NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Kedatangan Murid Dalam

Pagi itu, aroma gurih ayam hutan panggang memenuhi gubuk kayu sempit milik Lin Chen dan Zhu Da. Pemuda gempal yang sangat memikirkan urusan perutnya itu memutar tusukan kayu di atas perapian kecil dengan mata berbinar.Walaupun beberapa saat lalu ia sempat ketakutan melihat aura buas yang tak sengaja dipancarkan Lin Chen, rasa lapar pada akhirnya mengalahkan rasa takutnya.

Lin Chen duduk bersila di atas ranjang bambunya yang berderit. Ia memejamkan mata, merasakan perubahan drastis di dalam tubuhnya. Energi spiritual di udara perlahan terserap masuk melalui pori-porinya, melebur ke dalam otot dan tulang yang kini sekeras baja murni.

Di dalam benaknya, Tua Hitam, roh kuno yang bersemayam di cincin hitamnya, angkat bicara dengan nada serius yang jarang ia tunjukkan.

"Bocah, fondasi Penempaan Tubuhmu kini sudah sangat padat," ucap Tua Hitam. "Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba telah mengubah struktur tulangmu. Dengan kekuatan fisik murnimu saat ini, kau bahkan bisa mengimbangi kultivator yang baru menginjak tahap awal Pengumpulan Qi. Ingat, jangan terburu-buru menembus batas alam; padatkan terus energimu sampai seleksi Akademi Bintang Tujuh tiba."

Lin Chen mengangguk pelan dalam hati. Waktu satu bulan menuju seleksi Akademi Bintang Tujuh adalah tenggat waktu nya.Ia harus berdiri sejajar dengan Su Qingyue di panggung bergengsi tersebut.

"Chen-ge, ayamnya sudah matang!" panggil Zhu Da ceria, merobek paha ayam berukuran besar dan menyodorkannya pada Lin Chen.

Namun, sebelum jari Lin Chen menyentuh daging tersebut, sebuah ledakan keras mengguncang pelataran asrama luar.

BAM!

Pintu gerbang kayu pelataran hancur berkeping-keping, ditendang dari luar dengan kekuatan Qi yang brutal. Debu mengepul tebal. Suara keributan dan jeritan panik dari beberapa murid luar segera terdengar.

Zhu Da terlonjak kaget hingga paha ayamnya hampir jatuh. "A-apa yang terjadi?!"

Lin Chen meletakkan mangkuknya dengan tenang. Matanya berubah dingin. Ia segera berdiri dan melangkah keluar gubuk, diikuti oleh Zhu Da yang berjalan mengendap-endap di belakangnya.

Ancaman Wang Lei Di tengah pelataran, debu perlahan menipis. Berdiri seorang pemuda berpakaian sutra biru seragam kebanggaan murid pelataran dalam sekte. Auranya tajam, memancarkan fluktuasi Qi yang berputar mengelilingi tubuhnya. Di sebelahnya, berdiri Wang Hao dengan lengan yang masih dibalut perban, menatap sekeliling dengan wajah penuh dendam.

Pemuda bersutra biru itu adalah Wang Lei, sepupu Wang Hao , seorang kultivator yang telah menyentuh batas ranah Pengumpulan Qi.

"Mana yang bernama Lin Chen?!" raung Wang Lei. Suaranya diperkuat dengan energi Qi, membuat telinga para murid luar yang berkumpul berdenging kesakitan. "Beraninya seorang sampah dari asrama luar melukai sepupuku! Keluar sekarang dan patahkan kedua lenganmu sendiri sebagai permintaan maaf!"

Murid-murid luar langsung menyingkir, membentuk jalan kosong karena ketakutan. Tatapan mereka semua tertuju pada Lin Chen yang baru saja melangkah keluar dari gubuknya.

Zhu Da menelan ludah dengan susah payah, wajahnya memucat. "Chen-ge... i-itu Wang Lei. Dia murid pelataran dalam yang sangat kejam. Kita habislah...".

Namun, Lin Chen tidak menunjukkan sedikit pun riak kepanikan. Langkahnya pelan namun mantap, membelah kerumunan hingga ia berdiri tepat berhadapan dengan Wang Lei dan Wang Hao. Punggungnya tegap bagaikan gunung yang tak tergoyahkan.

"Aku Lin Chen," ucapnya datar. "Sepupumu itu mencoba merampas jatah pil spiritualku. Dia pantas mendapatkan pukulanku."

Melihat Lin Chen yang berdiri tanpa rasa takut, Wang Hao menggertakkan giginya. "Kakak Lei, jangan banyak bicara dengannya! Hancurkan saja Dantian-nya biar dia benar-benar jadi sampah seumur hidup!"

Wang Lei tertawa meremehkan, menyipitkan mata menatap Lin Chen. "Hanya di ranah Penempaan Tubuh, tapi berlagak sombong di hadapanku? Sampah tetaplah sampah. Karena kau tidak mau mematahkan lenganmu sendiri, biar aku yang meremukkan seluruh tulangmu!"

Dalam sekejap mata, Wang Lei melesat maju. Angin di sekitarnya berputar tajam. Tangan kanannya berubah warna menjadi abu-abu pucat, mengumpulkan energi Qi yang padat. Ini adalah Tapak Angin Membelah Batu, teknik tingkat menengah yang biasa digunakan murid pelataran dalam.

"Bocah, energi Qi-nya cukup lumayan untuk ukuran semut. Hati-hati!" peringat Tua Hitam dari dalam cincin.

Tapi Lin Chen tidak berniat menghindar. Darah di dalam tubuhnya mendidih. Ingatan tentang rasa sakit bagai direbus di kawah magma semalam kembali muncul, membakar semangat tempurnya. Ia menanamkan kakinya ke tanah, menarik napas dalam-dalam, dan mengepalkan tangan kanannya.

Tidak ada teknik Qi yang rumit. Tidak ada aura gemerlap. Hanya ada tenaga fisik murni yang dikompresi hingga ke titik ekstrem. Suara raungan samar gajah purba bergema dari dalam otot dan tulang bajanya.

BAM!

Tinju Lin Chen menghantam telapak tangan Wang Lei di udara.

Gelombang kejut yang kuat meledak dari titik benturan, menyapu debu dan daun kering di pelataran. Para murid luar harus menutupi wajah mereka dari dorongan angin yang dihasilkan.

Wang Lei menyeringai, yakin bahwa tulang lengan Lin Chen akan hancur lebur. Namun, seringai itu hanya bertahan kurang dari satu detik. Matanya tiba-tiba melotot ngeri saat merasakan kekuatan raksasa tak berujung mengalir dari kepalan tangan Lin Chen kekuatan yang benar-benar tidak masuk akal untuk seseorang di ranah Penempaan Tubuh.

KRAK!

Suara retakan tulang yang keras terdengar jelas. Tapi itu bukan tulang Lin Chen.

"ARGGGH!"

Wang Lei menjerit histeris. Lengan kanannya bengkok dengan sudut yang tidak wajar. Tubuhnya terlempar ke udara seperti layang-layang putus, melayang melintasi pelataran sebelum jatuh berguling-guling dan menabrak sisa gerbang kayu yang hancur.

Keheningan total langsung mencekik seluruh pelataran asrama luar. Tidak ada satu pun yang berani bernapas. Wang Hao jatuh terduduk ke tanah, kakinya gemetar hebat hingga ia mengompol. Kakak sepupunya, seorang murid pelataran dalam di ranah Pengumpulan Qi, baru saja dihancurkan hanya dengan satu pukulan fisik murni!

Lin Chen perlahan menurunkan kepalan tangannya. Ia menatap dingin ke arah Wang Lei yang mengerang kesakitan di tanah, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Wang Hao.

"Dengarkan baik-baik," suara Lin Chen bergema jernih, memancarkan otoritas mutlak. "Mulai hari ini, asrama luar ini punya aturannya sendiri. Jika pelataran dalam ingin mencari masalah, suruh mereka menemuiku di seleksi Akademi Bintang Tujuh. Bawa sepupumu dan pergi dari sini."

Tanpa menunggu jawaban, Lin Chen berbalik dan berjalan kembali menuju gubuk kayunya. Meninggalkan Zhu Da yang masih menganga lebar dengan rahang nyaris menyentuh tanah, serta puluhan pasang mata yang kini menatapnya bukan lagi sebagai si 'sampah', melainkan sebagai monster yang baru saja terbangun.

1
Murdiat Hariyanto
tor klau bisa kata2 Gadis yg tampak seolah bukan berasal dari dunia fana itu sebaikkan di hilangkan atau di ganti..bosan tiap bab selalu itu2 sja yg di bilng...ini hanya masukkan sja
mbono keling
🙏💪💪👍👍
mbono keling
💪💪💪💪👍👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!