NovelToon NovelToon
Montir Ganteng

Montir Ganteng

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:426.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dareen

Dareen yang selalu dibandingkan oleh papanya dengan kakak kandungnya yang bernama Aril. Dareen madih kuliah sedangkan Aril sudah bekerja. Dareen akhirnya membuktikan pada papanya bahwa ia bisa mandiri tanpa bantuan dari papanya. Dareen mulai ikut bekerja sebagai montir, karena dia mempunyai paras yang tampan. Akhirnya banyak yang menjuluki Montir Ganteng.

Bagaimana Dareen bisa sukses?
Ikuti ceritanya di Montir Ganteng.

Thank's.
Dareen_Naveen (Boezank Jr.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dareen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 12 (Panik)

Kami melesat menerobos di bawah langit yang pekat. Udara mulai terasa menusuk bandan. Sialnya, kita malah kejebak hujan. Langsung gue parkirin motor di depan toko yang sedang tutup, kami menunggu hujan reda.

“Oppa ....” Yumna berucap.

“Hem.”

Yumna meraba baju gue.

“Bajumu basah, Oppa.” Yumna berkata seraya menatap gue.

“Basah sedikit.” Gue tersenyum.

“Ini. Pakai jaketnya, Oppa.” Yumna mau melepas jaket yang ia kenakan.

“Jangan! Enggak usah, Na. Biar Kamu aja. Entar Kamu kedinginan.”

“Tapi, Oppa yang lebih butuh. Oppa kan yang bawa motor. Lagian, baju Aku juga enggak basah kok.”

“Udah. Enggak apa-apa. Bentar lagi ujannya berenti. Kita cari makan yang deket-deket sini aja ya, Na?” Ajak gue.

“Iya. Enggak apa-apa yang penting bisa sama Oppa malam ini, Aku udah seneng,” jawab Yumna.

Gue tersenyum.

Yumna termasuk anak orang kaya. Rumahnya megah, mobilnya mewah, aksesorisnya juga brended. Namun Yumna lebih suka tampil sedernaha dari cara berpakaian. Gayanya lebih santai enggak lebay kek cewek-cewek di kantor Papa.

“Hujan udah hampir reda, Oppa,” ucap Yumna sambil menatap langit gelap.

“Mau berangkat sekarang? Masih gerimis loh?” ucap gue.

“Iya, enggak apa-apa. Pasti Oppa udah laperkan?” tanya Yumna.

“Ya udah. Ayok kita berangkat. Kamu mau makan apa, Na?”

“Terserah Oppa aja deh, Aku ikut aja,” jawab Yumna.

“Kita makan mie ayam aja, mau?” Ajak gue.

“Boleh.”

Kami menelusuri jalan di malam yang dingin ditambah rintik hujan. Yumna memeluk gue dari belakang. Entah karena kasihan atau memang karena nyaman.

Kami berhenti disebuah kedai yang di sebrangnya terdapat restoran mewah.

“Maaf ya, Na. Kita hanya makan di kedai Mie, doang,” ucap gue.

“Iya. Enggak apa-apa, Oppa. Aku suka kok makan mie ayam.” Timpal Yumna.

Kami menikmati suana malam walau tak ada kesan romantis.

“Papa!” Mata Yumna membulat.

Langsung gue menatap Yumna.

“Ada apa, Na?” tanya gue.

“Tadi Papa keluar dari dalam restoran itu, Oppa!” Jari Yumna menunjuk ke arah restoran di seberang jalan.

“Mana?” tanya gue.

Yumna mengejar ke arah parkiran mobil di sebrang jalan. Gue pun ikut mengejar Yumna. Ternyata memang benar. Papa nya Yumna jalan bareng bergandengan tangan dengan Nila.

“Papaaa!”

Yumna memanggil dari jarak yang lumayan jauh.

Nihil.

Papa Yumna dan selingkuhannya sudah masuk ke dalam mobil dan melesat jauh meninggalkan kami.

Yumna kembali tertunduk.

Wajah lesu yang disertakan air mata dan air hujan, kini telah tercampur menjadi satu di pipinya. Gue mendekat, berdiri tepat di sampingnya. Tanpa ada kata lagi, Yumna memeluk dan menangis, meluapkan kekesalannya.

Gue terdiam, mematung. Ketika Yumna memeluk dan menangis di dada ini. Gue mencoba menenangkan dengan mengusap rambutnya pelan.

“Itu benerkan Papa Aku, Oppa?” ucap Yumna yang sedang menangis membenamkan wajahnya di dada ini.

“Mana Kakak tahu, Na. Kakak kan enggak kenal Papa kamu.” Gue beralasan.

Yumna menatap wajah gue.

“Bener Oppa, tadi wanita yang Aku lihat beberapa waktu lalu bersama Papa. Sekarangpun masih bersama Papaku mesra. Aku enggak rela, Oppa!” Kembali Yumna menangis di pelukan gue.

“Ya udah, Kamu sabar ya, Na. Mungkin saja itu hanya rekan kerja Papamu.” Jawab gue menyembunyikan akan hal yang sebenarnya gue tahu.

Yumna melepaskan pelukannya.

“Akhirnya, lepas juga.” Gue becandain si Yumna.

“Maaf ya, Oppa?” ucap Yumna.

“Refleks!” Kita sama-sama mengucap.

Yumna tersenyum.

“Pasti, kata itukan yang mau Kamu ucap?” Gue mengangkat alis dan tersenyum.

“Ih ... Oppa!”

Yumna memukul pelan lengan gue seraya tersenyum malu.

“Iya, enggak apa-apa. Mau meluk lama juga enggak papa,” ucap gue memberi candaan.

“Itu mah, maunya Oppa!”

“Heleh, tapi senengkan, Kamu bisa meluk Kakak?” Gue menggoda.

“Idih, apaan sih!” Muka Yumna memerah.

Kami pun berjalan kembali menuju kedai. Kami lanjut makan mie ayam. Walau sesekali terlihat Yumna bersedih.

“Ayok! makan, Na.” Ajak gue.

“Iya, Oppa.”

Yumna terus mengaduk mienya. Sesekali ia malah terlihat minum, mungkin bermaksud meredam amarah kekecewaan terhadap papanya. Entahlah.

Sampai gue habis makan mie ayam. Belum juga ia makan, akhirnya gue ambil mangkok mie punya Yumna.

“Kenapa diambil?” Yumna bertanya.

“Sini, Kakak yang suapin.”

“Idih! Emang, Aku anak kecil?” matanya mendelik.

“Emang!” jawab gue.

“Iiihhhh ... Oppaaaaa!”

“Memang masih kecil, kan?”

“Udah gede tahu! Aku udah SMA,” jawab Yumna.

“Tapi di mata Kakak, Kamu tuh masih kecil, masih imut.”

“Gombal!” Wajah Yumna memerah.

“Tapi suka kan?”

Gue mengangkat alis dan tersenyum.

Yumna terkekeh. Entah dia seneng atau muak, gue juga enggak tahu. Yang jelas Yumna kini sudah tersenyum lagi. Akhirnya Yumna mau makan dari suapan tangan gue.

“Udah nangis-nangis, Kamu jadi laper ya, Na?” Gue becandain.

“Ih ... Oppa, ni! Bukan lapar. Tapi makananya enak karena Oppa yang nyuapin.” Tandas Yumna.

*WANJEERR*! Gue digombalin anak kecil *!

***

Kami pulang karena jam telah menunjukan pukul sembilan malam. Gue antar Yumna balik.

.

Yumna turun dari motor seraya memberikan jaketnya pada gue.

“Na jangan sedih ya? Yumna fokus belajar aja. Sekarangkan Kamu udah SMA mesti lebih rajin lagi.” Gue memberikan suport.

Yumna tersenyum.

“Ini jaketnya, Oppa.” Yumna menyerahkan jaket itu ke gue.

“Udah. Biarkan jaket ini menemanimu malam ini, Na,” jawab gue.

Yumna tersenyum seraya memeluk jaket gue.

“Kok yang dipeluk jaketnya? Kan orangnya masih ada di sini.” Gue terkekeh.

“Apaan sih, Oppa.” Wajahnya memerah.

“Ya udah, Oppa balik gih! udah malem,” ucap Yumna.

“Yaelah! Kakak diusir nih?”

“Bukan, aku enggak mau Oppa kemaleman nyampe rumah.”

“Paling cuma dimarahin sama Bokap.” Gue terkekeh.

“Itu yang Aku enggak mau. Pulang gih!” ucapnya.

“Iya. Tapi jangan sedih lagi ya? Ya udah kakak balik, ya?” gue memarkirkan motor memutar arah.

“Oppa!” ucap Yumna.

Gue menoleh dan membuka kaca helm.

Yumna mendekat.

“Aku sayang kamu!”

Yumna bergegas lari memasuki pintu gerbang yang tinggi menjulang.

Gue mematung. Rasa senang dan bingung telah bercampur. Apakah kita jadian malam ini? Terbesit dalam hati. Entahlah.

Yang utama, gue hanya ingin Yumna tidak larut dalam kesedihannya. Tapi enggak dipungkiri juga, ada rasa bahagia di hati ini.

.

Ketika gue nyampe rumah. Keadaan rumah udah gelap, mungkin papa dan mama udah tidur pikir gue. Bang Aril masih di rumah mertuanya. Gue mengendap-endap masuk pintu rumah. Tiba-tiba lampu menyala.

“Dari mana Kamu, Dareen?”

Suaranya khas banget. Siapa lagi kalau bukan papa.

“Mengerjakan tugas kuliah, Pa," jawab gue.

“Jangan bohong!” ucap papa tegas.

“Tanya aja Ferdy.”

****** Gue! kalau Papa sampe telpon, ucap batin gue.

“Mana hp Mu?” Tantang Papa.

Nah loh! Tamat sudah Gue malam ini. Wajah gue mulai pucat.

“Ini!” Gue menyerahkan dengan penuh keraguan.

“Ya udah telpon.” Tantang Papa.

Gue menggeser layar gawai dan mencari nama Ferdy di buku telpon.

Tut ... Tut ....

(menyambungkan panggilan telpon).

“Ini, Pa.” Gue menyerahkan hp ke papa.

'Hallo?” Sura Ferdy serak sepertinya dia udah tidur tadi.

'Hallo Ferdy, maaf malam-malem Om ganggu.'

'Iya, enggak apa-apa, Om. Ada apa ya, Om?' terdengar suara Ferdy dalam hp.

“Om mau tanya. Apakah, tadi Dareen mengerjakan tugas kuliah bersama Nak Ferdy?” tanya si papa.

Duk ... Duk ... Duk ....

Suara jantung gue semakin kencang, seperti genderang mau perang. Halah! Ngomong apaan sih gue? Itu mah lirik lagu Ahmad Dani keles.

Tapi suer! Beneran, hati gue kini tengah deg-degan karena papa menanyakan hal itu sama Ferdy. Mana gue enggak ngasih kode lagi sama Ferdy.

Ya Allah hanya padamu aku berserah. Muka gue semakin pucat menunggu jawaban Ferdy.

Gue panik.

1
Sulaiman Efendy
WADUHHH,, UDH TAMAT RUPANYA...
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
MAMPUS LO RIL.. MKANYA JDI LAKI2, JGN GOBLOK,, MNTANG2 ISTRI BLM HAMIL, LLU SLINGKUH...
Sulaiman Efendy
PARAH TU NILA,,UDH JDI ISTRI BENI, MSH JUGA MAIN BLAKANG SAMA ARIL. DN ARIL MMG LKI2 BODOH..
Sulaiman Efendy
KN KALIAN BSA CEK KSUBURAN.. KNP SOLUSINYA HRS SELINGKUH. UDH ITU SELINGKUH DGN WANITA BKAS PAKAI..
Sulaiman Efendy
PSTI MANDA BLM HAMIL,, MKANYA SI ARIL SELINGKUH,, BSA JDI NI SI ARIL YG MNDUL..
Sulaiman Efendy
KLO BENGKEL UDH RAME PELANGGAN, KNP GK REKRUT PEKERJA BIAR GK KETETERAN..
Sulaiman Efendy
WAHHH SI ARIL SELINGKUH NI KYKNYA
Sulaiman Efendy
DINASEHATKN AWALNYA SJA SADAR, SKRG MLH MKIN PARAH..
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS LO SELIDIKI, ATAU LO CHAT SI NILA..
Sulaiman Efendy
SEBESAR APA GAJI BENI DI PRUSAHAAN PAPA DAREEN, HINGGA BSA BLANJAIIN NILA BRG2 BRANDED, JGN2 KORUPSI TU SI BENI
Sulaiman Efendy
DI BLANJAIIN BENI, WAJAR BRANDED..
Sulaiman Efendy
BISA JDI MMG ANAK BENI, DN SI BENI SELINGKUH SAMA NILA..
Sulaiman Efendy
JGN2 YUMNA ANAK SI BENI...
Sulaiman Efendy
YA AMPUN NILA, UDH DI NASEHATI DAREEN. MSH AZA BRHUBUNGN DGN SI BENI..
Sulaiman Efendy
WAAHHH DARI TANTE2, MBAK2, SEBAYA, DN ABG, SUKA MA DAREEN..
Evi
thoor hubungan Aril sama nila bagai mana,. itu si nila hamil ank siapa bpk nya???
jd penasaran aq thoor
abdan syakura
Assalamu'alaikum kak Darren..
salken....
Kuy.....nyimak nih...😊🤝👍💪
Dareen: waalaikum salam, ..
terima kasih udh singgah di novel saya, Kak 🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
dapet brondong nih🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Katanya Nila ini seumuran dgn Ariel iya,berarti tua Nila iya sama Darren..😅😅
Dareen: iya 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!