."

Brakk

Sinta sengaja menutup pintu mobil itu dengan keras, james menangis seolah mengerti drama apa yang baru saja diperankan sang ibu dan neneknya. Siti mencoba menenangkan bayi itu sementara sinta terus melajukan mobilnya entah kemana, dia terus berfikir akan tinggal dimana sekarang, tidak mungkin dia kembali lagi ke apartemennya di Jogja. Terlalu menyerah jika dia harus tinggal lagi disana, dia tetap akan berada di Bandung. Mamanya tidak mungkin menemukan keberadaanya, dia akan benar-benar hidup mandiri lagi sekarang. Bukan ingin dicap anak durhaka, dia hanya perlu meluapkan rasa kecewa dan kesalnya terhadap dewi. Semenjak bercerai, mamanya justru semakin memperumit masalah. Dia memang berusaha mencari suami baru, namun bukan karena perjodohan atau apapun itu yang sinta tidak suka.

***

"Bagaimana harus aku mencari, sementara aku masih duduk santai dikursi rumah ku sendiri."

Bram menjambak rambutnya frustasi, dia sama sekali tidak menemukan info apapaun tentang keberadaan sinta. Satu-satunya harapan adalah dengan bertanya kepada kelvin, namun dia terlalu enggan menjawab permintaan gila laki-laki itu, tetapi jika bukan kelvin siapa lagi yang bisa memberinya petunjuk.

ponsel pintar bram berbunyi, disana kelvin menelfonnya, seperti sebuah kebetulan ketika bram sedang memikirkan sebuah cara dengan tumbennya pria itu menelfon.

"Iya ada apa?"

"kamu yakin ingin tahu dimana alamat rumah mantan mertuaku?"

"tidak jika kamu masih memberiku syarat."

"ha ha ha baiklah bram, aku semakin kasihan kepadamu. Aku dengar dari salah satu karyawanmu usahamu kacau sekarang."

"Bukan itu yang sedang ingin aku bahas sekarang."

"Baiklah, karena kamu sudah menjadi sahabatku yang baik selama ini akan aku beritahu alamatnya, cek pesan mu ya."

tutt

kelvin mematikan telfonnya, bram sudah tidak sabar akan berjumpa dengan pujaan hati, setelah sekian lama tidak bertemu rasanya hatinya berdenyut nyeri dan hampa.

Benar-benar sudah tidak waras otak dan hatinya, sialnya mereka berjalan beriringan mendorongnya untuk terus mengejar perempuan itu. Bram akan mencari kemanapun sinta berada, menunggu dengan sabar meskipun dia telah ditolak. Cinta akan tumbuh dihati sinta untuknya, dia pastikan itu terjadi.

"Kita mau kemana bu sinta?"

"Aku tidak tahu mbak," sinta menepikan mobilnya, keberadaanya sudah jauh dari rumah dewi. Dia akan mencari tempat tinggal disana, sebuah kontrakan yang kecilpun tidak masalah. Setelah hampir dua puluh menit mencari lewat ponselnya sinta akhirnya menemukan, letaknya juga tidak berada jauh dari keberadaannya sekarang.

Mobil red sport itu melaju kedalam gang kecil yang sangat bersih dan rapi, dia berhenti ketika menemukan sebuah rumah yang tidak luas namun memiliki halaman yang bisa memarkir mobilnya, tidak masalah kalaupun rumah itu tidak seenak ketika berada di apartemen maupun rumah mamanya, toh sekarang dia juga harus mencari pekerjaan yang pastinya harus cukup untuk keperluan hidupnya bersama james dan juga untuk menggaji siti.

"Mbak tunggu disini saja ya, aku akan menemui pemiliknya," siti mengangguk, dia melihat sinta sudah berlalu dan tidak lagi terlihat dipandangannya.

Setelah hampir tiga puluh menit akhirnya sinta menghampiri james dan siti untuk keluar dan memasuki rumah kecil itu, tempatnya berdebu dan pengap. Sinta menyuruh siti untuk menunggu saja dimobil, menyewa orang didaerah tempat itu untuk membantunya membersihkan dan membawa barang-barangnya. Bukan karena tidak mau menyuruh siti, sinta hanya meminta siti untuk tetap menunggu anaknya, james yang masih terlelap dalam gendongan pengasuh itu. Sengaja agar tidur james tidak terganggu, dia rela turun tangan untuk menurunkan bawaannya. Ada dua ibu-ibu muda yang datang dari arah belakang kontrakan, mereka seperti usulan dari sang pemilik rumah untuk ikut serta membantu sinta.

 

"Terimakasih ibu-ibu karena sudah membantu saya."

Tidak memakan waktu yang banyak untuk menyelesaikan, karena sinta dibantu dua orang itu dan juga rumahnya yang tidak luas.

"Iya mbak sama-sama," bersama mereka yang berpamitan pergi sinta memberi sedikit upah karena telah bersedia meringankan pekerjaannya, kedua orang itu tersenyum dan membungkukkan badannya seolah berterimakasih.

1
Dhina ♑
Seorang ibu yang lucnut
Tidak punya harga diri rupanya
Dhina ♑
Harus lanjut
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Dhina ♑
maaf thor baru kembali, ini ceritanya lanjut ga? ayo share ke gc, tidak apa-aps
Sajiwo
Hallo teman-teman.
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
Evi Sofia
kenapa belum up..
apa dibiarkan menggantung..
Sajiwo: 🙏🙏🙏🙏..
total 1 replies
Lala tsu
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
Sania Ahnaf
Lanjut thor jngan lama lama
*-*-Sincerely💕 of APRIL
lanjut
semangat terus jangan sampai DOWN
neng siska
lanjut
Sajiwo: siap kaka❤
total 1 replies
IrmaYanti
ksh kebahagiaan bt Sinta dong,.kasian masa menderita trs
Dilla Fadilla
thorr ...bikin sinta sukses n bahagia...
Evi Sofia
lanjut..penasaran..
Sajiwo: pantengin terus ya🤗❤
total 1 replies
Woro Sri
Klo ga lanjut kaya makan gda minum donk thor, tetap semangat lanjuuuuuuuuutttt
Sajiwo: terimakasih ya kak❤❤❤🙏🙏
total 1 replies
Dilla Fadilla
lanjutlh thorr...nanggung udah kesemsem ama jln ceritanya ...
Sajiwo: alhamdulillah🙏 terimakasih ya.❤❤❤💛💛
total 1 replies
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat woke! Selesai sampai ni novel tamat.Memang kadang siders tu kagak peka.Mereka kadang tu sangat pelit bwat kasih komen pa lagi like padahal hal itu yang membuat authornya semangat update.

Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.

Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!

Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
*-*-Sincerely💕 of APRIL: sama-sama 😁😁
total 2 replies
IrmaYanti
jgn putus asa STP karya ada yg suka ada yg gak yg penting niat kt menghibur dan memberi karya yg terbaik,...syukur2 respon pembaca sllu baik kan ga mudah bt nulis crt novel KY gini,..semangat terus lanjut kan syng klo cm smpe sini aja
Sajiwo: Terimakasih kak🙏🙏❤❤.. dan jangan lupa share ya
total 1 replies
Dilla Fadilla
kapan ...karma tiara ama kelvin thorrr...😡😡😡
Sajiwo: ditunggu ya🤗❤
total 1 replies
Julita Jokohael
natasya ikutan makan micin dr tiara.
Sajiwo
Jngan lupa share cerita ini ke teman-teman kalian ya🤗🤗🤗🙏🙏
Lala tsu
like parkir Thor.
main main ke karyaku ya mkasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!