NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Curly

Hola ...
Update setiap hari ... !!!

Warning :
Novel ini bisa membuat kalian tersenyum-senyum sendiri dan tertawa gemasss ...!!!
Novel ini juga mengandung banyak bawang ditengah!!! Selamat membaca ...

Karena ada yang minta sekuel anaknya Galas dan Gayung. Ini aku kasih sekuel mengenai anak kedua mereka, Jusuf Alexander.

Dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk menengok kedua orang tuanya yang kini menetap dikota kelahiran mereka. Jusuf Alexander tersesat dijalan karena mengikuti Google Map. Padahal ibunya sudah mengingatkannya untuk tidak mengendarai mobil sendiri. Karena Alex lemah mengingat jalan.

Hingga akhirnya ia tersesat dijalanan terjal dalam kondisi mobil yang tiba-tiba mogok. Apesnya hujan mengguyur begitu deras malam itu. Hingga ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sampai kemudian muncul seorang gadis yang menolongnya.

Dari sanalah perjalanan cintanya yang amazing bermula. Ikuti terus ya ...Ok say ...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 ( Suamiku Sayang )

Hari-hari bergulir begitu saja. Namun pikiran mesum Alex untuk mencium istrinya benar-benar tak kunjung hilang dan bercokol terus di otaknya. Setiap bersama Pandan, matanya selalu saja terfokus pada bibirnya. Membuatnya nyaris gila karena begitu sulit merealisasikan keinginannya.

Pandan sungguh berbeda dengan mantan-mantan kekasihnya dulu, yang seringnya mereka memiliki inisiatif yang sama dengan dirinya untuk melakukan hal itu. Tapi Pandan ... dia terlihat mudah, tapi ternyata mendekatinya untuk mengajaknya menuju keromantisan sungguh sulitnya minta ampun. Belum lagi dengan wajahnya yang amazing itu. Alex tidak tahu apa yang wanita itu pikirkan tentangnya. Tapi ia tak ingin sampai Pandan menge-capnya sebagai laki-laki mesum jadi dia benar-benar ingin melakukannya dengan pendekatan yang baik, pelan-pelan.

"Pandan," panggilnya. Mereka sedang diatas tempat tidur kini. Sementara ia sibuk dengan otak mesumnya yang konslet. Pandan justru sibuk menonton drama korea dari ponselnya dengan mengenakan headsetnya.

"Paaandannnn!" Panggil Alex kesal. Ia merasa diabaikan sedari tadi karena Pandan begitu seriusnya dengan drama yang ditontonnya.

"Astaga ... apa dia tuli." Alex belum sadar kalau Pandan memakai headset ditelinganya. Baru kemudian setelah sadar, ia mengutuki kebodohannya.

Shitttt! Lihat kupingnya Alex bodoh!

Alex mendekat, apa ia ikut menonton saja, dengan begitu posisinya menjadi lebih dekat dengan Pandan. Dan setelah itu ... ini kesempatan Alexxx, INI KESEMPATAN BAGUS, bisik suara hati Alex. Entah suara hati jahat atau suara hati baik. Karena Pandan itu istrinya, mereka 100% dijamin halal.

"Pandan." Alex menarik satu headseat di telinga Pandan dan memasangnya ditelinganya sendiri. Astaga, pantas saja dia tidak mendengar suaraku. Ya ampun, ternyata dia menonton drama thriller lagi.

Pandan menoleh.

"Kenapa? Aku hanya ingin ikut menonton saja," ucap Alex dengan senyum mesumnya.

"Pandan melepas headsetnya dan menghentikan drama yang sedang ia tonton.

"Kenapa tidak menonton dari ponselmu saja. Punyamu, kan lebih bagus," ucapnya tak suka, yang langsung membuat mood Alex down. Alamat gagal lagi.

Aku hanya ingin dekat denganmu PANDAN BODOH! Maksudnya ingin menciummu ... wajarkan? Aku itu laki-laki normal! Teriak batin Alex menangis.

"Memangnya kenapa kalau aku ingin menonton berdua denganmu? Bukannya lebih asyik nonton bersama daripada nonton sendiri ...." Alex berusaha mencari celah.

"Tidak. Lebih asyik menonton sendiri. Ini film thriller, pembunuhan yang penuh dengan teka-teki. Aku tidak bisa fokus kalau nonton berdua."

Pandan menjauh, membawa bantalnya ke sofa dan tidur disana melanjutkan menonton drama. Sementara Alex meratapi kegagalannya lagi dan lagi dengan emosinya yang rasanya ingin membuncang, karena hasratnya yang nyaris membuatnya gila itu.

Sabar Alex ... sabar ...!

***

Dikesempatan lain.

"Pandannn!" Alex baru saja pulang dari berkumpul dengan teman-temannya sepulang dari kantor tadi. Ia sengaja membawakan Pandan es krim sepulangnya dari sana. Dengan maksud dan tujuan tertentu, tentu saja.

"Sudah pulang?" Pandan mengambil tas kerja Alex seperti biasa.

"Aku membawakanmu es krim. Ayo kita makan disana," ajak Alex menarik tangan Pandan duduk di tempat santai mereka.

"Sebentar. Aku simpan tas kamu dulu." Alex melepaskan tangan Pandan. Membiarkan gadis itu menyimpan tas miliknya.

Beberapa saat kemudian. Pandan menyusul Alex.

"Kamu bawa apa?" tanya Alex dengan bodohnya. Padahal jelas-jelas ia tahu yang Pandan bawa adalah tissue. TISSU!

"Tissu," jawabnya.

"Buat?" Dasar Alex bodoh. Memang gunanya tissu buat apa?

"Buat lap mulut nanti. Aku sering belepotan kalau makan es krim," jawab Pandan. Kembali memupus harapan Alex yang justru mengharapkan hal itu terjadi. Sehingga ia bisa membersihkan sisa-sisa es krim itu dari bibir merah jambu itu. Dan kemudian ... sudah tahu kan pikiran Alex kemana wkwkwk.

"Kenapa harus dilap, biarkan saja ...." Alex masih mencoba menghalangi.

"Tidak mau. Jorok. Nanti kamu jijik melihatnya ...." Pandan tetap menarik satu lembar tissu.

"Tidak, tidak akan. Aku tidak akan jijik ... sumpah!" Kalau perlu aku yang akan membersihkannya nanti, Pandan Sayang ... dengan caraku tentu saja, batin Alex dengan otak mesumnya.

"Mana es krimnya?" pinta Pandan dan Alex memberikannya.

Alex masih belum membuka miliknya. Ia intens menatap Pandan membuka plastik es krimnya. Ia sengaja membeli es krim yang bukan berwadah cup. Supaya Pandan benar-benar belepotan nanti saat memakannya.

Namun sayangnya harapan tinggallah harapan. Pandan benar-benar langsung membersihkan mulutnya begitu selesai menikmati es krimnya. Pupus sudah harapannya, gagal lagi gagal lagi! Mungkin sudah takdirmu Alexxx ... terimalah!

"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Pandan keheranan. Padahal Alex yang begitu antusias mengajaknya tadi.

"Ini. Buat kamu saja. Aku sudah tidak nafsu lagi memakannya ... " Alex menyodorkan es krim miliknya untuk Pandan lalu melangkah lesu meninggalkan Pandan yang dibuat keheranan dengan tingkah Alex yang begitu cepat berubah. Padahal tadi laki-laki itu begitu semangat sekali mengajaknya. Lalu sekarang tiba-tiba saja pergi dan menyuruhnya menghabiskan dua es krim sekaligus. Kenapa dia?

***

"Alex, kamu kenapa?" Pandan menghampiri Alex yang baru selesai mandi dan seperti biasa. Tidak langsung memakai pakaiannya tapi malah duduk sembari menikmati sebatang rokok ditangannya. Menatap malam dari jendela kaca di ruangan itu. Entah apa yang menarik padahal yang bisa ia lihat hanya tembok yang membatasi rumahnya dengan rumah yang lain.

"Tidak apa-apa. Keringkan rambutku," perintahnya. Pandan menurut, mengeringkan rambut Alex yang basah.

"Dua hari lagi, aku harus ke negara X. Kamu tidak apa-apa aku tinggal sendiri?" Alex khawatir meninggalkan Pandan seorang diri dirumahnya.

"Tidak apa-apa. Aku sudah biasa tinggal sendiri." Pandan bukannya takut tinggal sendiri, ia hanya takut kesepian selama Alex pergi nanti. Biasanya selalu ada saja tingkah Alex yang membuatnya begitu menghiburnya. Membuatnya tak pernah menyesali pertemuan mereka begitupun pernikahan mereka yang tak terencana.

Sejauh Pandan mengenal Alex selama ini. Ia bisa menyimpulkan bahwa Alex adalah laki-laki yang baik. Membuat Pandan nyaman menikmati setiap kedekatan mereka. Laki-laki itu benar-benar mencoba mengenalnya dan mendekatinya dengan pelan tanpa memaksakan kehendaknya. Meski diam, bukan berarti Pandan tak mengetahui apa yang Alex inginkan selama beberapa hari ini. Justru sikap Alex yang penuh perjuangan itu semakin mengikis benteng pertahanannya, untuk tidak membiarkan hatinya jatuh pada laki-laki itu. Namun nyatanya, begitu sulit untuk menolak pesona seorang Jusuf Alexander.

" Jangan bukakan pintu, jika ada yang datang. Terutama Bella, nanti dia malah menyuruhmu ini itu. Jangan mau diperintah olehnya. Mengerti?" pesan Alex.

"Iya."

"Selama aku pergi. Jangan mencari kesempatan keluar bersama laki-laki lain, terutama KEVIN. Mengerti?" lanjutnya.

"Kenapa memangnya?" pancing Pandan.

"Tentu saja karena kamu sudah punya suami. Memangnya apalagi, Pandan?"

"Hemmm." Pandan kecewa. Ia ingin jawaban yang lain, selain jawaban yang sama seperti sebelum-sebelumnya itu.

"Ingat itu. Setelah bekerja langsung pulang jangan kemana-mana. Kalau aku telefon, kamu harus mengangkatnya bahkan saat kamu bekerja sekalipun. Bilang saja itu telefon penting. Siska pasti akan mengijinkanmu menjawab telefonnya. Mengerti?"

"Iya."

"Jangan iya-iya saja, awas nanti kalau kamu berani macam-macam." Alex benar-benar tidak rela kalau Pandan sampai pergi diam-diam dengan laki-laki lain. Apalagi orang itu si Kevin, playboy tengik yang mendadak ingin insyaf demi mengejar cinta Pandan.

"Iya, Suamiku Sayang," jawab Pandan dengan begitu manisnya meski masih dengan mimik wajahnya yang flat itu. Alex sampai menengok ke belakang demi melihat Pandan mengatakan kalimat yang begitu mendebarkannya itu.

"Coba ulangi," pintanya.

"Tidak ada siaran ulang."

"Pandaaannn ...." Alexx memohon.

"Tidak ada. Cepat pakai bajumu. Nanti kamu masuk angin." Pandan memberikan baju yang ia siapkan tadi dan meninggalkan Alex yang cengar-cengir kesenangan. Padahal dulu dengan mantan-mantan kekasihnya ia biasa memanggil dengan panggilan kesayangan. Namun perasaannya tidak pernah sebahagia ini, saat Pandan yang memanggilnya seperti itu.

"Astaga ... apa-apaan aku ini. Aku tidak bisa berhenti tersenyum, Pandan. Kamu harus bertanggung jawab!

Kini dia malah tertawa. Jatuh cinta memang membuat seseorang bisa menjadi tidak waras dalam sekejab.

Cukup Alex. Ini memalukan. Bisa-bisa Pandan menertawakanmu karena menganggapmu laki-laki polos yang baru jatuh cinta. ARGHHTTT!!!

***

Hola guys ... minta dukungannya biar author semangat nulisnya. Kalau komen dan Vote begitu syulittt ...

LIKE pun sudah menjadi moodboosterku kok ...

SEMOGA MENGHIBUR ...

1
NurhasanahHs
ini aku baca novel ini udah 2x tp msih aj nangis
nawale sophiae
Luar biasa
rosita
seru 🤭🤭🤭
EkaYulianti
alex harusnya bilang, "aku jatuhkan talak untuk mu Mika".
EkaYulianti
dulu di sekolahku ada yg namanya pandan wangi.
EkaYulianti
bukannya pandan lg M, kok sholat subuh?
RossyNara
biasanya yang dingin-dingin sedep cwonya ini malah si cwe nya.
FeVey
penulisnan bagus, penyampaian alur cerita juga bagus, cerita ringan, lucu dan romantis, recomend buat baca.
Safitri Agus
jadi udah ya sampe disini critanya Thor,ga lanjut kah,,bisa ditarik kesimpulan nya sesuai imajinasi yg baca aja, sayang sekali ya padahal cerita menarik tapi ya sudahlah,it's Ok,👍👌
Safitri Agus
kenapa malu Thor,yg begini masih wajar kok,malah terlihat' sopan lagi,😁🤭
Safitri Agus
sawadikap skidipapap,ini bahasa Bangkok ya,😁
Safitri Agus
yaa kok kecelakaan sih papa mama nya Olivia,,kalo is ded ga seru lah maunya mereka menderita dulu 🤭
Safitri Agus
tarik ulur kisahnya Ibra dan Olive,,Ibra kan taat beribadah,knp masih ragu², dah istikharah juga kan,dgn baca bismillah maju aja terus,yakinlah.
Safitri Agus
uwahh pas banget ini solusinya pandan utk menghalau malam yg mencekam,ga pake nolak ya Lex 😂
Safitri Agus
si Ibra kayaknya jatuh cintrong sama Pandan,,no.no.no way,ga boleh ya,perboden.
Safitri Agus
mika ini aneh dan agk licik kan lg sakit parah ya,dan ga mungkin melayani misua nya dlm kondisi seperti itu,kok tetap maksa Alex utk menikahinya,ga jln otaknya,, harusnya bertobat,lebih mendekatkan dirinya pada sang pencipta kan dah tahu umurnya ga panjang.
Safitri Agus
nenek Gayung,,🤭
Safitri Agus
iya Bu Gayung, dia menantumu,, Pandan itu istrinya Yusuf 😊
Safitri Agus
haha iya sampe Jontor tu lambe,🤣
Safitri Agus
gagal maning Lex, 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!