NovelToon NovelToon
CINTA TAK KENAL USIA

CINTA TAK KENAL USIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Karena orang tua serta para keluarga selalu mendesak untuk menikah. Akhirnya Adelia Aurellia nekat menikahi seorang anak magang yang jarak usianya sepuluh tahun dibawahnya. Hal itu malah membuat orang tua Aurel menjadi murka. Pasalnya orang tua sang supir yang bernama Adam Ashraf adalah seorang pengkhianat bagi keluarganya Aurel.

Padahal itu hanya fitnah, yang ingin merenggangkan persahabatan antara Ayahnya Aurel dan juga Ayahnya Adam. Makanya Adam sengaja bekerja pada mereka, karena ingin memulihkan nama baik sang Ayah. Dan karena tujuan itu, ia pun langsung menerima tawaran dari Aurel, untuk menikahinya.

Akankah, Adam berhasil membersihkan nama baik sang Ayah? Dan Akankah mereka mendapatkan restu dari keluarga Aurel? Yuk ikuti karya Ramanda, jangan lupa berikan dukungannya juga ya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERMOHONAN SANG PAPA.

Pena di tangan Aurel sudah menyentuh permukaan kertas putih yang dingin itu. Nama lengkapnya sudah tertulis separuh, menyisakan sedikit tarikan garis untuk mengakhiri statusnya sebagai istri Adam Ashraf. Dadanya sesak, seolah oksigen di ruangan CEO itu menghilang perlahan. Namun, tepat sebelum tinta itu menggoreskan keputusan final, ponsel di atas meja bergetar hebat. Nama "Mama" berkedip di layar.

"Halo, Ma?" suara Aurel serak.

"Adel! Cepat ke Rumah Sakit Medika! Papamu... Papa kena serangan jantung lagi. Kondisinya kritis, Del!" Isak tangis Asnita pecah di seberang sana.

Pena itu terlepas dari genggaman Aurel, jatuh ke atas karpet tanpa suara. Dokumen perceraian itu ia tinggalkan begitu saja di atas meja. Dengan langkah seribu, ia berlari keluar kantor, mengabaikan tatapan bingung Siska dan pengacaranya.

Percakapan di Balik Pintu Bangsal

Sesampainya di rumah sakit, Aurel berlari menyusuri koridor bangsal VVIP. Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat sosok pria berjas hitam sedang duduk di samping ranjang ayahnya melalui kaca pintu yang sedikit terbuka. Itu Adam.

"Maafkan Papa, Adam... Maafkan semua kesalahanku di masa lalu," suara Firman terdengar sangat lemah, tersendat oleh masker oksigen.

Adam menggenggam tangan pria tua yang dulu sangat ia benci itu. "Sudahlah, Pa. Jangan diingat lagi. Semua sudah selesai." balasnya dengan lembut.

"Tidak, Adam. Aku tidak hanya berdosa pada ayahmu, tapi aku juga berdosa karena membesarkan Aurel menjadi wanita yang terlalu keras kepala dan penuh curiga," Firman terbatuk kecil. “Papa mohon padamu nak, berjanjilah... jangan pernah tinggalkan Adel. Dia mungkin menyakitimu dengan egonya, tapi hatinya rapuh. Tolong, jaga dia untuk Papa." ucapnya lagi dengan wajah memohon.

"Insyaallah Pah, Insyaallah Adam akan menjaga Adel, dan menyayangi Adel dengan sepenuh jiwa Adam. Adam janji, tidak akan pernah meninggalkan Adel, Pah," ucap Adam dengan tenang dan pasti.

Aurel terpaku di balik pintu. Air matanya luruh seketika, setelah mendengar janji Adam. Ia merasa menjadi manusia paling jahat karena saat ayahnya sedang berjuang melawan maut dan memohon pengampunan, pada suaminya, ia justru sibuk menyiapkan surat cerai.

Diplomasi Termos Air Panas

Aurel memberanikan diri masuk ke dalam ruangan. Suasana seketika berubah canggung. Adam berdiri, menatap Aurel dengan tatapan dingin namun masih tersirat kekhawatiran yang besar.

"Papa..." bisik Aurel sambil mendekati ranjang.

Firman menatap putrinya, lalu beralih ke Adam. "Adam, tolong... ambilkan Papa air panas di kantin bawah. Papa ingin minum teh hangat nanti."

Adam melirik ke arah meja nakas, di mana sebuah termos air panas baru saja diisi oleh perawat. Ia tahu, mertuanya itu hanya mencari alasan. Ia menatap Aurel sejenak, lalu mengangguk kecil.

"Baik, Pa. Saya permisi sebentar," ucap Adam datar sebelum melangkah keluar melewati Aurel tanpa sepatah kata pun.

Setelah pintu tertutup, Firman melepas masker oksigennya dengan susah payah. Matanya menatap Aurel dengan kilatan amarah yang bercampur kesedihan.

"Apa yang kamu lakukan, Adel? Kenapa kamu memanggil pengacara?" tanya Firman langsung, suaranya bergetar karena emosi.

Aurel terkejut. "Papa... Papa tahu dari mana?"tanyanya tampak penasaran.

"Siska menelepon Mama tadi pagi karena dia takut kamu melakukan kesalahan besar! Kamu mau cerai? Di saat Papa sedang sekarat mencoba memperbaiki hubungan keluarga kita dengan keluarga Adam?" Firman memegang dadanya yang sesak. "Kamu pikir Papa drop karena apa? Papa malu, Adel! Papa malu punya anak sesempit itu pikirannya!"

"Papa, aku hanya merasa tidak pantas untuk Adam. Perbedaan usia kami—"

"Cukup dengan alasan bodoh itu!" bentak Firman pelan namun tajam. "Dengarkan Papa. Perusahaan konstruksi milik keluarga kita, FB Build... Papa akan menyerahkannya sepenuhnya pada Adam. Apakah kamu tahu, mengapa perusahaan bernama FB Build?"

Aurel menggeleng kepala, karena ia memang tidak tahu. Sebab, perusahaan itu sudah berdiri sejak ia masih kecil dan ia juga tidak ingin tahu apa arti dari Perusahaan tersebut.

"Karena, FB adalah nama perpaduan dari nama Papa dan Bramasta. Jadi keluarga Bramasta punya hak juga. Sebab Perusahaan itu berdiri atas keringat Ayah Adam juga. Dan kamu, kamu harus tetap di sampingnya sebagai istrinya. Itu satu-satunya cara agar Papa bisa mati dengan tenang!" lanjut Firman menjelaskan riwayat perusahaan mereka.

Aurel menunduk, tak berdaya menghadapi perintah ayahnya yang sedang lemah. "Baik, Pa. Aku akan mengurungkan niatku. Aku juga setuju, kalau Papa, ingin menyerahkan perusahaan itu pada Adam" ujarnya dengan nada kepasrahan.

Kembalinya Sang Pewaris yang Tamak

"TIDAK! AKU TIDAK SETUJU!"

Suara gebrakan pintu membuat Aurel dan Firman tersentak. Di ambang pintu, berdiri seorang pria muda dengan gaya parlente, mengenakan kemeja bermerek yang kancingnya dibuka sebagian. Dia adalah Ansel Aulian, adik kandung Aurel yang baru saja tiba dari Singapura.

"Ansel? Kapan kamu sampai?" tanya Aurel kaget, saat melihat wajah Ansel.

Ansel melangkah masuk dengan wajah penuh amarah, mengabaikan kondisi ayahnya yang masih lemah di ranjang. "Baru saja! Dan untung aku sampai tepat waktu sebelum Papa menyerahkan harta keluarga kita pada orang asing itu!"

"Ansel, jaga bicaramu! Adam itu kakak iparmu!" tegur Aurel.

"Kakak ipar? Kak, sadarlah! Dia itu cuma pemuda beruntung yang memanfaatkan masa lalu untuk merampas aset kita!" Ansel menunjuk ke arah ayahnya. "Pa, Papa sudah janji kalau FB Build itu jatahku! Kenapa sekarang malah diberikan pada si brondong itu? Aku pulang dari Singapura karena aku ingin mengambil hakku, bukan melihat Papa membagi-bagikan harta pada orang luar!"

Firman memejamkan matanya, napasnya mulai tersengal lagi. "Ansel... kamu tidak tahu apa-apa soal hutang nyawa dan kehormatan Papa pada keluarga Adam..."

"Aku tidak peduli soal hutang nyawa!" potong Ansel ketus. "Yang aku tahu, aku adalah anak laki-laki di keluarga ini. Perusahaan konstruksi itu milikku. Kalau Papa tetap menyerahkannya pada Adam, aku tidak akan tinggal diam!"

Suasana ruangan itu menjadi sangat panas. Aurel berdiri di tengah-tengah antara ayahnya yang sekarat dan adiknya yang dibutakan oleh ketamakan. Ia menoleh ke arah pintu dan melihat Adam sudah berdiri di sana dengan botol air panas di tangannya, wajahnya datar tak berekspresi, namun tatapannya sangat tajam tertuju pada Ansel.

"Jadi," suara Adam terdengar dingin dan mematikan. "Rupanya ada singa kecil yang baru pulang dari perantauan?"

Ansel berbalik, menatap Adam dengan hinaan. "Oh, ini dia si penjilat itu? Dengar ya, Adam. Jangan harap kamu bisa menyentuh satu persen pun saham FB Build selama aku masih bernapas!"

1
sry rahayu
🥹
sry rahayu
kasian Arumi
sry rahayu
😄
sry rahayu
syukurlah
sry rahayu
good luck adam
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wah nih mulut belom pernah makan sambel setan level neraka ya..... enak sekali ngomong nya
sry rahayu
selalu nunggu up nya thor
Trie Vanny
Selalu hadir untuk mendukung karya kakakku ini👍👍👍🤭
Ramanda.: Terimakasih Adikku 😍😍. Aku selalu padamu muachh.😘😘
total 1 replies
sry rahayu
semangat 💪
Irni Yusnita
semua cerita yg kau buat selalu bagus dan menarik 👍 lanjut Thor 👍
Wandi Fajar Ekoprasetyo
Weh singkat sekali langsung terkuak kasus yg udh lama.......Hem..... kira² ada balas dendam apa lagi nih dr keluarga Denis
Wandi Fajar Ekoprasetyo
semangat kak othor.....d tunggu up nya
Wandi Fajar Ekoprasetyo
mulai goyah pertahan Aurel
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wajah tenang penuh dendam
Ai Sri Kurniatu Kurnia
hadir
Lia siti marlia
hadir thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!