NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SELAMAT DARI MAUT

Satu lampu minyak menerangi ruangan itu, Tercium bau herbal segar yang sepertinya tak lama di petik, Julian menekan beberapa titik di lengan Arya. Wajahnya sangat serius. Aluna tetap setia duduk di samping, menggenggam tangan Arya erat, Air matanya jatuh ke kain penutup luka Arya.

"Penyakitnya parah." Ucap Julian pelan. "Dia terlalu pasrah pada penyakitnya. Ditambah luka baru dan jatuh dari jurang... Kalau demamnya tidak turun malam ini..." Wajah polos Aluna, Membuat Julian tak tega berbicara apapun.

Aluna menatap Arya dalam "Tolong selamatkan dia. Hanya dia yang aku punya sekarang." Aluna hendak bersujud ke lantai tanah. "Aku akan lakukan apa saja." Ucapnya, Julian langsung menahan wajah Aluna agar tak menyentuh tanah, Wajahnya menatap Aluna dengan iba. " Aku seorang tabib, Sudah pasti aku akan melakukan apapun tanpa di minta." Ucapnya tegas.

Tuan lin (Pria tua yang menolong mereka) Kini menepuk bahu Aluna pelan "Bangun, Nona. Anakku tabib terbaik di desa ini. Kami akan berusaha membantu sebaik mungkin."Ucapnya, Aluna tersenyum lega.

Julian mengangguk. "Aku butuh air panas, kain bersih, dan akar hong-shen. Nona... apa kau bisa membantuku?"

Aluna mengusap air matanya. " Tentu saja, Berikan perintah saja padaku." Ucap Aluna.

Setelah 3 jam Mereka mengompres dahi arya, Dan menyuapi ramuan pahit, Akhirnya mereka berhasil mengeluarkan darah kotor dari luka Arya. Aluna tersenyum lega.

Tepat jam 2 malam, Demam Arya akhirnya turun, Dan Napasnya kembali teratur. Aluna yang dari tadi menahan langsung kantuk Jatuh ke samping ranjang. "Nona!" Julian mengangkat Aluna ke dipan bambu satunya. "Istirahatlah. Dia akan baik-baik saja." Ucap Julian.

***

Setelah 3 hari di rawat, Akhirnya Arya membuka kedua matanya, Penglihatan pertamanya adalah Langit-langit kayu dan. Bau kayu bakar yang kuat.

"Yang Mulia sudah bangun!" Aluna langsung duduk, Wajahnya terlihat tirus dengan Mata bengkak. Tapi senyumnya terlihat cerah. Arya mengusap pipi Aluna lembut.

"Aluna..." Suara Arya serak. "Kita... dimana?" Tanya Arya, Wajah Aluna terlihat sedikit waspada.

"Di rumah Kakek Lin. Di Desa Qing, Kerajaan Xuan." Jawab Aluna, Setelah 3 hari di sana. Aluna akhirnya tau di mana mereka berada.

Desa Qing yang berada di kerajaan Xuan. Kerajaan yang pernah bersitegang dengan kerajaan Dariyan, Kerajaan raja Bastian.

"Kita jatuh ke jurang perbatasan. Juna dan yang lain terpisah." Bisik Aluna, Arya mengangguk mengerti. Arya terbatuk. "Kerajaan Xuan... musuh Kakanda..."

"Iya." Aluna berbisik. "Jadi kita nggak boleh bilang siapa kita. Mulai sekarang anda adalah Arya dan aku adalah Aluna." Ucap Aluna, Arya mengangguk mengerti.

Lalu Arya menatap Aluna, Menyentuh Tangannya, Terasa kasar berbeda dengan beberapa hari lalu. Tangan lembut gadis itu kapalan karena 3 hari ini merawatnya.

"Gadis bodoh... Apa saja yang kau sudah lakukan." Kesal Arya. Tangan Aluna memang tidak sehalus gadis biasanya, Tetapi kali ini terlihat lebih kasar dari sebelumnya.

"Aku tidak bodoh." Belanya, " Aku hanya terlalu panik, Hingga melupakan semuanya." Ucap Aluna. Hati Arya terasa sakit, Gadis itu seharusnya hidup enak tanpa harus melakukan apapun. Apa karna ia yang tak becus menjaganya?

"Aluna, Seharusnya aku memberikan semua kebahagian dunia ini untuk-mu. Tetapi, Aku justru membuatmu lebih menderita." Lirih Arya, Penuh ketidak berdayaan.

"Yang mulia, Aku tidak masalah. Asal yang mulia terus berada di sisiku." Ucap Aluna, Arya tersenyum dan mengecup singkat pipi gadis itu.

"Khem!"

Keduanya menoleh, Julian terlihat membawa sebuah ember air, Kedua matanya menatap tajam Arya yang terlihat lemah. Ia mendekat dan memeriksa nadi Arya. Julian duduk di tepi ranjang dengan jarinya menekan nadi Arya. Alisnya naik turun.

"Hmm... demamnya sudah turun. Luka luar mulai kering." Julian menatap Arya tajam. "Tapi tubuhmu terlalu lemah. Kau pernah sakit keras sebelumnya ya?" Tanyanya.

Arya terbatuk. "Dulu... pernah terkena racun." Bohong setengah.

Aluna langsung nyaut, panik. "Iya Tabib Julian! beberapa hari yang lalu, Ia di racuni orang! Makanya badannya lemah."

Julian mengangguk pelan. Matanya menelisik ke bekas luka pedang di punggung Arya yang mengintip dari kerah baju.

Bekas luka itu... bukan luka seorang bangsawan biasa.

Tapi dia tidak bertanya. "Baiklah. 7 hari istirahat total dan Minum ramuan ini 3x sehari." Dia menyodorkan mangkok hitam ke Aluna. "Rasanya pahit, Tapi harus habis." Tegasnya.

Aluna menerima. "Terima kasih, Tabib Julian."

Julian berdiri. Mau keluar, tapi berhenti di pintu. "Nona Aluna. Tanganmu..." Dia menunjuk tangan Aluna yang kapalan.

"Kau merawatnya dengan baik. Jarang ada istri seperti kamu." Puji Julian.

Aluna tersipu. "Dia suami saya." Setelah Julian keluar, Arya menarik Aluna duduk di tepi ranjang.

"Aluna." Suaranya pelan. "Mulai hari ini lupakan 'Yang Mulia'. Panggil aku... Arya. Cuma Arya."

Aluna mengerut. "Tapi..."

"Di sini kita bukan Pangeran dan Permaisuri." Arya menggenggam tangan kasar Aluna, menciumnya. "Di sini kita cuma suami istri. Arya dan Aluna. Orang biasa."

Aluna mengangguk, Kedua matanya menunduk malu. "Baik... Arya."

Nama itu keluar dari mulutnya terasa Hangat.

Arya tersenyum. "Pintar."

****

Baskara mengikuti jejak jendral Wijaya. Jendral tertinggi kerajaan Dariyan, Dengan alasan ingin membantu mencari sang paman dan bibi. Nyatanya, Ia sedang memantau. Apakah ada petunjuk soal kematian Arya dan Aluna.

"Di sini titik jatuhnya!"

Teriak sang jenderal menatap dalamnya jurang dengan kabut yang tebal. Melihat kereta kuda yang hancur. Jendral Wijaya menggeleng putus asa.

"Yang mulia pangeran Arya, Tidak mungkin selamat." Ucapnya, Para prajurit menunduk penuh duka, Terutama Juna yang ikut dan hanya terlihat Linglung. Ia masih menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalannya menjaga Arya.

"Yang mulia pasti selamat, Dia selalu berhasil selamat dari maut." Juna masih berharap penuh. " Juna, Aku mengerti perasaan-mu. Tetapi pangeran Arya memiliki penyakit dan tubuhnya lemah. Dia hanya punya waktu 2 tahun. Kita yang sehat saja belum tentu selamat, Apalagi dia yang hampir sekarat." Terkesan tajam tetapi itulah faktanya.

"Tidak, Anda tidak bisa berkata seperti itu." Juna jatuh terduduk, Kegagalan dan rasa bersalah terus menggerogoti hatinya. Baskara tersenyum tipis.

"Disana adalah kerajaan Xuan, Jika paman masih hidup. Pasti ia akan dalam bahaya jika keberadaannya di ketahui oleh raja Derry. Dan jika kita mencari paman ke sana. Sama saja kita mencari mati." Ucap baskara, Jendral Wijaya mengangguk. "Anda benar, Pangeran." Lalu ia menghembuskan nafas berat. "Kita harus mengikhlaskan kepergian pangeran Arya."Wajahnya penuh kesedihan menatap Juna dan beberapa prajurit setia kediaman Arya.

"Apa yang mulia tau ini? Jika yang mulia—" Jenderal wijaya menatapnya datar. " Apa kau berpikir untuk meminta raja Bastian untuk mencari pangeran Arya di kerajaan Xuan? Itu sama saja mengibarkan perang antara dua kerajaan, Kerajaan kita bisa hancur. Kerajaan Xuan termasuk yang terbesar di negeri ini." Logis sang jenderal, Juna semakin putus asa.

Juna memukul wajahnya sendiri, Hingga beberapa prajurit menahan tubuhnya. Baskara yang melihat hal itu hanya sibuk tersenyum puas. Meskipun kini, Hatinya terasa berat oleh sesuatu.

"Sayang sekali, Aluna begitu setia pada orang sekarat itu." Batinnya dalam hati.

TBC

like dan komen.

1
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!